Pekerja IMP Tewas dalam Kecelakaan Kerja akibat Tertimbun Longsoran
Hingga Senin (24/3) pencarian dua
korban kecelakaan kerja yang tertimbun longsoran di kawasan industri PT
Indonesia Morowali IndustrialPark atau IMIP masih terus dilakukan. Sebelumnya,
satu orang ditemukan selamat dan seorang lainnya tewas. Head of Media Relations
Department PT IMIP, Dedy Kurniawan mengatakan, tim masih berupaya mencari korban.
Ratusan alat berat dan tim SAR gabungan dikerahkan. Peristiwa longsor terjadi
di dalam kawasan PT IMIP, Morowali, Sulteng, Sabtu (22/3) pukul 00.10 Wita,
yang menyebabkan empat karyawan tertimbun. Namun, malam itu satu orang
ditemukan selamat. ”Para korban adalah karyawan perusahaan kontraktor lokal PT
Morowali Investasi Konstruksi Indonesia,” kata Dedy Kurniawan, Senin (24/3) petang.
Yayasan Tanah Merdeka, LSM yang berfokus
pada isu pengelolaan sumber daya alam, menyebut peristiwa ini terkait pengelolaan
tailing. Longsor terjadi di area fasilitas penyimpanan tailing PT QMB New
Energy Materials di Kilometer 8. Pengelolaan tailing menggunakan metode
fasilitas penyimpanan tailing di tanah mengandung risiko sangat besar dan
berbahaya di daerah dengan tingkat curah hujan tinggi seperti di Morowali.
”Tailing berbentuk bubur tanah dengan kandungan air 30 % yang disimpan di
fasilitas penyimpanan tailing akan berubah menjadi lumpur ketika ditimpa hujan
dengan intensitas lebat. Curah hujan tinggi juga menyebabkan area penyimpanan
yang menampung belasan juta ton tailing rentan longsor,” kata Richard Labiro, Direktur
Pelaksana Yayasan Tanah Merdeka, Minggu (23/3) malam.
Dia mengingatkan Rencana Tata Ruang
Wilayah Kabupaten Morowali (2019-2039) yang menyebut Kecamatan Bahodopi, lokasi
PT IMIP beroperasi, adalah kawasan rawan bencana gempa bumi, tanah longsor, dan
banjir. ”Pemerintah harus meninjau kembali perizinan fasilitas penyimpanan
tailing di IMIP. Sebab, peristiwa longsor dan banjir menunjukkan standar keamanan
dan keselamatan fasilitas penyimpanan tailing sangat rendah sehingga mengancam
keselamatan warga, buruh, dan lingkungan alam,” kata Richard. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023