;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Menteri Zulkifli: Harga Kebutuhan Pokok di Kota Malang Stabil

29 Oct 2022

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memastikan harga barang-barang kebutuhan pokok (bapok) di Kota Malang stabil dan terjangkau. “Harga bapok di Pasar Besar Kota Malang terpantau stabil. Saya senang Wali Kota Malang bisa menjaga stabilitas harga bapok di Malang. Harga bapok yang stabil merupakan keharusan karena merupakan keperluan masyarakat banyak,” ujarnya di Pasar Besar di Kota Malang, Jatim, Jumat, 28 Oktober. Berdasarkan pantauan di Pasar Besar per 28 Oktober, komoditas yang harganya stabil, antara lain gula Rp13.000 per kg, minyak goreng kemasan Rp19.000 per liter, minyak goreng curah Rp14.000 per liter dan MINYAKITA Rp14.000 per liter.

Kemudian tepung terigu Rp13.000 per kg, daging sapi Rp125.000 per kg, daging ayam ras Rp30.000–32.000 per kg, telur ayam ras Rp26.000 per kg, bawang merah Rp 32.000 per kg, dan bawang putih Rp20.000 per kg. Sedangkan komoditas yang harganya turun adalah cabai merah keriting menjadi Rp35.000– 40.000 per kg, cabai merah besar Rp30.000–35.000 per kg, dan cabai rawit merah Rp30.000–35.000 per kg. Komoditas kebutuhan pokok yang naik adalah beras premium naik 4,34 % menjadi Rp12.000 per kg. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mengupayakan stabilisasi harga beras dengan memasok beras medium Bulog dengan harga Rp9.450 per kg. (Yoga)


Penjualan Batu Bara Moncer, Kinerja UNTR Makin Tokcer

27 Oct 2022

Emiten di sektor pertambangan batubara terus menorehkan kinerja positif di sepanjang tahun ini. Contohnya PT United Tractors Tbk (UNTR). Pada kuartal III-2022, UNTR membukukan penjualan 7,77 juta ton batubara. Realisasi ini naik tipis 0,34% secara tahunan dari 7,75 juta ton di kuartal III-2021. Secara bulanan, per September 2022, UNTR menjual 476.000 ton batubara, terdiri dari 431.000 batubara termal dan 45.000 batubara kokas (metalurgi). Namun, penurunan penjualan batubara ini memang sudah direncanakan. "Ini mengingat pada Agustus-September tinggi air sungai sangat dangkal. Jadi, menyulitkan barging," kata Sara K. Loebis, Sekretaris Perusahaan United Tractors kepada KONTAN, Rabu (26/10). Penurunan penjualan juga dipicu merosotnya produksi batubara UNTR. Di sepanjang sembilan bulan tahun 2022, produksi batubara UNTR hanya 83,2 juta ton, turun 5,4% dari periode yang sama pada 2021 sebanyak 88 juta ton.

Kolaborasi Memperkuat Bulog

27 Oct 2022

Harga beras yang terus naik dalam 2—3 bulan terakhir membuat Direktur Utama Bulog, Budi Waseso berkomentar dan menyebut tiga faktor penyebab tingginya harga beras: alam, pendistribusian, dan swasta yang menguasai pasar beras (detik.com, 3/10/2022). Perihal swasta menguasai pasar sebenarnya jamak, ini terjadi pada berbagai komoditas pertanian dan perikanan. Tetapi bukan berarti swasta salah, justru suatu negara yang ekonominya berhasil ada peran swasta di dalamnya, baik di hulu maupun hilir untuk mengalokasikan sumber daya ekonomi. Bahwa dalam hal penguasaan pasar beras, swasta begitu dominan, harusnya menjadi pemantik bagi pemerintah untuk mendukung penguatan Bulog. Dalam ekonomi yang sehat, semua pelaku ekonomi harus diberi kesempatan yang sama, yang salah adalah eksploitasi kekuatan ekonomi secara tidak sehat. Sayangnya pemerintah sebagai regulator dan penanggung jawab untuk mendukung penguatan Bulog kadang kalah cepat dari swasta, bahkan cenderung tidak berkomitmen. Perum Bulog sebagai lembaga parastatal (pen­stabil harga) dan pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) kalah bersaing dengan swasta dalam pembelian gabah (jumlah dan harga), apalagi angkutan logistik. BUMN seperti Bulog memiliki peran besar dalam menopang perekonomian nasional, apalagi dalam situasi ekonomi global yang penuh dengan ketidakpastian. Jadi sangat penting bagi Bulog untuk mandiri. Pada akhirnya hanya dengan kolaborasi lintas lembaga dukungan yang sehat, dengan prinsip win-win, bukan zero sum game, akan menguatkan Bulog.


Pataka: Kenaikan Harga Beras Karena Multifaktor

27 Oct 2022

Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka) menyebutkan, bahwa kenaikan harga beras yang terjadi sejak Agustus 2022 disebabkan oleh banyak faktor mulai dari produksi beras yang menurun, kenaikan harga BBM, hingga kelangkaan pasokan pupuk. “Beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan harga beras adalah produksi beras menurun di bulan tertentu, implikasi kenaikan harga BBM, efek samping kebijakan bansos (free market), kebijakan fleksibilitas harga gabah dan beras ditingkat petani hingga langkanya pasokan impor pupuk akibat perang Rusia-Ukraina,” kata Ketua Pataka, Ali Usman dalam diskusi Pataka, di Jakarta, belum lama ini.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional Rachmi Widiriani mengatakan, pemerintah menargetkan stok beras Bulog 1,2 juta ton pada akhir tahun 2022. Dia menyebut pembelian beras di musim gadu seperti saat ini memerlukan upaya lebih lantaran produksi yang menurun. Di musim gadu atau penanaman pada musim kemarau, produksi gabah atau beras rendah tetapi kualitasnya lebih bagus. “Karena berada pada musim panas sehingga kualitas gabah atau beras yang dihasilkan lebih baik dibanding periode sebelumnya,” katanya. Rachmi menyampaikan, harga GKP (gabah kering panen) di tingkat petani naik 13,5 %, harga GKG (gabah kering giling) meningkat 9,2 %, dan harga beras meningkat 4,2 % dari Rp 10.700 di bulan Juli 2022 menjadi Rp 11.090/kg di tingkat konsumen. (Yoga)


Gonta-Ganti Kebijakan, Transisi Energi Hijau Terancam

26 Oct 2022

Langkah Indonesia menjalani transisi energi tersendat dan jalan di tempat. Indikasinya tergambar dari kebijakan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang masih serba tanggung dan acap berubah alias berganti-ganti aturan. Di satu sisi, pemerintah memangkas kapasitas pembangkit batubara (PLTU) melalui program pensiun dini (early retirement), yang dimulai dari PLTU Pelabuhan Ratu. Namun di saat yang sama, PT PLN malah membatasi pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap. Chairman Indonesian Center for Renewable Energy Studies (ICRES), Surya Darma menilai, pengembangan EBT di Indonesia tergolong lambat.

KETAHANAN PANGAN NASIONAL : SIASAT DONGKRAK CADANGAN BERAS

26 Oct 2022

Stok beras Perum Bulog hanya tersedia 673.613 ton dari prognosa pemerintah pada akhir tahun 2022 sebanyak 1,2 juta ton. Badan Pangan Nasional mengarahkan Perum Bulog untuk menyerap beras dari penggilingan padi skala besar. Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Rachmi Widiriani mengatakan stok beras di Perum Bulog per Oktober 2022 hanya 673.613 ton cukup mengkhawatirkan bagi stabilitas nasional. Sesuai prognosa pemerintah, Indonesia memiliki stok beras sampai dengan Desember 2022 sekitar 5,5 juta ton, dengan separuhnya berada di rumah tangga. Posisi kedua berada di penggilingan mencapai 21,1% atau 1,4 juta ton sedangkan Perum Bulog hanya memegang stok 11,3%. “Sehingga memang strategi yang kami laksanakan untuk memperkuat stok CBP adalah bekerja sama dengan penggilingan padi besar untuk menggeser sebagian stoknya ke Bulog,” katanya dalam webinar bertema Harga Beras Naik, Apa Solusinya? di Jakarta, Selasa (25/10). Keputusan pencabutan kebijakan fleksibilitas merupakan salah satu upaya agar serapan beras untuk cadangan pangan lebih mudah serta tidak terkunci dalam satu wadah saja. Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag, Selasa (25/10), harga beras di tingkat konsumen sepanjang Oktober 2022 telah naik Rp200 untuk jenis medium, dan Rp100 untuk premium.


Ekspor Bahan Baku Rumput Laut Akan Dibatasi

26 Oct 2022

Pemerintah berencana membatasi ekspor bahan baku rumput laut. Hilirisasi rumput laut akan didorong guna menghasilkan produk olahan rumput laut yang bernilai tambah. Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budidaya Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Rahmat Mulianda mengemukakan, tren global untuk pengembangan ekonomi biru atau pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan merupakan peluang bagi industri rumput laut Indonesia yang memiliki potensi pasar besar. Dari data Organisasi untuk Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi (OECD) 2018, potensi ekonomi biru secara global senilai 1,5 triliun USD per tahun dan diprediksi mencapai lebih dari 3 triliun USD pada tahun 2030. Ini, disebabkan pemanfaatan bahan laut untuk produksi pangan, kosmetik, dan obat makin meningkat.

Produksi rumput laut dunia mencapai 35,8 juta ton yang bersumber dari 49 negara. Dari jumlah itu, 27,86 % produksi datang dari Indonesia. Indonesia menempati peringkat kedua produsen rumput laut tropis setelah China. Namun, nilai ekspor rumput laut Indonesia masih rendah karena sebagian besar produk yang diekspor berupa bahan baku, yakni rumput laut kering. Dalam peta jalan rumput laut yang disusun Kemenko Bidang Perekonomian, penguatan industri hilir ditargetkan pada 2021, yakni 20 % ekspor berupa rumput laut olahan, namun, tidak tercapai karena ekspor produk olahan hanya 7 %.”Akan dikaji upaya mengurangi ekspor rumput laut kering dan memperkuat industri dalam negeri secara bertahap,” kata Rahmat, Selasa (25/10) di Jakarta. (Yoga)


Distribusi Pangan Pokok Makin Efisien

25 Oct 2022

Distribusi perdagangan sejumlah pangan pokok pada 2021 semakin efisien. Penurunan margin perdagangan dan pengangkutan atau MPP menjadi indikatornya. Kendati begitu, MPP tetap perlu dijaga untuk mengantisipasi imbas kenaikan harga pupuk dan BBM. Komoditas pangan pokok yang distribusi perdagangannya semakin efisien adalah beras dan cabai merah. Hal itu terungkap dalam laporan BPS bertajuk ”Distribusi Perdagangan Komoditas Beras Indonesia 2022” dan ”Distribusi Perdagangan Komoditas Cabai Merah Indonesia 2022” yang dipublikasikan di Jakarta, Senin (24/10). Pola distribusi perdagangan beras dari produsen ke konsumen akhir pada 2021 semakin efisien karena satu rantainya terputus. Pendistribusian beras hanya melewati satu rantai distribusi, yakni pedagang eceran. Beras dari produsen paling banyak didistribusikan ke pedagang eceran, yakni 25,26 %. Hal ini membuat MPP beras tahun 2021 turun 10,16 % menjadi 11,31 % dari MPP 2020 yang tercatat 21,47 %. Semakin rendah MPP sebuah komoditas, semakin pendek dan efisien distribusinya.

Untuk cabai merah, pola distribusinya pada 2021 dibandingkan dengan tahun 2019 masih sama. Pendistribusiannya ke konsumen akhir memiliki tiga rantai, yaitu produsen, pedagang pengepul, dan pedagang eceran. Akan tetapi, MPP cabai merah turun 20,90 % dari 61,39 % pada 2019 menjadi 40,41 % pada 2021. Peran perdagangan antara daerah surplus dan deficit yang dimotori oleh pemerintah serta BUMN berkontribusi signifikan terhadap penurunan MPP. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Demak Hery Sugiartono berpendapat, pandemi Covid-19 mengubah pola distribusi pangan pokok di Indonesia, termasuk beras dan cabai merah. Terputusnya distribusi akibat pembatasan mobilitas melahirkan sejumlah aplikasi yang menjembatani langsung antara produsen dan konsumen akhir. (Yoga)


KELISTRIKAN NASIONAL : POTENSI CUAN PENGAKHIRAN PLTU

25 Oct 2022

Program pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap berbasis batu bara dinilai bisa menjadi alternatif investasi yang menguntungkan jika dilakukan dengan skema yang tepat, karena memiliki kepastian pendapatan dari penjualan listriknya. Skema kerja sama yang dilakukan PT PLN (Persero) dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dipandang sebagai salah satu langkah tepat untuk dilakukan dalam program pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU. Direktur Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan bahwa PLN bisa mendapatkan dana segar dari penjualan PLTU 2 Jawa Barat-2 di Pelabuhan Ratu dengan kapasitas 3x350 MW, yang kemudian bisa digunakan untuk mengembangkan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Dari sisi PTBA, perseroan bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan listrik ke PLN yang memang selama ini diplot sebagai standby buyer tenaga listrik dari seluruh pembangkit listrik yang ada di Nusantara. PTBA bahkan telah mengalkulasi setidaknya perseroan bisa memperoleh Rp6 triliun per tahun dari penjualan listrik PLTU tersebut. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belakangan memang secara terbuka mengajak para pelaku usaha dan lembaga keuangan untuk mau berkolaborasi membantu pembiayaan transisi energi di Indonesia, termasuk program pensiun dini PLTU. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan setidaknya US$1 triliun pada 2060 untuk investasi energi terbarukan. Jumlah tersebut semakin meningkat seiring dengan langkah pensiun dini PLTU untuk mempercepat transisi energi.

Berpeluang Jadi Safe Haven, Emas Bakal Balik Menguat

24 Oct 2022

Emas menjadi salah satu aset investasi dengan kinerja terburuk di tahun ini. Namun para analis menyebut emas masih berpeluang menjadi aset investasi yang aman alias safe haven di tengah kekalutan global. Harga emas di pasar spot pada Jumat (21/10) naik 1,82% menjadi US$ 1.657,69 per ons troi. Namun, sepanjang tahun ini, harga emas turun 9,36%. Kondisi sama juga dialami harga emas logam mulia Antam. Dibandingkan harga jual Antam pada akhir 2021 dan harga buyback Antam per Jumat (21/10), investor emas Antam masih merugi 13,11%. Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf memperkirakan, harga emas Antam masih dalam tekanan hingga akhir tahun ini. Sebab, The Fed bakal menaikkan bunga sebesar 125 basis poin (bps) sebelum tutup tahun 2022.