Selamatkan Petani dari Residu Pahit
Selamatkan Petani
dari Residu Pahit
Pasar gula konsumsi tahun ini diprediksi suram bagi
petani. Sebab, stok gula ditaksir berlebih, sementara
kuota impor gula mentah dialokasikan lebih tinggi.
Rembesannya dikhawatirkan membuat pasar ”banjir” gula
sehingga menekan harga gula dan tebu petani.
Kementerian Perdagangan menetapkan alokasi impor gula mentah (raw sugar) 3,6 juta ton untuk produksi gula
tahun 2023. Angka itu lebih tinggi dari kebutuhan impor
tahun 2022 yang 3,2 juta ton setara gula rafinasi atau 3,36
juta ton gula mentah.
Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia
(APTRI) Soemitro Samadikoen mengkhawatirkan kenaikan
alokasi itu karena berpeluang meningkatkan rembesan gula
rafinasi ke pasar gula konsumsi. Situasi 2018 dikhawatirkan
terjadi lagi. ”Petani akan babak belur karena gula impor
berpotensi membanjiri pasar. Ini mimpi suram bagi kami,”
ujarnya, Minggu (22/1/2023).
Sinyal banjir gula impor tahun 2023, menurut dia, sudah
terendus dari rencana importasi untuk konsumsi (gula kristal putih/GKP) tahun lalu. (Yoga)
Tags :
#KomoditasPostingan Terkait
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
Kemungkinan Pemerintah Membuka Opsi Impor Gas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023