Lingkungan Hidup
( 5820 )Panas Bumi Primadona Energi Hijau
Pamor panas bumi sebagai bagian dari energi baru dan terbarukan atau EBT kembali memanas setelah pemerintah mengoptimalkan pemanfaatannya di Indonesia. Upaya tersebut tentu saja tidak dapat dilepaskan dari potensi cadangan EBT yang cukup besar dan panas bumi menjadi salah satu andalannya. Besarnya potensi panas bumi sangat relevan dengan geografis Indonesia yang berada dalam bentang Cincin Api. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia memiliki potensi panas bumi lebih kurang 23,9 GW. Menjadi wajar jika panas bumi digadang-gadang menjadi salah satu sumber energi hijau yang mampu mendongkrak realisasi bauran EBT sebesar 23% pada 2025. Karakter energi panas bumi yang ramah lingkungan, dan berperan dalam pengembangan infrastruktur daerah serta perekonomian sekitar, menambah nilai plus. Sejumlah target ditetapkan oleh pemerintah sebagai respons dan bentuk kontribusi untuk menyediakan energi bersih. Pada pengembangan panas bumi, hingga 2030 ditargetkan mencapai lebih kurang 8.007 MW. Guna mencapai target tersebut perlu investasi dalam jumlah yang tidak sedikit untuk pengembangan infrastruktur di wilayah yang terpencil. Untuk mengantarkan panas bumi sebagai primadona EBT, pemerintah menerapkan insentif guna mengurangi risiko pengembangan, salah satunya melalui government drilling guna mengurangi risiko eksplorasi yang ditanggung oleh pengembang.
Benahi Data Sebelum Memutuskan Impor
Berdasarkan data KKP, realisasi produksi garam nasional tahun 2021 berkisar 1,3 juta ton atau hanya 61,9 % target produksi 2,1 juta ton. Sementara di tahun ini, dari target produksi garam nasional 2 juta ton, realisasi produksi garam per tanggal 28 Oktober tercatat 421.896 ton. Penurunan produksi garam akibat faktor cuaca juga terjadi pada tahun lalu. ”Target produksi garam 2 juta ton tahun ini diperkirakan tidak tercapai. Merosotnya produksi garam nasional tahun ini dipengaruhi anomali cuaca,” kata Dirje Pengelolaan Ruang Laut KKP Victor Gustaf Manoppo saat dihubungi, Kamis (3/11) di Jakarta. Victor mengatakan, pihaknya berupaya mendorong teknologi produksi untuk membenahi budidaya garam dengan pola tradisional yang masih bergantung cuaca. Di sisi hilir, pemerintah telah membangun pabrik pencucian dan pemurnian (washing plant) garam di sentra-sentra produksi. Pabrik pencucian itu diharapkan meningkatkan kualitas garam rakyat agar kian memenuhi standar industri.
Ketum Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) Jawa Timur Mohammad Hasan mengemukakan, faktor cuaca yang kurang stabil memengaruhi penurunan produktivitas garam rakyat. Anjloknya produksi menyebabkan harga garam di tingkat petambak telah menembus Rp 3.200 per kg atau melonjak dibandingkan harga rata-rata saat musim panen raya dikisaran Rp 250-Rp 350 per kg.Di tengah merosotnya produksi garam nasional, Hasan meminta pemerintah segera memverifikasi data stok garam serta data produksi dan kebutuhan riil garam sebelum menetapkan impor garam industri pada tahun 2023. Pembenahan data diperlukan guna mencegah penyalahgunaan impor garam. Selain itu, memberikan perlindungan terhadap petambak garam agar hasil panen tidak dilibas garam impor, di samping kepastian bagi pelaku industry dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku garam industri. (Yoga)
Operasi Pasar dan Impor untuk Stabilisasi
Pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk operasi pasar beras medium bekerja sama dengan swasta dan mengimpor kedelai 50.000 ton. Pemerintah mengambil langkah itu untuk menstabilkan harga beras dan tahu-tempe yang terus naik. Kepala Badan Pangan Nasional (National Food Agency/NFA) Arief Prasetyo Adi, Kamis (3/11) mengatakan, stok beras nasional per awal November 2022 sebenarnya cukup besar, yakni 6,6 juta ton. Stok itu berada di masyarakat sebesar 49 %, penggilingan padi 21 %, Bulog 10 %, serta pedagang dan BUMN/BUMD selain Bulog 20 %. Stok itu cukup untuk memenuhi konsumsi beras hingga awal 2023. Stok itu juga akan bertambah seiring panen di sejumlah daerah akhir tahun ini dan awal tahun depan. ”Kenaikan (harga) beras yang terjadi saat ini lebih disebabkan persepsi pasar terhadap stok beras Bulog yang terbatas, yakni 697.000 ton per awal November 2022. Karena itu, kami meminta Bulog meningkatkan serapan agar memiliki cadangan beras minimal 1,2 juta ton,” katanya ketika dihubungi di Jakarta.
Kendati begitu, pemerintah tetap berupaya menstabilkanharga melalui operasi pasar. Beras medium dalam operasi itu akan dijual Rp 8.900 per kg. Bulog bersama perusahaan daerah DKI Jakarta dan pemerintah daerah akan mendatangkan beras dari daerah surplus, seperti Makassar, Demak, Ngawi, dan Sragen. BPS mencatat, harga beras tahun ini mulai merangkak sejak Agustus 2022, dari Rp 11.555 per kg menjadi Rp 11.720 per kg pada September 2022.Pada Oktober 2022, harganya kembali naik menjadi Rp 11.850 per kg dan mengalami inflasi 1,3 % secara bulanan. Terkait kenaikan harga tahu-tempe, pemerintah melanjutkan program bantuan selisih harga pembelian bahan baku kedelai impor bagi perajin tahu-tempe Rp 1.000 per kg sampai akhir Desember 2022. Namun, subsidi itu dinilai belum mampu menurunkan harga tahu-tempe. Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin menuturkan, pemerintah perlu menambah subsidi kedelai impor dari Rp 1.000 per kg menjadi Rp 3.000 per kg, untuk mengimbangi kemampuan daya beli masyarakat terhadap konsumsi tahu-tempe. (Yoga)
Mentan Minta Industri Serap Jagung Lokal
Mentan Syahrul Yasin Limpo mendorong para pelaku usaha dan industri pakan ternak untuk melakukan penyerapan jagung dan produk lokal seperti dedak yang diproduksi petani seluruh Indonesia. Berdasarkan survei BPS mengenai struktur ongkos usaha peternakan, komponen pakan memiliki kontribusi 56,95% terhadap total biaya pada budi daya ayam ras pedaging di tingkat peternakan rakyat dan untuk budi daya ayam ras petelur kontribusi pakan 70,97%. Demikian disampaikan Mentan saat meresmikan perusahaan pakan swasta yang berinvestasi di Pasuruan, Jatim, Rabu (02/11).
Menurut Syahrul, dengan struktur ongkos seperti survei BPS maka pabrik pakan dapat menyerap bahan baku pakan dari petani setempat dan harga pakan untuk peternak lebih terjangkau. Mentan juga berharap pabrik pakan memberikan pengaruh ke harga pangan asal ternak yang lebih kompetitif di tingkat konsumen. “Kita harap nanti ada kerja sama saling menguntungkan antara petani, peternak, serta masyarakat sekitar. Dengan adanya pabrik pakan memberikan nilai manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar, terutama penyerapan bahan baku pakan lokal seperti jagung, dedak, dan sebagainya, yang akan mendorong pengembangan ekonomi perdesaan," ujar dia.. (Yoga)
BBM Satu Harga Hadir di 123 Kabupaten di Indonesia
Hingga awal November 2022, program BBM Satu Harga telah hadir di 69 titik yang tersebar di 123 kabupaten di Indonesia. Ditargetkan hingga tahun 2023 BBM Satu Harga bisa hadir di 92 titik dan pada 2024 sebanyak 573 titik. “Pertamina telah membangun total 390 lembaga penyalur BBM Satu Harga yang tersebar di 123 kabupaten di seluruh Indonesia. Dari 123 kabupaten tersebut, 54 kabupaten diantaranya termasuk daerah 3T. Peresmian lembaga penyalur BBM Satu Harga ini adalah titik awal layanan Pertamina kepada masyarakat di daerah tersebut.
Kedepan Pertamina akan terus memastikan distribusi ke lembaga penyalur BBM Satu Harga berjalan dengan baik, tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat kualitas dalam mewujudkan keadilan energi,” jelas Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution di Jakarta, Kamis (3/11). Dari 69 lembaga penyalur BBM Satu Harga yang sudah dibangun, Pertamina Patra Niaga bersama BPH Migas meresmikan tahap pertama yakni sebanyak 47 lembaga penyalur BBM Satu Harga yang tersebar di beberapa provinsi. Antara lain 2 di NTB, 10 di NTT, 1 di Sulawesi Barat, 2 di Sulut 8 di Sulteng, 5 di Maluku, 6 di Maluku Utara, 10 di Papua, dan 3 di Papua Barat. Peresmian selanjutnya akan dilakukan akhir November. (Yoga)
PENGAMAN PASOKAN BATU BARA
Pasokan batu bara untuk pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) tengah memasuki periode krusial. Beragam tantangan seperti cuaca buruk, ketersediaan alat angkut, hingga harga yang kian tinggi di akhir tahun berisiko mengganggu aliran batu bara untuk PLN. Apalagi, jika berkaca pada situasi tahun lalu, terjadi polemik lantaran kekurangan pasokan batu bara yang lebar pada sistem pembangkit listrik milik PLN. Bahkan menurut laporan terbaru Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), konsekuensi dari kondisi tersebut adalah terjadi peralihan pemanfaatan energi yang signifikan dari batu bara ke bahan bakar minyak (BBM) sepanjang tahun lalu. BPK mencatat, rencana kebutuhan batu bara PLN sepanjang 2021 mencapai 82,24 juta ton. Hanya saja, realisasi pasokan hanya sekitar 66,85 juta ton. Tak ayal, pemerintah pun sempat menyetop ekspor batu bara demi mengamankan pasokan untuk PLN demi menjaga kelistrikan nasional. Agar tidak kembali terulang, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun mewanti-wanti pelaku usaha untuk untuk memenuhi kewajiban pasar domestik alias domestic market obligation (DMO). Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan bahwa pelaku usaha pertambangan batu bara harus sudah menumpuk stok batu bara menjelang cuaca ekstrem pada akhir tahun ini. Hal itu dilakukan agar kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik milik PLN tetap bisa dipenuhi. Saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Arifin menegaskan tidak akan segan mencabut izin ekspor batu bara perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban DMO hingga akhir tahun ini. Perihal situasi tersebut, Singgih Widagdo, Ketua Indonesian Mining & Energy Forum (IMEF), mengingatkan bahwa pasokan batu bara untuk pembangkit listrik perlu ditingkatkan. Apabila sejauh ini ketahanan pasokan batu bara sekitar 15 hari operasi (HOP), maka PLN harus mulai menambahnya jadi minimal 20 HOP.
Kenaikan Harga Beras Patut Diwaspadai
Harga beras dan tahu-tempe terus merangkak naik di tengah penurunan harga sejumlah komoditas pangan lain. Kenaikan harga beras disebabkan pola musiman serta imbas kenaikan harga bahan bakar minyak dan pupuk, sedangkan harga tahu tempe dipicu kenaikan harga kedelai global. BPS mencatat, harga beras pada tahun ini merangkak naik sejak Agustus 2022. Harga beras waktu itu Rp 11.555 per kg, kemudian naik menjadi Rp 11.720 per kg pada September 2022 dan Rp 11.850 per kg pada Oktober 2022. Hal itu membuat beras mengalami inflasi 1,3 % secara bulanan pada Oktober 2022.
Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Hery Sugiartono, Rabu (2/11) mengatakan, setiap memasuki musim tanam pertama, harga beras pasti naik. Namun, kenaikan harga beras tahun ini diperkirakan tidak akan terlalu tinggi. Pada Desember 2022 hingga awal Januari 2023, sejumlah daerah di Demak yang merupakan salah satu lumbung beras nasional bakal panen. Daerah-daerah tersebut sudah tanam padi lebih dini karena didukung kemarau basah. ”Meskipun begitu, kenaikan harga beras itu tetap perlu dicermati dan diantisipasi. Kenaikan harganya tidak hanya karena pola musiman, tetapi juga akibat imbas kebaikan harga BBM dan pupuk,” ujarnya ketika dihubungi dari Jakarta. (Yoga)
Mulai 2023 Jerman akan Membatasi Harga Energi
Pemerintah Jerman pada Rabu (2/11) menyatakan, mulai awal 2023 pihaknya berencana membatasi harga energi. Kebijakan ini menjadi landasan paket besar-besaran senilai 200 miliar euro (US$ 198 miliar) untuk mengurangi tekanan inflasi pada rumah tangga dan dunia usaha. Intervensi di pasar energi utama ini akan membuat harga untuk persentase penggunaan gas konsumen dibatasi mulai 1 Januari 2023 untuk industri dan paling lambat 1 Maret 2023 untuk rumah tangga. “Pemerintah akan mengupayakan agar pembatasan harga untuk rumah tangga dapat mulai berlaku Februari 2023 dan berlaku surut,” bunyi dokumen Pemerintah Jerman yang dilansir AFP. Sementara itu, batas harga serupa untuk listrik akan berlaku mulai Januari 2023.
Pemerintah Jerman juga akan menalangi satu kali untuk menutupi biaya pemanas untuk rumah tangga dan usaha kecil dan menengah pada Desember tahun ini. Sementara itu, batas harga energi ini akan berlaku hingga akhir April 2024. Kanselir Jerman Olaf Scholz dijadwalkan bertemu dengan perdana menteri negara-negara bagian pada Rabu malam waktu setempat untuk menyelesaikan rincian paket tersebut. Menjelang pertemuan para pemimpin daerah mendesak pemerintah federal untuk menerapkan pembatasan harga gas untuk rumah tangga lebih awal. “Orang-orang membutuhkan perlindungan yang kuat dari lonjakan biaya-biaya, terutama di bulan-bulan dingin Januari dan Februari, ketika mereka menggunakan pemanas secara intensif,” kata Hendrik Wuest, perdana menteri negara bagian North Rhine-Westphalia kepada majalah Der Spiegel. (Yoga)
Stok Pangan Melimpah Picu Deflasi Oktober 2022
Deflasi 0,11% secara bulanan (month to month/mtm) pada Oktober 2022 dipicu penurunan harga produk hortikultura, karena stok melimpah. Adapun rambatan dampak kenaikan tarif BBM terus mengecil. “Melimpahnya stok pangan hortikultura mendorong penurunan harga, seperti pada aneka cabai, produk unggas, dan tomat. Di sisi lain, harga beras mengalami peningkatan dipengaruhi oleh kelangkaan pupuk dan pengaruh cuaca yang mengganggu produksi panen gadu,” ucap Kepala BKF Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu, Rabu (2/11). Pemerintah, kata dia, terus melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi komoditas pangan agar inflasi pangan tetap terkendali.
“Dana insentif daerah juga terbukti efektif mendorong daerah untuk lebih bekerja keras lagi dalam pengendalian inflasi di wilayahnya,” ucap Febrio. Dia mencatat, inflasi inti naik secara moderat, mencapai 3,3% secara tahunan (year on year/yoy), sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,2% (yoy), didorong oleh kenaikan inflasi beberapa kelompok pengeluaran, seperti perumahan, transportasi, pendidikan, dan jasa penyediaan makanan dan minuman/restoran. “Kenaikan inflasi inti mencerminkan peningkatan permintaan domestik secara keseluruhan, sejalan dengan membaiknya kondisi pandemi,” kata Febrio. Sementara itu, inflasi administered price bergerak stabil sebesar 13,3% (yoy), didorong oleh dampak lanjutan penyesuaian harga BBM di September 2022. (Yoga)
KKP Ajak Investor Garap Industri Rumput Laut
KKP mengajak pelaku usaha atau investor untuk menggarap potensi industri pengolahan rumput laut di Indonesia guna meningkatkan daya saing dan nilai ekspor produk tersebut di pasar dunia. Sampai September 2022, ekspor rumput laut Indonesia mencapai 180.600 ton senilai US$ 455,7 juta dengan negara tujuan utama Tiongkok, meningkat 93% dibanding periode sama tahun 2021. Demikian disampaikan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono saat membuka Seaweed Investment Forum+Festival (SIFFEST) 2022 dengan tema Investasi dan Inovasi Bisnis Emas Hijau Indonesia yang berlangsung hybrid dari Surabaya, Jatimr, Selasa (01/11). “Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah temu bisnis dan investasi bagi para pemangku kepentingan dalam rangka menarik minat investasi dan pengembangan usaha rumput laut nasional," ungkap Trenggono.
Namun demikian, kata Trenggono, yang menjadi tantangan
adalah sebagian besar produk ekspor rumput laut masih didominasi rumput laut kering sebesar 93,2%. Hal itu menunjukkan
bahwa nilai tambah rumput laut belum dimanfaatkan sepenuhnya
di dalam negeri. “Dengan berkembangnya inovasi dan teknologi,
rumput laut sebenarnya dapat diolah menjadi beragam produk
bernilai tambah dan manfaat serta memiliki nilai ekonomis
tinggi. Di antaranya menjadi bahan pangan dan nonpangan,
seperti pakan ternak/ikan, pupuk, kosmetik, dan juga farmasi.
Rumput laut juga mampu menyerap karbon,” jelas Trenggono
dalam keterangannya.
Indonesia merupakan produsen rumput laut tropis terbesar di
dunia dengan produksi 9,6 juta ton per tahun. Selama ini, rumput
laut juga termasuk unggulan ekspor produk perikanan RI. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









