Lingkungan Hidup
( 5781 )KEBAKARAN LAHAN, Duka Belum Hilang,Penjarah Datang
Sudah jatuh tertimpa tangga. Kondisi itu sedang dialami para korban kebakaran di Lahaina, Hawaii, AS. Saat duka dan trauma kebakaran belum hilang, para korban harus berhadapan dengan perampokan dan penjarahan. Korban juga kesulitan mendapatkan tempat tinggal sementara. Sejumlah warga mengaku, penjarah dan perampok dating malam hari. ”Mereka mendatangi rumah-rumah. Saya tidak yakin pemerintah tahu cara mengatasi situasi ini,” kata seorang warga Lahaina, Matt Robb. Dilaporkan Yahoo dan Business Insider pada Senin (14/8/2023), penjarah dan perampok mendatangi warga sembari menodongkan senjata. Warga yang sedang kesusahan terpaksa menyerahkan sisa milik mereka yang selamat dari kebakaran. ”Ada sedikit polisi, tentara. Di malam hari, orang-orang dirampok,” katanya.
Warga lain, Jeremy Aganos, mengaku dirampok dan dijarah. Para penjarah mengambil air, makanan, dan pakaian. ”Mereka sepertinya dalam kondisi terdesak juga. Mereka perlu dibantu,” katanya. Lahaina terletak di sisi barat Maui, salah satu dari beberapa pulau besar di Hawaii. Selain Maui, ada Kauai, Oahu, Molokai, Lanai, dan Hawaii di negara bagian AS yang terletak di tengah Pasifik tersebut. Ibu kota sekaligus kota terbesar Hawaii, Honolulu, berada di Oahu. Lahaina berjarak 4.000 km dari LA di California. Dari kediaman Gubernur Hawaii, Josh Green menyebut, nyaris tidak ada yang tersisa di Lahaina. Setidaknya 2.700 bangunan hancur dalam kebakaran pekan lalu. Dalam taksiran awal, kerugian akibat kebakaran mencapai 5,6 miliar USD. ”Ini bencana alam terbesar dalam sejarah kami (Hawaii),” ujarnya. (Yoga)
Solusi Kurangi Polusi Disiapkan dalam Seminggu
JAKARTA,ID-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, sistem kerja hibrida perlu didorong untuk mengurangi polusi udara di Jabodetabek yang dalam sepekan terakhir masuk dalam katagori sangat buruk. Pemerintah pun tengah menggodok sejumlah regulasi yang diupayakan tuntas dalam seminggu, sebagai solusi konret jangka pendek dan menengah untuk mengatasi persoalan tersebut. "Jika diperlukan kita harus berani banyak mendorong kantor melaksanakan hybrid working, work from office, work from home mungkin. Saya tidak tahu nanti dari kesepakatan di rapat terbatas ini, apakah (jam kerja) 7-5, 2-5, atau angka yang lain," kata Presiden Jokowi saat memulai rapat terbatas tentang polusi udara di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/08/2023) Jokowi mengatakan, kualitas udara di Jabodetabek sangat buruk. Pada Sabtu (12/8), kualitas udara di DKI Jakarta berada diangka 156 atau masuk katagori tidak sehat. Menurut Jokowi, kemarau panjang hingga penggunaan sumber energi dari batu bara menjadi faktor penyebab buruknya kualitas udara di Jabodetabek. (Yetede)
Mitigasi Kekeringan dan Rawan Pangan
Bencana kekeringan terjadi di berbagai pelosok Tanah Air, yang menyebabkan krisis pangan dan masalah sanitasi air bersih. Salah satu daerah yang menjadi sorotan adalah Papua, khususnya Provinsi Papua Tengah. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedikitnya 7.500 orang terkena dampak bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Lima orang dewasa dan seorang bayi di antaranya meninggal. Untuk mengatasi masalah ini, semestinya ada usaha mitigasi. Salah satu caranya adalah menerapkan teknologi tepat guna, yakni sistem irigasi suplemen, untuk mengatasi kekeringan ekstrem di lahan tanaman pangan.
Kemarau berkepanjangan yang disertai cuaca dingin ekstrem juga menyebabkan gagal panen. Selain dengan inovasi teknologi pengairan, krisis pangan membutuhkan kepeloporan yang mampu memberikan penyuluhan kepada masyarakat, baik mengenai teknologi tepat guna pengairan, kesehatan, dan gizi maupun varietas unggul untuk meningkatkan produksi tanaman pangan lokal pada saat musim kemarau. Salah satu tanaman lokal tersebut adalah hipere, sebutan untuk ubi jalar oleh masyarakat di Pegunungan Tengah Papua. Hipere adalah tanaman budaya mereka.
Dengan adanya mitigasi bencana kekeringan, lahan kering di Indonesia sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian dengan produktivitas yang baik. Luas lahan kering itu mencapai lebih dari 140 juta hektare. Lahan kering hanya mengandalkan air hujan sebagai sarana pemenuhan kebutuhan airnya. Karena itu, penggunaan air secara efisien merupakan fokus dalam usaha pertanian di lahan semacam ini. Teknologi pengairan, seperti sistem irigasi suplemen, dapat memfasilitasi pemenuhan kebutuhan air dengan tingkat efisiensi yang berbeda, tergantung jenis teknologi yang digunakan. (Yetede)
Saatnya Pemda Memperkuat Cadangan Beras Daerah
JAKARTA,ID-badan Pangan nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA) turut mendukung pemenuhan cadangan beras pemerintah daerah (pemda). Dengan adanya stok CBPD yang memadai, akan membantu penanganan ketika terjadi kondisi rawan pangan yang diakibatkan gagal panen. Kepala Bapenas Arief Prasetyo Adi mengatakan, sesuai Peraturan Bapenas (Perbadan) No.15 Tahun 2023 tentang Tata Cara Perhitungan Jumlah CBPD, besaran CPBD dihitung mempertimbangkan produksi beras di daerah. Perhitungan itu agar turut disesuaikan dengan kebutuhan konsumsi masyarakat di daerah dan potensi sumber daya setempat. "Keberadaan stok cadangan beras pemerintah (CBP) dan CPBD yang memadai sangat penting guna mengantisipasi kondisi kedaruratan seperti ini (kasus di Papua Tengah). CBP dan CPBD juga jadi intrusmen stabilisasi harga pangan demi menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi. Untuk itu, menjaga stok DBP dan CBPD sangat penting," papar Arief. (Yetede)
Penghiliran Nikel untuk Siapa
JAKARTA — Kritik ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Faisal Basri, ihwal dampak penghiliran nikel menggugah pemerintah angkat bicara. Presiden Joko Widodo dan jajarannya berbondong-bondong membela diri menjelaskan manfaat kebijakan tersebut untuk Indonesia.
Menurut Faisal Basri, program penghiliran nikel tak banyak memberi keuntungan buat negara ini. "Hilirisasi di Indonesia nyata-nyata mendukung industrialisasi di Cina," kata dia saat berbicara dalam forum KTT Indef 2023, Selasa, 8 Agustus lalu.
Dia menyoroti minimnya industri antara dan hilir untuk nikel di dalam negeri. Smelter bijih nikel yang beroperasi saat ini mayoritas menghasilkan nickel pig iron, ferronickel, dan nickel matte, yang kemudian diekspor ke Cina untuk diolah menjadi produk turunan dengan nilai tambah lebih tinggi. Produk tersebut kemudian diimpor pengusaha Indonesia untuk dijadikan bahan baku. (Yetede)
Kondisi seperti ini terjadi karena kapasitas untuk mengolah hasil dari smelter menjadi produk turunan, seperti baja slab, HRC, CRC, serta billet, di Indonesia masih terbatas. Semakin menuju hilir, industrinya makin minim, bahkan belum tersedia. "Keberadaan smelter nikel tidak memperdalam struktur industri nasional," kata dia.
Pasokan Berkurang, Pasar Beras Tertekan
Beda dengan tahun 2021-2022, rata-rata stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang atau PIBC, Jakarta, sepanjang 2023 belum pernah menyentuh 30.000 ton. Kini bahkan di bawah 25.000 ton. Situasi pasar beras nasional dinilai tengah tertekan akibat penurunan produksi yang berimbas pada pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP). Laman Pasar Induk Beras Cipinang yang dikelola PT Food Station Tjipinang Jaya menunjukkan per Kamis (10/8) stok beras PIBC mencapai 24.517 ton. Rata-rata stok harian pada Agustus 2023 berkisar 24.520 atau di bawah posisi Agustus dua tahun sebelumnya, yakni 37.520 ton (2021) dan 37.120 ton (2022). Sejak awal 2023, rata-rata stok bulanan di PIBC belum menyentuh angka 30.000 ton, tertinggi terjadi pada Juli 2023, yakni 25.190 ton. Ketua Koperasi PIBC Zulkifli Rasyid menyebutkan, sejumlah pedagang mengeluhkan kosongnya stok di gudangnya. ”Kiriman dari daerah, seperti Jabar, Jatim, dan Jateng, berkurang karena kekeringan,” katanya saat dihubungi, Minggu (13/8).
Dia khawatir situasi perberasan lebih buruk dibandingkan tahun lalu. Saat ini kenaikan harga beras medium sudah mencapai Rp 1.000 per kg dan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang meningkat Rp 300-Rp 500 per kg. Oleh sebab itu, dia berharap CBP cukup hingga Desember 2023 dan Perum Bulog menggelar operasi pasar dengan kemasan grosir di PIBC. Menurut anggota Dewan Penasihat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) sekaligus Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, situasi di PIBC menjadi salah satu indikator bahwa pasar beras di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Situasi itu menunjukkan melambatnya pertumbuhan produksi. ”Hal ini sangat membutuhkan perhatian dan penanganan yang matang dalam jangka menengah dan panjang,” ujarnya. Pergerakan stok beras di PIBC, kata Bayu, mencerminkan pertumbuhan produksi dalam negeri mengecil. Pelambatan itu dipicu faktor iklim, kenaikan harga pupuk, serta konversi lahan. Pelambatan itu sejalan dengan perkiraan defisit beras bulanan oleh BPS.. (Yoga)
Pajak Ekspor Turunan Nikel Perlu Diterapkan
Wacana pajak ekspor bagi produk olahan nikel perlu diterapkan tahun ini sesuai rencana awal. Penerapan pajak itu dinilai bisa mengungkit penerimaan negara yang saat ini mulai melambat dan memaksimalkan dampak manfaat kebijakan hilirisasi. Rencana kebijakan pajak ekspor turunan nikel, seperti feronikel dan nickel pig iron (NPI), muncul tahun lalu ketika harga nikel masih tinggi di pasar global. Pemerintah berencana memberlakukannya tahun ini sembari memperhatikan pergerakan harga nikel. Namun, hingga saat ini, belum ada tanda-tanda kebijakan itu akan segera diterapkan.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai saat ini adalah momentum yang tepat untuk menerapkan pajak ekspor atau bea keluar bagi produk turunan nikel. ”Bukan hanya karena penerimaan pajak mulai melambat, melainkan hilirisasi ini sudah dikasih waktu yang cukup lama. Keuntungan yang dirasakan tahun lalu sudah berkali-kali lipat. Kalau tak kunjung diterapkan, negara berpotensi kehilangan sumber pendapatan baru,” kata Tauhid saat dihubungi, Minggu (13/8). Menurut dia, potensi pendapatan yang bisa diraup negara dari pajak ekspor turunan nikel cukup besar karena nilai ekspor produk turunan nikel saat ini masih tinggi. Pada tahun 2022, total ekspor hilirisasi nikel senilai 34,3 miliar USD atau Rp 510,1 triliun. (Yoga)
KALSEL BERGERAK MENOPANG PANGAN NASIONAL
Kementan melibatkan Kalsel untuk menjadi salah satu daerah penopang pangan nasional dalam rangka mengantisipasi dampak El Nino tahun ini. Dengan potensi lahan rawa yang luas, Kalsel yang selama ini sudah surplus beras diyakini tetap mampu memproduksi padi di musim kemarau. BPS Provinsi Kalsel mencatat, luas panen padi di Kalsel pada 2022 mencapai 214.910 hektar (ha) dengan produksi padi 819.420 ton gabah kering giling (GKG). Jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksinya setara 484.830 ton beras. Produksi beras tertinggi pada 2022 justru terjadi saat kemarau, yaitu pada September dengan produksi 81.750 ton.
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat memberi arahan dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Dampak Iklim El Nino Provinsi Kalsel di Banjarmasin, Jumat (11/8) mengatakan, pemerintah telah menyiapkan enam provinsi sebagai penopang pangan nasional untuk mengantisipasi ancaman kekeringan atau El Nino. ”Bapak Presiden memerintahkan saya untuk mencari provinsi-provinsi andalan. Maka, kami juga menambahkan 100.000 ha di Kalsel. Di sini, terdapat lahan rawa yang luas. Saat kemarau, Kalsel justru memperlihatkan produksi (padi) yang tinggi,” katanya. ”Kalsel adalah salah satu lumbung pangan nasional yang mendapat perhatian serius dari Kementan. Maka, perlu dilakukan pengawalan dan didorong untuk menerapkan berbagai program terobosan yang operasional,” katanya. (Yoga)
Harga Minyak Mentah Bertahan di level Tertinggi
LONDON,ID-Harga minyak mentah dilaporkan bertahan dekat level tertingginya baru-baru ini, pada Jumat (11/08/2023). Keadaan ini terjadi ditengah-tengah proyeksi permintaan yang optimistis dari kelompok produsen yang tergabung dalam Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), dan Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA). Dikutip dari kantor berita Reuters, harga minyak mentah acuan Brent turun 12 sen, atau 0,1%, menjadi US$ 86,28 per barel pada pukul 09.10 GMT. Sementara itu, harga acuan minyak mentah Amerika Serikat (AS) West Texas Intermiediate (WTI) turun 7 sen, atau 0,1% menjadi US$ 82,75. Kedua harga acuan itu telah mengalami reli berkelanjutan sejak Juni, sampai akhirnya pada Kamis (10/08/2023) perdagangan WTI mencapai level tertinggi tahun ini, diikuti Brent dengan capaian level tertingginya sejak akhir Januari. IEA memperingatkan pada Jumat bahwa persedian global dapat turun tajam di sisa tahun ini dan berpotensi mendorong harga lebih tinggi lagi. (Yetede)
Wacana Naik Harga Gas Non-HGBT
SURABAYA – Meski mendapat insentif lewat program Harga Gas Bumi Tertentu (HBGT), industri pengguna gas bumi masih waswas. Pasalnya, mulai 1 Oktober mendatang, PT Pertamina Gas Negara Tbk bakal menaikkan harga gas non-HGBT.
Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi, Yustinus Gunawan, menuturkan anggotanya menerima surat dari anak usaha Pertamina tersebut pada akhir Juli lalu. Isinya menjelaskan bahwa PGN akan menaikkan harga untuk gas yang melebihi kuota. Salah satu tujuannya ialah menyesuaikan diri dengan harga dari pemasok gas. "Ini membuat kami terkejut karena di luar perkiraan," tuturnya kepada Tempo, kemarin, 11 Agustus 2023.
Yustinus mengatakan program HBGT saja selama ini belum optimal. Volume yang telah diatur dalam ketentuan tidak pernah disalurkan sepenuhnya, padahal angkanya sudah disesuaikan dengan kebutuhan produksi. Dia mencontohkan, perusahaan A berhak menerima volume 100 persen. Namun PGN hanya memenuhi 75 persen kebutuhan dengan gas berharga khusus. Salah satu alasan PGN, ucap dia, adalah keterbatasan pasokan dari hulu. Sedangkan sisa 25 persen kebutuhan gas untuk perusahaan dihitung dengan harga non-HGBT. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









