;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Mengikuti Hulu Migas, PGN Bakal Naikkan Harga Gas

12 Aug 2023

SURABAYA – PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGN) berencana menaikkan harga gas mulai 1 Oktober 2023. Kebijakan tersebut berlaku untuk gas di luar alokasi program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang dipatok sebesar US$ 6-8 per MMBTU. Berdasarkan surat yang disampaikan PGN kepada salah satu pelanggannya pada 31 Juli 2023, anak usaha PT Pertamina (Persero) itu menyampaikan kenaikan harga gas non-HGBT dari kisaran US$ 9 menjadi sekitar US$ 12 per MMBTU.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan angka tersebut masih dalam pembahasan dengan pemerintah meski sudah disampaikan kepada para pelanggan. "Penyesuaian dan penetapan harga gas dapat dilakukan kembali apabila terdapat ketetapan lain dari pemerintah terhadap harga gas yang sudah disampaikan PGN kepada pelanggan," tuturnya kepada Tempo, kemarin, 11 Agustus 2023.

Menurut Rachmat, penyesuaian harga gas dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain sumber pasokan, harga pasokan, serta kontribusi volume pasokan gas masing-masing. Harga gas untuk pelanggan juga dipengaruhi oleh perubahan yang diberlakukan pemasok gas kepada PGN dengan memperhatikan keekonomian lapangan masing-masing. (Yetede)

Berebut Beras di Pasar yang ”Kurus”

11 Aug 2023

Indeks harga beras global Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) pada Juli 2023   mencapai 129,7 poin, naik 2,8 % secara bulanan dan naik 19,7 % dari level tahun lalu. Angka indeks itu tercatat sebagai yang tertinggi sejak September 2011. Kekhawatiran atas potensi dampak El Nino pada produksi beras di beberapa negara produsen serta larangan ekspor beras putih indica oleh India turut mendorong kenaikan indeks tersebut. Awal Agustus 2023, harga beras di bursa Chicago Board of Trade naik menuju 16 USD per hitungan berat (CWT) atau mendekati level tertinggi dua bulan di posisi 16,2 USD per CWT pada 24 Juli, di tengah permintaan yang kuat dan meningkatnya kekhawatiran atas pasokan global. kombinasi penurunan produksi di Thailand (pengekspor beras terbesar kedua di dunia), larangan ekspor beras putih non-basmati oleh India, serta kemunduran kesepakatan Butir Laut Hitam menumpuk kekhawatiran pelaku pasar. Gejolak harga serta gangguan pasokan akan memengaruhi ketahanan pangan, khususnya di negara-negara termiskin yang bergantung pada beras impor.

Rencana pemerintah melalui Perum Bulog mengimpor 2 juta ton beras guna memperkuat cadangan pangan tahun ini bisa tergangg kenaikan harga di pasar internasional. Indonesia mesti berebut dengan negara-negara pengimpor lain. Persaingan makin sengit karena kredo ”biarkan tetanggamu kelaparan” bisa terjadi dalam situasi krisis. Negara-negara produsen akan lebih dulu mengutamakan kepentingan di dalam negerinya. Padahal, pasar beras merupakan pasar yang ”kurus”. Sejumlah lembaga memperkirakan hanya 5-7 % dari seluruh produksi padi dunia yang diperdagangkan lintas negara. Ironisnya, hanya beberapa negara yang menguasai 80 % ekspor beras dunia, yakni Thailand, Vietnam, India, Pakistan, dan AS. Potensi turunnya produksi di tengah konsumsi yang cenderung naik dan gejolak di pasar global menambah tantangan bagi pemerintah dalam mengelola pangan. Oleh karena itu, selain mengoptimalkan pengadaan untuk memperkokoh cadangan pangan pemerintah (CPP), baik melalui impor maupun produksi dalam negeri, hal lain yang tak kalah penting adalah membantu petani mengatasi problem-problem mereka di hulu. (Yoga)


SKK Migas Dorong Implementasi Pengurasan Minyak Tingkat Lanjut

11 Aug 2023

SKK Migas mendorong kontraktor kontrak kerja sama menerapkan percontohan teknologi pengurasan minyak tingkat lanjut (EOR) dengan injeksi kimia. Hal itu penting dalam rangka memenuhi target produksi minyak 1 juta barel per hari pada 2030. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D Suryodipuro, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (9/8/2023), mengatakan, implementasi EOR terdiri atas sejumlah tahapan. Hal itu, antara lain, studi, proyek percontohan, dan full scale (tahap lanjutan). Pihaknya mendorong agar ada percepatan dalam setiap tahapan pelaksanaannya. (Yoga)

Aceh Temukan Cadangan Sumur Migas Baru

11 Aug 2023

Badan Pengelola Migas Aceh dan PT Pema Global Energi menemukan sebuah sumur yang menyimpan cadangan minyak dan gas di Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Sumur migas itu menjadi harapan baru untuk keberlanjutan industri migas Aceh. Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Teuku Mohamad Faisal di Banda Aceh, Kamis (10/8) mengatakan, timnya telah mengebor lokasi yang diprediksi menyimpan minyak dan gas bumi tersebut. ”Sumur A-55A telah dilakukan perforasi dan sedang dilakukan well testing (uji sumur) untuk menguji kandungan lapisan,” kata Faisal.

Faisal mengatakan, pengeboran baru tahap eksplorasi dan masih butuh kajian mendalam untuk menuju tahap eksploitasi, terutama pada potensi besaran cadangan. Pengeboran dilakukan pada Februari 2023. Pengeboran eksplorasi dilakukan atas usulan PT Pema Global Energi (PGE), perusahaan milik Pemprov Aceh. PGE kini mengelola sumur bekas Exxon Mobil di Aceh Utara. ”Eksplorasi ini adalah upaya menemukan cadangan-cadangan migas baru di Wilayah Kerja Aceh sebagai bagian dari program nasional 1 juta barel per hari (BOPD) dan 12.000 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD),” ujar Faisal. (Yoga)


STRATEGI PETANI TAMBAK PANTURA SIDOARJO MENGATASI KEMEROSOTAN EKONOMI

11 Aug 2023

Petani tambak di Sidoarjo terus memperluas pengembangan pola budidaya tumpang sari dengan komoditas unggulan rumput laut yang berorientasi pada pasar ekspor demi mengatasi kemerosotan ekonomi sekaligus mengembalikan produktivitas lahan di tengah sulitnya pupuk. Berdasarkan data KKP, total tambak tradisional di Indonesia 247.803 hektar, 70 diantaranya berada di pantai utara Jawa, termasuk di Kabupaten Sidoarjo, Jatim. Ironisnya, 99 % sudah tidak produktif untuk budidaya komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti udang vaname dan windu yang berorientasi pasar ekspor.

Supari (50), petambak di Jabon, mengatakan, tumpang sari atau polikultur diterapkan pada komoditas bandeng, udang vaname dan mujaer/nila. Pola budidaya tersebut  menuai hasil menggembirakan dan memicu semangat petambak menggarap kembali lahannya. Namun, petambak di Sidoarjo tak pernah berhenti berinovasi demi mendapatkan nilai ekonomi tinggi. Salah satunya, memperluas pengembangan budidaya rumput laut yang sedang naik daun karena banyak diminati di pasar domestik dan pasar luar negeri. Di tingkat petani, harganya Rp 6.000 hingga Rp 8.000 per kg, yang dipanen setiap 45 hari dan baru menebar benih lagi setelah tiga kali masa panen sehingga biaya produksinya tergolong rendah. Perawatannya juga mudah serta tidak memerlukan banyak pupuk maupun obat-obatan pembasmi hama dan penyakit.

Menurut Supari, setelah menerapkan pola budidaya tumpangsari dengan komoditas utama bandeng, udang, dan rumputlaut, pendapatan petani mencapai Rp 110 juta setahun untuk setiap hektar tambak yang dikelola. Artinya, petani bisa menghasilkan Rp 9 juta-Rp 10 juta setiap bulan setiap hektar. Adapun rata-rata kepemilikan lahan petambak di Jabon mencapai 4-5 ha per petani. Pendapatan Rp 110 juta itu diperoleh dari hasil panen rumput laut Rp 45 juta. Selain itu, Rp 50 juta dari hasil panen bandeng dengan asumsi setahun panen dua kali, masing-masing Rp 25 juta. Untuk budidaya udang vaname, petambak bisa mendapat Rp 15 juta setahun dengan asumsi tiga kali dalam setahun, setiap kali panen dapat Rp 5 juta. (Yoga)


PRODUKSI MINYAK NASIONAL : HARAPAN BARU DARI BANYU URIP

11 Aug 2023

Optimasi pengembangan Lapangan Banyu Urip memberikan harapan baru bagi industri minyak dan gas bumi nasional. Upaya memaksimalkan potensi minyak bumi yang terkandung di Blok Cepu itu diproyeksi mampu mendongkrak lifting. Percepatan optimasi pengembangan Lapangan Banyu Urip yang dilakukan oleh ExxonMobil Cepu Ltd. diharapkan bisa menambah produksi minyak bumi nasional hingga 18.000 per barel. Awalnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama dengan operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Ltd. menjadwalkan optimasi pengembangan Lapangan Banyu Urip pada September tahun depan, tetapi perusahaan memajukannya menjadi Februari 2024. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa optimasi pengembangan Lapangan Banyu Urip memiliki posisi yang sangat penting di tengah penyusutan produksi dalam beberapa tahun terakhir. Blok Cepu yang telah lama jadi penopang produksi minyak nasional belakangan mengalami penurunan produksi alamiah yang signifikan. Berdasarkan catatan SKK Migas, produksi minyak dari ExxonMobil Cepu Ltd. saat ini sekitar 164.000 bph atau 114% dari target APBN 2023. Kegiatan optimasi pengembangan Lapangan Banyu Urip yang disetujui pada September 2021 sendiri memuat rencana pengeboran lima sumur infill carbonate, dan dua sumur clastic yang ditargetkan first oil pada 2028. Sementara itu, Presiden ExxonMobil Indonesia Carole Gall mengakui bahwa pengerjaan optimasi pengembangan Lapangan Banyu Urip awal tahun depan memiliki tantangan yang serius. Prima K. Panggabean, Koordinator Pengawasan Eksploitasi Migas Kementerian ESDM, mengatakan bahwa pemerintah telah memberikan insentif kepada ExxonMobil Cepu Ltd. sejak 2021. Insentif tersebut berlaku efektif pada tahun lalu, karena pandemi Covid-19 turut memengaruhi keekonomian pengembangan sejumlah lapangan migas di dalam negeri.

Pemerintah Akan Bangun Lumbung Pangan di Papua

11 Aug 2023

JAKARTA,ID-Presiden Joko WIdodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya untuk membangun lumbung pangan di Distrik Agandugame dan Sinak, di Provinsi Papua. Hal itu untuk menjaga ketahanan  pangan dan menghindari berulangnya persoalan kelaparan di wilayah setempat pada masa yang akan datang. Demikian disampaikan Menko Pembangunan manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi usai menghadiri rapat terbatas penanganan bencana kekeringan di Provinsi Papua Tengah, khususnya di tiga distrik di tiga kabupaten Puncak Jaya, Kamis (10/08/2023). "Kita dipangil Bapak Presiden untuk rapat internal membahas penanganan kekeringan di papua tepatnya di Distrik Agandugume, Lambewi, dan Qneri", kata dia seperti dilansir situs resmi Sekretariat Kabinet  pada hari yang sama. Menko PMK menjelaskan, Presiden memerintah jajaran terkait  membangun lumbung pangan di Agandugumen selama ini sering terhambat cuaca dan letak geografis yang di ketinggian 9.000 kaki. "Tidak semua pilot punya sertifikat untuk bisa mendarat disana. Karenanya, pilihan sementara ada yang dikirim ke Agandugume langsung, ada yang berhenti di Sinak," kata dia dalam jangka menengah, pemerintah segera memperpanjang runway di bandara SInak  agar bisa didarati oleh pesawat berbadan lebih lebar, seperti Hercules. (Yetede)

Alasan Perlunya Dilakukan Percepatan Transisi Energi

10 Aug 2023

Fenomena pemanasan global yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir berakibat pada terjadinya perubahan dan krisis iklim di seluruh dunia. Hal ini tentunya menimbulkan berbagai dampak yang merugikan bagi banyak negara. Topik transisi energi muncul sebagai respons atas fenomena yang terjadi. Banyak pihak menyadari perlunya dibuat langkah dan kebijakan untuk mengurangi emisi gas karbondioksida (CO2), penyebab terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim. Secara global emisi gas CO2 ini sebagian besar dihasilkan oleh kegiatan yang dilakukan oleh sektor energi, yang menyumbang hampir 90% emisi ke udara. Perlu adanya transisi energi dengan mengganti sumber energi yang menyumbang emisi gas CO2 tinggi menuju sumber energi terbarukan yang emisinya lebih kecil atau bahkan nol.

Dorongan percepatan transisi energi mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Alasan utamanya adalah laju perubahan iklim dan pemanasan global yang semakin tinggi dan kondisi bumi yang semakin mengkhawatirkan. Perubahan dan krisis iklim mengakibatkan terjadinya peningkatan intensitas bencana hidrometeorologi, kenaikan permukaan air laut, dan cuaca yang ekstrem. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dampak krisis iklim terlihat dari berbagai peristiwa alam seperti: suhu udara yang lebih panas, terganggunya siklus hidrologi, dan meningkatnya bencana hidrometeorologi di berbagai belahan dunia. Beberapa tahun terakhir, yakni tahun 2016, 2019, dan 2020 mendominasi tahun terpanas di di Indonesia dengan nilai anomali sebesar 0.6-0.8 °C, sedangkan bulan Mei 2023 anomali menunjukkan angka 0.4 °C. Menurut World Meteorological Organization, tahun 2015-2022 merupakan tahun terpanas sepanjang sejarah, dengan tahun 2022 menempati peringkat ke-6 sebagai tahun terpanas dunia.

Dampak perubahan iklim mengakibatkan salju abadi di Puncak Jaya, Papua lebih cepat mencair. Kejadian ekstrem dengan frekuensi 50-100 tahun sekali terutama kekeringan dan banjir menjadi semakin pendek atau sering terjadi, misalnya banjir bandang dan longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT) April 2021 akibat siklon tropis Seroja dan tanah longsor di Natuna bulan Maret 2023. Dampak lainnya adalah krisis air bersih dan meningkatnya wabah penyakit. Selain itu, perubahan iklim membawa kerugian baik ekonomi maupun politik. Frekuensi dan intensitas bencana alam yang semakin terjadi dapat membuat jumlah kemiskinan meningkat dan dapat menimbulkan gejolak politik.

Latar belakang percepatan transisi energi juga didorong situasi krisis batu bara yang terjadi pada awal tahun 2022. Selain itu, percepatan transisi energi juga dinilai akan memberikan banyak manfaat, yaitu transisi ke sumber energi ramah lingkungan akan mampu menciptakan jutaan pekerjaan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan mendorong transfer teknologi sehingga membangun keterampilan tenaga kerja terutama di negara berkembang. Skema Energy Transition Mechanism (ETM) dan pendanaan Just Energy Transition Partnership (JETP) juga mendorong adanya percepatan transisi energi. Baik skema ETM maupun pendanaan JETP mendorong kebijakan dan fasilitas pengurangan emisi untuk pensiun dini PLTU batu bara. ETM dan JETP juga mendorong kebijakan dan fasilitas energi bersih yang ditujukan untuk mengembangkan atau menginvestasikan pembangunan fasilitas energi terbarukan.

EMITEN BATU BARA : Volume Produksi ADRO Melaju

10 Aug 2023

Sepanjang semester I/2023, PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) memacu produksi batu bara naik 19,23% secara tahunan menjadi 33,41 juta ton sehingga mendorong peningkatan volume penjualan perseroan milik Garibaldi ‘Boy’ Thohir itu. Dalam laporan yang dipu­blikasikan Rabu (9/8), ADRO memaparkan volume produksi itu bersumber dari PT Adaro Indonesia 24,98 juta ton, Balangan Coal Companies 4,04 juta ton, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) 2,54 juta ton, dan PT Mustika Indah Permai (MIP) 1,84 juta ton. Sejalan dengan volume produksi sepanjang Janua­ri—Juni 2023, penjualan batu bara Adaro pada semester I/2023 tumbuh 18,61% year-on-year (YoY) menjadi 32,62 juta ton dari sebelumnya 27,50 juta ton. “ADRO siap mencapai target volume penjualan batu bara pada 2023 yang berkisar 62 juta–64 juta ton,” papar Presiden Direktur dan Chief Executive Officer ADRO Garibaldi Thohir dalam siaran pers, Rabu (9/8). Sementara itu, penjualan batu bara metalurgi melalui ADMR juga melonjak 42% YoY menjadi 1,82 juta ton pada semester I/2023. ADMR mempertahankan target volume penjualan pada kisaran 3,8 juta–4,3 juta ton pada 2023. Indonesia tetap merupakan pasar terbesar Grup Adaro, dengan meliputi sekitar 25% dari penjualan batu bara termalnya pada semester I/2023. Meskipun secara kuartalan penjualan ke pasar domestik dapat berfluktuasi, kontrak Grup Adaro yang berperiode tahunan membuat perusahaan tetap dapat mempertahankan target untuk berkontribusi pada pasar domestik dengan porsi lebih dari 25%.

Bangun Wirausaha Muda Berbasis Pangan Lokal NTT

09 Aug 2023

Untuk meningkatkan nilai lebih pangan lokal, anak-anak muda di Kabupaten Flores Timur dan Lembata dilatih kewirausahaan. Selama empat hari, mulai Minggu sampai Rabu (6-9/8/2023), 38 anak muda dari enam desa di Kabupaten Flores Timur dan Lembata, NTT, mengikuti pelatihan kewirausahaan di Sekolah Alam Agro Sorgum Flores di Desa Pajinian, Kecamatan Adonara Barat. Kegiatan ini digelar oleh Koalisi Pangan Baik, yang terdiri dari Yayasan Kehati, Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan, Yayasan Pembangunan Sosial Ekonomi Keuskupan Larantuka, dan Yayasan Ayu Tani.

Pada Selasa (8/8), anak-anak muda diminta mengolah beragam pangan lokal dari desa masing-masing. Hampir semua menampilkan aneka makanan nonberas, mulai dari jagung, sorgum, jewawut, hingga umbi-umbian dan pisang. Maria Loretha, pegiat sorgum dan pangan lokal di Flores Timur yang terlibat dalam pelatihan ini, mengatakan, banyaknya pangan nonberas yang ditampilkan menunjukkan pangan pokok di NTT masa lalu sangat beragam. Sebagian produk ini sudah diolah dan dikemas menarik.

Andika Kilog (26) dari Desa Tapo Bali, Kecamatan Wulandoni, Lembata, membuat produk olahan sorgum menjadi kopi sorgum, beras sorgum, sereal sorgum, dan tepung sorgum. Selain itu, anak-anak muda dari Tapo Bali juga menampilkan berbagai olahan protein laut yang difermentasi. Sementara itu, kelompok dari Desa Hokeng, Kabupaten Flores Timur, mengolah makanan mereka, seperti jagung bungkus dan ubi cincang, dengan cara memasukkan ke dalam bamboo kemudian dipanggang. (Yoga)