;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Faktor Global Mendongkrak Kinerja Ekspor

18 Mar 2025

Tingkat inflasi dunia yang mulai terkendali dan rata-rata harga komoditas dipasar global yang relatif membaik membawa dampak positif ke kinerja ekspor Indonesia. Nilai ekspor nasional pada Februari 2025 kembali menggeliat hingga mencapai US$ 21,98 miliar, naik 2,58% secara month to month (mtm) dan melonjak 14,05% secara year on year (yoy). Pencapaian secara bulanan tersebut membalikkan kinerja ekspor Januari 2025 maupun Februari 2024 yang sama-sama mengalami penurunan cukup signifikan. Nilai ekspor pada Januari 2025 tercatat US$21,45 miliar, turun 8,56% disbanding Desember 2024. Sedag nilai ekspor Februari 2024 mencapai US$19,31 miliar, turun 5,79% dibanding Januari 2024.

BPS melaporkan, peningkatan nilai ekspor Februari 2025, baik secara bulanan maupun tahunan, didorong ekspor nonmigas, utamanya industri pengolahan. Nilai ekspor industri pengolahan Februari 2025 naik 3,17% (mtm) dengan andil peningkatan sebesar 2,53%. Ini terjadi justru ditengah maraknya kasus PHK di Tanah Air. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menjelaskan, kinerja ekspor pada Februari 2025 membaik karena secara umum permintaan perdagangan global tahun ini lebih baik dari 2024. "Ini berkat makin terkendalinya tingkat inflasi di banyak negara di dunia, termasuk di pasar-pasar tujuan ekspor utama Indonesia," ujar Shinta, Senin (17/03/2025). Selain itu, rata-rata harga komoditas dipasar global pada Februari 2025 relatif meningkat disbanding pada Januari 2025. (Yetede)


Penghiliran Emas Memasuki Babak Baru

18 Mar 2025

Indonesia memiliki potensi emas terbesar di dunia dengan cadangan 3,8 miliar ton dan produksi 139,25 ton per tahun, kini resmi memiliki pabrik pemurnian logam mulia (PMR) pertama yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. PMR ini diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (17/3) dan menjadi bagian dari smelter PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur. Dengan investasi sebesar US$630 juta atau sekitar Rp10 triliun, pabrik ini mampu memproduksi 50 ton emas per tahun.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya PMR ini dalam mendukung program penghiliran yang memungkinkan Indonesia tidak hanya menjual bahan baku, tetapi juga mengolah sumber daya alam menjadi produk bernilai tambah. Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, berharap fasilitas ini dapat mempercepat perkembangan industri emas hilir di Indonesia, menciptakan ekosistem baru melalui bank emas dan memperkuat sektor ekonomi nasional.

Selain itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mencatat bahwa Indonesia kini mampu memproduksi 60-70 ton emas per tahun, dengan kontribusi PMR PTFI yang menghasilkan 50 ton dan sisanya berasal dari Amman Mineral. Keberadaan PMR ini juga membawa dampak positif bagi ekonomi Indonesia, seperti penciptaan lapangan kerja, peningkatan pajak, dan multiplier effect bagi sektor lainnya. Namun, penting bagi PT Freeport Indonesia untuk segera mendapatkan kepastian izin operasional agar penghiliran ini dapat berjalan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, PMR ini menjadi langkah signifikan bagi Indonesia dalam mewujudkan pengolahan sumber daya alam yang lebih bernilai, mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah, dan memperkuat ekonomi melalui pengembangan industri logam mulia.


Penjualan Kue Kering Laris Manis

17 Mar 2025

Pengunjung terlihat mengerumuni kios kue kering Satu Hati di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, untuk membeli kue kering yang akan disuguhkan kepada tamu saat Lebaran, Sabtu (15/3/2025). Sebulan terakhir menjelang Lebaran penjualan kue kering laris manis, dalam sehari Satu Hati mampu menjual sekitar 3 kuintal berbagai jenis kue kering  dengan rentang harga Rp 60.000-Rp 185.000 per kilogram. (Yoga)

Deklarasi Menolak Proyek Strategis Nasional Dari Merauke

17 Mar 2025

Penolakan terhadap beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) muncul dari Merauke, Papua Selatan. Perwakilan masyarakat adat dan masyarakat lokal sejumlah daerah yang terdampak proyek warisan Presiden Jokowi mendeklarasikan penghentian PSN yang dianggap mengorbankan rakyat. Koordinator Solidaritas Merauke, Franky Samperante, Sabtu (15/3) mengatakan, deklarasi ini merupakan hasil pertemuan Konsolidasi Solidaritas Merauke yang berlangsung pada 11-14 Maret 2025 di Merauke. Selama empat hari, 250 warga masyarakat adat dan masyarakat lokal yang terdampak PSN serta berbagai organisasi masyarakat sipil bertemu untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi. Perwakilan yang hadir merupakan masyarakat terdampak proyek food estate (lumbung pangan) Sumut, Kalteng, Keerom (Papua), serta Merauke dan Mappi (Papua Selatan).

Selain itu, juga datang perwakilan korban proyek Rempang Eco City di Kepri, proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim dan proyek geotermal atau panas bumi Poco Leok di NTT. ”Kami menuntut penghentian total PSN serta proyek-proyek atas nama kepentingan nasional lainnya yang mengorbankan rakyat,” demikian petikan deklarasi yang disepakati. Pelaku kejahatan negara dan korporasi wajib mengembalikan semua kekayaan rakyat yang dicuri dan segera memulihkan kesehatan dan ruang hidup rakyat di seluruh wilayah yang dikorbankan atas nama kepentingan nasional. Ketua Komnas HAM, Atnike Sigiro, yang hadir dalam deklarasi, mengatakan, pada 2020-2023, lembaganya menerima 114 kasus aduan terkait PSN yang diduga kuat melanggar HAM dalam berbagai bentuk. Komnas HAM juga telah menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada kementerian dan lembaga terkait. Franky Samperante menyebutkan, deklarasi ini menjadi awal untuk melawan PSN yang justru mengancam kehidupan dan ruang hidup masyarakat. (Yoga)

Stabilisasi Harga Daging Jelang Lebaran

17 Mar 2025

Lebih dari 20 tahun upaya pemerintah untuk mencapai swasembada daging sapi, harga daging sapi tetap terus meningkat, dari Rp67.000/kg pada 2010 menjadi Rp120.000/kg pada 2024. Berbagai kebijakan yang telah diambil, seperti membuka impor daging sapi tanpa kuota, kebijakan impor sapi betina produktif, dan program seperti SIKOMANDAN dan Upsus SIWAB, tidak berhasil menurunkan harga daging sapi. Bahkan, populasi sapi di Indonesia justru menurun drastis, sementara impor daging sapi semakin meningkat.

Selain itu, kebijakan yang diluncurkan juga tidak diimbangi dengan pendalaman analisis yang mendalam mengenai permintaan dan penawaran daging sapi, serta potensi pertumbuhan peternakan sapi domestik. Beberapa faktor yang mempengaruhi termasuk ketidakjelasan data terkait pemotongan ternak sapi, pola perbibitan yang tidak terarah, dan pengabaian tradisi dalam budi daya peternakan rakyat. Akibatnya, kebijakan impor tidak berhasil menciptakan iklim yang mendukung pertumbuhan peternakan sapi domestik.

Pemerintah kini beralih ke Program Peningkatan Susu dan Daging Nasional (P2SDN) untuk mendukung program MBG, yang melibatkan impor 1,3 juta ekor sapi dalam lima tahun ke depan. Pemerintah juga merencanakan impor daging sapi dan kerbau sebanyak 280.000 ton pada tahun ini untuk mengatasi lonjakan harga pada saat Idulfitri.

Namun, untuk mengendalikan harga daging sapi, diperlukan kebijakan yang lebih komprehensif dan berbasis data yang akurat, termasuk penetapan harga yang tepat dan peningkatan produksi domestik, bukan hanya bergantung pada impor. Kebijakan yang tidak terkoordinasi dengan baik dan tidak memperhatikan faktor-faktor struktural dalam industri peternakan dapat menghambat keberhasilan dalam mencapai harga daging sapi yang terjangkau.


Praktik Kecurangan Minyakita Meningkat

17 Mar 2025

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan adanya praktik kecurangan oleh tujuh perusahaan yang memproduksi dan mengemas minyak goreng MinyaKita dengan takaran kurang dari 1 liter. Beberapa perusahaan, seperti CV Briva Jaya Mandiri, CV Bintang Nanggala, dan KP Nusantara, diduga mengurangi takaran minyak goreng yang seharusnya 1 liter menjadi hanya 700 ml, merugikan masyarakat. Amran menekankan pentingnya sanksi berat terhadap perusahaan-perusahaan nakal ini, dan menyerahkan penegakan hukum kepada Satgas Pangan.

Menteri Perdagangan Budi Santoso juga mengungkapkan bahwa PT Artha Eka Global Asia (AEGA), yang terlibat dalam pengurangan takaran MinyaKita, telah disegel dan disita barang-barangnya. Puan Maharani, Ketua DPR, menyoroti kurangnya pengawasan yang menyebabkan kasus penyunatan takaran dan peredaran MinyaKita palsu. Dia mendesak agar pengawasan produk pangan diperketat untuk melindungi masyarakat dari penyalahgunaan.

Menurut pengamat pertanian Khudori, meskipun penyunatan volume MinyaKita dapat mengurangi kepercayaan konsumen, harga MinyaKita yang lebih murah dibandingkan minyak goreng kemasan dan curah tetap menjadi daya tarik. Namun, harga MinyaKita telah melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, dengan harga rata-rata mencapai Rp17.645 per liter, jauh lebih tinggi dari HET yang seharusnya Rp15.700 per liter. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam pengawasan harga dan distribusi yang perlu segera diperbaiki.


Emiten Batubara Masih Tertekan

17 Mar 2025
Sektor batubara masih akan menghadapi tekanan pada 2025 akibat peningkatan produksi domestik China, yang menyebabkan harga batubara tetap rendah. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan, menjelaskan bahwa tingginya persediaan batubara di China serta potensi peningkatan pasokan dari Rusia menjadi faktor utama yang membatasi harga batubara global. Ia memperkirakan harga batubara Newcastle akan turun ke US$ 110 per ton dari US$ 135,7 per ton di 2024.

Dari sisi produksi, Indonesia dan Australia tetap menjadi pemasok utama batubara global. Produksi Indonesia diprediksi tumbuh 8,1% yoy pada 2025, namun laba perusahaan batubara diperkirakan turun 25%-33% akibat harga yang lebih rendah dan kenaikan biaya operasional.

Analis Indo Premier Sekuritas, Reggie Parengkuan, menyoroti bahwa kebijakan B40, yang mewajibkan industri menggunakan bahan bakar biodiesel 40% mulai 1 Januari 2025, akan berdampak negatif pada profitabilitas emiten batubara. Harga bahan bakar B40 lebih mahal 17% dibandingkan B35, menyebabkan biaya tunai penambang naik 3%-5%.

Sementara itu, Analis Mirae Asset Sekuritas, Rizkia Darmawan, memperkirakan permintaan batubara China akan melemah karena musim dingin yang lebih hangat. Selain itu, permintaan batubara dari Jepang, Korea, dan Taiwan juga akan berkurang seiring dengan transisi ke energi nuklir dan tenaga air.

Meski demikian, Erindra Krisnawan menilai bahwa saham emiten batubara tetap menarik bagi investor karena menawarkan dividen yield sebesar 8%-14%. Ia merekomendasikan AADI, yang bisa mendapatkan keuntungan jika ada pemotongan royalti, serta UNTR, yang memiliki profil laba lebih stabil dari bisnis kontraktor pertambangan dengan dividen yield sebesar 10,8%.

Target Keberlanjutan 2030 Yakin dicapai Asian Agri dan Apical

17 Mar 2025

Asian Agri dan Apical optimistis mencapai 100% target keberlanjutan di 2030. Guna mewujudkan target tersebut, Asian Agri melalui Asian Agri 2030 di antaranya menyertifikasi semua petani mitra dengan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di 2025. Sedangkan Apical lewat Apical 2030, mendorong para petani memiliki pendapatan alternatif, seperti budi daya madu Trigona di Aceh Singkil dan kakao di Kutai Timur. Johan Kurniawan, Director of Corporate Affairs RGE Palm Business, mempertegas komitmen keberlanjutan Asian Agri dan Apical selaras dengan pedoman pada Pembangunan Berkelanjutan PBB (UNSDGs) yang diimplementasikan dengan berpegang pada filosofi usaha RGE. Filosofi RGE adalah SCs, yakni Good for Community, Country, Climate, Customer, dan Company.

Melalui Asian Agri 2030 dan Apical 2030, kedua perusahaan itu berkomitmen untuk berkontribusi positif terhadap iklim, lingkungan,dan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan," ungkap Johan saat bukapuasa bersama dan temu media di Jakarta, Jumat (14/03/2025) dalam rangka pemaparan perkembangan komitmen berkelanjutan kedua perusahaan yakni Asian Agri 2030 dan Apical 2030 setelah diluncurkan di 2022. Johan menyampaikan, nilai strategis komoditas sawit merupakan elemen kunci perekonomian nasional, mulai dari kontribusi devisa hingga penyedia lapangan kerja. Keberadaan industri sawit merupakan bagian integral upaya peningkatan kesejahteraan petani rakyat khususnya yang tergabung dalam program kemitraan dan intiplasma. (Yetede)


Pemerintah Terus Mengawal HPP Gabah

17 Mar 2025

Mentan, Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan harga gabah di tingkat petani agar mereka mendapat keuntungan layak, dengan menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) di petani dan meningkatkan penyerapan gabah oleh Perum Bulog guna mencegah anjloknya harga saat musim panen. "Petani kita bahagia di musim panen sekarang, ini kebahagiaan pemerintah khususnya Bapak Presiden Prabowo, mudah-mudahan berlanjut terus. Dan harga ini dikawal sampai tingkat bawah, terima kasih kepada Bulog sudah mengawal sampai kebawah," ungkap Mentan saat panen dan serap gabah di Gresik, Jatim pada 14 Maret 2025.

"Alhamdulillah kita senang mendengar suara petani yang berterima kasihsetinggi-tingginya kepada Ba-pak Presiden, pupuknya sudahterpenuhi, harganya kita lihat langsung Rp 6.500 per kg. Itu akan mengangkat ekonomi mereka, kesejahteraan petani kita," jelas Mentan. Pemerintah akan terus mengawal pemenuhan kebutuhan petani, mulai dari pupuk, benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga berbagai kebutuhan lainnya. Dengan dukungan sarana dan prasarana pertanian tersebut, diharapkan dapat mendongkrak produksi padi nasional. (Yetede)


Rajawali Nusindo Turut Jaga Pasokan Minyak Goreng

17 Mar 2025

PT Rajawali Nusindondo (RN) anak perusahaan Holding BUMN Pangan ID Food, mendorong peningkatan distribusi stok minyak goreng (migor) sesuai harga eceran tertinggi (HET) demi menjaga pasokan komoditas itu di pasaran. Langkan tersebut dilakukan RN melahul operasi pasar pangan murah (OPPM) di sejumlah lokasi.

Sekretaris Korporasi RN, Sofyan Effendi menjelaskan, demi mendukung ketersediaan dan stabilisasi harga migor selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa Lebaran 2025, RN meningkatkan OPPM. Dalam operasi pasar itu, RN menjual migor Rp 14 500 per liter kepada pengecer. Upaya RN mendorong pendistribusian migor dengan harga sesuai HET bertujuan menjaga stabilisasi harga komoditas tersebut di tingkat konsumen. (Yetede)