Lingkungan Hidup
( 5781 )Pertamina Tancap Gas di Bisnis EBT dan Migas
Hasrat ekspansi Pertamina Group sedang menggebu-gebu dan menggotong sejumlah aksi korporasi. Perusahaan energi pelat merah ini pun menyiapkan anggaran jumbo untuk membiayai ekspansi tahun ini.
Fadjar Djoko Santoso,
Vice President Corporate Communication
Pertamina, menyatakan, semua aksi korporasi tersebut bertujuan menjaga ketahanan energi, cara menaikkan produksi migas, sekaligus memperkuat bisnis sektor energi baru tebarukan (EBT). Oleh karena itu, "Tahun ini Pertamina Group menyiapkan total belanja modal sekitar US$ 9 miliar," kata dia kepada KONTAN, kemarin (8/9).
Dana sebesar itu digunakan untuk menambah produksi migas hingga menambah aset di bisnis EBT. Di sektor migas, misalnya, Pertamina mengakuisisi sejumlah blok migas di dalam dan luar negeri demi mencapai target produksi migas 1 juta barel per hari hingga tahun 2030. Tahun ini, PT Pertamina Hulu Energi, anak usaha Grup Pertamina di bisnis hulu migas, menyiapkan belanja modal atau
capital expenditure
(capex) senilai US$ 5,7 miliar.
Masih di lini bisnis energi hijau, Pertamina New Renewable Energy (PNRE) juga menjajaki kerjasama pengembangan listrik tenaga surya berkapaistas 100 MW di Afrika Selatan. "Rencana itu masih tahap diskusi," kata Dannif Danusaputro,
Chief Executive Officer
(CEO) PNRE, kemarin.
SATU JALUR ENERGI ASEAN
Ambisi net zero emissions kawasan Asia Tenggara membuat Asean Power Grid menjadi urgen untuk segera diimplementasikan. Interkoneksi jaringan kelistrikan lintas negara tersebut diyakini bisa meningkatkan ketahanan energi yang berkelanjutan.Hal tersebut sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan atau EBT di sejumlah negara.Indonesia yang memegang keketuaan Asean pada tahun ini pun terus mendorong implementasi Asean Power Grid dengan menjadikannya sebagai salah satu pilar dari program di sektor energi, sesuai dengan Asean Plan of Action for Energy Cooperation 2016—2025.Dalam beberapa kesempatan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyinggung secara langsung interkoneksi antarnegara Asia Tenggara sebagai bentuk dari tujuan Asean dalam menjaga ketahanan energi yang berkelanjutan guna mendukung keamanan energi untuk mendukung pertumbuhan kawasan.Otoritas energi nasional tersebut memproyeksikan Asean Power Grid dapat menghubungkan berbagai sumber daya energi, termasuk EBT yang ada di Indonesia. Keberadaan proyek tersebut juga bakal membuka potensi industri ramah lingkungan dan pangsa pasar permintaan energi yang lebih luas.
Gayung bersambut, PT PLN (Persero) sebagai badan usaha milik negara atau BUMN di sektor ketenagalistrikan tengah mendesain dan membangun Green Enabling Super Grid yang bisa digunakan untuk mendukung pembangunan Asean Power Grid.Keberadaan Green Enabling Super Grid tersebut diharapkan bisa mengatasi ketidaksesuaian lokasi sumber EBT dengan pusat demand listrik, dan mengakomodasi penetrasi variabel EBT yang sangat masif.Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, mengatakan Green Enabling Super Grid bisa digunakan untuk menghubungkan transmisi lintas negara di Asean, mulai dari Laos, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Singapura, dan Indonesia.
“Super grid ini juga menyelesaikan problem intermitensi. Variable Renewable Energy di Indonesia akan meningkat dari sebelumnya 8 GW [gigawatt] menjadi 28 GW, dan peningkatan pembangkit EBT sebesar 75% dari sebelumnya 22 GW (business as usual) menjadi 60 GW,” ucap Darmawan.
Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan bahwa Asean Power Grid dapat meningkatkan kolaborasi antarnegara Asean.“Kita berkumpul di sini untuk membangun masa depan kita yang lebih terkoneksi, lebih makmur, dan berkelanjutan untuk Asean dan Indo-Pasifik," katanya.
ASEAN Amankan Pasokan Pangan dengan 4 Negara
Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau ASEAN mengupayakan pengamanan pasokan pangan, termasuk di masa krisis, dengan negara-negara mitra. Penyelarasan aturan dagang menjadi salah satu fokus untuk pengamanan pasokan itu. Keamanan pangan menjadi salah satu pembahasan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-43 ASEAN, 5-7 September 2023, di Jakarta. Hingga hari terakhir KTT, Kamis (7/9) ada empat negara mitra ASEAN yang setuju menjalin kerja sama pengamanan pasokan, yakni Australia, Kanada, Rusia, dan India. Isu keamanan pangan juga menjadi salah satu isu yang ditekankan oleh Sekjen PBB Antonio Guterres. Ia hadir dalam KTT ASEAN-PBB, pertemuan pamungkas dalam rangkaian konferensi. ”Pertama-tama, kita tidak kekurangan bahan pangan di dunia. Apa yang kita alami sekarang ini karena banyak negara tidak memiliki sumber daya untuk mengakses bahan pangan,” kata Guterres, saat konferensi pers di sela konferensi.
Salah satu hasil KTT adalah Deklarasi Pemimpin ASEAN tentang Penguatan Keamanan Pangan dan Nutrisi untuk Menanggapi Krisis. ”Mengundang mitra dialog, strategis, dan berkembang untuk mendukung upaya ASEAN dalam memperkuat tindakan cepat pada keamanan pangan dan nutrisi pada penanggapan krisis,” sebut deklarasi pemimpin ASEAN. ”Selain itu, mendorong mitra ASEAN mengidentifikasi proyek dan program untuk memajukan pertanian berkelanjutan, keamanan pangan dan nutrisi di kawasan, termasuk dalam penerapan Panduan Kawasan ASEAN untuk Pertanian Berkelanjutan,” kata mereka. (Yoga)
Harga Minyak Naik, Pemerintah Ubah Asumsi
Pemerintah dan Badan Anggaran DPR sepakat mengubah asumsi dasar ekonomi makro dan target penerimaan negara dalam Rancangan APBN 2024. Penyesuaian itu dilakukan setelah memantau tren pergerakan harga minyak global yang meningkat mendekati 90 USD per barel. Keputusan untuk merevisi asumsi dasar ekonomi makro itu diambil dalam rapat kerja antara pemerintah dan Badan Anggaran DPR (Banggar DPR) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9). Sebelumnya, usulan untuk merevisi asumsi dasar makro dan target penerimaan negara juga telah diputuskan dalam rapat-rapat komisi bersangkutan dan panitia kerja (panja) penyusunan RAPBN 2024.
Target asumsi dasar ekonomi makro yang diubah, antara lain, penyesuaian asumsi harga minyak mentah (ICP) dari 80 USD per barel dalam RUU APBN 2024 menjadi 82 USD per barel. Selain itu, asumsi lifting minyak bumi dinaikkan dari 625.000 barel per hari menjadi 635.000 barel per hari. Asumsi dasar lain, seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar rupiah, lifting gas, dan tingkat suku bunga Surat Utang Negara (SUN), tidak berubah dari target semula yang diusulkan dalam RUU APBN 2024. (Yoga)
Hambatan Pengadaan Turut Picu Kenaikan Harga Beras
Kenaikan harga beras turut dipicu oleh terhambatnya pengadaan cadangan beras pemerintah. Untuk itu, pemerintah perlu benar-benar menjaga dan menambah CBP agar harga beras tidak semakin naik. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad, Kamis (7/9) mengatakan, kenaikan harga beras tidak hanya dipengaruhi kekeringan akibat El Nino, tetapi juga terhambatnya pengadaan CBP. Belakangan ini, pemerintah kesulitan menyerap gabah dan beras di dalam negeri dan mendatangkan beras dari negara lain. Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sudah jauh di atas harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 5.000 per kg.
Hal itu membuat Perum Bulog tidak mampu menyerap gabah tersebut karena hanya diperbolehkan membeli gabah atau beras sesuai HPP atau 10 % lebih tinggi dari HPP. Dari sisi impor, lanjut Tauhid, Indonesia batal mengimpor 1 juta ton beras dari India. Sejumlah negara produsen beras lain, seperti Thailand dan Vietnam, juga tidak membuka keran ekspor beras secara besar-besaran demi pemenuhan kebutuhan domestik. Di sisi lain, pelaku pasar perberasan juga tengah bersaing untuk mendapatkan gabah atau beras untuk menambah stok mereka. ”Ketiga faktor itu secara otomatis memengaruhi psikologis pasar beras. Pelaku pasar tidak akan mengeluarkan beras secara normal sehingga membuat harga beras naik,” ujarnya ketika dihubungi di Jakarta. (Yoga)
India-Asean Optimalkan Kerja Sama Ekonomi Biru
JAKARTA,ID-Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau Asean mengajak India untuk mengoptimalkan kerja sama dalam memanfaatkan potensi besar di Samudra Hindia secara berkelanjutan. Itu bisa dilakukan dengan mendorong pengembangan ekonomi biru (blue economy), ketahanan pangan, konektivitas maritim, serta sumber daya energi laut. Pengambangan secara optimal terhadap samudra yang memiliki total luas hingga 70,56 juta kilometer persegi, terluas ketiga setelah Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik, itu diyakini bisa membuat pusat pertumbuhan baru bagi kawasan. Ini selaras dengan tema Keketuaan Asean Indonesia tahun ini yakni Asean Matters: Epicentrum of Growth. "Kerja sama Asean dan India selama ini memang telah memberi manfaat nyata bagi rakyat. Namun, kolaborasi ini masih perlu terus kita optimalkan," ujar Presiden Jokowi saat pembukaan KKT ke-20 Asean-India yang diselenggarakan di JCC, Jakarta, Kamis (7/9/2023) pagi. (Yetede)
Target Satu Juta Barel Butuh Investasi US$ 185,7
JAKARTA,ID-Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan investasi sebesar US$ 185,7 miliar untuk mencapai target kaki kubik per hari (billion standard cubic-feet per day/BSCFD) di 2030. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan ini, sektor hulu migas nasional guna memenuhi kebutuhan domestik yang semakin meningkat seiring pertumbuhan ekonomi nasional. Dukungan investasi diperlukan agar kegiatan ekplorasi dan pengembangan lapangan migas bisa dilakukan secara masif. Iklim investasi di sektor hulu migas terus diperbaiki melalui pemberian insentif dan perubahan kebijakan fiskal. "Daya tarik investasi di sektor hulu migas di Indonesia sebenarnya sudah membaik, namun masih ada hal-hal yang harus diperbaiki," kata Dwi Soetjipto dalam keterangannya di Jakarta, kamis. Di 2050, lanjut Dwi, volume konsumsi minyak diperkirakan naik 139%, sementara volume konsumsi gas diprediksi naik 298%. Dukungan investasi di sektor hulu migas terus diperbaiki melalui pemberian insentif dan perubahan kebijakan fiskal. (Yetede)
Waspada Dampak Harga Minyak Melonjak
JAKARTA – Harga minyak dunia mulai bergerak menanjak dan mengakhiri tren melemah yang berlangsung sejak akhir 2022. Pada Selasa, 5 September lalu, harga minyak Brent menembus US$ 90 per barel untuk pertama kalinya sejak 16 November 2022. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) pada waktu yang sama menembus US$ 87 per barel, yang juga pertama kali terjadi sejak November 2022. Posisi terbaru, hingga kemarin malam pukul 21.33 WIB, Brent bertengger di angka US$ 90,48 per barel dan WTI sebesar US$ 87,47 per barel. Kenaikan harga minyak dunia itu menjadi perhatian pemerintah. Musababnya, pemerintah dalam Nota Keuangan 2024 menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia US$ 80 per barel. Belakangan, setelah adanya tren kenaikan harga minyak, pemerintah mengusulkan asumsi tersebut dinaikkan menjadi US$ 82 per barel. "Hal ini merespons harga minyak yang melonjak dalam beberapa pekan terakhir, bahkan sekarang naik di US$ 90 per barel," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, kemarin. Menurut Sri Mulyani, kenaikan harga minyak tersebut perlu diantisipasi lantaran adanya dinamika dari sisi pasokan. Ia mengatakan harga terus menanjak karena beberapa faktor, antara lain lantaran Arab Saudi dan Rusia berkomitmen menahan atau mengurangi produksinya. (Yetede)
Tekan Risiko Tengkes dengan Pangan Lokal
Pencegahan tengkes (stunting) pada anak balita bisa dilakukan dengan pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal. Selain dekat dengan masyarakat, pangan lokal dipilih karena bisa berdampak ke pemenuhan gizi keluarga. Hal ini mengemuka dalam Publikasi Data Intervensi Spesifik dan Sensitif Bidang Kesehatan: Percepatan Penurunan Stunting Triwulan II-2023, Rabu (6/9/2023), secara daring. (Yoga)
Harga Gabah Makin Tinggi
Panen padi hasil musim tanam kedua atau MT II tahun ini masih berlangsung di sejumlah daerah. Namun, harga gabah kering panen sudah mencapai lebih dari Rp 7.000 per kg. Perum Bulog dikhawatirkan tak mampu menyerapnya. Berdasarkan Panel Harga Pangan BPNl (NFA), per Rabu (6/9) harga rata-rata nasional gabah kering panen (GKP) di tingkat petani mencapai Rp 6.220 per kg. Dalam sebulan terakhir, harga rata-rata nasional GKP naik 12,68 %.
Koordinator Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani (AB2TI) Jabar Masroni mengatakan, hingga akhir Oktober 2023, panen padi MT II masih ada di sejumlah daerah di Jabar. Namun, harga GKP di sejumlah daerah di Jabar, seperti di sebagian wilayah Kabupaten Indramayu dan Subang, relatif tinggi, berkisar Rp 7.500-Rp 7.800 per kg. ”Penggilingan kecil dan menengah serta Bulog sudah tidak bisa membeli GKP itu. Hanya penebas yang bermitra dengan korporasi beras skala besar yang menyerapnya,” ujarnya ketika dihubungi dari Jakarta, Rabu (6/9). (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









