;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Investasi Emas Batangan

04 Apr 2025

Emas menjadi salah satu pilihan investasi yang evergreen, dari dulu hingga sekarang. Apalagi belakangan ketika situasi perekonomian labil, nilai emas yang stabil naik semakin dilirik. Wajah Abdul Rosad (34) dan istrinya Yenni Kristayanti (29) tampak semringah setelah menyelesaikan transaksi pembelian emas di gerai PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Pondok Indah Mall (PIM) 1, Jaksel, Rabu (2/4).  Pasangan muda itu jadi bagian warga yang antre untuk membeli emas. Keduanya mengantre hampir satu jam, tapi mereka puas karena akhirnya mendapatkan emas dan menilai baik pelayanan petugas. Kedatangan mereka ke PIM, awalnya hanya sekadar jalan-jalan dan mengisi waktu libur Lebaran. Saat turun dari lantai satu ke lantai GF, Abdul dan Yenni melihat antrean pengunjung. Tanpa pikir panjang, Abdul dan Yenni ikut mengantri.

”Ini pertama kali kami membeli emas. Jadi, ini investasi emas pertama kami. Sebelumnya ada sih, tapi itu wujud kayak perhiasan kalung dan gelang, tetapi itu bukan dari emas Antam,” kata Yenni, yang menunjukkan enam keping emas yang masing-masing seberat satu gram. Alasan membeli emas Antam karena melihat nilainya terus naik. Dengan demikian, instrument itu akan menjadi investasi cerah dan menjanjikan untuk masa depan. Investasi emas, menurut keduanya, juga akan sangat berguna untuk membiayai keperluan mendesak di masa depan. Misalnya untuk keperluan persalinan dan biaya sekolah. Ronny (58), pengunjung lainnya, juga menilai emas menjadi investasi menjanjikan untuk masa depan. Ronny bersama istri dan anak perempuannya sengaja datang ke PIM 1 untuk membeli emas sembari menikmati masa libur Lebaran. (Yoga)

Susahnya Mencari Penjual Makanan Saat Musim Liburan

03 Apr 2025

Bagus Gigih (30) memulai sifnya Rabu (2/4) pagi sebagai tenaga pengamanan bank di kawasan Thamrin, Jakpus, dengan perut keroncongan. Ia baru sampai dari kampung halamannya, Tegal, Jateng. Syukurlah ada lapak gado-gado milik Isa (54), hanya beberapa langkah dari kantor. Bagus pernah merasakan sulitnya mencari penjual makanan saat libur Lebaran, waktu bertugas di luar Jakarta, tidak mudah menemukan penjual makanan saat libur seperti sekarang. Mayoritas pedagang masih mudik sehingga dirinya mesti berburu hingga ke ujung jalan. Isa selalu berjualan makanan setiap libur Lebaran dari pagi hingga malam di kawasan Thamrin. Ia menjadi tumpuan harapan puluhan warga mulai dari penghuni kos, pekerja, hingga pelintas yang berburu makanan sejak pagi. Namun, warga harus siap merogoh kocek lebih dalam. Sebab, harga sepiring gado-gado dinaikkan karena bahan baku lebih mahal di masa Lebaran.

Sepiring gado-gado yang pada hari biasa dijual Rp 18.000 per porsi, saat Lebaran harus ditebus Rp 20.000 per porsi. Lain lagi, Miftahudin (23) pekerja jasa pembersih rumah di Serpong, Tangsel, Banten, harus berkeliling ke berbagai ujung jalan hingga 1 jam demi menemukan warung makan yang buka. Padahal, perutnya sudah kosong sejak bangun pagi karena belum sempat sarapan akibat menerima orderan di pagi hari. Ditengah masih sepinya aktivitas usaha makanan pada libur Lebaran, berkah justru datang bagi mereka yang memilih tetap berjualan. Rindu yang tertahan karena tak pulang terbayarkan dengan rezeki dari dagangan. Keberadaan para pedagang makanan saat libur Lebaran bagaikan ”pemadam kelaparan”. Mereka tak sekadar mencari rezeki di tengah peluang minimnya pedagang, tetapi juga penolong agar perut warga tak lagi keroncongan. (Yoga)

Sertifikasi Halal membuat UMKM Naik Kelas

03 Apr 2025

Ada banyak cara agar bisnis pelaku UMKM naik kelas. Salah satunya lewat sertifikasi halal. Dengan label itu, UMKM dapat memperluas pasarnya, menjaga kualitas, hingga menumbuhkan industri halal di Indonesia. Bulan Ramadhan 2025 kali ini menjadi berkah bagi Nugraha Ningsih, pemilik usaha kuliner Nugroho’s Kitchen. Hampir setiap hari ia menerima permintaan konsumen, baik puding dan kue lapis untuk acara ulang tahun, hamper Lebaran, ataupun hantaran pernikahan. Pekan ini saja ia memperoleh sembilan pesanan. Lama, Jakarta. ”Masih banyak yang saya enggak tulis (di papan). Hari ini saja pesanan full (penuh),” ucap Ningsih, Sabtu (29/3) di rumahnya di Kebayoran. Banyaknya permintaan pelanggan tidak terlepas dari cita rasa penganannya hingga label halal.

Sertifikat itu ia terima akhir Februari lalu di Kantor Maybank Indonesia, Jakarta. Ia satu dari 1.500 UMKM di sejumlah kota yang mengikuti pendampingan sertifikasi halal, program kolaborasi Maybank Indonesia, Lembaga Pengembang UMKM Muhammadiyah, serta Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI, yang menyasar UMKM di Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta. ”Alhamdulillah, saya akhirnya punya sertifikat halal. Selama ini, banyak yang menanyakan soal sertifikat ini. Dengan ini, saya dapat banyak pesanan. Saya bahkan terima (pesanan) dari RS di Mampang (Jakarta) selama bulan puasa setiap Rabu dan Kamis,” ungkapnya. (Yoga)

Harga Murah Beras dan Nasib Petani

02 Apr 2025

Produksi beras awal tahun ini diperkirakan 13,95 juta ton, rekor tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Setelah dua tahun terdampak El Nino, yang membuat luas panen menyusut dan memaksa pemerintah mengimpor lebih dari 3 juta ton beras pada 2023, lonjakan produksi kali ini terasa sebagai pencapaian besar. Pada awal 2025, pemerintah bahkan menyatakan tidak membuka keran impor tahun ini. Dengan suplai melimpah, harga beras turun. Masyarakat, terutama dari kelompok berpenghasilan rendah, merasakan langsung manfaatnya. Biaya pengeluaran untuk kebutuhan pokok jadi lebih ringan. Mereka punya ruang membelanjakan uang pada kebutuhan lain jelang Ramadhan dan Lebaran. BPS juga mencatat deflasi pada Februari 2025, kejadian langka menjelang hari raya Idul Fitri.

Harga beras, cabai, tomat, dan daging ayam turun signifikan, sekaligus menjadi faktor utama yang mendorong deflasi. Menurut laporan berjudul ”Dinamika Ekonomi Pangan dan Energi Menjelang Lebaran” oleh Center of Food, Energy, and Sustainable Develompent Institute for Development of Economics and Finance (Indef), kondisi itu memperkuat daya beli masyarakat. Turunnya harga beras meningkatkan daya beli riil karena porsi pendapatan untuk membeli beras mengecil. Konsumsi bisa tetap terjaga meskipun harga-harga barang/jasa lain cenderung naik di periode ini. Akan tetapi, situasi yang menggembirakan bagi konsumen ini tidak berlaku bagi petani. Mereka justru yang paling terdampak.

Panen raya padi pada akhir Maret hingga awal April 2025, yang semestinya jadi momen panen keuntungan, berubah menjadi masa krisis. Harga gabah kering panen (GKP) di sejumlah daerah jatuh di bawah Rp 6.000 per kg. Padahal, pemerintah telah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk GKP sebesar Rp 6.500 per kg. Guna melindungi petani, pemerintah mendorong Bulog aktif menyerap gabah dalam negeri dan membeli gabah tanpa syarat rafaksi. Artinya, tak boleh ada pengurangan harga meski kualitas gabah rendah. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan petani mendapat harga minimal yang layak, terlepas dari kondisi gabah. Tapi, implementasi di lapangan menunjukkan berbagai persoalan teknis dan struktural. Musim panen awal tahun ini berlangsung ditengah curah hujan yang masih tinggi.

Akibatnya, gabah yang dipanen cenderung basah, bahkan berkadar air di atas 30 %. Dalam kondisi itu, menjual gabah sesuai HPP nyaris mustahil. Penggilingan kecil, yang biasanya menjadi mitra utama petani, tak mampu mengolah gabah basah karena keterbatasan alat pengering. Bulog pun menghadapi kendala serupa. Hal ini memicu antrean panjang truk pengangkut gabah di depan gudang Bulog. Di beberapa daerah, keluhan petani sampai memicu pencopotan pimpinan wilayah Bulog. Hingga 21 Maret 2025, Bulog telah menyerap 473.000 ton setara beras. Uniknya, mayoritas penyerapan kali ini dalam bentuk gabah, bukan beras seperti biasanya, sebagai langkah darurat untuk menampung hasil panen petani. (Yoga)

Naiknya Harga Sayur dan Bumbu

28 Mar 2025

Pedagang menyortir bawang merah dagangannya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (27/3/2025). Sejumlah harga komoditas pangan nasional tercatat berfluktuasi mendekati Hari Raya Idulfitri. Adapun harga pangan yang mengalami kenaikan yakni bawang merah dan bawang putih, kelapa parut, daging ayam dan cabai. Daging sapi kini mengalami penurunan, sementara harga bawang masih naik. Menyitir data panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) harga bawang merah naik 1,77% menjadi Rp 43.235 / kg, begitu juga harga bawang putih bonggol yang naik 1,55% menjadi Rp 44.696 / kg. (Yetede)

Mentan ingatkan pengusaha Jangan Mengalihkan Kemasan Beras Medium Menjadi Premium

27 Mar 2025

Mentan, Andi Amran Sulaiman mengingatkan pelaku usaha untuk menjaga integritas dengan tidak mengalihkan kemasan beras medium menjadi premium karena akan merugikan konsumen. Pemerintah segera mengecek ke lapangan, bila ditemukan pelanggaran, akan diberi sanksi tegas. Mentan menegaskan, pihaknya segera melakukan pengecekan terhadap pengusaha yang terindikasi mengubah kemasan beras medium menjadi kemasan premium yang merugikan konsumen di Indonesia. Pemerintah dalam hal ini Kementan telah mendeteksi adanya praktik nakal tersebut atau indikasi pengubahan kemasan beras medium menjadi premium.

“Sudah, di beberapa tempat, kami ambil sampelnya, kami cek, ternyata isinya medium, tapi tulisnya premium," kata Mentan. Mentan mengingatkan pengusaha agar tidak mengalihkan isi beras medium menjadi premium hanya dengan mengganti kemasan dan label. Pemerintah akan melakukan pemeriksaan di seluruh Indonesia guna memastikan praktik curang itu dihentikan dan memberi sanksi tegas bagi pengusaha yang melanggar aturan. “Sampaikan ke semua pengusaha, jangan medium dialihkan jadi premium. Sebentar lagi kami cek seluruh Indonesia," tegas Mentan. Mentan juga mengimbau pengusaha menjaga integritas dan tidak merugikan konsumen demi keuntungan semata, seperti kasus minyak goreng kemasan Minyakita. (Yetede)


Pangan dan energi Tetap Terjaga

26 Mar 2025

Hingga hari ke-25 Ramadan, ketersediaan pangan dan energi secara rata-rata tetap terjaga dengan baik, sehingga tidak ada kelangkaan dan gejolak harga yang berarti. Dari sisi suplai, pasokan dan jalur distribusi terkendali, sementara dari sisi permintaan, lonjakan permintaan tidak terlalu signifikan bahkan cenderung stangan, karena adanya pelemahan daya beli masyarakat. Untuk bahan BBM, ketahanan stok dijaga pada kisaran 19 sampai 21 hari. Untuk jenis Pertalite diprediksi naik 11,7%, Pertamax naik 11,2% dan Avtur naik 7.4% selama musim mudik Idulfitri 2025. Meningkatnya konsumsi BBM dikarenakan perayaan Lebaran, sehingga mobilitas masyarakat melesat dalam periode tersebut. Sementara jenis solar akan mengalami penurunan hingga 16,2% selama musim mudik Lebaran Idulfitri 2025.

Hal ini seiring pembatasan angkutan umum untuk logistik selama periode Lebaran 2025. Untuk mengantisipasi kenaikan konsumsi, BPH Migas dan Pertamina telah menyiapkan 125 terminal BBM, 7.746 SPBU dan 70 DPPU serta menyiagakan fasilitas tambahan di wilayah-wilayah dengan permintaan yang tinggi. Untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan, pemerintah memasifkan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Operasi Pasar Pangan Murah (OPPM) melalui melalui kerja sama dengan pemda dan jaringan Kantor PT Pos Indonesia di seluruh Tanah Air. Direktur Kewaspadaan Bapanas/NFA, Nita Yulianis mengatakan, ketersediaan pangan menjelang Lebaran 2025 dipastikan aman dan harga relatif terkendali. (Yetede)


Pendanaan US$ 1,1 Miliar Diraih untuk 54 Proyek Transisi Energi

25 Mar 2025

Just Energy Transition Partnership (JETP) Indonesia sudah mendapatkan pendanaan senilai US$ 1,1 miliar yang akan disalurkan untuk 54 proyek dalam sejumlah sektor. "Dari implementasi JETP ini sebanyak 54 proyek telah menerima dukungan pendanaan internasional dengan komitmen US$ 1,1 miliar, kata Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (24/3/2025). JETP adalah kemitraan antara pemerintah Indonesia dan International Partners Group (IPG) untuk mendukung transisi energi Indonesia. Jumlah proyek yang menerima pembiayaan JETP adalah 9 proyek mendapat pendanaan dalam bentuk pinjaman atau ekuitas dan 45 proyek lainnya menerima hibah senilai US$ 233 juta.

Dia mengatakan, satu proyek diharapkan bísa beroperasi tahun 2027 yaitu proyek terkait biothermal di Muara Laboh, Sumbar. Sementara, proyek yang masih termasuk dalam kategori pipeline adalah Saguling fotovoltaik, yaitu proyek pembangkit listrik tenaga surya terapung di di Waduk Saguling Kabupaten Bandung Barat, Jabar. Lalu proyek dekarbonisasi dalam bentuk pensiun dini PLTU Cirebon. "Di samping itu, ada beberapa proyek yang lain termasuk waste to energy yang diusulkan segera masuk dalam pipeline JETP yaitu proyek di Legok Nangka, Jabar," tegas Airlangga. Pemerintah akan terus melakukan koordinasi antar kementerian / lembaga dalam menjalankan transisi energi dan terus mendorong berbagai model pendanaan. (Yetede)


Transisi Energi Indonesia Tetap Melaju

25 Mar 2025

Tanpa dukungan AS, Indonesia bersama sejumlah negara tetap melanjutkan komitmen transisi energi demi mewujudkan net zero emission atau nol emisi karbon. Indonesia menargetkan pengurangan emisi 31,89 % secara mandiri pada 2030. Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa mundurnya AS dari Perjanjian Paris (Paris Agreement) tidak menghalangi komitmen Indonesia dan negara-negara yang tergabung dalam International Partners Group (IPG) untuk mencapai nol emisi karbon. Penegasan komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Just Energy Transition Partnership (JETP). Jerman dan Jepang menjadi co-lead atau negara pemimpin dalam inisiatif JETP yang diluncurkan pada KTT G20 di Bali tahun 2022.

JETP merupakan kemitraan Indonesia, IPG, dan GFANZ (koalisi keuangan global yang dibentuk pada COP26) untuk mendukung transisi energi Indonesia jadi salah satu penerima awal pendanaan bersama Afsel, Senegal dan Vietnam. ”Keluarnya AS dari Paris Agreement tidak mengurangi komitmen sembilan negara untuk mendukung pencapaian net zero emission di Indonesia,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (24/3) seusai rakor bersama perwakilan Dubes Jepang, Jerman, Inggris, Perancis, Denmark, Norwegia, Italia, Kanada, dan Uni Eropa, serta sejumlah lembaga internasional. Hingga 2030, Indonesia menetapkan target pengurangan emisi sebesar 31,89 % secara mandiri dan hingga 43 %  apabila mendapat dukungan pendanaan internasional. (Yoga)

Pekerja IMP Tewas dalam Kecelakaan Kerja akibat Tertimbun Longsoran

25 Mar 2025

Hingga Senin (24/3) pencarian dua korban kecelakaan kerja yang tertimbun longsoran di kawasan industri PT Indonesia Morowali IndustrialPark atau IMIP masih terus dilakukan. Sebelumnya, satu orang ditemukan selamat dan seorang lainnya tewas. Head of Media Relations Department PT IMIP, Dedy Kurniawan mengatakan, tim masih berupaya mencari korban. Ratusan alat berat dan tim SAR gabungan dikerahkan. Peristiwa longsor terjadi di dalam kawasan PT IMIP, Morowali, Sulteng, Sabtu (22/3) pukul 00.10 Wita, yang menyebabkan empat karyawan tertimbun. Namun, malam itu satu orang ditemukan selamat. ”Para korban adalah karyawan perusahaan kontraktor lokal PT Morowali Investasi Konstruksi Indonesia,” kata Dedy Kurniawan, Senin (24/3) petang.

Yayasan Tanah Merdeka, LSM yang berfokus pada isu pengelolaan sumber daya alam, menyebut peristiwa ini terkait pengelolaan tailing. Longsor terjadi di area fasilitas penyimpanan tailing PT QMB New Energy Materials di Kilometer 8. Pengelolaan tailing menggunakan metode fasilitas penyimpanan tailing di tanah mengandung risiko sangat besar dan berbahaya di daerah dengan tingkat curah hujan tinggi seperti di Morowali. ”Tailing berbentuk bubur tanah dengan kandungan air 30 % yang disimpan di fasilitas penyimpanan tailing akan berubah menjadi lumpur ketika ditimpa hujan dengan intensitas lebat. Curah hujan tinggi juga menyebabkan area penyimpanan yang menampung belasan juta ton tailing rentan longsor,” kata Richard Labiro, Direktur Pelaksana Yayasan Tanah Merdeka, Minggu (23/3) malam.

Dia mengingatkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Morowali (2019-2039) yang menyebut Kecamatan Bahodopi, lokasi PT IMIP beroperasi, adalah kawasan rawan bencana gempa bumi, tanah longsor, dan banjir. ”Pemerintah harus meninjau kembali perizinan fasilitas penyimpanan tailing di IMIP. Sebab, peristiwa longsor dan banjir menunjukkan standar keamanan dan keselamatan fasilitas penyimpanan tailing sangat rendah sehingga mengancam keselamatan warga, buruh, dan lingkungan alam,” kata Richard. (Yoga)