;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Lebih Serius Tangani Pangan

21 Aug 2023

Harga beras bergerak naik secara nyata dibandingkan tahun lalu. BPS mencatat rata-rata harga beras medium di tingkat penggilingan pada Juli 2023 adalah Rp 11.120,58 per kg, sementara pada Juli 2022 sebesar Rp 9.091,92. Terjadi kenaikan 22,3 % (Kompas, 14/8). Sementara itu, stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, barometer pasokan beras nasional, terendah dalam dua tahun terakhir. Para pedagang beras PIBC menyebut, kiriman dari sentra beras di Jabar, Jateng, dan Jatim berkurang karena sejumlah sawah mengalami kekeringan. Dunia dan Indonesia menghadapi fenomena iklim kering El Nino pada 2023.

India, pengekspor 40 % beras dunia pada 20 Juli 2023 melarang ekspor beras putih non-basmati akibat banjir besar yang merusak tanaman padi secara luas. Larangan ekspor beras putih non-basmati dan setengah matang mengurangi 15 % pasokan beras di pasar dunia. Data yang disampaikan Direktur Serealia Kementan Mohamad Ismail Wahab memperlihatkan, jika pada 2018 ada surplus beras 4,37 juta ton, pada 2022 surplus hanya 1,34 juta ton. Data juga memperlihatkan, rata-rata produktivitas padi stagnan hanya di kisaran 5 ton per hektar.

Tantangan hari ini adalah menjaga kecukupan pangan guna menghadapi dampak El Nino. Pemda bersama Bulog harus berhasil mengumpulkan beras petani meski kita telah mendatangkan 1,3 juta ton beras dari Thailand dan Vietnam pada Juli 2023. Pemkab harus mengupayakan bahan pangan lain yang diproduksi lokal dan tahan kekeringan. Sumber karbohidrat seperti jagung, sagu, cantel, dan singkong perlu tersedia dan cepat dilempar ke konsumen ketika dibutuhkan. Perdagangan antar wilayah dijaga terbuka dan lancar. Perlu penjelasan mengenai nilai gizi dan gengsi bahan pangan nonberas. Petani dan masyarakat memiliki sejumlah teknologi tepat guna dan kearifan lokal, salah satunya subak di Bali yang ramah lingkungan juga terjangkau bagi petani. (Yoga)


Elan Petani Karet demi Kesejahteraan

20 Aug 2023

Sungkunen Tarigan (47), Ketua Kelompok Tani Mbuah Page, memberi sambutan pembukaan lelang karet perdana di Kantor Desa Kuta Jurung, Kecamatan Sinembang Tanjung Muda (STM) Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (10/8). Ruangan 3 x 8 meter yang biasanya digunakan untuk melayani warga itu disulap menjadi ruang lelang karet. Pemimpin lelang, Tobat Perangin-Angin (50), duduk di depan bersama Kepala Desa Kuta Jurung Abadi Sitepu, Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Ishak Leono, dan perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumut Rita Budiati Harahap. Lima dari 17 peserta yang diundang, hadir di lelang perdana itu. Lelang, yang sedianya digelar pukul 10.00, molor hingga  setelah makan siang karena para peserta harus melihat terlebih dahulu bahan olahan karet (bokar) yang akan di lelang. Getah karet itu berada di lima tempat berbeda dengan jarak cukup jauh. Lokasinya tersebar di dua kecamatan, yakni STM Hilir dan STM Hulu.

Menurut Sungkunen, dulu hampir semua warga Desa Kuta Jurung adalah petani karet. Namun, sepuluh tahun terakhir banyak warga yang menebang pohon karetnya, seiring anjloknya harga. Warga beralih membudidayakan tanaman kelapa sawit atau salak. "Ada 200 keluarga yang ada di Kuta Jurung, dulu semua punya kebun karet, sekarang tinggal 30 keluarga,” kata Sungkunen. Saat ini harga bokar di tingkat petani hanya Rp 7.000 hingga Rp 7.500 per kg. Namun, bersama Kelompok Tani Mbuah Page yang beranggota 100 orang, petani bisa mendapatkan harga getah Rp 8.000 hingga Rp 8.800 per kg. ”Harga karet kami ini tidak memadai lagi.  kalau harganya begini terus, dua tahun lagi bisa pokok karet kita ini ditebang semua karena tidak mungkin lagi dikerjakan,” kata Sungkunen yang memiliki lahan 4 hektar. Ia hanya mengerjakan satu hektar yang ia deres sendiri. 

Tiga hektar lainnya dibiarkan. Produktivitas tanamannya yang berusia 7-8 tahun itu menghasilkan 70 kg getah per minggu. Jika dirawat dengan baik, produktivitasnya bisa mencapai 150 kg getah per minggu. ”Tapi pupuk mahal, pupuk subsidi tidak ada,” kata Sungkunen. Harga pupuk NPK Phonska, terakhir ia beli Rp 750.000 per karung isi 50 kg, sedang pupuk subsidi Rp 150.000 per karung. Para petani mulai menebang pohon karet sejak harga menyentuh Rp 9.000 per kg. Padahal, petani karet baru sejahtera kalau harga 1 kg getah karet setara 1 kg harga beras. Untuk mendongkrak harga, para pengurus kelompok tani didukung kepala desa menggelar lelang, siang itu. Total ada 40 ton getah karet yang dilelang hari itu. (Yoga)

Batu Sandungan Sektor Hulu Migas

19 Aug 2023

Sepanjang 2023, sektor industri hulu minyak dan gas bumi menghadapi tantangan yang beragam dan tidak mudah. Tantangan ini menjadi batu sandungan pemerintah untuk merealisasikan target 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari pada 2030. Sejumlah indikator utama sektor tersebut pun tercatat belum mampu mencapai target pada semester I/2023. Kendati di atas kertas pertumbuhan realisasi investasi hulu minyak dan gas (migas) cukup menggembirakan, tidak dapat menafikan bahwa capaian sektor hulu khususnya target lifting masih jauh di bawah target. Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK migas) sepanjang semester I/2023 realisasi investasi migas tercatat US$5,7 miliar, tumbuh sekitar 21,3% dari realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$4,7 miliar. Realisasi lifting minyak sepanjang semester I/2023 mencapai 615.500 barel per hari (bph) meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 614.500. Namun, angka ini masih lebih rendah dibandingkan dengan target yakni sebesar 660.000 bph. Jadi, capaian lifting semester 1 pada tahun ini baru 93,2% dari target. Khusus untuk realisasi produksi gas, tercapai sebesar 5.308 juta kaki kubik per hari (MMscfd), turun 0,3% dibandingkan dengan semester 1/2022 sebesar 5.326 MMscfd. Sementara target produksi gas tahun ini dipatok 6.160 MMscfd. Tren transisi energi juga membuat beberapa perusahaan migas kelas kakap mengatur ulang strategi bisnisnya, karena harus memenuhi target environmental, social, governance (ESG), dan net zero emission atau NZE. Hal tersebut pada akhirnya berujung kepada perubahan dalam pola pengembangan proyek hulu migas di seluruh dunia, seperti pemasangan fasilitas penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS) dan panel surya yang membutuhkan investasi tambahan. Salah satunya segera melakukan benchmarking pengembangan hulu migas nasional dengan negara lain agar mengetahui kekurangan dan kelebihannya. Jadi, daya saing sektor hulu migas nasional menjadi lebih unggul dibandingkan dengan negara lain.

Diplomasi Pangan ASEAN Dioptimalkan

19 Aug 2023

Para menteri ekonomi ASEAN mengagendakan pertemuan dengan India dan Rusia secara terpisah pekan depan. Pertemuan ini diharapkan jadi sarana diplomasi pangan, khususnya terkait pasokan beras dan gandum yang berpotensi menciut di pasar dunia akibat kebijakan kedua negara. ASEAN Economic Ministers (AEM) Meeting ke-55 menjadwalkan pertemuan dengan India dan Rusia pada Senin (21/8). Pertemuan dengan Rusia dijadwalkan pada pagi hari, sedangkan India pada siang hari. Kedua pertemuan itu merupakan bagian dari rangkaian AEM Meeting ke-55 yang berlangsung pada 17-22 Agustus 2023 di Semarang, Jateng, dalam rangka keketuaan Indonesia di ASEAN.

Pada Juli lalu, Rusia menarik partisipasinya dalam Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam (Black Sea Grains Initiative). Hal ini berpotensi meningkatkan harga gandum dunia karena ketersediaannya di pasar internasional berkurang. Setelah itu, India memutuskan membatasi ekspor beras jenis non-basmati sehingga berpotensi menurunkan pasokan pasar dunia dan menyebabkan kenaikan harga. Organisasi Pangan Dunia (FAO) menyebutkan, Indeks harga gandum Juli 2023 naik 1,6 % dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan indeks harga beras meningkat 2,8 %. Ketua Umum Kadin Indonesia sekaligus Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) Arsjad Rasjid menyatakan, ASEAN-BAC mendukung upaya yang berorientasi pada ketahanan pangan di ASEAN ujarnya seusai pertemuanASEAN-BAC ke-98 di Semarang, Jumat (18/8). (Yoga)


Utang Rafaksi Minyak Goreng Menuai Polemik

19 Aug 2023

Pembayaran utang pemerintah atas selisih antara harga beli dan harga jual atau rafaksi minyak goreng kepada para pengusaha ritel masih menuai polemik. Hal ini mengakibatkan para pengusaha ritel akan menempuh berbagai cara, termasuk jalur hukum, agar utang rafaksi tersebut segera dibayarkan. Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) RoyNMandey, Jumat (18/8/2023), mengatakan, para pengusaha masih belum diberikan kejelasan mengenai pembayaran utang rafaksi minyak goreng oleh pemerintah. Padahal, sejumlah upaya telah ditempuh agar pemerintah membayar. (Yoga) 

Net Zero Emission di Ujung Tanduk

19 Aug 2023

JAKARTA,ID-Polusi udara yang memburuk dalam beberapa waktu terakhir membuat target nol emisi karbon atau net zero emission (NZE) di ujung tanduk. Kondisi itu dipengaruhi oleh kerusakan lingkungan, pembabatan hutan, berkurangnya ruang terbuka hijau, meningkatnya penggunaan energi fosil, lambannya transisi energi baru dan terbarukan (EBT), serta meningkatnya kegiatan pertambangan dan industri. Polusi udara yang memburuk bukan cuma terjadi di Jabodetabek, melainkan sudah meluas ke berbagai kota dan daerah lainnya di Tanah Air. Jika ada langkah-langkah terobosan, target NZE bakal melesat. Untuk mencapai NZE pada 2050, pemerintah menargetkan emisi gas rumah kaca (GRK) pada 2030 mencapai 31.89% atas upaya tersendiri dan 43,25% dengan dukungan internasional. Dalam jangka pendek, pemerintah harus secepatnya membenahi manajemen angkutan umum agar masyarakat bisa mengakses angkutan yang lebih aman , nyaman, mudah, dan murah, masyarakat pasti beralih  dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. (Yetede)

BERHARAP AKSI NYATA PENANGANAN ROB DI JATENG

18 Aug 2023

Hampir satu dasawarsa, Linda Erlita Sari(30), warga Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat, Jateng, terpaksa berkutat dengan banjir rob. ”Jalanan dan rumah sudah ditinggikan terus, tetapi (ketinggian) air robnya selalu bisa mengejar. Pokoknya sudah seperti balapan sama air,” kata Linda, Kamis (10/8). Sejak tahun 2014, tiga kali Linda meninggikan bangunan rumahnya hingga 1,5 meter lebih tinggi dibanding sembilan tahun lalu dengan biaya Rp 8 juta. Selain menguras uang, banjir rob membuat kesehatan warga menurun. Menurut Linda, warga jadi lebih mudah diare, terserang penyakit kulit, mulai gatal-gatal hingga kulit melepuh. Sebagian warga juga menderita karena pendapatan mereka tergerus akibat banjir rob. Bahkan,tidak sedikit pula yang mesti kehilangan pekerjaan, seperti petani yang sawahnya terendam rob, serta pembatik yang tempat produksinya tergenang rob, sehingga banyak yang pindah.

Banjir rob di Kota Pekalongan yang kian parah terjadi akibat penurunan muka tanah yang dibarengi dengan kenaikan muka air laut. Dosen Teknik Geodesi dan Geomatika In- stitut Teknologi Bandung, Sella Lestari Nurmaulia, menyebut, penurunan muka tanah di Kota Pekalongan 10 cm per tahun, akibat masifnya pemanfaatan air tanah, sedangkan kenaikan muka air laut 0,1-0,5 cm per tahun. Menurut Sella pemerintah perlu mengolah air laut di Kota Pekalongan sebagai alternatif pengganti air tanah dengan reverse osmosis. ”Investasi pengolahan air ini mahal, tetapi harus diusahakan. Tanpa aksi, tidak akan ada dampaknya terhadap pengurangan laju penurunan muka tanah,” katanya.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jateng, Nomastuti Junita Dewi, mengatakan, upaya penanganan rob terbagi ke dalam beberapa tahap, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang. Upaya jangka pendek berupa pembangunan infrastruktur. Di antaranya peninggian tanggul laut, pembangunan bendung gerak, pembangunan pelabuhan yang berhadapan langsung dengan pantai atai onshore, dan pembuatan jalan tol sekaligus tanggul laut. Untuk jangka menengah, akan diupayakan alternatif air baku pengganti air tanah dengan membuat waduk di daerah hulu dan muara serta melakukan desalinasi air laut. Upaya jangka panjang berupa integrasi tata ruang laut dan tata ruang darat. (Yoga)


Harga Batubara Tekan Kinerja ITMG

18 Aug 2023

Penurunan harga batubara berimbas ke kinerja PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Produsen batubara ini di semester I-2023 mengalami penurunan laba bersih 33,39%. Laba bersih menjadi US$ 306,94 juta dibandingkan keuntungan pada semester I-2022. Sejalan dengan penurunan laba bersih, pendapatan ITMG juga melorot 8,45% menjadi US$ 1,3 miliar. Padahal di semester I-2022, pendapatan ITMG menembus US$ 1,42 miliar. Mengutip laporan ITMG yang dipublikasi Rabu (16/8), harga rata-rata penjualan alias average selling price (ASP) batubara ITMG pada separuh pertama tahun ini sebesar US$ 130,6 per ton. Mulianto, Direktur Utama Indo Tambangraya Megah mengatakan, pencapaian ini melampaui target yang dipasang manajemen perusahaan itu. Penyebab lain adalah kondisi cuaca yang bersahabat dan manajemen operasional yang baik. Lantas volume penjualan ITMG di periode serupa sebanyak 9,9 juta ton. Realisasi ini naik 22% dari volume penjualan periode serupa 2022 yang hanya 8,1 juta ton. Batubara ini dipasarkan ke China sebanyak 3,6 juta ton, disusul pasar Indonesia sebanyak 2,2 juta ton, Jepang sebanyak 900.000 ton, Filipina sebanyak 800.000 ton, Thailand sebanyak 5000.000 ton. Sisanya dijual ke negara-negara lain. Di tahun 2023, ITMG menargetkan volume produksi antara 16,6 juta ton sampai 17 juta ton. Adapun volume penjualan di rentang 21,5 juta ton sampai 22,2 juta ton. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan dan Abyan Habib Yuntoharjo menilai, pendapatan ITMG pada periode tersebut masih sejalan dengan estimasi. Yakni mewakili 47% dari perkiraan Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan 50% dari estimasi konsensus.

Investor Besar Borong Harga Semen, Saham Melonjak Hingga 18,8%

18 Aug 2023

JAKARTA,ID-Investor institusi lokal terpantau memborong saham semen sejak Juli 2023, seiring membaiknya kinerja operasional dan  keuangan serta meredanya  perang harga dengan para pemain kecil. Imbasnya, harga saham dua pemain semen besar, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melonjak hingga 18,8% dalam tiga bulan terakhir. Namun, institusi asing menahan akumulasi semen, menyusul belum pastinya prospek pertumbuhan dalam jangka menengah dan utilisasi yang masih rendah, dibawah 60%. Berdasarkan riset JP Morgan, dikutip Kamis, (17/08/2023), investor institusi lokal menguasai 26,8% free float saham Semen Indonesia sekaligus Asia Tenggara, naik 19% dari Juni sebesar 24,9%. Mereka juga penambah kepemilikan di saham Indocement, produsen semen Tiga Roda dan nomor dua di Indonesia, sebesar 0,6% menjadi 10,9%, tertinggi dalam empat tahun terakhir. Akan tetapi kepemilikan pemain institusi asing di saham semen turun sepanjang tahun ini. Mereka masih ragu lantaran industri semen masih menghadapi tantangan besar tahun ini. (Yetede)

Pasar Beras Dunia Makin Gerah

16 Aug 2023

Ancaman berkurangnya sumber air di Thailand dan banjir yang melanda persawahan di China berpotensi menurunkan pasokan beras dunia yang sedang tertekan. Indonesia perlu mewaspadai situasi tersebut lantaran saat ini mengimpor beras paling banyak dari Thailand. Impor beras pun direalisasikan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Laporan Bloomberg, awal Agustus 2023, pemerintah Thailand mengimbau petani mengurangi lahan tanam padi untuk mengonversi sumber daya air yang terancam merosot akibat El Nino.

Langkah ini berimbas pada pasokan pasar beras dunia lantaran Thailand, negara eksportir beras terbesar kedua setelah India, membatasi ekspornya. Di sisi lain, Thailand menjadi negara utama sumber beras berkode HS 10063099 yang diimpor Perum Bulog. Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan, volume impor beras dengan kode HS 10063099 sepanjang Januari-Juli 2023 mencapai 1,17 juta ton. ”Sebanyak 50,56 % di antaranya dari Thailand,” katanya saat konferensi pers, Selasa (15/8). (Yoga)