Lingkungan Hidup
( 5781 )Praktik Kecurangan Minyakita Meningkat
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan adanya praktik kecurangan oleh tujuh perusahaan yang memproduksi dan mengemas minyak goreng MinyaKita dengan takaran kurang dari 1 liter. Beberapa perusahaan, seperti CV Briva Jaya Mandiri, CV Bintang Nanggala, dan KP Nusantara, diduga mengurangi takaran minyak goreng yang seharusnya 1 liter menjadi hanya 700 ml, merugikan masyarakat. Amran menekankan pentingnya sanksi berat terhadap perusahaan-perusahaan nakal ini, dan menyerahkan penegakan hukum kepada Satgas Pangan.
Menteri Perdagangan Budi Santoso juga mengungkapkan bahwa PT Artha Eka Global Asia (AEGA), yang terlibat dalam pengurangan takaran MinyaKita, telah disegel dan disita barang-barangnya. Puan Maharani, Ketua DPR, menyoroti kurangnya pengawasan yang menyebabkan kasus penyunatan takaran dan peredaran MinyaKita palsu. Dia mendesak agar pengawasan produk pangan diperketat untuk melindungi masyarakat dari penyalahgunaan.
Menurut pengamat pertanian Khudori, meskipun penyunatan volume MinyaKita dapat mengurangi kepercayaan konsumen, harga MinyaKita yang lebih murah dibandingkan minyak goreng kemasan dan curah tetap menjadi daya tarik. Namun, harga MinyaKita telah melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, dengan harga rata-rata mencapai Rp17.645 per liter, jauh lebih tinggi dari HET yang seharusnya Rp15.700 per liter. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam pengawasan harga dan distribusi yang perlu segera diperbaiki.
Emiten Batubara Masih Tertekan
Target Keberlanjutan 2030 Yakin dicapai Asian Agri dan Apical
Asian Agri dan Apical optimistis mencapai 100% target keberlanjutan di 2030. Guna mewujudkan target tersebut, Asian Agri melalui Asian Agri 2030 di antaranya menyertifikasi semua petani mitra dengan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di 2025. Sedangkan Apical lewat Apical 2030, mendorong para petani memiliki pendapatan alternatif, seperti budi daya madu Trigona di Aceh Singkil dan kakao di Kutai Timur. Johan Kurniawan, Director of Corporate Affairs RGE Palm Business, mempertegas komitmen keberlanjutan Asian Agri dan Apical selaras dengan pedoman pada Pembangunan Berkelanjutan PBB (UNSDGs) yang diimplementasikan dengan berpegang pada filosofi usaha RGE. Filosofi RGE adalah SCs, yakni Good for Community, Country, Climate, Customer, dan Company.
Melalui Asian Agri 2030 dan Apical 2030, kedua perusahaan itu berkomitmen untuk berkontribusi positif terhadap iklim, lingkungan,dan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan," ungkap Johan saat bukapuasa bersama dan temu media di Jakarta, Jumat (14/03/2025) dalam rangka pemaparan perkembangan komitmen berkelanjutan kedua perusahaan yakni Asian Agri 2030 dan Apical 2030 setelah diluncurkan di 2022. Johan menyampaikan, nilai strategis komoditas sawit merupakan elemen kunci perekonomian nasional, mulai dari kontribusi devisa hingga penyedia lapangan kerja. Keberadaan industri sawit merupakan bagian integral upaya peningkatan kesejahteraan petani rakyat khususnya yang tergabung dalam program kemitraan dan intiplasma. (Yetede)
Pemerintah Terus Mengawal HPP Gabah
Mentan, Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan harga gabah di tingkat petani agar mereka mendapat keuntungan layak, dengan menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) di petani dan meningkatkan penyerapan gabah oleh Perum Bulog guna mencegah anjloknya harga saat musim panen. "Petani kita bahagia di musim panen sekarang, ini kebahagiaan pemerintah khususnya Bapak Presiden Prabowo, mudah-mudahan berlanjut terus. Dan harga ini dikawal sampai tingkat bawah, terima kasih kepada Bulog sudah mengawal sampai kebawah," ungkap Mentan saat panen dan serap gabah di Gresik, Jatim pada 14 Maret 2025.
"Alhamdulillah kita senang mendengar suara petani yang berterima kasihsetinggi-tingginya kepada Ba-pak Presiden, pupuknya sudahterpenuhi, harganya kita lihat langsung Rp 6.500 per kg. Itu akan mengangkat ekonomi mereka, kesejahteraan petani kita," jelas Mentan. Pemerintah akan terus mengawal pemenuhan kebutuhan petani, mulai dari pupuk, benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga berbagai kebutuhan lainnya. Dengan dukungan sarana dan prasarana pertanian tersebut, diharapkan dapat mendongkrak produksi padi nasional. (Yetede)
Rajawali Nusindo Turut Jaga Pasokan Minyak Goreng
PT Rajawali Nusindondo (RN) anak perusahaan Holding BUMN Pangan ID Food, mendorong peningkatan distribusi stok minyak goreng (migor) sesuai harga eceran tertinggi (HET) demi menjaga pasokan komoditas itu di pasaran. Langkan tersebut dilakukan RN melahul operasi pasar pangan murah (OPPM) di sejumlah lokasi.
Sekretaris Korporasi RN, Sofyan Effendi menjelaskan, demi mendukung ketersediaan dan stabilisasi harga migor selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa Lebaran 2025, RN meningkatkan OPPM. Dalam operasi pasar itu, RN menjual migor Rp 14 500 per liter kepada pengecer. Upaya RN mendorong pendistribusian migor dengan harga sesuai HET bertujuan menjaga stabilisasi harga komoditas tersebut di tingkat konsumen. (Yetede)
6 Ton Emas di Bullion Bank dipasok Hartadinata
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menargetkan penjualan sebanyak 500 kg emas perbulan atau 6 ton per tahun dari program Bullion Bank atau Bank Emas yang baru saja diluncurkan Pemerintah Indonesia pada 26 Februari 2025. Saat ini, perseroan telah bermitra dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dan PT Pegadaian untuk memasok emas batangan ke dua institusi tersebut. "Sebagai pemain di industri emas, kami siap mendukung program Bullion Bank yang diluncurkan Pemerintah. Kami targetkan kontribusi sebanyak 500 kg per bulan dari bisnis Bullion Bank ini ke penjualan Hartadinata,"kata Direktur Investor Relation PT Hartadinata, Thendra Crisnanda di Jakarta, Rabu Malam (12/3/2025).
Thendra mengatakan, produk emas yang akan dipasok ke BSI dan Pegadaian merupakan emas batangan dengan merek EmasKu yang memiliki kadar 99,99%. Pihaknya juga terus menjalin komunikasi dengan BSI dan Pegadaian untuk memastikan kelancaraan pengadaan produk emas dalam program BuIlion Bank. Thendra mengungkapkan, penjualan emas dari Bullion Bank tersebut diharapkan dapat mengontribusi peningkatan pendapatan Hartadinata. Dimana saat ini, produk emas batangan masih menjadi kontributor terbesar penjualan Hartadinata. (Yetede)
Bulog Tembus Serap Gabah sebanyak 300 Ribu Ton Setara Beras
Perum Bulog berhasil mencapai angka serapan gabah/beras dari petani dalam negeri sebesar 300 ribu ton setara beras menjelang puncak musim panen raya yang diperkirakam berlangung April tahun ini. Capaian tersebut menunjukkan BUMN itu siap menghadapi panen raya 2025 dan bentuk komitmen Bulog dalam mendukung program swasembada pangan yang tencantum dalam Asta Cita Presiden Prabowo. Ketua Dewan Pengawas Perum Bulo,g Sudaryono mengungkapkan, surplus produkai beras diperkirakan mencapai 2,8-3,5 juta ton hingga April 2025. Dengan surplus tersebut para petani diharapkan dapat menanam 2-3 kali dalam setahun, sehingga dapat menciptakan ketahanan pangan yang lebih berkelanjutan.
"Senelah panen kali ini, saya harap para petani bisa kembali menanam lagi. Jadi, dalam setahun bisa menanam hingga 2-3 kali," kata Sudaryono yang juga Wamentan, di Istana Kepresidenan, beberapa hari lalu. Bullog selaku BUMN yang diamanatkan melakukan penyerapan gabuh/beras dari petani dalam negeri sebagai cadangan pangan pemerintah (CPP) memakin gencar melakukan penyerapan darl petani. Sebagai bugian dari upaya tersebut, Bulog bekersa sama dengan berbagai pihak termasuk Dinas Pertanian di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, TNI, Polri, kelompok tani, dan penggilingan padi untuk memastikan proses penyerapan dapat berjalan dengan baik. Bulog juga terus memastikan pasokan pangan dalam negeri tetap stabil dan mencukupi kebutahan masyarakat, terutama dalam menghadapi panen raya yang diharapkan dapat membawa kesejahteraan bagi petan. (Yetede)
Ekonomi Sulit, Emas Kian Dilirik Investor
Potensi Cuan dari Jasa Nikel
Rencana Pembangunan Kilang Minyak Skala Besar untuk Kurangi Impor
Rencana pemerintah membangun
sejumlah kilang minyak dengan total kapasitas hingga 1 juta barel per hari
diharapkan dapat membantu memasok kebutuhan bahan baku nafta bagi industri petrokimia
dan sektor lainnya. Dengan hadirnya kilang minyak baru, produksi nafta dapat
dioptimalkan agar Indonesia tak lagi bergantung pada impor. Menperin, Agus
Gumiwang Kartasasmita menyatakan, pembangunan kilang minyak berkapasitas besar
ini akan berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan industri, khususnya sektor
petrokimia.
Selama ini, industri petrokimia
memiliki peran krusial dalam memasok bahan baku bagi berbagai sektor industri lainnya.
”Kami sangat mendukung pembangunan refinery (kilang minyak) ini guna memperkuat
sektor hulu petrokimia dalam upaya substitusi impor. Langkah ini dapat
memberikan dampak positif, mulai dari peningkatan nilai tambah dan investasi
hingga penciptaan lapangan kerja,” ujarnya, Kamis (13/3). Menurut Agus,
pembangunan kilang minyak ini akan mengoptimalkan produksi nafta yang menjadi
bahan baku penting bagi sejumlah sektor industri.
Nafta merupakan salah satu fraksi
atau hasil olahan minyak bumi yang dapat digunakan sebagai bahan baku bensin
maupun petrokimia. Fraksi ini dihasilkan terutama melalui proses distilasi
minyak mentah di crude distillation unit (CDU), yaitu unit pemrosesan awal di
kilang minyak yang berfungsi memisahkan minyak mentah menjadi berbagai fraksi,
seperti nafta, kerosin, dan gas oil, berdasarkan titik didihnya. Untuk
memproduksi 1 juta ton nafta per tahun, dibutuhkan sekitar 3,03 juta ton minyak
mentah. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









