Lingkungan Hidup
( 5781 )Operasi Beras Diperkirakan Naik 2-4 Kali Lipat
Perum Bulog memperkirakan jumlah beras yang disalurkan melalui operasi pasar pada Januari-Februari 2023 naik 2-4 kali lipat dibandingkan awal 2022 yang tercatat 66.073 ton dan 51.890 ton. Direktur Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional Budi Wuryanto, Jumat (23/12) memperkirakan panen belum terjadi pada Januari. Operasi pasar diperlukan guna meredam harga beras dan inflasi. (Yoga)
Pelemahan Harga Saham Batu Bara Dinilai Wajar
JAKARTA, ID – Harga saham-saham batu bara yang terdepresiasi pada akhir pekan ini dinilai wajar karena pengaruh sentimen global. Kabar India yang berencana menggenjot produksi batu bara menjadi 1,34 miliar metrik ton (mt), atau naik 47,40% pada tahun 2026 hingga 2027 membuat harga saham-saham emiten batu bara tergerus. Pada perdagangan Jumat (23/12), harga saham emiten emiten batu bara dengan market cap tinggi seperti PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) tergerus sebesar 3,50%, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) juga menyusut 1,16%, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) turun 0,53%, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) minus 0,43%. Menurut Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan (PUSHEP) Bisman Bakhtiar, penurunan tersebut disebabkan oleh pasokan batu bara di pasar dunia yang sudah mulai normal, ditandai dengan membaiknya pasokan produksi dari negara-negara besar seperti Tiongkok dan India. (Yetede)
NORMALISASI HARGA BATU BARA : RMKE Pacu Volume Angkut
PT RMK Energy Tbk. meningkatkan volume pengangkutan sebagai langkah antisipatif atas ekspektasi normalisasi harga batu bara tahun depan. Perseroan mencatat, sepanjang Januari—November 2022 emiten bersandi saham RMKE itu mengangkut 6,94 juta ton batu bara, naik 27,06% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni 5,46 juta ton. Adapun, pengangkutan pada November 2022 berjumlah 754.200 ton, naik 52,81% dibandingkan dengan November tahun lalu yakni 493.550 ton. Direktur Keuangan RMKE Energy Vincent Saputra, mengatakan capaian per bulan lalu itu setara dengan 88,78% dari target sepanjang tahun ini. “Guna mengantisipasi normalisasi harga batu bara yang mungkin terjadi di masa depan, Perseroan terus berupaya meningkatkan volume batu bara untuk memenuhi kebutuhan energy security yang mendesak beberapa tahun ke depan,” jelasnya, Jumat (23/12).
Emiten Batu Bara Tebar Dividen Interim Rp 25 Triliun
JAKARTA, ID – Sebanyak empat emiten batu bara membagikan dividen interim tahun buku 2022 sebesar Rp 25,7 triliun, seiring berkibarnya kinerja keuangan. Mereka adalah PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM). Kamis (22/12/2022), Adaro Energy mengumumkan pembayaran dividen interim sebesar US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,7 triliun dengan kurs rupiah Rp 15.500 per dolar AS. Dengan patokan kurs sama, dividen interim per saham Adaro mencapai Rp 248. Perseroan akan menggunakan kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) pada 3 Januari 2023 sebagai patokan konversi pembagian dividen interim. Sebelumnya, Bayan membagikan dividen interim tahun buku 2022 sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 15,5 triliun, setara US$ 0,03 per saham, Harum Energy Rp 1 triliun, dan Baramulti US$ 97 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun. (Yetede)
Tak Gentar Melarang Ekspor Mineral Mentah
Presiden Joko Widodo mengumumkan lanjutan larangan ekspor mineral mentah dari dalam negeri. Setelah melarang ekspor nikel sejak 1 Januari 2020, yang kemudian menuai gugatan di Organisasi Pedagang Dunia (WTO), Indonesia bersiap menerapkan larangan ekspor bauksit mentah, termasuk yang sudah dicuci, atau bauksit bersih, mulai Juni 2023. Larangan ekspor tersebut akan diikuti dengan penghiliran bauksit ke produk olahan dengan nilai yang lebih mahal, dengan harapan ada pembukaan lapangan kerja dan peningkatan penerimaan devisa. "Dari industrialisasi bauksit didalam negeri ini, kami perkirakan pendapatan negara meningkat dari Rp 21 triliun menjadi kurang lebih Rp 62 triliun," kata Jokowi, Rabu lalu. Bahkan Jokowi mengaku siap menghadapi gugatan berbagai negara atas larangan ekspor tersebut. (Yetede)
Antara Pengendalian Pasokan dan Isu Resesi Global
Harga komoditas logam industri akan kian terpuruk di tahun depan. Pasalnya, potensi resesi Amerika Serikat (AS) terbuka lebar. Sejatinya pelemahan harga di komoditas logam industri sudah terjadi di sepanjang tahun ini. Cuma nikel yang tren harganya relatif kuat.
Sejatinya faktor utama pelemahan harga komoditas logam industri adalah faktor eksternal. Tapi Indonesia, sebagai salah satu produsen komoditas logam industri, melakukan beberapa upaya untuk mengendalikan pasokan. Efeknya memang bisa membantu harga komoditas logam industri bergerak naik.
Tapi sulit memastikan kebijakan larangan ekspor kali ini akan menaikkan harga komoditas. Masalah utama saat ini adalah potensi resesi global di tahun depan. Jika benar terjadi, bullish harga komoditas bakal sulit berlanjut.
Saat ini, sumber dari kecemasan pasar adalah kondisi ekonomi global, terutama AS. Ada pergeseran kecemasan dari inflasi menjadi resesi, juga dari masalah gangguan supply chain menjadi isu over supply. Kondisi ini juga dimaknai dengan lesunya permintaan.
NET ZERO EMISSION : MIGAS TETAP JADI PENOPANG PASOKAN ENERGI
Industri minyak dan gas bumi tetap akan mendapat tempat dalam upaya net zero emission yang terus didorong pemerintah guna memastikan pemenuhan kebutuhan energi di tengah pertumbuhan ekonomi. Sugeng Suparwoto, Ketua Komisi VII DPR, mengatakan bahwa migas tetap akan menjadi urat nadi dari pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Untuk itu, pemerintah harus memikirkan cara mengurangi emisi yang dihasilkan dari energi fosil tersebut. Dia menjelaskan bahwa porsi energi baru dan terbarukan (EBT) dalam bauran energi pada 2050 diproyeksi hanya sebesar 31%. Artinya, 69% sisanya masih akan diisi oleh energi fosil, baik itu bahan bakar minyak (BBM), batu bara, maupun gas bumi. “Dunia juga saat ini masih sangat bergantung kepada energi fosil. Hal itu terlihat dari OPEC+ yang masih memproduksi sekitar 100 juta barel minyak per hari,” katanya dalam Forum Transisi Energi, Kamis (22/12). Langkah lain yang bisa dikerjakan adalah mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi sebagai energi antara, karena komoditas tersebut lebih rendah emisi. Selain itu, pemanfaatan gas bumi juga bisa mengurangi impor liquefied petroleum gas (LPG) yang selama ini membebani anggaran negara. “Pemerintah juga harus konsisten dalam upaya peningkatan produksi migas nasional, karena hingga kini masih ada sekitar 68 cekungan migas yang belum dikelola, dan kebanyakan adalah gas bumi,” ujarnya. Shinta Damayanti, Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), mengatakan bahwa meski secara persentase porsi energi fosil turun dalam bauran energi, tetapi secara volume terus naik secara signifikan.
Operasi Pasar Capai Rekor
Hingga Kamis (22/12) realisasi penyaluran cadangan beras pemerintah melalui program ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga atau operasi pasar mencapai 1,2 juta ton, yang dinilai terbesar dan mencerminkan tingginya harga beras di pasaran. Dirut Perum Bulog Budi Waseso, dalam keterangannya, Kamis (22/12) menyatakan, angka penyaluran beras melalui operasi pasar itu merupakan yang terbesar sepanjang sejarah berdirinya Bulog. Jumlahnya masih akan bertambah hingga akhir tahun. Enam tahun terakhir, realisasi operasi pasar beras tak setinggi tahun ini. Jumlah penyaluran cadangan beras pemerintah (CBP) untuk operasi pasar tahun 2016, misalnya, 303.041 ton. Sementara pada 2017 mencapai 58.100 ton, lalu berturut-turut 544.716 ton (2018), 617.497 ton (2019), 1,027 juta ton (2020), dan 767.868 ton (2021). Dengan adanya tambahan stok CBP dari impor, Budi menambahkan, Bulog akan menggelar operasi pasar secara masif. Sebelumnya, pemerintah menugaskan Bulog mengimpor beras 200.000 ton hingga akhir 2022 dan 300.000 ton pada awal 2023. Menurut Budi, kebijakan impor dapat menahan laju kenaikan harga beras, salah satunya dari sisi psikologis.
Realisasi impor menunjukkan adanya kepastian suplai. Begitu pasar tahu, harga beras dapat mulai terkendali. Per Kamis, stok beras yang dikelola Bulog mencapai 399.000 ton, terdiri dari beras komersial 212.000 ton, CBP serapan dalam negeri 167.000 ton, dan CBP impor 20.000 ton. Realisasi pengadaan dalam negeri hingga kini mencapai 991.000 ton, sedangkan impor 20.103 ton. Menurut anggota Dewan Penasihat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bayu Krisnamurthi, besarnya jumlah penyaluran CBP untuk operasi pasar mencerminkan tingginya harga beras di pasar. Harga beras yang tinggi saat ini disebabkan kenaikan ongkos produksi, terutama pupuk dan energi, serta kebijakan fleksibilitas yang memperbolehkan Bulog menyerap gabah/beras di atas harga pembelian pemerintah yang ditetapkan Rp 4.200 per kg untuk gabah kering panen di petani dan Rp 8.300 per kg untuk beras. Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kemendag menunjukkan, harga beras medium per Kamis (22/12) Rp 11.200 per kg, lebih tinggi dibandingkan tanggal yang sama tahun sebelumnya Rp 10.300 per kg. (Yoga)
Ekspor Bijih Bauksit Dihentikan Mulai Juni 2023
Pemerintah Indonesia memutuskan menghentikan ekspor bauksit mentah mulai Juni 2023. Keputusan itu didasarkan pada penghentian ekspor bijih nikel yang malah memberikan peningkatan nilai ekspor pada komoditas turunan nikel. Penghentian ekspor bijih nikel sejak 2020 meningkatkan nilai ekspor komoditas turunan nikel dari hanya 1,1 miliar USD atau Rp 17 triliun pada akhir 2014 menjadi 20,9 miliar USD atau Rp 326 triliun pada 2021. Presiden Jokowi memperkirakan tahun 2022 ekspor nikel bisa melebihi Rp 468 triliun atau 30 miliar USD. Keberhasilan ini akan dilanjutkan dengan penghentian ekspor bahan mentah dari komoditas lain. ”Mulai Juni 2023, pemerintah akan memberlakukan pelarangan ekspor bijih bauksit dan mendorong industri pengolahan dan pemurnian bauksit di dalam negeri,” kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (21/12). Pada awal penghentian ekspor bijih bauksit ini, diakui Presiden Jokowi, akan menyebabkan nilai ekspor menurun. Namun, seperti saat menghentikan ekspor bijih nikel, lompatan nilai ekspor mulai terasa pada tahun kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya.
Industrialisasi bauksit di dalam negeri ini diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan negara dari Rp 21 triliun menjadi Rp 62 triliun. ”Jadi, saya sampaikan ke menteri, jangan ragu-ragu, jangan bimbang mengenai policy ini, kita harus yakin,” kata Presiden. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, penghentian ekspor bijih bauksit mencakup semua jenis bauksit mentah, termasuk bijih yang dicuci. Semua bijih bauksit harus diproses di Indonesia mulai Juni 2023. Pengaturan ini mendorong penghematan impor aluminium. Saat ini, Indonesia masih mengimpor aluminium 2 miliar USD per tahun. Setelah hilirisasi, penghematan devisa dari impor aluminium bisa dilakukan. Saat ini, ujar Airlangga, sudah ada empat fasilitas pemurnian (smelter) bauksit di dalam negeri dengan kapasitas 4,3 juta ton, juga pembangunan smelter bauksit dengan kapasitas input 27,41 juta ton, sedangkan kapasitas produksinya 4,98 juta ton. Sementara itu, cadangan bauksit Indonesia masih 3,2 miliar ton. (Yoga)
Cegah Aksi Ambil Untung dari Beras Impor
Pemerintah dan Perum Bulog dinilai perlu mengawasi secara ketat penyaluran beras impor. Disparitas harga berpotensi dimanfaatkan oleh spekulan untuk mengambil untung. Aksi ambil untung dikhawatirkan membuat target meredam harga tak tercapai. Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal mengatakan, beras impor akan dijual Rp 8.300 per kg di tingkat gudang. ”Kami bersama Satgas Pangan akan mengawasi agar beras ini dijual dengan skema harga beras medium (meski kualitasnya premium),” katanya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (20/12). Per Selasa kemarin, beras impor yang telah tiba di Indonesia sekitar 24.000 ton. Beras itu merupakan bagian total impor 200.000 ton dari Thailand (130.000 ton), Vietnam (60.000 ton), dan Pakistan (10.000 ton) yang ditargetkan terealisasi hingga akhir 2022. Harga rata-rata beras medium di pasar tradisional, menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis, per Selasa (20/12), berkisar Rp 12.350 per kg-Rp 12.550 per kg.
Anggota Dewan Penasihat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), Bayu Krisnamurthi, menilai, dengan adanya selisih harga, ada pihak-pihak yang berpotensi membeli beras impor dan menjualnya kembali dengan harga premium. Bulog mesti memiliki strategi penyaluran yang tepat berdasarkan pergerakan harga berbasis wilayah serta jenis beras yang memicu inflasi. Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Whisnu Hermawan Februanto mengatakan, Satgas Pangan memantau penyaluran cadangan beras pemerintah agar tepat sasaran untuk kepentingan kelompok penerima manfaat serta program ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga. Pihaknya akan menyelidiki penimbunan, penahanan atau pengurangan distribusi, penetapan harga di luar ketentuan, serta tindakan lain yang mengganggu keamanan ketersediaan pasokan, distribusi, dan stabilitas harg (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









