Lingkungan Hidup
( 5820 )BMKG Identifikasi Bibit Siklon 98S, Waspada Hujan Lebat di Bengkulu dan Lampung
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi Bibit Siklon Tropis 98S yang terpantau berada di Samudra Hindia barat Bengkulu. Berdasarkan analisis data BMKG Rabu malam, 5 Maret 2025, pukul 19.00 WIB, pusat sirkulasi sistem ini terletak pada koordinat 5.9°LS dan 92.1°BT dengan kecepatan angin maksimum 15 knot atau 28 km/jam serta tekanan minimum 1006 hPa.
BMKG menyebutkan bahwa potensi Bibit Siklon Tropis 98S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan masih rendah. Namun, dalam 48 hingga 72 jam ke depan, peluang meningkat menjadi sedang hingga tinggi. "Bibit Siklon Tropis 98S bergerak ke arah barat-barat daya menjauhi wilayah Indonesia,” tulis BMKG dalam keterangan tertulis. (Yetede)
Banjir di Jakarta dan Sekitarnya yang Dipicu Perubahan Iklim
Perubahan iklim telah menyebabkan pergeseran pola musim hujan dan kemarau di Indonesia. Bahaya cuaca ekstrem meningkat. Hujan deras yang memicu bencana banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya awal pekan ini membuktikan kekhawatiran Erma Yulihastin. Setahun lalu, dalam orasi pengukuhan dirinya sebagai profesor riset bidang klimatologi dan perubahan iklim BRIN, Erma menegaskan bahwa kenaikan suhu bumi yang sekarang melampaui 1,6 derajat Celsius, di atas level masa pra-Revolusi Industri, telah meningkatkan intensitas dan keparahan cuaca ekstrem di Indonesia. Rabu lalu, dalam siaran langsung di akun Instagram miliknya, Erma mengingatkan bahwa pola musim hujan dan kemarau, kini berubah. "Ada pergeseran, durasi maupun sifatnya,” ujar Erma, Rabu, 5 Maret 2025
Erma mengatakan pengkajian terhadap indikasi terjadinya perubahan hujan diurnal atau berulang secara harian menjadi kunci penting untuk memahami pola cuaca ekstrem selama dekade terakhir di Indonesia. Pada dasarnya, pola hujan diurnal di Tanah Air mengikuti pola umum hujan di darat yang dipengaruhi oleh angin darat-laut dan gelombang gravitasi, sehingga fase kejadian hujan adalah sore hari di atas darat dan pagi hari di atas laut. Dia menilai peningkatan curah hujan sejak dasarian ketiga atau sepuluh hari terakhir Februari mencerminkan dinamika musim yang makin tidak teratur akibat perubahan iklim. Selama ini, Januari sering disebut sebagai masa puncak musim hujan. "Hal itu kurang relevan dengan kondisi perubahan iklim yang terjadi saat ini,” kata Erma. (Yetede)
Perkuat Cadangan Pangan
Harga pangan dari kelompok
hortikultura, seperti aneka cabai dan bawang merah, berpotensi naik apabila cuaca
ekstrem berupa intensitas hujan tinggi terus terjadi hingga menimbulkan banjir
dan tanah longsor. Ditambah lagi, pada Ramadan-Lebaran, biasanya terjadi
peningkatan permintaan kebutuhan oleh masyarakat. Karenanya, pemerintah harus memperkuat
ketersediaan cadangan pangan dan menjaga agar harga tidak melonjak terlalu
tajam. Harga pangan, seperti beras, saat ini relatif stabil, karena adanya
panen raya. Sementara pangan kelompok hortikultura memiliki karakteristik tumbuh
di dataran tinggi, relatif mudah terserang organisme pengganggu tanaman (OPT)
atau hama penyakit, mudah rusak, dan lainnya. Dengan intensitas hujan tinggi, makin
memperparah kondisi yang dihadapi pangan jenis tersebut. Dampaknya, ketika
terjadi cuaca ekstrem, harga pangan dari kelompok hortikultura bisa makin
terkerek.
Mengutip data BMKG, berdasar
analisis peringatan dini cuaca ekstrem, tren puncak hujan terjadi pada dasarian
ke-2 Maret 2024. Puncaknya di 10 hari ke 2, mulai tanggal 11-20 Maret. Curah
hujan tertinggi mencapai 300 mm dalam 10 hari. Nailul, Rabu (05/03/2025)
mengatakan, situasi itu akan menaikkan biaya transportasi yang diturunkan ke
harga barang. Ketersediaan barang di beberapa daerah akan terganggu. Dengan pasokan
terbatas (karena gagal panendan barang susah didapat) serta biaya transportasi
meningkat maka harga kebutuhan pokok akan meningkat. Maka, penting bagi pemerintah
segera menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakatyang terdampak agar kebutuhan
masyarakat terpenuhi.
“Pemerintah juga harus sedia stok
dengan jumlah yang cukup. Beras di kantong-kantong Perum Bulog harus
diperbanyak jelang Lebaran agar masyarakat bisa mendistribusikan pendapatannya
di beberapa hari," papar dia. Peneliti Center of Reform on Economics (CORE)
Indonesia, Eliza Mardian, mengatakan momentum Puasa seperti saat ini,
permintaan pangan biasanya naik 20-30%. "Suplai tentu harus benar-benar
dijaga. Kalau suplai terlalu ketat, harga bisa meningkat," katanya. Dalam
rangka mengamankan ketersediaan dan harga pangan saat cuaca ekstrem, pemerintah
perlu melakukan langkah komprehensif. (Yetede)
Operator SPBU diduga Terlibat dalam Kasus Penimbunan BBM di Karawang
Bareskrim menduga operator SPBU berperan sebagai pihak yang memberi barcode kepada tersangka penyelundupan BBM di Karawang. Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri mengungkap skema penimbunan BBM jenis solar dengan modus penggunaan kode batang atau barcode berbeda, yang terjadi di Karawang, Jabar. Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan barcode berbeda agar bisa membeli solar secara berkali-kali. “Hasil pembelian solar subsidi kemudian dikumpulkan, lalu dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi dari harga subsidi,” kata Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Nunung Syaifuddin, dalam konferensi pers, di aula Awaloedin Djamin Gedung Bareskrim Polri, Kamis, 6 Maret 2025.
Kepolisian telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah LA, HB, S, AS, dan E. Nunung mengatakan para tersangka memiliki perannya masing masing. Nunung menyatakan, tersangka E berperan membeli solar dari SPBU dengan menggunakan motor. Ia membeli solar secara berulang-ulang menggunakan barcode yang berbeda. Setelah membeli BBM secara ilegal, E membawa barang tersebut ke pangkalan miliknya. Selain bertugas membeli BBM, E juga berperan menjual solar kepada pembeli dengan harga nonsubsidi. (Yetede)
Bencana Banjir Bisa Hantam Bisnis dan Ekonomi
Pemerintah Longgarkan Pajak Emas, Siapa Untung?
Solusi Atasi Banjir dibutuhkan untuk Jabodetabek
Banjir menerpa wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam dua hari terakhir. Ribuan warga terdampak dan terpaksa mengungsi. Sebagian aktivitas ekonomi dan keseharian warga lumpuh. Banjir di beberapa wilayah metropolitan menjadi peringatan pentingnya solusi pengendalian banjir secara komprehensif. Hujan deras sejak Senin hingga Selasa (3-4/3/2025) di hulu sungai dan wilayah Jabodetabek mengakibatkan banjir parah di beberapa wilayah. Di Jakarta, banjir berasal dari luapan Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, dan Kali Krukut. Sebagian wilayah Jaksel dan Jaktim paling terdampak banjir, terutama di Rawajati, Pejaten Timur, dan Gedong, yang dekat Kali Ciliwung. Ketinggian banjir di wilayah itu ada yang mencapai 3 meter, memaksa ratusan warga mengungsi.
Sementara, luapan air Kali Bekasi membanjiri nyaris seluruh wilayah Kota Bekasi, Jabar. Aktivitas warga tersendat karena permukiman hingga pusat perbelanjaan terendam banjir. Kali Bekasi meluap karena hujan deras di kawasan hulu, Bogor, Jabar, serta hujan lokal di Kota Bekasi. Setidaknya tujuh kecamatan kebanjiran hingga Selasa (4/3) sore. Pondok Gede Permai dan Villa Jatirasa paling terdampak banjir. Dua perumahan ini persis di bantaran kali dengan pemisah tanggul tembok setinggi 2 meter. Ratusan warga dievakuasi, sebagian bertahan di lantai dua rumah. Ketua RT 004 RW 008 Pondok Gede Permai, Tugimin, mengatakan, hujan deras bukan satu-satunya pemicu banjir. Kali Bekasi di kawasan perumahannya makin dangkal dan belum dikeruk.
Banjir juga menerjang pusat perekonomian, salah satunya Mega Bekasi Hypermall. Luapan Kali Bekasi menjebol tanggul dan merendam lantai dasar mal. Oscar (41) pedagang di lantai dasar menyebut aktivitas perekonomian di mal itu lumpuh. Banjir kali ini yang kedua melanda mal tersebut. Banjir sebelumnya terjadi tahun 2017. Luapan Kali Bekasi juga menutupi Jalan Raya Pekayon hingga PT Jasamarga Transjawa Tol mengalihkan kendaraan yang menuju Gerbang Tol Bekasi Barat, karena luapan terus membanjiri hingga menutup Jalan Raya Pekayon dan berimbas pada antrean kendaraan di Jalan Ahmad Yani hingga akses Gerbang Tol Bekasi Barat Satelit.
Merespons banjir di Jabodetabek, pemerintah mengutamakan penanganan penyelamatan masyarakat yang terdampak. Operasi modifikasi cuaca bakal ditambah. Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno mengatakan telah menggelar rakor bersama sejumlah pemangku kepentingan untuk mengatasi banjir yang melanda sebagian wilayah Jabodetabek. Dalam rapat itu disepakati, pemerintah mengutamakan penanganan penyelamatan masyarakat yang terjebak banjir serta menambah operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi potensi hujan di kawasan hulu dan hilir. Apalagi, BMKG memperkirakan curah hujan tinggi masih akan melanda wilayah Jabodetabek hingga awal pecan kedua Maret. (Yoga)
Butuh Konsolidasi dan Koordinasi yang Komprehensif
United Tractors Memangkas Bisnis di Bidang Pertambangan Batu Bara
Emiten Grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR) membuktikan komitmennya untuk mengurangi bisnis batu bara perseroan, dengan menjual tambang batu bara di Kalimantan. UNTR lewat anak usahanya, PT Tuah Turangga Agung (TTA), menjual seluruh kepemilikan saham di PT Borneo Berkat Makmur (BBM) kepada PT Reswara Minergi Hartama (RMH), entitas anak PT ABM Investama Tbk (ABMM), senilai US$ 34,2 juta atau Rp 561,99 miliar. BBM saat ini merupakan pemegang 60% saham PT Piranti Jaya Utama (PJU), perusahaan tambang batu bara dengan luas konsesi 4.800 hektare di Desa Barunang, Kabupaten Kapuas, Kalteng.
Pada tanggal 3 Maret 2025, Tuah Turangga Agung menandatangan Perjanjian jual beli saham (PPJB) dengan Reswara, dimana 100% saham milik Tuah Turangga dari total seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Borneo Berkat Makmur. Setelah pemenuhan persyaratan pendahuluan atas transaksi, RMH secara tidak langsung menguasai 60% saham PJU yang dimilik oleh BBM," kata Corporate Secretary United Tractors, Sara K Loebis dalam keterangan resminya, Selasa(4/3/2025). Tujuan transaksi tersebut untuk merampingkan lini bisnis tambang batu bara perseroan, dalam rangka menjalankan proses operasi yang terfokus, efektif, dan optimal. (Yetede)
BMKG: Puncak Cuaca Ekstrem Diprediksi 11 Maret
Cuaca ekstrem yang memicu bencana hidrometeorologi di beberapa daerah Indonesia diperkirakan masih akan berlangsung hingga sepekan ke depan, dengan puncaknya pada 11 Maret 2025. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengingatkan bahwa fenomena cuaca ekstrem ini berpotensi menyebabkan banjir, longsor, dan angin kencang. Dwikorita juga meminta agar pihak-pihak terkait segera mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti mengingatkan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk waspada terhadap banjir, melakukan penutupan sementara di jembatan yang rawan banjir, serta mitigasi lereng yang rawan longsor. Selain itu, prakiraan cuaca pada 4–6 Maret 2025 diprediksi didominasi oleh hujan ringan hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang, sehingga peningkatan kewaspadaan sangat diperlukan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









