Pelemahan Harga Saham Batu Bara Dinilai Wajar
JAKARTA, ID – Harga saham-saham batu bara yang terdepresiasi pada akhir pekan ini dinilai wajar karena pengaruh sentimen global. Kabar India yang berencana menggenjot produksi batu bara menjadi 1,34 miliar metrik ton (mt), atau naik 47,40% pada tahun 2026 hingga 2027 membuat harga saham-saham emiten batu bara tergerus. Pada perdagangan Jumat (23/12), harga saham emiten emiten batu bara dengan market cap tinggi seperti PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) tergerus sebesar 3,50%, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) juga menyusut 1,16%, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) turun 0,53%, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) minus 0,43%. Menurut Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan (PUSHEP) Bisman Bakhtiar, penurunan tersebut disebabkan oleh pasokan batu bara di pasar dunia yang sudah mulai normal, ditandai dengan membaiknya pasokan produksi dari negara-negara besar seperti Tiongkok dan India. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023