Lingkungan Hidup
( 5781 )Kejagung Ungkap Fakta Baru tentang Kualitas Pertamax
Jaksa Agung ST Burhanuddin, menegaskan bahwa kualitas BBM Pertamax yang dipasarkan oleh PT Pertamina saat ini tidak terkait dengan kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani oleh lembaga tersebut. Kasus hukum yang sedang diselidiki berhubungan dengan bensin yang dipasarkan antara 2018 hingga 2023, dan bukan dengan Pertamax yang beredar pada tahun 2024-2025. Burhanuddin memastikan bahwa kualitas bensin Pertamax yang dijual saat ini sudah sesuai dengan spesifikasi dan standar yang berlaku, serta tidak ada kaitannya dengan masalah hukum yang sedang diselidiki. Selain itu, bensin yang bermasalah pada periode 2018-2023 sudah tidak dipasarkan lagi, mengingat BBM merupakan barang habis pakai dan stok lama tidak tersedia lagi pada 2024.
Harga Emas Naik, Investor Panen Cuan
Sinergi Perlu Diperkuat untuk Pengendalian Banjir
Pengendalian banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) membutuhkan dukungan konkret pemda. Tanpa sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah, pengendalian banjir tidak akan maksimal. Sebagai contoh, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebenarnya sudah menginisiasi proyek tanggul dan normalisasi Sungai. Namun, proyek ini kerap terkendala masalah administratif, terutama dalam hal pembebasan lahan yang melibatkan pemda. Oleh sebab itu, Menteri PU Dody Hanggodo meminta pemda lebih berperan aktif dalam mengatasi banjir. Alasannya, keberhasilan pengendalian banjir di Jabodetabeksangat bergantung pada pergerakan instrumen di pemda. “Infrastruktur pengendali banjir pasti kita bangun dan kelola. Tapi, tanpa kesiapan lahan dari Pemda, proyekini tidak bisa berjalan maksimal,” ujar Dody di Jakarta, Kamis (6/3/2025).
Dalam kunjungannya ke infrastruktur pengendali banjir di Bendung Bekasi dan Sodetan Ciliwung, dia menyoroti, keterlambatan proyek tanggul dan normalisasi.Hingga saat ini, pembangunan tanggul di Kali Bekasi baru mencapai 13,8 km dari total kebutuhan 33 km. Normalisasi Sungai Ciliwung juga baru terealisasi17 km dari target 33 km. Menurut Dody, banyak titik genangan di permukiman terjadi, karena air masuk melalui area yang belum bertanggul. Ini menunjukkan percepatan proyek ini sangat diperlukan. Selain lahan, masalah sampah jugamenjadi perhatian serius Menteri PU. Diamengingatkan, meskipun infrastruktursudah dibangun, jika sungai dan saluran air terus dipenuhi sampah, sistem pengendalian banjir tidak akan optimal. (Yetede)
Potensi Perencanaan Haji digali oleh Bank Emas BSI
Kehadiran bank emas (bullion bank) dalam lini bisnis PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) akan memperkuat daya saing dan ekosistem perbankan syariah di Tanah Air. Melalui investasi emas, masyarakat bisa lebih ringan dalam melakukan pelunasan biaya haji karena harga emas yang konsisten meningkat. Hadirnya layanan bank emas di BSI berpotensi meningkatkan daya saing perbankan syariah karena merupakan inovasi produk yang unik dan sejalan dengan prinsip syariah. Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, dengan tren harga emas yang selalu meningkat setiap tahunnya dapat menjadi bekal masyarakat untuk merencanakan ibadah haji.
Terlebih, untuk masa tunggu haji reguler yang cukup lama. Dengan mulai menyicil emas dari sekarang di bank emas, ketika tiba waktu keberangkatan, maka tidak perlu khawatir dengan pelunasan biaya haji lantaran emas yang disimpan mengalami kenaikan harga Sebagai gambaran, pada tahun 2023 biaya haji sebesar Rp 49,8 juta, apabila disetarakan dengan emas, sekitar 55,3 gram. Pada 2024 dengan biaya haji Rp 55,6 juta, setara dengan 42,7 gram emas. Untuk tahun ini, biaya haji ditetapkan Rp 60,2 juta atau setara 37,6 gram emas, serta tahun depan biaya haji Rp 65,2 juta setara dengan 32,6 gram emas, berkurang dari tahun ke tahun, seiring kenaikan harga emas.
Hal ini menunjukkan investasi emas memberikan keuntungan bagi masyarakat. Jadi, pada saat akan pergi haji nanti, apalagi kalau sudah setor Rp 25 juta, begitu berangkat haji dilunasi dari penjualan emas yang ada dan disimpan setiap bulan secara disiplin, bisa juga untuk keperluan lain, papar Anton di Jakarta, Rabu (5/3/2025). Terlebih, emas dinilai investasi yang likuid, karena bisa dicairkan di BSI apabila membutuhkan uang tunai. Bisa dengan menjual atau dengan menggadaikan emas. Dengan potensi tersebut, Anton pun optimistis masyarakat bisa semakin tertarik untuk melakukan investasi emas. (Yetede)
Dihidupkannya Lagi Industri Garam Rakyat di Pesisir Sumbar
PT Garam, BUMN yang bergerak di bidang produksi garam, berencana menghidupkan kembali industri garam rakyat di dua wilayah Sumbar. Pemprov Sumbar mendukung penuh rencana ini karena kawasan pesisir Sumbar punya potensi besar untuk menghasilkan garam. Ada dua lokasi yang menjadi sasaran awal dari PT Garam, yaitu Muaro Sakai Inderapura di Kabupaten Pesisir Selatan dan Air Bangis di Kabupaten Pasaman Barat. PT Garam berencana mendampingi industri garam rakyat di dua daerah tersebut. Untuk tahap awal, PT Garam akan melakukan survei teknis dulu ke lapangan. Belum ada proyeksi berapa produksi garam di dua kawasan itu. Di Indonesia, total kebutuhan garam mencapai 5 juta ton, sekitar 50 % masih impor.
”Di sana (Pesisir Selatan dan Pasaman Barat) sebelumnya sudah ada pengolahan garam rakyat, tetapi sekarang mati. Bekas-bekasnya dan orang-orangnya masih ada. Itu mau dihidupkan kembali,” kata Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sumbar Novrial, Kamis (6/3). Sejauh ini, Sumbar belum memproduksi garam sendiri. Kebutuhan garam provinsi di kawasan pantai barat Pulau Sumatera ini masih dipasok dari luar provinsi. Sebelumnya, Dirut PT Garam, Abraham Mose dan jajaran berkunjung ke kantor Gubernur Sumbar, Rabu (5/3) bertemu Gubernur Sumbar, Mahyeldi dan jajaran. Dalam pertemuan itu, Abraham menyebut, Sumbar bersama Aceh sedang diproyeksikan sebagai kluster produksi garam nasional di wilayah Sumatera, untuk menekan biaya produksi dan memenuhi kebutuhan nasional. (Yoga)
BMKG Identifikasi Bibit Siklon 98S, Waspada Hujan Lebat di Bengkulu dan Lampung
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi Bibit Siklon Tropis 98S yang terpantau berada di Samudra Hindia barat Bengkulu. Berdasarkan analisis data BMKG Rabu malam, 5 Maret 2025, pukul 19.00 WIB, pusat sirkulasi sistem ini terletak pada koordinat 5.9°LS dan 92.1°BT dengan kecepatan angin maksimum 15 knot atau 28 km/jam serta tekanan minimum 1006 hPa.
BMKG menyebutkan bahwa potensi Bibit Siklon Tropis 98S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan masih rendah. Namun, dalam 48 hingga 72 jam ke depan, peluang meningkat menjadi sedang hingga tinggi. "Bibit Siklon Tropis 98S bergerak ke arah barat-barat daya menjauhi wilayah Indonesia,” tulis BMKG dalam keterangan tertulis. (Yetede)
Banjir di Jakarta dan Sekitarnya yang Dipicu Perubahan Iklim
Perubahan iklim telah menyebabkan pergeseran pola musim hujan dan kemarau di Indonesia. Bahaya cuaca ekstrem meningkat. Hujan deras yang memicu bencana banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya awal pekan ini membuktikan kekhawatiran Erma Yulihastin. Setahun lalu, dalam orasi pengukuhan dirinya sebagai profesor riset bidang klimatologi dan perubahan iklim BRIN, Erma menegaskan bahwa kenaikan suhu bumi yang sekarang melampaui 1,6 derajat Celsius, di atas level masa pra-Revolusi Industri, telah meningkatkan intensitas dan keparahan cuaca ekstrem di Indonesia. Rabu lalu, dalam siaran langsung di akun Instagram miliknya, Erma mengingatkan bahwa pola musim hujan dan kemarau, kini berubah. "Ada pergeseran, durasi maupun sifatnya,” ujar Erma, Rabu, 5 Maret 2025
Erma mengatakan pengkajian terhadap indikasi terjadinya perubahan hujan diurnal atau berulang secara harian menjadi kunci penting untuk memahami pola cuaca ekstrem selama dekade terakhir di Indonesia. Pada dasarnya, pola hujan diurnal di Tanah Air mengikuti pola umum hujan di darat yang dipengaruhi oleh angin darat-laut dan gelombang gravitasi, sehingga fase kejadian hujan adalah sore hari di atas darat dan pagi hari di atas laut. Dia menilai peningkatan curah hujan sejak dasarian ketiga atau sepuluh hari terakhir Februari mencerminkan dinamika musim yang makin tidak teratur akibat perubahan iklim. Selama ini, Januari sering disebut sebagai masa puncak musim hujan. "Hal itu kurang relevan dengan kondisi perubahan iklim yang terjadi saat ini,” kata Erma. (Yetede)
Perkuat Cadangan Pangan
Harga pangan dari kelompok
hortikultura, seperti aneka cabai dan bawang merah, berpotensi naik apabila cuaca
ekstrem berupa intensitas hujan tinggi terus terjadi hingga menimbulkan banjir
dan tanah longsor. Ditambah lagi, pada Ramadan-Lebaran, biasanya terjadi
peningkatan permintaan kebutuhan oleh masyarakat. Karenanya, pemerintah harus memperkuat
ketersediaan cadangan pangan dan menjaga agar harga tidak melonjak terlalu
tajam. Harga pangan, seperti beras, saat ini relatif stabil, karena adanya
panen raya. Sementara pangan kelompok hortikultura memiliki karakteristik tumbuh
di dataran tinggi, relatif mudah terserang organisme pengganggu tanaman (OPT)
atau hama penyakit, mudah rusak, dan lainnya. Dengan intensitas hujan tinggi, makin
memperparah kondisi yang dihadapi pangan jenis tersebut. Dampaknya, ketika
terjadi cuaca ekstrem, harga pangan dari kelompok hortikultura bisa makin
terkerek.
Mengutip data BMKG, berdasar
analisis peringatan dini cuaca ekstrem, tren puncak hujan terjadi pada dasarian
ke-2 Maret 2024. Puncaknya di 10 hari ke 2, mulai tanggal 11-20 Maret. Curah
hujan tertinggi mencapai 300 mm dalam 10 hari. Nailul, Rabu (05/03/2025)
mengatakan, situasi itu akan menaikkan biaya transportasi yang diturunkan ke
harga barang. Ketersediaan barang di beberapa daerah akan terganggu. Dengan pasokan
terbatas (karena gagal panendan barang susah didapat) serta biaya transportasi
meningkat maka harga kebutuhan pokok akan meningkat. Maka, penting bagi pemerintah
segera menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakatyang terdampak agar kebutuhan
masyarakat terpenuhi.
“Pemerintah juga harus sedia stok
dengan jumlah yang cukup. Beras di kantong-kantong Perum Bulog harus
diperbanyak jelang Lebaran agar masyarakat bisa mendistribusikan pendapatannya
di beberapa hari," papar dia. Peneliti Center of Reform on Economics (CORE)
Indonesia, Eliza Mardian, mengatakan momentum Puasa seperti saat ini,
permintaan pangan biasanya naik 20-30%. "Suplai tentu harus benar-benar
dijaga. Kalau suplai terlalu ketat, harga bisa meningkat," katanya. Dalam
rangka mengamankan ketersediaan dan harga pangan saat cuaca ekstrem, pemerintah
perlu melakukan langkah komprehensif. (Yetede)
Operator SPBU diduga Terlibat dalam Kasus Penimbunan BBM di Karawang
Bareskrim menduga operator SPBU berperan sebagai pihak yang memberi barcode kepada tersangka penyelundupan BBM di Karawang. Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri mengungkap skema penimbunan BBM jenis solar dengan modus penggunaan kode batang atau barcode berbeda, yang terjadi di Karawang, Jabar. Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan barcode berbeda agar bisa membeli solar secara berkali-kali. “Hasil pembelian solar subsidi kemudian dikumpulkan, lalu dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi dari harga subsidi,” kata Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Nunung Syaifuddin, dalam konferensi pers, di aula Awaloedin Djamin Gedung Bareskrim Polri, Kamis, 6 Maret 2025.
Kepolisian telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah LA, HB, S, AS, dan E. Nunung mengatakan para tersangka memiliki perannya masing masing. Nunung menyatakan, tersangka E berperan membeli solar dari SPBU dengan menggunakan motor. Ia membeli solar secara berulang-ulang menggunakan barcode yang berbeda. Setelah membeli BBM secara ilegal, E membawa barang tersebut ke pangkalan miliknya. Selain bertugas membeli BBM, E juga berperan menjual solar kepada pembeli dengan harga nonsubsidi. (Yetede)
Bencana Banjir Bisa Hantam Bisnis dan Ekonomi
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









