;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

08 Apr 2025
Pemerintah menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hal ini tergambar saat Sekretaris Kementerian Koperasi (SesKemenkop) Ahmad Zabadi melakukan kunjungan kerja ke wilayah tersebut pada Sabtu (5/4/2025). Pada kesempatan itu, Zabadi mengajak Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk turut andil. Bahkan, bila perlu menjadi role model dalam pembentukan Kopdes Merah Putih ini. "Banyak hal yang selalu membuat Sukabumi sebagai role model, seperti program Makan Bergizi Gratis di Warungkiara, PLUT di Cikembang dan semoga saja Koperasi Desa Merah Putih pun menjadi role model," papar Zabadi. Adapun, jelas Zabadi, Bupati Sukabum Asep Japar merupakan orang yang telah lama berkecimpung di dunia koperasi. Mengingat, dulunya merupakan mantan kepala Dinas Koperasi Perindustrian  Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sukabumi. "Pak Bupati ini mantan Kadis yang sangat mengetahui tentang koperasi. Sehingga pasti memperhatikan hal semacam ini. Dia menjelaskan, terdapat beberapa hal yang mendasari pembentukan Kopdes Merah Putih ini. "Terutaman, untuk memutus rantai kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa," ungkap Zabadi. (Yetede)

Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

08 Apr 2025
Presiden Prabowo Subianto meyakini Indonesia  tengah menuju posisi sebagai lumbung pangan dunia, utamanya beras, seiring produksi padi di berbagai daerah di Tanah Air yang meningkat pesat di tahun ini. Demi mendukung optimisme itu, pemerintah akan memasifkan pola intensifikasi pertanian serta memastikan para petani  mendapatkan harga yang baik sekaligus memperoleh bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dan pupuk yang cukup. Menurut Kepala negara, pola intensifikasi pertanian bisa membuat lahan sawah menjadi lebih produktif. Penggunaan benih dengan teknik baru misalnya, bisa meningkatkan produktivitas  padi dari 6-6-7 ton per hektar (ha) menjadi 11-12 ton per ha. Hal ini sudah berjalan di provinsi  NTB. "Intensifikasi (sawah) yang sudah ada untuk  jadi lebih produktif. Apalagi, saya dapat berita baik, benih baru dengan teknik baru menghasilkan padi 7 ton per ha, ini luar biasa. Mungkin nanti, revolusi hijau kedua dari Indonesia ya kan? Saya percaya, kita akan jadi lumbung padi dunia, lumbung pangan dunia, nanti kita akan beri bantuan ke negara-negara yang susah, ini tujuan baik dan mulia. Tentunya, kita ingin semua rakyat, semua petani kita, hidup dalam keadaan baik dan sejahtera," kata Presiden. (Yetede)

Industrialisasi Nikel Krusial karena Bergantung Kebijakan Negara Lain

07 Apr 2025

Penerapan tarif resiprokal AS bakal menekan negara-negara mitra dagangnya. Pada komoditas olahan nikel, Indonesia terdampak tidak langsung, menyusul ketergantungan pada pasar China. Penguatan industri hilir nikel di Indonesia pun semakin krusial. Indonesia dikenai tarif resiprokal 32 %. Sementara tarif resiprokal pada China 34 %. Sebelumnya, awal 2025 setelah Trump dilantik, AS menetapkan bea masuk 20 % pada barang-barang impor dari China. Apabila ditambah tarif resiprokal 34 %, pengenaan tarif bagi China menjadi 54 %. Kebijakan Trump dikhawatirkan memengaruhi dinamika perdagangan global. Head of Center of Macroeconomics and Finance pada Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman, Jumat (4/4), mengatakan, kebijakan tarif Trump berpotensi mengganggu keseimbangan perdagangan global, termasuk ekspor olahan nikel yang selama ini didominasi China.

Sebagai salah satu produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia bergantung pada permintaan China, terutama dalam sektor stainless steel (baja nirkarat) serta baterai kendaraan listrik (EV). ”Jika tarif AS melemahkan perekonomian China, permintaan nikel Indonesia akan turun sehingga mengancam industri hilir yang masih berkembang,” kata Rizal. Kondisi tersebut tak hanya memperbesar ketergantungan Indonesia pada kebijakan negara lain. Namun, juga berisiko menghambat pertumbuhan industri strategis dalam negeri. Peneliti Alpha Research Database, Ferdy Hasiman, menyebutkan, terkait ekspor olahan nikel, memang Indonesia tak terdampak langsung kebijakan tarif Trump.

Namun, karena China menjadi pasar utama olahan nikel Indonesia, kita bisa jadi terdampak. Menurut Ferdy, Indonesia perlu mengantisipasi dengan strategi yang matang serta langkah konkret. ”Pasar utama hilirisasi nikel Indonesia, ya, China. Pembangunan smelter yang masif di Indonesia juga didominasi China. Potensi dampak (kebijakan Trump) perlu diantisipasi dengan keputusan-keputusan yang teknokratis,” tutur Ferdy. Penguatan industri domestik, termasuk peningkatan nilai tambah produk olahan nikel, sudah semestinya dipercepat, baik pada baja nirkarat maupun produk-produk lain. Di samping itu, hambatan birokratis menuju industrialisasi mesti diatasi. (Yoga)


12 Orang Meninggal Akibat Bentrokan di Puncak Jaya

07 Apr 2025
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani menyatakan 12 orang meninggal akibat pertikaian antar dua kelompok pendukung paslon di Pilkada Puncak Jaya. Data ini merupakan akumulasi sejak 27 November 2024 hingga 4 April 2025. Kelompok kriminal bersenjata (KKB) diduga terlibat dalam bentrokan antarwarga pendukung paslon bupati dan wakil bupati di Pemilihan kepala daerah Puncak Jaya 2024. "Tercatat 12 orang meninggal akibat pertikaian antardua kelompok pendukung paslon di Puncak Jaya," kata Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani. Faizal menyampaikan berdasarkan laporan yang diterima, korban meninggal akibat pertikaian  antarwarga  pendukung paslon ada yang disebabkan luka tembak yang diduga dilakukan KKB. Dikatakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) memanfaatkan situasi politik di tengah pertikaian antar massa pendukung paslon pemilihan kepala daerah. "Ini menjadi perhatian serius kami, karena KKB sengaja memanfaatkan situasi konflik di masyarakat untuk melancarkan aksinya," kata Brigjen Pol Faizal. Dia mengatakan pertikaian yang terjado sejak 27 November 2024 hingga 4 April 2025, selain menyebabkan 12 rang meninggal juga mengakibatkan 658 orang terluka. (Yetede)

Produksi Minyak Sawit RI Diprediksi Hanya Kisaran 44-47 Juta Ton

07 Apr 2025
Produksi minyak sawit nasional tahun ini diperkirakan hanya di kisaran 44-47 juta ton, atau 10-15% lebih rendah dari tahun lalu yang masih 52,76  juta ton. Pemicunya antara lain pemupukan dan peremajaan tanaman (replanting) yang tidak berjalan maksimal di 2024. Penurunan ini dikhawtirkan kian signifikan di tahun depan apabila produksi lahan-lahan sawit yang pengelolaannya kini diserahkan ke PT Agrinas Palma Nusantara (Agrinas Palma) tidak cepat dioptimalkan. Berdasarkan catatan Gapki, total produksi minyak sawit nasional 2024 mencapai 52,76 juta ton atau lebih rendah 3,8% dar 2023 yang masih 54,84 juta ton. Rinciannya, produksi minyak sawit mentah tahun lali 48,16 juta ton dan minyak kernel (palm karnel oil/PKO) 4,59 juta ton. Gapki memperkirakan  produksi minyak sawit Indonesiua di 2025 mencapai 53,6 juta ton. Namun demikian, perolehan produkdi  minyak sawit di Januari 2025 menunjukkan angka 4,18 juta ton atau lebih rendah 1,25% dari Desember 2024 yang sebesar 4,24 juta ton. Produksi di Januari 2025 tersebut juga lebih rendah  9,7% dari Januari 2024 yang masih 4,63 juta ton. 

Investasi Emas Batangan

04 Apr 2025

Emas menjadi salah satu pilihan investasi yang evergreen, dari dulu hingga sekarang. Apalagi belakangan ketika situasi perekonomian labil, nilai emas yang stabil naik semakin dilirik. Wajah Abdul Rosad (34) dan istrinya Yenni Kristayanti (29) tampak semringah setelah menyelesaikan transaksi pembelian emas di gerai PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Pondok Indah Mall (PIM) 1, Jaksel, Rabu (2/4).  Pasangan muda itu jadi bagian warga yang antre untuk membeli emas. Keduanya mengantre hampir satu jam, tapi mereka puas karena akhirnya mendapatkan emas dan menilai baik pelayanan petugas. Kedatangan mereka ke PIM, awalnya hanya sekadar jalan-jalan dan mengisi waktu libur Lebaran. Saat turun dari lantai satu ke lantai GF, Abdul dan Yenni melihat antrean pengunjung. Tanpa pikir panjang, Abdul dan Yenni ikut mengantri.

”Ini pertama kali kami membeli emas. Jadi, ini investasi emas pertama kami. Sebelumnya ada sih, tapi itu wujud kayak perhiasan kalung dan gelang, tetapi itu bukan dari emas Antam,” kata Yenni, yang menunjukkan enam keping emas yang masing-masing seberat satu gram. Alasan membeli emas Antam karena melihat nilainya terus naik. Dengan demikian, instrument itu akan menjadi investasi cerah dan menjanjikan untuk masa depan. Investasi emas, menurut keduanya, juga akan sangat berguna untuk membiayai keperluan mendesak di masa depan. Misalnya untuk keperluan persalinan dan biaya sekolah. Ronny (58), pengunjung lainnya, juga menilai emas menjadi investasi menjanjikan untuk masa depan. Ronny bersama istri dan anak perempuannya sengaja datang ke PIM 1 untuk membeli emas sembari menikmati masa libur Lebaran. (Yoga)

Susahnya Mencari Penjual Makanan Saat Musim Liburan

03 Apr 2025

Bagus Gigih (30) memulai sifnya Rabu (2/4) pagi sebagai tenaga pengamanan bank di kawasan Thamrin, Jakpus, dengan perut keroncongan. Ia baru sampai dari kampung halamannya, Tegal, Jateng. Syukurlah ada lapak gado-gado milik Isa (54), hanya beberapa langkah dari kantor. Bagus pernah merasakan sulitnya mencari penjual makanan saat libur Lebaran, waktu bertugas di luar Jakarta, tidak mudah menemukan penjual makanan saat libur seperti sekarang. Mayoritas pedagang masih mudik sehingga dirinya mesti berburu hingga ke ujung jalan. Isa selalu berjualan makanan setiap libur Lebaran dari pagi hingga malam di kawasan Thamrin. Ia menjadi tumpuan harapan puluhan warga mulai dari penghuni kos, pekerja, hingga pelintas yang berburu makanan sejak pagi. Namun, warga harus siap merogoh kocek lebih dalam. Sebab, harga sepiring gado-gado dinaikkan karena bahan baku lebih mahal di masa Lebaran.

Sepiring gado-gado yang pada hari biasa dijual Rp 18.000 per porsi, saat Lebaran harus ditebus Rp 20.000 per porsi. Lain lagi, Miftahudin (23) pekerja jasa pembersih rumah di Serpong, Tangsel, Banten, harus berkeliling ke berbagai ujung jalan hingga 1 jam demi menemukan warung makan yang buka. Padahal, perutnya sudah kosong sejak bangun pagi karena belum sempat sarapan akibat menerima orderan di pagi hari. Ditengah masih sepinya aktivitas usaha makanan pada libur Lebaran, berkah justru datang bagi mereka yang memilih tetap berjualan. Rindu yang tertahan karena tak pulang terbayarkan dengan rezeki dari dagangan. Keberadaan para pedagang makanan saat libur Lebaran bagaikan ”pemadam kelaparan”. Mereka tak sekadar mencari rezeki di tengah peluang minimnya pedagang, tetapi juga penolong agar perut warga tak lagi keroncongan. (Yoga)

Sertifikasi Halal membuat UMKM Naik Kelas

03 Apr 2025

Ada banyak cara agar bisnis pelaku UMKM naik kelas. Salah satunya lewat sertifikasi halal. Dengan label itu, UMKM dapat memperluas pasarnya, menjaga kualitas, hingga menumbuhkan industri halal di Indonesia. Bulan Ramadhan 2025 kali ini menjadi berkah bagi Nugraha Ningsih, pemilik usaha kuliner Nugroho’s Kitchen. Hampir setiap hari ia menerima permintaan konsumen, baik puding dan kue lapis untuk acara ulang tahun, hamper Lebaran, ataupun hantaran pernikahan. Pekan ini saja ia memperoleh sembilan pesanan. Lama, Jakarta. ”Masih banyak yang saya enggak tulis (di papan). Hari ini saja pesanan full (penuh),” ucap Ningsih, Sabtu (29/3) di rumahnya di Kebayoran. Banyaknya permintaan pelanggan tidak terlepas dari cita rasa penganannya hingga label halal.

Sertifikat itu ia terima akhir Februari lalu di Kantor Maybank Indonesia, Jakarta. Ia satu dari 1.500 UMKM di sejumlah kota yang mengikuti pendampingan sertifikasi halal, program kolaborasi Maybank Indonesia, Lembaga Pengembang UMKM Muhammadiyah, serta Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI, yang menyasar UMKM di Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta. ”Alhamdulillah, saya akhirnya punya sertifikat halal. Selama ini, banyak yang menanyakan soal sertifikat ini. Dengan ini, saya dapat banyak pesanan. Saya bahkan terima (pesanan) dari RS di Mampang (Jakarta) selama bulan puasa setiap Rabu dan Kamis,” ungkapnya. (Yoga)

Harga Murah Beras dan Nasib Petani

02 Apr 2025

Produksi beras awal tahun ini diperkirakan 13,95 juta ton, rekor tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Setelah dua tahun terdampak El Nino, yang membuat luas panen menyusut dan memaksa pemerintah mengimpor lebih dari 3 juta ton beras pada 2023, lonjakan produksi kali ini terasa sebagai pencapaian besar. Pada awal 2025, pemerintah bahkan menyatakan tidak membuka keran impor tahun ini. Dengan suplai melimpah, harga beras turun. Masyarakat, terutama dari kelompok berpenghasilan rendah, merasakan langsung manfaatnya. Biaya pengeluaran untuk kebutuhan pokok jadi lebih ringan. Mereka punya ruang membelanjakan uang pada kebutuhan lain jelang Ramadhan dan Lebaran. BPS juga mencatat deflasi pada Februari 2025, kejadian langka menjelang hari raya Idul Fitri.

Harga beras, cabai, tomat, dan daging ayam turun signifikan, sekaligus menjadi faktor utama yang mendorong deflasi. Menurut laporan berjudul ”Dinamika Ekonomi Pangan dan Energi Menjelang Lebaran” oleh Center of Food, Energy, and Sustainable Develompent Institute for Development of Economics and Finance (Indef), kondisi itu memperkuat daya beli masyarakat. Turunnya harga beras meningkatkan daya beli riil karena porsi pendapatan untuk membeli beras mengecil. Konsumsi bisa tetap terjaga meskipun harga-harga barang/jasa lain cenderung naik di periode ini. Akan tetapi, situasi yang menggembirakan bagi konsumen ini tidak berlaku bagi petani. Mereka justru yang paling terdampak.

Panen raya padi pada akhir Maret hingga awal April 2025, yang semestinya jadi momen panen keuntungan, berubah menjadi masa krisis. Harga gabah kering panen (GKP) di sejumlah daerah jatuh di bawah Rp 6.000 per kg. Padahal, pemerintah telah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk GKP sebesar Rp 6.500 per kg. Guna melindungi petani, pemerintah mendorong Bulog aktif menyerap gabah dalam negeri dan membeli gabah tanpa syarat rafaksi. Artinya, tak boleh ada pengurangan harga meski kualitas gabah rendah. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan petani mendapat harga minimal yang layak, terlepas dari kondisi gabah. Tapi, implementasi di lapangan menunjukkan berbagai persoalan teknis dan struktural. Musim panen awal tahun ini berlangsung ditengah curah hujan yang masih tinggi.

Akibatnya, gabah yang dipanen cenderung basah, bahkan berkadar air di atas 30 %. Dalam kondisi itu, menjual gabah sesuai HPP nyaris mustahil. Penggilingan kecil, yang biasanya menjadi mitra utama petani, tak mampu mengolah gabah basah karena keterbatasan alat pengering. Bulog pun menghadapi kendala serupa. Hal ini memicu antrean panjang truk pengangkut gabah di depan gudang Bulog. Di beberapa daerah, keluhan petani sampai memicu pencopotan pimpinan wilayah Bulog. Hingga 21 Maret 2025, Bulog telah menyerap 473.000 ton setara beras. Uniknya, mayoritas penyerapan kali ini dalam bentuk gabah, bukan beras seperti biasanya, sebagai langkah darurat untuk menampung hasil panen petani. (Yoga)

Naiknya Harga Sayur dan Bumbu

28 Mar 2025

Pedagang menyortir bawang merah dagangannya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (27/3/2025). Sejumlah harga komoditas pangan nasional tercatat berfluktuasi mendekati Hari Raya Idulfitri. Adapun harga pangan yang mengalami kenaikan yakni bawang merah dan bawang putih, kelapa parut, daging ayam dan cabai. Daging sapi kini mengalami penurunan, sementara harga bawang masih naik. Menyitir data panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) harga bawang merah naik 1,77% menjadi Rp 43.235 / kg, begitu juga harga bawang putih bonggol yang naik 1,55% menjadi Rp 44.696 / kg. (Yetede)