Waspada Dampak Harga Minyak Melonjak
JAKARTA – Harga minyak dunia mulai bergerak menanjak dan mengakhiri tren melemah yang berlangsung sejak akhir 2022. Pada Selasa, 5 September lalu, harga minyak Brent menembus US$ 90 per barel untuk pertama kalinya sejak 16 November 2022. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) pada waktu yang sama menembus US$ 87 per barel, yang juga pertama kali terjadi sejak November 2022. Posisi terbaru, hingga kemarin malam pukul 21.33 WIB, Brent bertengger di angka US$ 90,48 per barel dan WTI sebesar US$ 87,47 per barel. Kenaikan harga minyak dunia itu menjadi perhatian pemerintah. Musababnya, pemerintah dalam Nota Keuangan 2024 menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia US$ 80 per barel. Belakangan, setelah adanya tren kenaikan harga minyak, pemerintah mengusulkan asumsi tersebut dinaikkan menjadi US$ 82 per barel. "Hal ini merespons harga minyak yang melonjak dalam beberapa pekan terakhir, bahkan sekarang naik di US$ 90 per barel," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, kemarin. Menurut Sri Mulyani, kenaikan harga minyak tersebut perlu diantisipasi lantaran adanya dinamika dari sisi pasokan. Ia mengatakan harga terus menanjak karena beberapa faktor, antara lain lantaran Arab Saudi dan Rusia berkomitmen menahan atau mengurangi produksinya. (Yetede)
Tags :
#MinyakPostingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023