;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

PENGAMAN PASOKAN BATU BARA

03 Nov 2022

Pasokan batu bara untuk pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) tengah memasuki periode krusial. Beragam tantangan seperti cuaca buruk, ketersediaan alat angkut, hingga harga yang kian tinggi di akhir tahun berisiko mengganggu aliran batu bara untuk PLN. Apalagi, jika berkaca pada situasi tahun lalu, terjadi polemik lantaran kekurangan pasokan batu bara yang lebar pada sistem pembangkit listrik milik PLN. Bahkan menurut laporan terbaru Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), konsekuensi dari kondisi tersebut adalah terjadi peralihan pemanfaatan energi yang signifikan dari batu bara ke bahan bakar minyak (BBM) sepanjang tahun lalu. BPK mencatat, rencana kebutuhan batu bara PLN sepanjang 2021 mencapai 82,24 juta ton. Hanya saja, realisasi pasokan hanya sekitar 66,85 juta ton. Tak ayal, pemerintah pun sempat menyetop ekspor batu bara demi mengamankan pasokan untuk PLN demi menjaga kelistrikan nasional. Agar tidak kembali terulang, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun mewanti-wanti pelaku usaha untuk untuk memenuhi kewajiban pasar domestik alias domestic market obligation (DMO). Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan bahwa pelaku usaha pertambangan batu bara harus sudah menumpuk stok batu bara menjelang cuaca ekstrem pada akhir tahun ini. Hal itu dilakukan agar kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik milik PLN tetap bisa dipenuhi. Saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Arifin menegaskan tidak akan segan mencabut izin ekspor batu bara perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban DMO hingga akhir tahun ini. Perihal situasi tersebut, Singgih Widagdo, Ketua Indonesian Mining & Energy Forum (IMEF), mengingatkan bahwa pasokan batu bara untuk pembangkit listrik perlu ditingkatkan. Apabila sejauh ini ketahanan pasokan batu bara sekitar 15 hari operasi (HOP), maka PLN harus mulai menambahnya jadi minimal 20 HOP.

Kenaikan Harga Beras Patut Diwaspadai

03 Nov 2022

Harga beras dan tahu-tempe terus merangkak naik di tengah penurunan harga sejumlah komoditas pangan lain. Kenaikan harga beras disebabkan pola musiman serta imbas kenaikan harga bahan bakar  minyak dan pupuk, sedangkan harga tahu tempe dipicu kenaikan harga kedelai global. BPS mencatat, harga beras pada tahun ini merangkak naik sejak Agustus 2022. Harga beras waktu itu Rp 11.555 per kg, kemudian naik menjadi Rp 11.720 per kg pada September 2022 dan Rp 11.850 per kg pada Oktober 2022. Hal itu membuat beras mengalami inflasi 1,3 % secara bulanan pada Oktober 2022.

Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Hery Sugiartono, Rabu (2/11) mengatakan, setiap memasuki musim tanam pertama, harga beras pasti naik. Namun, kenaikan harga beras tahun ini diperkirakan tidak akan terlalu tinggi. Pada Desember 2022 hingga awal Januari 2023, sejumlah daerah di Demak yang merupakan salah satu lumbung beras nasional bakal panen. Daerah-daerah tersebut sudah tanam padi lebih dini karena didukung kemarau basah. ”Meskipun begitu, kenaikan harga beras itu tetap perlu dicermati dan diantisipasi. Kenaikan harganya tidak hanya karena pola musiman, tetapi juga akibat imbas kebaikan harga BBM dan pupuk,” ujarnya ketika dihubungi dari Jakarta. (Yoga)


Mulai 2023 Jerman akan Membatasi Harga Energi

03 Nov 2022

Pemerintah Jerman pada Rabu (2/11) menyatakan, mulai awal 2023 pihaknya berencana membatasi harga energi. Kebijakan ini menjadi landasan paket besar-besaran senilai 200 miliar euro (US$ 198 miliar) untuk mengurangi tekanan inflasi pada rumah tangga dan dunia usaha. Intervensi di pasar energi utama ini akan membuat harga untuk persentase penggunaan gas konsumen dibatasi mulai 1 Januari 2023 untuk industri dan paling lambat 1 Maret 2023 untuk rumah tangga. “Pemerintah akan mengupayakan agar pembatasan harga untuk rumah tangga dapat mulai berlaku Februari 2023 dan berlaku surut,” bunyi dokumen Pemerintah Jerman yang dilansir AFP. Sementara itu, batas harga serupa untuk listrik akan berlaku mulai Januari 2023.

Pemerintah Jerman juga akan menalangi satu kali untuk menutupi biaya pemanas untuk rumah tangga dan usaha kecil dan menengah pada Desember tahun ini. Sementara itu, batas harga energi ini akan berlaku hingga akhir April 2024. Kanselir Jerman Olaf Scholz dijadwalkan bertemu dengan perdana menteri negara-negara bagian pada Rabu malam waktu setempat untuk menyelesaikan rincian paket tersebut. Menjelang pertemuan para pemimpin daerah mendesak pemerintah federal untuk menerapkan pembatasan harga gas untuk rumah tangga lebih awal. “Orang-orang membutuhkan perlindungan yang kuat dari lonjakan biaya-biaya, terutama di bulan-bulan dingin Januari dan Februari, ketika mereka menggunakan pemanas secara intensif,” kata Hendrik Wuest, perdana menteri negara bagian North Rhine-Westphalia kepada majalah Der Spiegel. (Yoga)


Stok Pangan Melimpah Picu Deflasi Oktober 2022

03 Nov 2022

Deflasi 0,11% secara bulanan (month to month/mtm) pada Oktober 2022 dipicu penurunan harga produk hortikultura, karena stok melimpah. Adapun rambatan dampak kenaikan tarif BBM terus mengecil. “Melimpahnya stok pangan hortikultura mendorong penurunan harga, seperti pada aneka cabai, produk unggas, dan tomat. Di sisi lain, harga beras mengalami peningkatan dipengaruhi oleh kelangkaan pupuk dan pengaruh cuaca yang mengganggu produksi panen gadu,” ucap Kepala BKF Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu, Rabu (2/11). Pemerintah, kata dia, terus melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi komoditas  pangan agar inflasi pangan tetap terkendali.

“Dana insentif daerah juga terbukti efektif mendorong daerah untuk lebih bekerja keras lagi dalam pengendalian inflasi di wilayahnya,” ucap Febrio. Dia mencatat, inflasi inti naik secara moderat, mencapai 3,3% secara tahunan (year on year/yoy), sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,2% (yoy), didorong oleh kenaikan inflasi beberapa kelompok pengeluaran, seperti perumahan, transportasi, pendidikan, dan jasa penyediaan makanan dan minuman/restoran. “Kenaikan inflasi inti mencerminkan peningkatan permintaan domestik secara keseluruhan, sejalan dengan membaiknya kondisi pandemi,” kata Febrio. Sementara itu, inflasi administered price bergerak stabil sebesar 13,3% (yoy), didorong oleh dampak lanjutan penyesuaian harga BBM di September 2022. (Yoga)



KKP Ajak Investor Garap Industri Rumput Laut

03 Nov 2022

KKP mengajak pelaku usaha atau investor untuk menggarap potensi industri pengolahan rumput laut di Indonesia guna meningkatkan daya saing dan nilai ekspor produk tersebut di pasar dunia. Sampai September 2022, ekspor rumput laut Indonesia mencapai 180.600 ton senilai US$ 455,7 juta dengan negara tujuan utama Tiongkok, meningkat 93% dibanding periode sama tahun 2021. Demikian disampaikan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono saat membuka Seaweed Investment Forum+Festival (SIFFEST) 2022 dengan tema Investasi dan Inovasi Bisnis Emas Hijau Indonesia yang berlangsung hybrid dari Surabaya, Jatimr, Selasa (01/11). “Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah temu bisnis dan investasi bagi para pemangku kepentingan dalam rangka menarik minat investasi dan pengembangan usaha rumput laut nasional," ungkap Trenggono. 

Namun demikian, kata Trenggono, yang menjadi tantangan adalah sebagian besar produk ekspor rumput laut masih didominasi rumput laut kering sebesar 93,2%. Hal itu menunjukkan bahwa nilai tambah rumput laut belum dimanfaatkan sepenuhnya di dalam negeri. “Dengan berkembangnya inovasi dan teknologi, rumput laut sebenarnya dapat diolah menjadi beragam produk bernilai tambah dan manfaat serta memiliki nilai ekonomis tinggi. Di antaranya menjadi bahan pangan dan nonpangan, seperti pakan ternak/ikan, pupuk, kosmetik, dan juga farmasi. Rumput laut juga mampu menyerap karbon,” jelas Trenggono dalam keterangannya. Indonesia merupakan produsen rumput laut tropis terbesar di dunia dengan produksi 9,6 juta ton per tahun. Selama ini, rumput laut juga termasuk unggulan ekspor produk perikanan RI.  (Yoga)

Bayar Kompensasi Energi, APBN Masih Surplus

02 Nov 2022

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperkirakan masih akan mencetak surplus hingga akhir Oktober 2022. Padahal, pemerintah mempunyai sejumlah kebutuhan yang cukup besar di bulan lalu, yakni pembayaran kompensasi energi ke PT Pertamina dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan (Kemkeu) Isa Rachmatarwata mengatakan, pemerintah telah membayarkan utang kompensasi kepada dua perusahaan energi pelat merah tersebut senilai Rp 163 triliun. Pembayaran ini dilakukan setelah dilakukan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Penurunan Harga Komoditas Pangan Picu Deflasi

02 Nov 2022

Penurunan harga sejumlah komoditas pangan mendorong terjadinya deflasi pada Oktober 2022. Kendati demikian, ancaman inflasi tinggi tetap ada ke depan mengingat kenaikan harga BBM belum tertransmisi sepenuhnya ke harga barang dan jasa pada sektor-sektor yang terdampak. BPS, Selasa (1/11) mengumumkan, berdasarkan perkembangan indeks harga konsumen Oktober 2022, terjadi deflasi 0,11 % dibandingkan bulan sebelumnya (month to month). Perkembangan harga saat ini relatif lebih terkendali dibandingkan September 2022 yang mencatat inflasi bulanan 1,17 %. Dengan demikian, secara tahunan,inflasi per Oktober sebesar 5,71 %, sedikit melandai dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 5,95 %.

BPS mencatat, deflasi Oktober 2022 didorong oleh turunnya harga-harga pada kelompok harga bergejolak serta kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. Komoditas pangan yang harganya turun, antara lain, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan cabai rawi ”Bisa  dikatakan, deflasi yang terjadi pada komoditas-komoditas pangan itu yang membuat laju inflasi lebih tertahan di bulan Oktober,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, Selasa. (1/11). (Yoga)


Pertamina Sesuaikan Harga BBM

02 Nov 2022

Per Selasa (1/11/2022), harga pertamax turbo turun menjadi Rp 14.300 per liter, sementara harga dexlite dan pertamina dex naik masing-masing menjadi Rp 18.000 per liter dan Rp 18.550 per liter. Adapun harga pertamax tetap, yakni Rp 13.900 per liter. Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, harga BBM bersifat fluktuatif mengikuti perkembangan tren minyak dunia. (Yoga)

RENYAH KREASI OLAHAN EDAMAME JEMBER

02 Nov 2022

Edamame menjadi komoditas pertanian Kabupaten Jember, Jatim, yang mampu merambah pasar ekspor. Di pasar regional, produk olahan edamame berupa aneka kudapan renyah juga memperkaya khazanah oleh-oleh khas daerah dan menggerakkan perekonomian lokal. Sejumlah ibu rumah tangga di Desa Curah Kates, Kecamatan Ajung, berkumpul di dapur rumah Nuryanik (36), Sabtu (15/10). Ada yang membuat minuman rempah, ada yang menggoreng rempeyek mukimame, yakni polong edamame yang sudah dimasak dan dikupas bersih, kesibukan ini berlangsung di sela rutinitas mereka mengurus keluarga, terutama mengasuh anak-anak yang masih kecil. Nuryanik juga mengembangkan produk diversifikasi olahan. Contohnya minuman sehat berbahan sari edamame yang diolah dengan rempah

Kampung ini setidaknya memberdayakan 13 ibu rumah tangga untuk membuat aneka makanan olahan dengan bahan baku edamame, komoditas pertanian yang dikembangkan petani di Jember selama dua dekade belakangan. Produk yang dihasilkan antara lain edamame krispi merek Enak’e, pia edamame, dan peyek edamame. Ketiga jenis produk ini telah diterima pasar dengan baik yang ditandai mengalirnya pesanan secara terus-menerus. Edamame krispi, misalnya, telah didistribusikan di sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Bali, Surabaya, dan Bangka Belitung. Ketiga produk ini juga mulai dipasarkan di luar negeri meski volumenya masih terbatas, yakni berdasarkan pesanan pembeli. Pengembangan pasar dilakukan melalui pasar tradisional atau penjualan secara luring dan penjualan daring menggunakan beragam platform media sosial.

Pemberdayaan perempuan Pendamping pelaku UMKM di Kampung Edamame, Hafid Raharjo, mengatakan, pemberdayaan ibu-ibu di Desa Curah Kates tak lepas dari peran PT GMIT, anak perusahaan Austindo Nusantara Jaya (ANJ), melalui program tanggung jawab pengembangan (responsible development), untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar perusahaan agar mereka mampu menjadi wirausaha mandiri. Dari segi penjualan produk, Kampung Edamame berhasil mencatatkan transaksi Rp 108 juta sampai dengan September 2022. Transaksi itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 61 juta. Hafid optimistis penjualan produk olahan edamame terus naik pada tahun depan. Hingga kini banyak terobosan yang dilakukan untuk menggenjot penjualan dengan menggencarkan promosi produk olahan edamame melalui pameran berskala lokal dan internasional di sejumlah kota, seperti di Jember dan Jakarta. (Yoga)


Bertahan Saat Permintaan Tertekan

02 Nov 2022

Para pelaku industri persepatuan mulai kewalahan meredam dampak anjloknya permintaan ekspor yang diperkirakan berlangsung hingga paruh pertama tahun depan. Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Firman Bakri, mengatakan permintaan produk garmen berorientasi ekspor ini turun hingga 50 % sejak Juli 2022. Konflik dagang dan politik di sejumlah negara pengimpor sepatu utama menjadi pemicunya. “Kami bertahan lewat efisiensi jumlah pekerja atau setidaknya lewat pengurangan arus produksi,” tuturnya kepada Tempo, kemarin.

Di tengah masa pemulihan ekonomi, permintaan produk tekstil, kulit, dan alas kaki menjadi salah satu yang paling moncer hingga pertengahan tahun ini. Nilai ekspor produk sepatu sempat melonjak dari US$ 659,4 juta pada Januari 2022 menjadi US$ 722,3 juta pada Mei lalu. Menurut Firman, permintaan ekspor pada Agustus 2022 masih tercatat tumbuh 36 % secara tahunan. Berdasarkan catatan Kemenperin, volume produksi produk alas kaki naik 33,42 % dari 793,8 juta pasang pada 2020 menjadi 1,05 miliar pasang pada 2021. Tanpa kejutan konflik global, volume produksi diprediksi akan naik hingga 1,2 miliar pasang per tahun.

Optimisme itu sontak suram akibat gejolak inflasi dan memanasnya konflik dagang di AS dan Cina, yang merupakan dua negara tujuan utama ekspor sepatu Indonesia. Pada periode Januari-Agustus 2022, nilai ekspor sepatu ke AS, tertinggi dibanding tujuan lain, mencapai US$ 1,892 miliar. Dalam jangka waktu serupa, nilai ekspor ke Cina berada di tempat ketiga senilai US$ 568 juta. “Permintaannya turun drastis. Yang permintaannya masih normal juga hanya bisa menghabiskan stok hingga akhir tahun,” ucap Firman. (Yoga)