;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Jokowi: Perlu Inovasi Agar Indonesia jadi Lumbung Pangan

16 Sep 2023

JAKARTA,ID-Presiden Jokowi menyatakan bahwa Indonesia tidak perlu takut dan khawatir dengan krisis pangan global. Krisis tersebut justru kesempatan bagi RI untuk mencipatkan lumbung pangan dunia melalui berbagai inovasi di luar nalar masyarakat, di antaranya menciptakan variates padi dengan produktivitas 10-12 ton per hektare (ha) atau lebih. Dengan disampaikan Presiden Jokowi saat berpidato pada Dies Natalis ke-60 IPB University yang dipantau dari dari kanal media sosial Sekertariat Presiden, Jumat (15/09/2023). Kepala  Negara menjelaskan, dalam menghadapi tantangan kedepan, berupa krisis energi, pangan, dan ekonomi, Indonesia tidak perlu takut dan khawatir. Tantangan tersebut justru bisa diubah  menjadi sebuah peluang bagi Indonesia. "Untuk menghadapi krisis pangan misalanya, kita perlu inovasi besar-besaran yang bisa menjadi terobosan atau langkah  besar kita kedepan. Menjadikan masalah pangan dunia  sebuah peluang bagi Indonesia untuk menjadi lumbung pangan. Ada kesulitan, ada krisis, tapi itu bisa jadi sebuah peluang, kesempatan, agar nantinya justru meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan kita," papar Presiden Jokowi. (Yetede)

Waswas Efek Naiknya Harga Gas

16 Sep 2023

JAKARTA — Sejumlah industri waswas menghadapi rencana kenaikan harga gas dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Biaya produksi yang membengkak bakal mengurangi daya saing mereka. Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB), Yustinus Gunawan, menuturkan kenaikan harga di tengah proses pemulihan ekonomi mengancam industri pengguna gas. Biaya gas berkontribusi 15-50 persen pada ongkos produksi. Tambahan biaya yang harus dirogoh para pelaku usaha pada akhirnya bakal ditransmisikan ke penjual.  Yustinus menyatakan kenaikan harga produk akan menurunkan daya saing mereka. Efeknya, penjualan menurun, utilisasi pabrik merosot, hingga kemudian berpengaruh pada serapan tenaga kerja. "Kenaikan harga akan memicu deindustrialisasi," katanya kepada Tempo, kemarin. Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas), Fajar Budiono, pun satu suara soal risiko deindustrialisasi. Dalam kasusnya, biaya produksi terbesar berasal dari bahan baku yang mayoritas impor. Kontributor terbesar kedua adalah energi. Fajar khawatir industri semakin tak bisa bersaing dengan kenaikan harga gas. Menurut dia, kondisi pasar global maupun domestik saat ini sedang tidak baik. Persaingan semakin ketat karena ekonomi Cina melemah dan mempengaruhi daya saing. Kondisi tersebut membuat Indonesia menjadi sasaran empuk untuk impor bahan baku hingga produk olefin, aromatik, serta plastik. "Cina juga bahan bakunya dapat harga murah dari Rusia sehingga dia bisa dengan mudah menghajar barang di sini," tuturnya. (Yetede)

Presiden Instruksikan Bulog Operasi Pasar

15 Sep 2023

Presiden Jokowi menginstruksikan Perum Bulog menggencarkan operasi pasar. Operasi pasar ini mencakup ritel hingga grosir. ”Saya sudah perintah kepada Ka Bulog untuk mengoperasi pasar tidak hanya di ritel, tidak hanya di grosir, Cipinang, semuanya. Minta berapa pun beri, tapi bayar,” ujar Presiden menjawab pertanyaan wartawan seusai meninjau Gudang Bulog Purwosari, Karawang, Jabar, Kamis (14/9). Sebelumnya, Presiden meninjau harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Johar, Karawang.

Presiden mendapati harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Johar mulai  turun, kecuali beras. ”Tadi kami cek semuanya baik, hanya satu, (yaitu) beras, yang belum turun (harganya),” kata Presiden. Salah seorang pedagang beras di Pasar Johar, Halid Hamzah, mengatakan, hingga Kamis harga beras terus naik. Harga beras rata-rata naik hingga Rp 2.000 per kg, ”Kenaikannya itu per kg Rp 2.000, sih. Yang mulanya paling murah itu Rp 10.000 (naik) ke Rp 12.000-Rp 12.500. Ada lonjakan Rp 2.000 per kg,” katanya. (Yoga)


Artisan Dongkrak Serapan Biji Kakao Lokal

15 Sep 2023

Serapan biji kakao lokal untuk kebutuhan dalam negeri membaik. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika dalam International Cocoa Conference ke-8 di Bali, Kamis (14/9/2023), mengatakan, pada 2021, sebanyak 63 persen bahan baku dipenuhi dari impor. Pada 2022, seiring berkembangnya pelaku artisan, bahan baku lokal yang terserap 45 persen dan impor 55 persen. (Yoga)

Hilirisasi Batu Bara Jadi target Ekpansi Bumi Resources

15 Sep 2023

JAKARTA,ID-PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengungkapkan, hilirisasi industri batu bara menjadi agenda utama perseroan dalam mendukung target dekarbonisasi Indonesia. Hal ini juga menjadi salah satu persyaratan perpanjangan salah satu persyaratan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan (IUP). Dalam riset CSLA Sekuritas, BUMI menyampaikan peta jalan (roadmap) ekspansi yang akan dilakukan beberapa waktu ke depan. Pertama, perseroan sedang menjajaki potensi hilirisasi  batu bara menjadi amonia dengan menggandeng investor strategis. "Pasalnya, biaya menjadi salah satu tantangan tertinggi dalam aksi ini," jelas manajemen BUMI dalam riset CLSA yang dikutip Kamis (14/9/2023). Selain itu, BUMI juga berencana melakukan diverifikasi ke industri mineral bersama dengan anak usahanya, PT Bumi Resource Minerals Tbk (BRMS) yang bergelut dalam bidang pertambangan emas dan mineral lainnya. Tak berhenti  sampai di situ, perseroan juga mengungkapkan penjajakan energi terbarukan, salah satunya dengan menggunakan panel surya sebagai sumber energi listrik. (Yetede)

Polusi PLTU Suralaya Tak Hanya Momok Jakarta

15 Sep 2023

EDI Suryana khawatir akan masa depan anak perempuannya yang berusia 6 tahun. Putrinya itu terserang tuberkulosis paru empat tahun lalu. Edi waswas kondisi kesehatan anaknya semakin parah akibat abu hasil pembakaran batu bara (fly ash) yang menyembur dari cerobong asap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya. "Penyakit ini membuat pertumbuhan paru-parunya tidak normal," kata Edi kepada Tempo, kemarin. "Di sekolah, dia harus selalu menggunakan masker. Tapi, namanya anak-anak, kadang tidak disiplin." Pria berusia 44 tahun itu masih ingat ketika membawa buah hatinya untuk mengikuti imunisasi pada 2019. Setelah imunisasi itu, putrinya mengalami gejala alergi sehingga pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) merujuknya ke Rumah Sakit Cilegon. Hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan paru-paru anak Edi terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. "Dia harus minum obat selama enam bulan, tidak boleh putus. Kalau putus, diulang lagi. Bayangkan, anak umur 3 tahun harus minum obat yang cukup keras," kata Edi, yang saban hari berprofesi sebagai nelayan. (Yetede)

Mengungkit Minat Investor Energi Hijau

15 Sep 2023

Upaya pemerintah untuk mengakselerasi pemanfaatan energi baru terbarukan atau EBT mendapatkan titik terang. Rencana PT PLN (Persero) untuk memperbesar porsi pembangkit listrik berbasis energi hijau mendapatkan respons positif dari para pelaku bisnis. Kondisi ini digadang-gadang dapat mempercepat proses substitusi bahan bakar fosil ke energi hijau khususnya di sektor kelistrikan Indonesia. Selama ini, investor kurang menaruh minat untuk menanamkan modal di Indonesia karena lokasi pengembangan EBT yang berada di daerah terpencil, dan harga jual listrik dari sumber energi hijau masih belum ekonomis. Padahal, nilai investasi untuk energi hijau sangat tinggi. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), total kapasitas dari pembangkit listrik di Tanah Air mencapai 72 gigawatt (GW), di mana 38 GW menggunakan batu bara. Tentu saja, karena rendahnya minat investor untuk berinvestasi di sektor energi hijau membuat pemerintah mencari berbagai cara mengurai tantangan tersebut. Mulai dari opsi pemberian insentif, kemudahan perpajakan, dan kebijakan yang ramah investasi energi hijau. Dari sedemikian banyaknya insentif yang diberikan pemerintah, ternyata revisi Rencana usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021—2030 yang dilakukan PLN mendapatkan perhatian lebih. Penambahan EBT dalam RUPTL baru yang tengah dirancang bersama Kementerian ESDM itu mencapai 60 gigawatt (GW), dan sisanya berasal dari pembangkit listrik berbasis gas. Masih berdasarkan data Kementerian ESDM, dalam RUPTL ini, total pembangkit EBT yang akan dibangun sebesar 20.923 MW. Hingga saat ini, tercatat jumlah Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) EBT yang beroperasi sebesar 737 MW (3,5%), dan memasuki tahap konstruksi sebesar 5.259 MW (25,1%). Tak hanya di situ, Kementerian ESDM juga melakukan pembangunan infrastruktur EBT melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) khususnya ditujukan untuk memberikan akses listrik pada daerah terpencil.

Investasi Hulu Migas Butuh Rp 232,5 Triliun

14 Sep 2023

Pemerintah menargetkan investasi hulu minyak dan gas bumi tahun ini 15,5 miliar dollar AS atau setara Rp 232,5 triliun. Target itu 26 persen lebih tinggi daripada realisasi 2022. Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas Nanang Abdul Manaf, Rabu (13/9/2023), mengatakan, hingga 2030, investasi yang dibutuhkan mencapai 18 miliar dollar AS per tahun. (Yoga)

Penyalur Elpiji Dapat Sanksi

14 Sep 2023

PT Pertamina (Persero), per 8 September 2023, menerbitkan total 781 surat sanksi kepada lembaga penyalur dan stasiun pengisian bulk elpiji atau SPBE karena melanggar peraturan terkait distribusi elpiji. Komisi VII DPR menilai, diperlukan sanksi lebih tegas dan penguatan sistem dalam pengawasan penyaluran elpiji. Menurut data Pertamina serta Ditjen Migas Kementerian ESDM, 781 surat sanksi itu terdiri dari 547 surat untuk lembaga penyalur elpiji bersubsidi dan 15 surat untuk lembaga penyalur elpiji nonsubsidi. Di samping itu, ada 183 SPBE subsidi dan 36 SPBE nonsubsidi yang juga menerima surat sanksi. Sejumlah pelanggaran yang dilakukan, antara lain, agen tidak melakukan pendataan laporan bulanan di aplikasi Si Melon serta tak melapor adanya perubahan pangkalan. Lalu, agen menjual ke pangkalan dengan harga tidak sesuai ketentuan, pangkalan menjual elpiji 3 kg di atas harga eceran tertinggi, dan adanya temuan verifikasi isi ulang elpiji 3 kg.

Sementara berdasarkan rekapitulasi kepolisian terkait penyalahgunaan elpiji bersubsidi, hingga kini (tahun 2023) sudah ada 63 kasus yang terdiri dari administrasi 8 kasus dan pidana 55 kasus. Kabupaten Bogor, Jabar, tertinggi dengan 5 kasus, disusul Kota Jaktim, DKI Jakarta, dengan 4 kasus. Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, di Jakarta, Rabu (13/9) mengatakan, pihaknya menerapkan sejumlah sanksi. Sanksi itu mulai dari teguran hingga pemutusan hubungan usaha terkait dengan penyaluran elpiji, baik bersubsidi maupun non-subsidi. ”(Pelanggaran itu) karena tidak sesuai dengan kesepakatan atau perjanjian antara Pertamina dan penyalur-penyalur tersebut. Pada SPBE, misalnya, surat teguran terkait dengan kinerja operasional, surat peringatan terkait pemenuhan perizinan, surat skorsing, dan surat klaim loses,” kata Riva. (Yoga)


Jumpalitan Mengawasi Gejolak Harga Beras

14 Sep 2023

Pemerintah jumpalitan menghadapi gejolak harga beras di pasaran. Sederet jurus dikeluarkan untuk menekan harga beras yang terus menanjak. Pemerintah mengguyur beras dari gudang-gudang Bulog ke pasar induk. Mulai awal September 2023, pemerintah juga menyalurkan bantuan beras 10 kg per bulan untuk 21,35 juta keluarga yang berhak selama tiga bulan. Di saat yang sama, pemerintah mengimpor beras untuk menambah cadangan beras. Meski sudah menggelar aneka cara, harga beras tetap mahal. Mengacu data Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga beras medium tercatat Rp 12.810 per kg. Harga ini sudah melampaui harga eceran tertinggi (HET) untuk Pulau Jawa Rp 10.900 per kg. Sedang harga beras premium Rp 14.430 per kg. Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengungkapkan, harga beras di pasaran masih tinggi. Menurut dia, kunci untuk menurunkan harga saat ini adalah meningkatkan ketersediaan di lapangan. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) optimis harga beras turun dengan bantuan pangan beras. "Dengan bantuan pangan beras kepada 21,35 juta keluarga penerima manfaat, harga beras bisa turun ke Rp 11.000 per kg, khususnya jenis medium," harap dia. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan berharap, dengan guyuran beras SPHP ke PIBC, harga beras terkoreksi dan kembali stabil. "Jika dibanjiri begini insya Allah harga cepat turun. Semoga bisa stabil," ucap dia dalam keterangan tertulis, Rabu (13/9). Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, dalam seminggu ini akan dilepas sekitar 1.000 ton sampai 3.000 ton beras SPHP ke Pasar Induk Cipinang. Kemudian para pedagang di PIBC mengucurkan beras itu ke pasar. "Ini sesuai perintah Presiden agar beras SPHP disalurkan untuk mengisi semua pasar, semua lini diguyur," ungkap Arief.