Lingkungan Hidup
( 5781 )Adaro Mineral Anggarkan Capex Batu Bara Rp1,2 Triliun
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk segmen batu bara metalurgi (hard coking coal) tahun 2023 sebesar US$ 70-90 juta atau Rp 1,3 triliun.Menurut Head of Corporate Com munication Febriati Nadira, belanja modal tersebut belum mencakup investasi smelter aluminium. Sebab, perseroan memproyeksikan financial close untuk proyek smelter alumunium baru tercapai semester I-2023.
“Jadi, kami akan membuat pengumuman lebih lanjut mengenai porsi ekuitas di kemudian hari,” jelas Febriati dalam keterangan resmi, Rabu (15/2). Merujuk laporan operasional perseroan kuartal IV 2022, Adaro Mineral membukukan produksi batu bara sepanjang 2022 sebanyak 3,37 juta ton, meningkat dibandingkan produksi 2021 sebesar 2,3 juta ton. Febriati menegaskan, volume produksi ini melampaui panduan perseroan tahun 2022 berkisar 2,8-3,3 juta ton. Alhasil, volume penjualan batu bara sepanjang 2022 ber tumbuh sebesar 39% menjadi 3,2 juta ton dibandingkan 2021 sebanyak 2,3 juta ton. (Yetede)
Terseret Penurunan Harga Komoditas
JAKARTA-Pelemahan kinerja ekspor Indonesia tak lepas dari tren penurunan harga komoditas sumber daya alam (SDA) unggulan. Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS), M.Habibullah, menuturkan, setelah mengalami harga lonjakan fantastis sepanjang tahun lalu., kini sejumlah harga komoditas mulai merosot di tingkat global. Diantaranya batu bara dan nikel yang menunjukkan penurunan signifikan. "Ada juga minyak sawit, bijih besi, minyak mentah, dan gas alam yang harganya menurun dibanding pada 2022," ujarnya, kemarin. Sementara itu, tantangan lainnya datang dari Cina yang sudah membuka keran impor batu bara Australia. Begitu pula dengan India yang turut memacu produksi batu bara dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan logistik. "Ini akan berpotensi mengurangi pangsa batu bara Indonesia,". Menurut BPS, nilai ekspor Indonesia pada Januari 2023 sebesar US$ 22,31 miliar atau turun 6,36% dibanding Desember 2022, yang mencapai 23,83%. (Yetede)
WASWAS KUOTA BBM BERSUBSIDI
Pemerintah mesti waspada soal kuota Solar dan Pertalite. Pasalnya, hingga kini belum ada kejelasan perihal siapa saja yang berhak mengonsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi itu. Hal itu berisiko membuat kuota jebol.Jika kota BBM bersubsidi luber, imbasnya akan merembet ke mana-mana, salah satunya target defi sit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023, yakni di bawah 3%, bakal sulit dicapai.Berdasarkan simulasi yang dibuat Institute for Development of Economics and Finance (Indef), apabila kuota Pertalite dan Solar jebol dengan masing-masing mencapai 27,8% dan 12,8%, alokasi subsidi mesti ditambah hingga Rp51,9 triliun. Asumsinya, rerata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) tetap sama dengan ketetapan APBN 2023 di level US$90 per barel, sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS stagnan di level Rp14.800.
Kepala Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan Indef Abra Talattov, Selasa (14/2), mengatakan skenario tersebut menjadi alarm meskipun ICP dan kurs sejauh ini masih sesuai dengan APBN. Sebab, jika terjadi lonjakan kuota, katanya, belum tentu APBN bisa memenuhinya.
erlebih, kuota Solar yang tahun ini ditetapkan 17 juta kiloliter masih di bawah proyeksi pertumbuhan konsumsi BBM bersubsidi itu.“Mengacu pada APBN 2023, kuota Solar ditetapkan 17 juta kiloliter, di mana kuota yang ditetapkan tersebut di bawah proyeksi konsumsi Solar pada 2023,” kata Tutuka Ariadji, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM saat Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, Selasa (14/2).
Memastikan Subsidi Tepat Sasaran
Pemerintah dan DPR tengah melakukan pembahasan untuk menyusun skema penerima Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi agar penyalurannya lebih tepat sasaran.Kekhawatiran melonjaknya jumlah kuota BBM bersubsidi pada tahun ini muncul ketika terjadi kecenderungan peningkatan pemakaian dari bulan ke bulan. Dalam APBN 2023, kuota BBM Jenis Bahan Bakar Khusus Penguasan jenis Pertalite diperkirakan sebanyak 32,56 juta kilo liter, BBM Jenis Bahan Bakar Tertentu minyak tanah sekira 0,5 juta kilo liter dan minyak solar 17 juta kilo liter. Kuota BBM Pertalite pada tahun ini naik 2,6 juta kiloliter dibandingkan dengan kuota 2022 karena tren konsumsi masyarakat yang makin mendekati konsumsi normal pascapandemi. Kenaikan konsumsi itu memperlihatkan dua sisi mata uang yang berlawanan dampaknya terhadap keuangan negara. Di satu sisi, pertumbuhan konsumsi mencerminkan indikasi positif karena perekonomian mulai pulih, tetapi di sisi lain beban anggaran justru makin meningkat bila pemakaian BBM bersubsidi ternyata tidak tepat sasaran.
Untuk itu, harian ini berharap agar pendistribusian BBM bersubsidi bisa benar-benar tepat sasaran dengan dilakukannya pengendalian secara ketat. Pola subsidi BBM dari komoditas ke pola distribusi tertutup seyogianya dapat segera diwujudkan agar tepat sasaran sehingga secara tidak langsung memberikan perlindungan bagi masyarakat lemah atau berhak menerima dan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Strategi Pengadaan Digulirkan
Pemerintah menargetkan Perum Bulog memiliki cadangan beras pemerintah (CBP) 2,4 juta ton tahun ini. Sejumlah strategi digulirkan, seperti menggandeng penggilingan besar dan mengupayakan skema pembiayaan yang lebih murah bagi BUMN sektor pangan. Di sisi lain, petani mengingatkan ada potensi gangguan produksi dan panen akibat cuaca, banjir, dan virus kerdil. Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani pada masa panen raya Februari-Maret 2023 diperkirakan lebih tinggi dari tahun lalu. Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Selasa (14/2) mengatakan, pihaknya telah meminta Bulog segera merealisasikan 2,4 juta ton CBP tahun ini. Sekitar 70 % atau 1,68 juta ton ditargetkan terealisasi pada semester I-2023, sedangkan sisanya pada semester berikutnya.
Guna memenuhi CBP tahap pertama, Bulog diminta menyerap gabah petani pada panen raya Februari-Maret 2023. Terkait itu, badan pangan akan mempertemukan Bulog dengan pelaku usaha penggilingan besar agar bisa berkoordinasi dan bermitra. ”Kami berharap penggilingan besar bisa membantu Bulog merealisasikan 2,4 juta ton CBP saat panen raya hingga akhir tahun ini,” ujarnya. Dana yang dibutuhkan Bulog untuk merealisasikan CBP sebanyak itu Rp 19,9 triliun. Jumlah itu baru sebagian dari total dana yang dibutuhkan Bulog dan ID Food untuk pengadaan cadangan pangan pemerintah (CPP) yang mencapai Rp 41,1 triliun. Pembiayaan untuk pengadaan nantinya berasal dari pinjaman bank-bank milik pemerintah dengan bunga murah melalui mekanisme subsidi bunga. (Yoga)
Skema Penyelamatan BBM Bersubsidi Belum Jelas
Revisi Perpres No 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM yang mengatur penyaluran BBM bersubsidi belum jelas penyelesaiannya. Apabila revisi tak bisa tuntas tahun ini, kuota BBM bersubsidi tahun anggaran 2023 bisa kembali jebol. Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (14/2) mengatakan, percepatan penerbitan revisi Perpres No 191/2014 mendesak. Terdapat sejumlah pertimbangan terkait perlunya perbaikan perpres tersebut. Menurut Tutuka, pengaturan jenis BBM tertentu (JBT/biosolar dan minyak tanah) dan jenis BBM khusus penugasan (JBKP/pertalite) diperlukan agar tepat sasaran.
Pasalnya, saat ini belum ada pengaturan yang jelas untuk konsumen pengguna pertalite, sedangkan pengaturan pengguna biosolar dan minyak tanah yang berlaku masih terlalu umum sehingga menimbulkan multitafsir. ”Jika tidak dilakukan revisi Perpres Nomor 191 Tahun 2014, kuota solar bersubsidi dan pertalite tahun ini berpotensi akan terlampaui. Perlu pengaturan melalui revisi perpres itu agar dapat dilakukan pengendalian konsumsi sehingga subsidi menjadi lebih tepat sasaran,” ujar Tutuka. Tahun lalu, kuota solar bersubsidi yang ditetapkan sebanyak 15,1 juta kiloliter, realisasinya 17,83 juta kiloliter. Kuota pertalite yang ditetapkan 23,05 juta kiloliter, realisasinya 29,91 juta kiloliter. Untuk tahun ini, kuota solar bersubsidi dan pertalite ditetapkan masing-masing 17 juta kiloliter dan 32,56 juta kiloliter. (Yoga)
Kenaikan Harga Beras Belum Terkendali
Kenaikan harga beras di sejumlah daerah belum dapat dikendalikan. Namun, pemda mulai bergerak dengan menggelar operasi pasar murah di sejumlah titik untuk menekan kenaikan harga beras. Pada Selasa (14/2) harga beras di sejumlah pasar di Kota Semarang, Jateng, terpantau masih di atas harga eceran tertinggi (HET). Di Pasar Bulu, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, beras medium dibanderol paling murah Rp 12.000 per kg. Sementara harga beras premium Rp 15.000 per kg. ”Harga beras masih naik terus, berkisar Rp 1.000-Rp 2.000 per hari, belum ada penurunan sama sekali. Beberapa hari lalu sudah ada pendataan, katanya mau ada operasi pasar, tapi sampai hari ini belum dilakukan. Semoga bisa segera dilakukan supaya harga beras cepat turun,” kata Muji (63), pedagang bahan pokok di Pasar Bulu, Selasa.
Kadis Perindustrian dan Perdagangan Jateng M Arif Sambodo mengatakan, untuk menekan biaya distribusi, pemerintah akan memotong rantai pasok beras. Beras hasil panen dari petani akan diserap langsung oleh Bulog untuk dijual kepada masyarakat dengan harga di bawah HET. Kadis Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Magelang, Jateng, Basirul Hakim mengatakan, pihaknya meminta bantuan Bulog menyalurkan beras untuk kebutuhan operasi pasar (OP) di 13 pasar. ”Mengikuti situasi dan kebutuhan masyarakat di lapangan, kami juga akan menggelar pasar murah saat puasa,” ujarnya. Syarifah, pedagang di Pasar Borobudur, mengatakan, harga beras menunjukkan tren naik selama dua bulan terakhir. Harga beras kualitas medium tertinggi pada 2022 berkisar Rp 11.000 per kg. Kini, harga beras lebih dari 12.000 per kg kendati pasokannya lancar. ”Harga beras hanya bisa turun saat panen raya,” ujarnya. (Yoga)
Pasokan minyakita Puasa-Lebaran Aman
JAKARTA, ID – Meski permintaan Minyakita bakal melonjak hingga 30%, kebutuhan masyarakat saat Bulan Puasa dan Lebaran 2023 dipastikan tercukupi. Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta produsen menambah produksi hingga 50% menjadi 450 ribu ton dan mengawasi ketat jaringan penjualannya, untuk mengamankan minyak goreng murah program pemerintah ini agar tidak diselewengkan. “Jadi saya bisa pastikan, Insyaallah untuk Puasa dan Lebaran aman. Kami sudah antisipasi dengan menaikkan pasokan Minyakita hingga 50%, dari 300 ribu ton per bulan menjadi 450 ribu ton per bulan, selama Februari-April 2023,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Kasan Muhri dalam acara Kasih Paham BTV, Senin (13/02/2023) malam. Kasan mengatakan, kebutuhan minyak goreng rumah tangga secara nasional sebenarnya tidak terlalu banyak. “Dengan pasokan DMO (Domestic Market Obligation) sebanyak 300 ribu ton per bulan saja itu sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng rumah tangga. (Yetede)
KUE LEZAT BERNAMA PANAS BUMI, PT PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY (PGE): PROSPEK BISNIS PANAS BUMI SANGAT BESAR
Potensi panas bumi di Tanah Air masih memiliki ruang lebar untuk dimanfaatkan. Pasalnya, dengan potensi sekitar 40% dari potensi panas bumi dunia, Indonesia baru memanfaatkan kurang dari 10% sumber daya panas bumi.
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Ahmad Yuniarto mengatakan bahwa pemanfaatan panas bumi di Tanah Air saat ini baru sebatas untuk Pembangkitan Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). “Maka prospek bisnis panas bumi di Indonesia sangat besar. Value chain panas bumi juga belum dikembangkan secara optimal,” katanya kepada Bisnis baru-baru ini. Ahmad menuturkan potensi pengembangan panas bumi ke depan makin kuat dengan arah pembangunan pemerintah yang mengarah pada keberlanjutan dengan pengembangan bisnis energi baru terbarukan (EBT).
Pemerintah, katanya, telah menargetkan bauran EBT menjadi 23% dari total kebutuhan energi nasional pada tahun 2025. Hal ini sejalan dengan ambisi mencapai net zero emission pada tahun 2026.Hal itu, katanya, sejalan dengan perkiraan Wood McKenzie salah satu konsultan energi terkemuka di dunia. Wood McKenzie memperkirakan bahwa pada 10 tahun ke depan, kapasitas listrik terpasang dari panas bumi Indonesia bertambah sebesar 3,4 GW, dengan rata-rata produksi tahunan listrik sekitar 46,08 TWh atau 9,6% dari produksi listrik nasional.
Dengan potensi dan peluang besar itu, PGE optimistis dapat menjadi salah satu pemain utama sektor EBT khususnya panas bumi. Tambah lagi, PGE telah memiliki pengalaman panjang merintis dan membangun bisnis geothermal.
Ahmad mengatakan sebagai bagian dari subholding Pertamina Power Indonesia atau Pertamina New and Renewable Energy, PGE mendapatkan dukungan yang sangat kuat dari Pertamina sebagai perusahaan holding. PGE, katanya, menjadi ujung tombak dari upaya besar transisi energi di Pertamina. PGE berdiri sejak 12 Desember 2006, tetapi aktivitas bisnis geothermal sejatinya sudah dilakukan sejak 1974.
Selamatkan Petani dari Residu Pahit
Selamatkan Petani
dari Residu Pahit
Pasar gula konsumsi tahun ini diprediksi suram bagi
petani. Sebab, stok gula ditaksir berlebih, sementara
kuota impor gula mentah dialokasikan lebih tinggi.
Rembesannya dikhawatirkan membuat pasar ”banjir” gula
sehingga menekan harga gula dan tebu petani.
Kementerian Perdagangan menetapkan alokasi impor gula mentah (raw sugar) 3,6 juta ton untuk produksi gula
tahun 2023. Angka itu lebih tinggi dari kebutuhan impor
tahun 2022 yang 3,2 juta ton setara gula rafinasi atau 3,36
juta ton gula mentah.
Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia
(APTRI) Soemitro Samadikoen mengkhawatirkan kenaikan
alokasi itu karena berpeluang meningkatkan rembesan gula
rafinasi ke pasar gula konsumsi. Situasi 2018 dikhawatirkan
terjadi lagi. ”Petani akan babak belur karena gula impor
berpotensi membanjiri pasar. Ini mimpi suram bagi kami,”
ujarnya, Minggu (22/1/2023).
Sinyal banjir gula impor tahun 2023, menurut dia, sudah
terendus dari rencana importasi untuk konsumsi (gula kristal putih/GKP) tahun lalu. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









