;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Praktik Kecurangan Minyakita Meningkat

17 Mar 2025

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan adanya praktik kecurangan oleh tujuh perusahaan yang memproduksi dan mengemas minyak goreng MinyaKita dengan takaran kurang dari 1 liter. Beberapa perusahaan, seperti CV Briva Jaya Mandiri, CV Bintang Nanggala, dan KP Nusantara, diduga mengurangi takaran minyak goreng yang seharusnya 1 liter menjadi hanya 700 ml, merugikan masyarakat. Amran menekankan pentingnya sanksi berat terhadap perusahaan-perusahaan nakal ini, dan menyerahkan penegakan hukum kepada Satgas Pangan.

Menteri Perdagangan Budi Santoso juga mengungkapkan bahwa PT Artha Eka Global Asia (AEGA), yang terlibat dalam pengurangan takaran MinyaKita, telah disegel dan disita barang-barangnya. Puan Maharani, Ketua DPR, menyoroti kurangnya pengawasan yang menyebabkan kasus penyunatan takaran dan peredaran MinyaKita palsu. Dia mendesak agar pengawasan produk pangan diperketat untuk melindungi masyarakat dari penyalahgunaan.

Menurut pengamat pertanian Khudori, meskipun penyunatan volume MinyaKita dapat mengurangi kepercayaan konsumen, harga MinyaKita yang lebih murah dibandingkan minyak goreng kemasan dan curah tetap menjadi daya tarik. Namun, harga MinyaKita telah melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, dengan harga rata-rata mencapai Rp17.645 per liter, jauh lebih tinggi dari HET yang seharusnya Rp15.700 per liter. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam pengawasan harga dan distribusi yang perlu segera diperbaiki.


Emiten Batubara Masih Tertekan

17 Mar 2025
Sektor batubara masih akan menghadapi tekanan pada 2025 akibat peningkatan produksi domestik China, yang menyebabkan harga batubara tetap rendah. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan, menjelaskan bahwa tingginya persediaan batubara di China serta potensi peningkatan pasokan dari Rusia menjadi faktor utama yang membatasi harga batubara global. Ia memperkirakan harga batubara Newcastle akan turun ke US$ 110 per ton dari US$ 135,7 per ton di 2024.

Dari sisi produksi, Indonesia dan Australia tetap menjadi pemasok utama batubara global. Produksi Indonesia diprediksi tumbuh 8,1% yoy pada 2025, namun laba perusahaan batubara diperkirakan turun 25%-33% akibat harga yang lebih rendah dan kenaikan biaya operasional.

Analis Indo Premier Sekuritas, Reggie Parengkuan, menyoroti bahwa kebijakan B40, yang mewajibkan industri menggunakan bahan bakar biodiesel 40% mulai 1 Januari 2025, akan berdampak negatif pada profitabilitas emiten batubara. Harga bahan bakar B40 lebih mahal 17% dibandingkan B35, menyebabkan biaya tunai penambang naik 3%-5%.

Sementara itu, Analis Mirae Asset Sekuritas, Rizkia Darmawan, memperkirakan permintaan batubara China akan melemah karena musim dingin yang lebih hangat. Selain itu, permintaan batubara dari Jepang, Korea, dan Taiwan juga akan berkurang seiring dengan transisi ke energi nuklir dan tenaga air.

Meski demikian, Erindra Krisnawan menilai bahwa saham emiten batubara tetap menarik bagi investor karena menawarkan dividen yield sebesar 8%-14%. Ia merekomendasikan AADI, yang bisa mendapatkan keuntungan jika ada pemotongan royalti, serta UNTR, yang memiliki profil laba lebih stabil dari bisnis kontraktor pertambangan dengan dividen yield sebesar 10,8%.

Target Keberlanjutan 2030 Yakin dicapai Asian Agri dan Apical

17 Mar 2025

Asian Agri dan Apical optimistis mencapai 100% target keberlanjutan di 2030. Guna mewujudkan target tersebut, Asian Agri melalui Asian Agri 2030 di antaranya menyertifikasi semua petani mitra dengan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di 2025. Sedangkan Apical lewat Apical 2030, mendorong para petani memiliki pendapatan alternatif, seperti budi daya madu Trigona di Aceh Singkil dan kakao di Kutai Timur. Johan Kurniawan, Director of Corporate Affairs RGE Palm Business, mempertegas komitmen keberlanjutan Asian Agri dan Apical selaras dengan pedoman pada Pembangunan Berkelanjutan PBB (UNSDGs) yang diimplementasikan dengan berpegang pada filosofi usaha RGE. Filosofi RGE adalah SCs, yakni Good for Community, Country, Climate, Customer, dan Company.

Melalui Asian Agri 2030 dan Apical 2030, kedua perusahaan itu berkomitmen untuk berkontribusi positif terhadap iklim, lingkungan,dan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan," ungkap Johan saat bukapuasa bersama dan temu media di Jakarta, Jumat (14/03/2025) dalam rangka pemaparan perkembangan komitmen berkelanjutan kedua perusahaan yakni Asian Agri 2030 dan Apical 2030 setelah diluncurkan di 2022. Johan menyampaikan, nilai strategis komoditas sawit merupakan elemen kunci perekonomian nasional, mulai dari kontribusi devisa hingga penyedia lapangan kerja. Keberadaan industri sawit merupakan bagian integral upaya peningkatan kesejahteraan petani rakyat khususnya yang tergabung dalam program kemitraan dan intiplasma. (Yetede)


Pemerintah Terus Mengawal HPP Gabah

17 Mar 2025

Mentan, Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan harga gabah di tingkat petani agar mereka mendapat keuntungan layak, dengan menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) di petani dan meningkatkan penyerapan gabah oleh Perum Bulog guna mencegah anjloknya harga saat musim panen. "Petani kita bahagia di musim panen sekarang, ini kebahagiaan pemerintah khususnya Bapak Presiden Prabowo, mudah-mudahan berlanjut terus. Dan harga ini dikawal sampai tingkat bawah, terima kasih kepada Bulog sudah mengawal sampai kebawah," ungkap Mentan saat panen dan serap gabah di Gresik, Jatim pada 14 Maret 2025.

"Alhamdulillah kita senang mendengar suara petani yang berterima kasihsetinggi-tingginya kepada Ba-pak Presiden, pupuknya sudahterpenuhi, harganya kita lihat langsung Rp 6.500 per kg. Itu akan mengangkat ekonomi mereka, kesejahteraan petani kita," jelas Mentan. Pemerintah akan terus mengawal pemenuhan kebutuhan petani, mulai dari pupuk, benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga berbagai kebutuhan lainnya. Dengan dukungan sarana dan prasarana pertanian tersebut, diharapkan dapat mendongkrak produksi padi nasional. (Yetede)


Rajawali Nusindo Turut Jaga Pasokan Minyak Goreng

17 Mar 2025

PT Rajawali Nusindondo (RN) anak perusahaan Holding BUMN Pangan ID Food, mendorong peningkatan distribusi stok minyak goreng (migor) sesuai harga eceran tertinggi (HET) demi menjaga pasokan komoditas itu di pasaran. Langkan tersebut dilakukan RN melahul operasi pasar pangan murah (OPPM) di sejumlah lokasi.

Sekretaris Korporasi RN, Sofyan Effendi menjelaskan, demi mendukung ketersediaan dan stabilisasi harga migor selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa Lebaran 2025, RN meningkatkan OPPM. Dalam operasi pasar itu, RN menjual migor Rp 14 500 per liter kepada pengecer. Upaya RN mendorong pendistribusian migor dengan harga sesuai HET bertujuan menjaga stabilisasi harga komoditas tersebut di tingkat konsumen. (Yetede)


6 Ton Emas di Bullion Bank dipasok Hartadinata

15 Mar 2025

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menargetkan penjualan sebanyak 500 kg emas perbulan atau 6 ton per tahun dari program Bullion Bank atau Bank Emas yang baru saja diluncurkan Pemerintah Indonesia pada 26 Februari 2025. Saat ini, perseroan telah bermitra dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dan PT Pegadaian untuk memasok emas batangan ke dua institusi tersebut. "Sebagai pemain di industri emas, kami siap mendukung program Bullion Bank yang diluncurkan Pemerintah. Kami targetkan kontribusi sebanyak 500 kg per bulan dari bisnis Bullion Bank ini ke penjualan Hartadinata,"kata Direktur Investor Relation PT Hartadinata, Thendra Crisnanda di Jakarta, Rabu Malam (12/3/2025).

Thendra mengatakan, produk emas yang akan dipasok ke BSI dan Pegadaian merupakan emas batangan dengan merek EmasKu yang memiliki kadar 99,99%. Pihaknya juga terus menjalin komunikasi dengan BSI dan Pegadaian untuk memastikan kelancaraan pengadaan produk emas dalam program BuIlion Bank. Thendra mengungkapkan, penjualan emas dari Bullion Bank tersebut diharapkan dapat mengontribusi peningkatan pendapatan Hartadinata. Dimana saat ini, produk emas batangan masih menjadi kontributor terbesar penjualan Hartadinata. (Yetede)


Bulog Tembus Serap Gabah sebanyak 300 Ribu Ton Setara Beras

15 Mar 2025

Perum Bulog berhasil mencapai angka serapan gabah/beras dari petani dalam negeri sebesar 300 ribu ton setara beras menjelang puncak musim panen raya yang diperkirakam berlangung April tahun ini. Capaian tersebut menunjukkan BUMN itu siap menghadapi panen raya 2025 dan bentuk komitmen Bulog dalam mendukung program swasembada pangan yang tencantum dalam Asta Cita Presiden Prabowo. Ketua Dewan Pengawas Perum Bulo,g Sudaryono mengungkapkan, surplus produkai beras diperkirakan mencapai 2,8-3,5 juta ton hingga April 2025. Dengan surplus tersebut para petani diharapkan dapat menanam 2-3 kali dalam setahun, sehingga dapat menciptakan ketahanan pangan yang lebih berkelanjutan.

"Senelah panen kali ini, saya harap para petani bisa kembali menanam lagi. Jadi, dalam setahun bisa menanam hingga 2-3 kali," kata Sudaryono yang juga Wamentan, di Istana Kepresidenan, beberapa hari lalu. Bullog selaku BUMN yang diamanatkan melakukan penyerapan gabuh/beras dari petani dalam negeri sebagai cadangan pangan pemerintah (CPP) memakin gencar melakukan penyerapan darl petani. Sebagai bugian dari upaya tersebut, Bulog bekersa sama dengan berbagai pihak termasuk Dinas Pertanian di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, TNI, Polri, kelompok tani, dan penggilingan padi untuk memastikan proses penyerapan dapat berjalan dengan baik. Bulog juga terus memastikan pasokan pangan dalam negeri tetap stabil dan mencukupi kebutahan masyarakat, terutama dalam menghadapi panen raya yang diharapkan dapat membawa kesejahteraan bagi petan.  (Yetede)


Ekonomi Sulit, Emas Kian Dilirik Investor

15 Mar 2025
Harga emas spot menembus US$ 3.000 per ons troi untuk pertama kalinya dalam sejarah, mencapai US$ 3.007,5 per ons troi pada 14 Maret 2025. Kenaikan ini didorong oleh aksi beli besar-besaran bank sentral dunia, ketidakpastian ekonomi global, dan kebijakan perdagangan agresif Presiden AS Donald Trump, yang mengenakan tarif pada Kanada, Meksiko, Uni Eropa, dan Tiongkok.

Di dalam negeri, harga emas batangan Antam juga mencetak rekor, naik 1,63% menjadi Rp 1,742 juta per gram. Analis Finex Solusi Future, Brahmantya Himawan, memperkirakan harga emas spot masih bisa naik ke US$ 3.200 per ons troi pada semester I-2025, sementara harga emas Antam berpotensi mencapai Rp 1,8 juta hingga Rp 1,85 juta per gram.

Founder Traderindo, Wahyu Tribowo Laksono, memperkirakan harga emas bisa mencapai US$ 3.100–US$ 3.500 dalam jangka menengah, bahkan berpotensi menembus US$ 4.000–US$ 5.000 per ons troi dalam tren bullish jangka panjang. Namun, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengingatkan bahwa aksi profit-taking bisa terjadi dalam jangka pendek, dengan level koreksi di sekitar US$ 2.880 per ons troi.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, meyakini tren kenaikan emas masih akan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Ia menyarankan investasi jangka panjang dalam emas fisik, ETF emas, reksa dana, atau saham perusahaan pertambangan emas. Sutopo memperkirakan harga emas akan berada di kisaran US$ 3.004–US$ 3.265 per ons troi di akhir 2025.

Harga emas masih berpotensi naik lebih tinggi karena ketegangan geopolitik, kebijakan perdagangan Trump, dan ekspektasi pemangkasan suku bunga AS. Namun, investor disarankan tetap berhati-hati terhadap kemungkinan koreksi jangka pendek.

Potensi Cuan dari Jasa Nikel

15 Mar 2025
PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) optimistis terhadap prospek industri nikel yang terus berkembang, terutama didorong oleh meningkatnya permintaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Untuk menangkap peluang ini, Direktur Utama MINE, Ivo Wangarry, menyatakan bahwa perusahaan akan menggenjot ekspansi setelah sukses melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Maret 2025 melalui IPO.

MINE merupakan perusahaan jasa penunjang pertambangan nikel yang telah beroperasi sejak 2004. Dana hasil IPO yang mencapai Rp 132,33 miliar akan digunakan untuk pembelian alat berat (48%), pembelian aset tetap (11%), dan modal kerja. Penambahan alat berat ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi nikel MINE, yang saat ini tengah menggarap proyek di Halmahera dan Morowali, Sulawesi Tengah.

Dengan cadangan nikel Indonesia yang mencapai 20% dari total cadangan dunia, permintaan nikel diproyeksikan terus meningkat, terutama sebagai bahan baku baterai EV. Pada 2023, produksi nikel Indonesia mencapai 1,8 juta metrik ton, dan volume ini diperkirakan terus bertambah.

MINE mencatat pertumbuhan kinerja yang positif. Hingga 31 Agustus 2024, pendapatan MINE naik 40,8% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 1,36 triliun, sementara laba mencapai Rp 225,18 miliar. Hal ini didorong oleh peningkatan aktivitas penambangan, dengan total material movement naik 47% dari 6,7 juta bcm menjadi 9,8 juta bcm.

Dengan dana ekspansi dari IPO, MINE menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20% pada 2025. Program hilirisasi industri nikel di Indonesia serta meningkatnya permintaan global terhadap nikel menjadi faktor utama yang mendukung optimisme perusahaan.

Rencana Pembangunan Kilang Minyak Skala Besar untuk Kurangi Impor

14 Mar 2025

Rencana pemerintah membangun sejumlah kilang minyak dengan total kapasitas hingga 1 juta barel per hari diharapkan dapat membantu memasok kebutuhan bahan baku nafta bagi industri petrokimia dan sektor lainnya. Dengan hadirnya kilang minyak baru, produksi nafta dapat dioptimalkan agar Indonesia tak lagi bergantung pada impor. Menperin, Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, pembangunan kilang minyak berkapasitas besar ini akan berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan industri, khususnya sektor petrokimia.

Selama ini, industri petrokimia memiliki peran krusial dalam memasok bahan baku bagi berbagai sektor industri lainnya. ”Kami sangat mendukung pembangunan refinery (kilang minyak) ini guna memperkuat sektor hulu petrokimia dalam upaya substitusi impor. Langkah ini dapat memberikan dampak positif, mulai dari peningkatan nilai tambah dan investasi hingga penciptaan lapangan kerja,” ujarnya, Kamis (13/3). Menurut Agus, pembangunan kilang minyak ini akan mengoptimalkan produksi nafta yang menjadi bahan baku penting bagi sejumlah sektor industri.

Nafta merupakan salah satu fraksi atau hasil olahan minyak bumi yang dapat digunakan sebagai bahan baku bensin maupun petrokimia. Fraksi ini dihasilkan terutama melalui proses distilasi minyak mentah di crude distillation unit (CDU), yaitu unit pemrosesan awal di kilang minyak yang berfungsi memisahkan minyak mentah menjadi berbagai fraksi, seperti nafta, kerosin, dan gas oil, berdasarkan titik didihnya. Untuk memproduksi 1 juta ton nafta per tahun, dibutuhkan sekitar 3,03 juta ton minyak mentah. (Yoga)