Pertamina Tancap Gas di Bisnis EBT dan Migas
Hasrat ekspansi Pertamina Group sedang menggebu-gebu dan menggotong sejumlah aksi korporasi. Perusahaan energi pelat merah ini pun menyiapkan anggaran jumbo untuk membiayai ekspansi tahun ini.
Fadjar Djoko Santoso,
Vice President Corporate Communication
Pertamina, menyatakan, semua aksi korporasi tersebut bertujuan menjaga ketahanan energi, cara menaikkan produksi migas, sekaligus memperkuat bisnis sektor energi baru tebarukan (EBT). Oleh karena itu, "Tahun ini Pertamina Group menyiapkan total belanja modal sekitar US$ 9 miliar," kata dia kepada KONTAN, kemarin (8/9).
Dana sebesar itu digunakan untuk menambah produksi migas hingga menambah aset di bisnis EBT. Di sektor migas, misalnya, Pertamina mengakuisisi sejumlah blok migas di dalam dan luar negeri demi mencapai target produksi migas 1 juta barel per hari hingga tahun 2030. Tahun ini, PT Pertamina Hulu Energi, anak usaha Grup Pertamina di bisnis hulu migas, menyiapkan belanja modal atau
capital expenditure
(capex) senilai US$ 5,7 miliar.
Masih di lini bisnis energi hijau, Pertamina New Renewable Energy (PNRE) juga menjajaki kerjasama pengembangan listrik tenaga surya berkapaistas 100 MW di Afrika Selatan. "Rencana itu masih tahap diskusi," kata Dannif Danusaputro,
Chief Executive Officer
(CEO) PNRE, kemarin.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023