Strategi Pengadaan Digulirkan
Pemerintah menargetkan Perum Bulog memiliki cadangan beras pemerintah (CBP) 2,4 juta ton tahun ini. Sejumlah strategi digulirkan, seperti menggandeng penggilingan besar dan mengupayakan skema pembiayaan yang lebih murah bagi BUMN sektor pangan. Di sisi lain, petani mengingatkan ada potensi gangguan produksi dan panen akibat cuaca, banjir, dan virus kerdil. Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani pada masa panen raya Februari-Maret 2023 diperkirakan lebih tinggi dari tahun lalu. Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Selasa (14/2) mengatakan, pihaknya telah meminta Bulog segera merealisasikan 2,4 juta ton CBP tahun ini. Sekitar 70 % atau 1,68 juta ton ditargetkan terealisasi pada semester I-2023, sedangkan sisanya pada semester berikutnya.
Guna memenuhi CBP tahap pertama, Bulog diminta menyerap gabah petani pada panen raya Februari-Maret 2023. Terkait itu, badan pangan akan mempertemukan Bulog dengan pelaku usaha penggilingan besar agar bisa berkoordinasi dan bermitra. ”Kami berharap penggilingan besar bisa membantu Bulog merealisasikan 2,4 juta ton CBP saat panen raya hingga akhir tahun ini,” ujarnya. Dana yang dibutuhkan Bulog untuk merealisasikan CBP sebanyak itu Rp 19,9 triliun. Jumlah itu baru sebagian dari total dana yang dibutuhkan Bulog dan ID Food untuk pengadaan cadangan pangan pemerintah (CPP) yang mencapai Rp 41,1 triliun. Pembiayaan untuk pengadaan nantinya berasal dari pinjaman bank-bank milik pemerintah dengan bunga murah melalui mekanisme subsidi bunga. (Yoga)
Tags :
#BerasPostingan Terkait
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023