Lingkungan Hidup
( 5820 )Bayar Kompensasi Energi, APBN Masih Surplus
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperkirakan masih akan mencetak surplus hingga akhir Oktober 2022. Padahal, pemerintah mempunyai sejumlah kebutuhan yang cukup besar di bulan lalu, yakni pembayaran kompensasi energi ke PT Pertamina dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan (Kemkeu) Isa Rachmatarwata mengatakan, pemerintah telah membayarkan utang kompensasi kepada dua perusahaan energi pelat merah tersebut senilai Rp 163 triliun. Pembayaran ini dilakukan setelah dilakukan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Penurunan Harga Komoditas Pangan Picu Deflasi
Penurunan harga sejumlah komoditas pangan mendorong terjadinya deflasi pada Oktober 2022. Kendati demikian, ancaman inflasi tinggi tetap ada ke depan mengingat kenaikan harga BBM belum tertransmisi sepenuhnya ke harga barang dan jasa pada sektor-sektor yang terdampak. BPS, Selasa (1/11) mengumumkan, berdasarkan perkembangan indeks harga konsumen Oktober 2022, terjadi deflasi 0,11 % dibandingkan bulan sebelumnya (month to month). Perkembangan harga saat ini relatif lebih terkendali dibandingkan September 2022 yang mencatat inflasi bulanan 1,17 %. Dengan demikian, secara tahunan,inflasi per Oktober sebesar 5,71 %, sedikit melandai dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 5,95 %.
BPS mencatat, deflasi Oktober 2022 didorong oleh turunnya harga-harga pada kelompok harga bergejolak serta kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. Komoditas pangan yang harganya turun, antara lain, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan cabai rawi ”Bisa dikatakan, deflasi yang terjadi pada komoditas-komoditas pangan itu yang membuat laju inflasi lebih tertahan di bulan Oktober,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, Selasa. (1/11). (Yoga)
Pertamina Sesuaikan Harga BBM
Per Selasa (1/11/2022), harga pertamax turbo turun menjadi Rp 14.300 per liter, sementara harga dexlite dan pertamina dex naik masing-masing menjadi Rp 18.000 per liter dan Rp 18.550 per liter. Adapun harga pertamax tetap, yakni Rp 13.900 per liter. Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, harga BBM bersifat fluktuatif mengikuti perkembangan tren minyak dunia. (Yoga)
RENYAH KREASI OLAHAN EDAMAME JEMBER
Edamame menjadi komoditas pertanian Kabupaten Jember, Jatim, yang mampu merambah pasar ekspor. Di pasar regional, produk olahan edamame berupa aneka kudapan renyah juga memperkaya khazanah oleh-oleh khas daerah dan menggerakkan perekonomian lokal. Sejumlah ibu rumah tangga di Desa Curah Kates, Kecamatan Ajung, berkumpul di dapur rumah Nuryanik (36), Sabtu (15/10). Ada yang membuat minuman rempah, ada yang menggoreng rempeyek mukimame, yakni polong edamame yang sudah dimasak dan dikupas bersih, kesibukan ini berlangsung di sela rutinitas mereka mengurus keluarga, terutama mengasuh anak-anak yang masih kecil. Nuryanik juga mengembangkan produk diversifikasi olahan. Contohnya minuman sehat berbahan sari edamame yang diolah dengan rempah
Kampung ini setidaknya memberdayakan 13 ibu rumah tangga untuk membuat aneka makanan olahan dengan bahan baku edamame, komoditas pertanian yang dikembangkan petani di Jember selama dua dekade belakangan. Produk yang dihasilkan antara lain edamame krispi merek Enak’e, pia edamame, dan peyek edamame. Ketiga jenis produk ini telah diterima pasar dengan baik yang ditandai mengalirnya pesanan secara terus-menerus. Edamame krispi, misalnya, telah didistribusikan di sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Bali, Surabaya, dan Bangka Belitung. Ketiga produk ini juga mulai dipasarkan di luar negeri meski volumenya masih terbatas, yakni berdasarkan pesanan pembeli. Pengembangan pasar dilakukan melalui pasar tradisional atau penjualan secara luring dan penjualan daring menggunakan beragam platform media sosial.
Pemberdayaan perempuan Pendamping pelaku UMKM di Kampung Edamame, Hafid Raharjo, mengatakan, pemberdayaan ibu-ibu di Desa Curah Kates tak lepas dari peran PT GMIT, anak perusahaan Austindo Nusantara Jaya (ANJ), melalui program tanggung jawab pengembangan (responsible development), untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar perusahaan agar mereka mampu menjadi wirausaha mandiri. Dari segi penjualan produk, Kampung Edamame berhasil mencatatkan transaksi Rp 108 juta sampai dengan September 2022. Transaksi itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 61 juta. Hafid optimistis penjualan produk olahan edamame terus naik pada tahun depan. Hingga kini banyak terobosan yang dilakukan untuk menggenjot penjualan dengan menggencarkan promosi produk olahan edamame melalui pameran berskala lokal dan internasional di sejumlah kota, seperti di Jember dan Jakarta. (Yoga)
Bertahan Saat Permintaan Tertekan
Para pelaku industri persepatuan mulai kewalahan meredam dampak anjloknya permintaan ekspor yang diperkirakan berlangsung hingga paruh pertama tahun depan. Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Firman Bakri, mengatakan permintaan produk garmen berorientasi ekspor ini turun hingga 50 % sejak Juli 2022. Konflik dagang dan politik di sejumlah negara pengimpor sepatu utama menjadi pemicunya. “Kami bertahan lewat efisiensi jumlah pekerja atau setidaknya lewat pengurangan arus produksi,” tuturnya kepada Tempo, kemarin.
Di tengah masa pemulihan ekonomi, permintaan produk tekstil, kulit, dan alas kaki menjadi salah satu yang paling moncer hingga pertengahan tahun ini. Nilai ekspor produk sepatu sempat melonjak dari US$ 659,4 juta pada Januari 2022 menjadi US$ 722,3 juta pada Mei lalu. Menurut Firman, permintaan ekspor pada Agustus 2022 masih tercatat tumbuh 36 % secara tahunan. Berdasarkan catatan Kemenperin, volume produksi produk alas kaki naik 33,42 % dari 793,8 juta pasang pada 2020 menjadi 1,05 miliar pasang pada 2021. Tanpa kejutan konflik global, volume produksi diprediksi akan naik hingga 1,2 miliar pasang per tahun.
Optimisme itu sontak suram akibat gejolak inflasi dan memanasnya konflik dagang di AS dan Cina, yang merupakan dua negara tujuan utama ekspor sepatu Indonesia. Pada periode Januari-Agustus 2022, nilai ekspor sepatu ke AS, tertinggi dibanding tujuan lain, mencapai US$ 1,892 miliar. Dalam jangka waktu serupa, nilai ekspor ke Cina berada di tempat ketiga senilai US$ 568 juta. “Permintaannya turun drastis. Yang permintaannya masih normal juga hanya bisa menghabiskan stok hingga akhir tahun,” ucap Firman. (Yoga)
Laba Saudi Aramco Melonjak 39% Jadi US$ 42,4 Mikiar
Saudi Aramco pada Selasa (1/11) mengumumkan lonjakan 39% laba bersih tahunan pada kuartal ketiga 2022 karena didorong oleh kenaikan harga minyak yang dipicu invasi Rusia ke Ukraina. Aramco menyatakan, laba bersih tahunan di kuartal tersebut mencapai US$ 42,4 miliar. Naik dari US$ 30,4 miliar pada periode sama tahun lalu. “Terutama didorong kenaikan harga minyak mentah dan volume yang dijual,” kata Saudi Aramco dalam keterbukaan kepada Bursa saham Saudi, seperti dikutip AFP. CEO Saudi Aramco Amin Nasser menggembar-gemborkan pendapatan yang kuat dan rekor arus kas bebas sebesar US$ 45 miliar, naik dari US$ 28,7 miliar tahun lalu. “Sementara harga minyak mentah global selama periode ini dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi, pandangan jangka panjang kami adalah permintaan minyak akan terus tumbuh selama sisa dekade ini mengingat kebutuhan dunia akan energi yang lebih terjangkau dan andal,” kata Nasser dalam sebuah pernyataan.
Laporan keuangan terbaru Aramco keluar hanya beberapa hari sebelum KTT iklim COP27. Tahun lalu, menjelang KTT iklim COP26, Arab Saudi berjanji untuk mencapai emisi nol karbon bersih pada tahun 2060. Sedangkan Saudi Aramco telah berjanji untuk mencapai emisi karbon nol dari operasional pada tahun 2050. Pengurangan emisi itu untuk yang dihasilkan langsung oleh fasilitas-fasilitas industri Aramco, bukan CO2 yang dihasilkan oleh para pengendara mobil, pembangkit listrik, dan tungku kompor. Tapi para pejabat Saudi akhir-akhir ini menekankan perlunya lebih banyak investasi di sektor energi fosil. Dengan alasan bahwa berfokus pada perubahan iklim dengan mengorbankan keamanan energi akan semakin memicu inflasi dan kesengsaraan ekonomi lainnya. (Yoga)
Kapal Gandum Ukraina Lewat Laut Hitam
Puluhan kapal kargo pengangkut gandum dari Ukraina tetap berlayar melewati Laut Hitam meski tak ada jaminan keamanan dari Rusia. Volume gandum yang diangkut pada Senin (31/10) dua hari setelah Rusia mundur sementara dari kesepakatan ekspor pangan, bahkan mencapai rekor harian 354.500 ton sejak kesepakatan mulai dijalankan pada Agustus lalu. (Yoga)
BI Ramal Harga Migas ke Depan Makin Mahal
Bank Indonesia (BI) melihat harga energi dalam beberapa bulan ke depan makin mahal, terutama harga minyak dan gas (migas). Selain pangan, lonjakan harga migas ini akan mendorong inflasi di banyak negara. Kondisi ini bakal menambah ketidakpastian ekonomi global.
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, beberapa negera seperti Eropa akan menghadapi musim dingin. Padahal, saat ini, pasokan gas masih dibatasi oleh Rusia. "Kita akan melihat potensi harga energi, minyak dan gas akan naik dalam bulan-bulan ke depan," kata Dody, Senin (31/10).
Harga Pangan Memanas di Penghujung Tahun
Harga bahan pangan kembali melonjak edan-edanan di pengujung tahun ini. Jika tidak bisa diredam, gejolak harga pangan akan menjadi mimpi buruk bagi pemulihan ekonomi.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) dari Kementerian Perdagangan mencatat, nyaris semua bahan pangan menanjak. Harga beras misalnya, PIHPS mencatat harganya naik 5% dalam setahun ini.
Boleh dibilang, hanya harga ayam potong dan bawang putih yang tercatat turun dalam periode setahun terakhir. Sementara harga pangan selebihnya bak berlomba memanjat ke puncak harga tertinggi baru.
Bahkan harga kedelai melejit tinggi hingga puluhan persen. Menurut data Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), kini harga kedelai berkisar Rp 13.000-Rp 14.000 per kg, naik 60% dibandingkan harga kedelai pada akhir tahun lalu yang sebesar Rp 8.500 per kg.
Ketua Umum Gakoptindo, Aip Syarifuddin mengaku heran dengan lonjakan harga kedelai. "Padahal stok kedelai aman sampai akhir tahun," ujar Aip, Minggu (30/10). Dia berharap, pemerintah bisa turun tangan meredam kenaikan harga kedelai.
Prediksi Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira, lonjakan harga pangan akan mengerek inflasi ke level 6% di akhir tahun ini. Jika inflasi tak terkendali, daya beli bakal lesu dan ekonomi secara keseluruhan akan lemah.
KINERJA SEKTORAL : PANEN CUAN EMITEN CPO BERLANJUT
Penurunan harga minyak sawit mentah (CPO) sepanjang kuartal III/2022 tidak menyurutkan sejumlah emiten perkebunan dalam melanjutkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang positif hingga September 2022. Ke depan, pergerakan harga CPO, prospek permintaan, dan volume produksi membayangi kinerja emiten di sektor ini. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) menjadi salah satu emiten dengan lompatan pendapatan dalam 9 bulan 2022. Pendapatan emiten Grup Rajawali Corpora itu meningkat 61,14% year-on-year (YoY) menjadi Rp3,44 triliun. Selain BWPT, PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) juga mengantongi pertumbuhan pendapatan 51,51% YoY menjadi Rp6,74 triliun. Di sisi lain, emiten kebun sawit Grup Astra, PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) justru mengalami penyusutan pendapatan sebesar 8,31% dari Rp18,01 triliun sepanjang Januari-September 2021 menjadi Rp16,51 triliun hingga kuartal III/2022. Berbanding terbalik, laba TAPG dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) melonjak dengan pertumbuhan tiga digit. Dalam 9 bulan 2022, laba bersih TAPG mencapai Rp2,33 triliun atau meroket 227,74% YoY, sedangkan profit DSNG melompat 114,75% secara tahunan menjadi Rp893,11 miliar.
Dari kalangan emiten, CEO PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) Budi Halim menyampaikan harga CPO yang menguat pada awal 2022 menyebabkan kenaikan harga jual rata-rata pada 9 bulan 2022 sebesar 25% YoY menjadi Rp12.849/kg. “Meskipun terjadi gejolak harga CPO pada kuartal III/2022, perseroan terus membukukan kinerja yang kuat dengan EBITDA sebesar Rp1,7 triliun pada 9 bulan 2022, serta profitabilitas yang tetap solid,” paparnya dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (30/10). Dari kacamata analis, CGS-CIMB Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi akumulasi untuk saham emiten perkebunan sawit TAPG dan DSNG seiring dengan kinerja positif keduanya hingga akhir kuartal III/2022. Target harga untuk saham TAPG dan DSNG juga dikerek naik. Analis CGS-CIMB Sekuritas Indonesia Peter P. Sutedja dan Reynanda A. Purwoko dalam risetnya menyebutkan meski laba bersih TAPG pada kuartal III/2022 turun 29% secara kuartalan menjadi Rp641 miliar, laba bersih sepanjang Januari—September 2022 tumbuh 228,78% menjadi Rp2,42 triliun.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









