;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

BUMDes Blora Mampu Berkontribusi Garap 160 Sumur Bor Minyak

20 May 2025
Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Sumber Alam Agung Abadi Desa Plantungan, Blora, Jawa Tengah mampu berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) Plantungan lewat pengelolaan 160 sumur bor artesis yang menghasilkan  minyak. "BUMDes dari awal mengelola sumur artesis hingga sekarang sudah berkontribusi dalam memberikan PADes Plantungan lebih dari Rp 3 miliar," kata Pengelola BUMDes Sumber Alam Agung Abadi Desa Plantungan Hanafi. Hasil pengumuman limbah dari seratus sumur bor artesis di Desa Plantungan Kecamatan Blora Jawa Tengah, kata dia, rata-rata mendapatkan 1 juta liter per bulan. Ia mengungkapkan dari 160 sumur bor artesis tersebut, yang bercampur dengan minyak limbah tercatat ada 60-an sumur, selebihnya minyak yang bercampur dengan air. "tergantung intensitas hujan. Jika curah hujannya tinggi banyak airnya, begitu sebaliknya. Rata-rata per bulan pengumpulan minyak bisa mencapai 1 juta liter," terangnya. Ia mengatakan dari pengolahan puluhan limbah sumur bor artesis di Desa Plantungan, penghasilan per tahunnya ya cukup besar dan sudah berjalan empat tahun, sehingga bisa berkontribusi terhadap PADesa. Sekitar 10% dari PADes tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan sosial, pembangunan infrastruktur serta lainnya. (Yetede)

Kopi Indonesia ke Pasar Global melalui World of Coffee Jakarta 2025

19 May 2025

Pengunjung memadati World of Coffee Jakarta 2025 di hari ketiga sekaligus hari terakhir penyelenggaraan di Jakarta, Sabtu (17/5). Selain mempromosikan produk kopi nasional di mata para pemain global, ajang ini membuka pangsa global bagi produk lain dalam rantai pasok hilirisasi produk minuman kopi. Ketua Umum Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (Speciality Coffee Association of Indonesia / SCAI) Daryanto Witarsa mengatakan, target utama penyelenggaraan ajang ini adalah mempertemukan profesional di bidang kopi nasional, mulai dari produsen, roaster, barista, hingga pelaku industri manufaktur, dalam ekosistem industri kopi dunia. ”Posisi unik Indonesia sebagai pasar konsumen sekaligus produsen kopi yang signifikan di dunia membuat pergelaran tahun ini menjadi menarik. Pelaku lain yang masuk rantai pasok kopi nasional jadi turut mendapatkan medium promosi ke pasar global,” ujarnya, Sabtu.

Head of Brand and Marketing Activation PT Multi Citra Rasa, Jordy Junius mengatakan, pada hari ketiga pergelaran World of Coffee 2025, pihaknya membawa 15 kelompok pelaku industri kopi mancanegara untuk mengunjungi pabrik produksi Dripp di Kawasan Industri MM 2100, Bekasi, Jabar. PT Multi Citra Rasa adalah perusahaan produsen jenama sirop perisa minuman kopi, Dripp. Ke-15 kelompok itu merupakan pembeli potensial yang ia kumpulkan sepanjang hari pertama dan kedua World of Coffee Jakarta 2025. Para calon pembeli dari Malaysia, Kamboja, Jepang, dan Arab Saudi itu dipersilakan melihat proses produksi Dripp untuk memastikan kualitas sesuai dengan standar yang mereka butuhkan. ”Target utama kami mengikuti pergelaran ini memang untuk mendapatkan potential buyer agar kami dapat melakukan ekspansi pasar ke luar negeri,” ujar Jordy. (Yoga)


Asia Pasifik Dorong Bisnis Selaras SDGs

19 May 2025

Dengan tenggat waktu hanya lima tahun menuju 2030, dunia dihadapkan pada urgensi nyata untuk mengejar target Sustainable Development Goals (SDGs). Tantangan besar seperti kesenjangan investasi sebesar US$1,5 triliun per tahun, kemiskinan struktural di Asia Pasifik, serta krisis iklim memerlukan solusi yang melampaui pendekatan konvensional.

Dalam konteks ini, Asia Pacific Business Forum yang digagas oleh United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UN ESCAP) melahirkan Kuala Lumpur Business Leaders’ Declaration, yang memetakan lima pilar transformasi: energi hijau, infrastruktur berkelanjutan, pembiayaan inklusif, ekonomi digital, dan ekonomi sirkular.

UN ESCAP melalui ESCAP Sustainable Business Network (ESBN) memimpin inisiatif strategis seperti Green Deal for Business, untuk membantu sektor bisnis mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam model bisnis mereka. ESBN berperan sebagai katalis antara sektor swasta dan pembiayaan global melalui kemitraan strategis seperti Global Investors for Sustainable Development (GISD) Alliance, yang juga diikuti oleh pelaku bisnis dari Indonesia.


Evaluasi Proyek Migas Terlantar Demi Ketahanan Energi

19 May 2025

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), berencana mengalihkan kontrak wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) yang mangkrak kepada kontraktor lain guna mengoptimalkan produksi dan lifting migas nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa banyak blok migas berizin yang tidak dimanfaatkan secara optimal, padahal berpotensi menyumbang tambahan produksi 5.000–7.000 barel per hari, khususnya dari wilayah seperti Natuna.

Sebagai bentuk konkret, pemerintah telah menerbitkan Keputusan Menteri ESDM No. 110.K/MG.01/MEM.M/2024, yang mengatur kriteria wilayah kerja migas terlantar, termasuk lapangan non-produktif selama dua tahun berturut-turut atau struktur migas yang tidak ditindaklanjuti dalam tiga tahun. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mempercepat pengelolaan wilayah kerja yang terbengkalai dan mendukung kedaulatan energi nasional.

Sementara itu, Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA), Carole J. Gall, mengingatkan bahwa meskipun produksi migas nasional menurun, potensi sumber daya di Indonesia masih sangat besar. Saat ini, baru 16% dari total cekungan migas di dalam negeri yang telah berproduksi, menunjukkan ruang eksplorasi dan pengembangan yang masih luas.

Langkah pemerintah ini menunjukkan komitmen kuat untuk mempercepat reformasi sektor energi demi menjaga ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor migas.


Kinerja MBG Tak Sesuai Harapan Investor

19 May 2025
Kinerja sektor unggas Indonesia sempat tertekan akibat penurunan harga ayam sejak awal 2025, terutama karena kelebihan pasokan. Namun, kondisi ini mulai membaik berkat program voluntary culling yang berhasil menaikkan harga ayam hidup menjadi Rp 17.400/kg pada awal Mei 2025. Stabilnya harga jagung sebagai pakan ternak juga turut menjaga biaya produksi tetap rendah, memberi prospek positif bagi emiten-emiten unggas di sisa tahun ini.

Victor Stefano dan Wilastita Muthia Sofi, analis dari BRI Danareksa Sekuritas, menilai bahwa pengurangan pasokan serta potensi peningkatan penyerapan ayam akan mendukung kenaikan harga ayam dan mendorong kinerja industri unggas di semester II-2025. Namun, mereka mencatat bahwa dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah hanya menyerap 3,4% produksi ayam, jauh dari ekspektasi awal 5,8%, sehingga efeknya terhadap industri ini relatif minimal.

Abdul Azis dari Kiwoom Sekuritas menambahkan bahwa kestabilan harga jagung di kisaran Rp 5.100–Rp 5.200/kg turut mendukung profitabilitas emiten karena biaya pakan yang terkendali. Ia merekomendasikan saham Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) dengan target harga Rp 2.420.

Sementara itu, Indy Naila dari Edvisor Provina Visindo menyebut bahwa sejumlah hambatan pelaksanaan program MBG turut menekan potensi penyerapan produk unggas. Ia menekankan pentingnya perbaikan dalam implementasi program MBG agar bisa benar-benar mendongkrak permintaan sektor ini.

Meski masih ada tantangan seperti potensi pelemahan daya beli masyarakat, prospek emiten unggas tetap positif. Victor dan Indy merekomendasikan saham Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dengan target harga masing-masing Rp 6.800 dan Rp 5.250 per saham, sementara Indy juga menyarankan buy untuk JPFA di Rp 2.230 per saham.

Cerita Indonesia, Cerita Kopi Gayo

17 May 2025

Pamor kopi arabika gayo tak pernah padam. Semangat petani kopi di Dataran Tinggi Gayo terus membara. Terjaganya pasar ekspor membuat kopi gayo terus bercerita tentang Indonesia di panggung dunia. Minggu (11/5) Aspriyono (55) memasuki kebun kopi di Desa Blang Gele, 8,5 kilometer barat Takengon, ibu kota Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Tangannya cekatan membuang tunas-tunas baru yang tidak diperlukan. Masa panen kebun kopi seluas 1 hektar di lereng gunung menghadap Danau Lut Tawar telah berakhir. Merahnya buah ceri kopi hanya terlihat di beberapa pohon berjarak tanam 2,5 x 2 meter. Namun, harga kopi yang bagus sejak awal 2025 membuat Aspriyono tak lengah merawat kebun kopinya. ”Kami, petani, tahu kalau kopi-kopi ini akan diekspor. Kami juga memastikan ini organik (tanpa menggunakan bahan kimia). Harga bagus ini mudah-mudahan semakin stabil,” ujar Aspriyono.

Sekali putaran mengutip kopi, selama 15 hari, kebun Aspriyono bisa menghasilkan 20 kaleng buah ceri kopi, yang disebut warga setempat dengan gelondongan, sekitar 240 kg. Pada masa panen awal 2025, di Takengon, buah ceri kopi arabika dihargai Rp 210.000 per kaleng (12 kg) oleh pengumpul untuk dijual kepada kolektor, sebelum berlanjut diekspor. Kebun kopi di Dataran Tinggi Gayo juga menjadi warisan turun-temurun. Kopi arabika gayo dikenal berkualitas baik sehingga lebih dari 90 % diekspor, permintaan domestik pun bertumbuh. Dalam menjaga kualitas kopi, Aspriyono acapkali mendapat pelatihan dan pendampingan budidaya kopi. Salah satu pelatihan diberikan Koperasi Baitul Qiradh Baburrayyan, Takengon, yang mengekspor kopi ke Starbucks di AS. Saidi (48), petani asal Desa Bener Kelipah Selatan, menuturkan, bagi masyarakat Gayo, kopi bukan sekadar minuman, melainkan warisan leluhur.

Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia Aceh Armia, di Simpang Tiga Redelong, Sabtu (10/5), menuturkan, kenaikan harga kopi arabika pun turut mengerek harga robusta sehingga semua petani sejahtera dan bahagia. Di Koperasi Permata Gayo, yang didirikan Armia, terdapat program mendorong bisnis kopi menjadi lebih hilir, khususnya bagi anak muda. Selain itu, juga ada sejumlah pelatihan anak muda menjadi barista, pencicip kopi (cupper), dan penilai kualitas kopi (Q-grader). Diharapkan, Bener Meriah ataupun Gayo tak hanya terkenal kopinya, tetapi juga semakin banyak tenaga terampil ahli kopi level nasional ataupun kancah global. Di tengah berbagai tantangan, keberlanjutan kopi gayo juga berarti keberlanjutan kopi Indonesia. Seperti disampaikan masyarakat Gayo, ”Ada kopi, ada cerita”. (Yoga)


Permintaan Global Dongkrak Harga Batu Bara RI

17 May 2025

Ketegangan geopolitik global, termasuk konflik terbaru antara India dan Pakistan, menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas pasokan energi dunia, seperti halnya dampak besar yang ditimbulkan konflik Rusia-Ukraina. Tokoh penting dalam krisis energi global seperti Gazprom, perusahaan migas Rusia, bahkan menghentikan pasokan gas ke Eropa, yang selama ini sangat bergantung pada Rusia untuk kebutuhan energi. Namun, Indonesia menunjukkan ketahanan dan optimisme dalam menghadapi potensi dampak konflik India-Pakistan, khususnya terkait batu bara.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa ekspor batu bara Indonesia mencapai 150 juta ton hanya dalam empat bulan pertama tahun 2025, dengan cadangan nasional mencapai 33,8 miliar ton. Dalam menghadapi kompetisi global dengan negara produsen lain seperti Australia, AS, dan Rusia, pemerintah Indonesia terus mendorong peningkatan produksi batu bara sekaligus menjaga pasokan domestik dan mendukung transisi energi baru terbarukan. Langkah strategis ini dinilai tepat dalam mengamankan pendapatan negara dari sektor energi dan menjaga kesejahteraan rakyat di tengah gejolak geopolitik dunia.



Penghentian Penggunaan Limbah B3 pada Industri Tahu Sidoarjo

16 May 2025

Pelaku industri kecil dan menengah pembuatan tahu di Desa Tropodo, Sidoarjo, Jatim, sepakat menghentikan penggunaan sampah plastik serta bahan berbahaya dan beracun (B3) sebagai bahan bakar produksi, untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang berdampak serius pada kesehatan masyarakat. Komitmen tersebut dituangkan dalam penandatanganan kesepakatan, menaati aturan tak menggunakan bahan bakar sampah plastik serta B3, seperti karet, styrofoam, sol sepatu, sandal, dan kulit sepatu, yang ditandatangani di Balai Desa Tropodo, Rabu (14/5) malam, yang dihadiri puluhan pelaku industri usaha produksi tahu dan penggorengan tahu. ”Pengusaha tahu diberi waktu seminggu untuk berubah, tidak diperbolehkan lagi menggunakan limbah berbahaya sebagai bahan bakar produksi tahu. Pelaku usaha harus menaati aturan perundangan yang berlaku,” kata Sekda Kabupaten Sidoarjo, Feny Apridawati.

Pemkab Sidoarjo telah menyusun strategi jangka pendek, menengah, dan jangka panjang untuk mengatasi pembakaran sampah plastik dan B3 di Desa Tropodo. Dalam jangka pendek dan menengah akan dilakukan rekayasa teknologi untuk mengurangi bahan berbahaya yang terkandung pada asap hasil pembakaran. Teknologi itu akan diterapkan pada tungku pembakaran dan cerobong asap. Kepulan asap itulah yang mencemari lingkungan, termasuk air, udara, serta tanah. Pembakaran sampah plastik menghasilkan gas CO2, NOX, dan karbon organik yang mencemari udara. Untuk jangka panjang, pemkab berencana membangun jaringan gas ke sentra industri tahu agar pelaku industri bisa beralih ke energi ramah lingkungan. Biaya pembangunan jaringan gas itu diperkirakan lebih dari Rp 20 miliar. (Yoga)


Petani Kelapa Sawit Tercekik Pungutan Ekspor

16 May 2025
Kenaikan tarif pungutan ekspor (PE) produk sawit dari 7,5% menjadi 10% berdasarkan PMK No. 30/2025 menuai kecemasan dari pelaku industri dan petani kelapa sawit. Alih-alih mendorong produktivitas dan nilai tambah di tingkat petani, kebijakan ini justru dinilai memperberat beban industri dan menekan harga tandan buah segar (TBS) serta crude palm oil (CPO).

Eddy Martono, Ketua Umum Gapki, menyatakan bahwa tambahan beban ekspor akan memperlemah daya saing sawit Indonesia dibandingkan negara pesaing seperti Malaysia, karena beban ekspor total bisa melebihi US$ 221 per metrik ton.

Iqbal Prastowo, Sekretaris Perusahaan PT Cisadane Sawit Raya Tbk, menilai kebijakan ini bisa menurunkan harga pasar dan berdampak negatif terhadap pendapatan perusahaan sawit, meski volume ekspor tidak turun signifikan.

Di sisi petani, Sabarudin, Ketua Umum Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), menolak kenaikan PE karena langsung menekan harga TBS di tingkat petani, yang bisa turun Rp 300–Rp 500 per kg. Ia juga mengkritik alokasi dana pungutan yang 90% digunakan untuk subsidi biodiesel, yang lebih menguntungkan konglomerat daripada petani kecil.

Sabarudin menuntut agar dana pungutan diefektifkan untuk program peremajaan sawit rakyat (PSR), bantuan bibit, pupuk, dan infrastruktur, mengingat realisasi PSR masih jauh dari target yang pernah dipasang oleh Presiden Joko Widodo, yakni 180.000 ha per tahun.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute juga menegaskan pentingnya pengelolaan dana PE yang transparan dan berpihak pada petani, agar kebijakan ini benar-benar mendukung kesejahteraan mereka.

Kenaikan pungutan ekspor sawit lebih banyak membawa dampak negatif dibanding manfaat, dan menuntut agar kebijakan tersebut dikaji ulang serta diimbangi dengan distribusi manfaat yang lebih adil kepada petani sawit.

Jangan Sampai Terlena

15 May 2025

Cadangan beras pemerintah di Perum Bulog tembus 3,7 juta ton, tertinggi dalam 58 tahun terakhir dan melampaui stok beras di kala Indonesia mencapai swasembada beras pada 1984. Namun, kondisi ini harus membuat semua pihak tak terlena. Melimpahnya stok beras Indonesia membuat sejumlah negara pengekspor beras, seperti Thailand, Vietnam, dan Myanmar, gerah sehinga mulai mendiversifikasi negara tujuan ekspor beras. Kementan mencatat, per 13 Mei 2025, stok beras pemerintah di Bulog mencapai 3,7 juta ton, dimana 2,02 juta ton beras merupakan hasil serapan gabah/beras dari dalam negeri dan sisanya berupa beras impor tahun 2024 (Kompas, 14/5/2025). Stok yang tinggi karena penyerapan beras di lapangan berhasil juga menambah keyakinan kita bahwa bila ada insentif yang memadai, petani bersedia menjual beras ke Perum Bulog.

Meski demikian, kita tidak boleh terlena dengan stok yang tinggi ini karena ada sebagian stok yang merupakan beras impor, yaitu 1,68 juta ton. Angka ini cukup tinggi karena Indonesia pernah mengimpor jauh dari angka itu dan pernah swasembada alias tidak mengimpor. Komponen beras impor dalam stok memberikan gambaran, masih ada ketergantungan kita pada produsen beras dari luar negeri. Oleh karena itu, stok yang melimpah tidak bisa dilabeli sebagai kesuksesan kinerja sektor pertanian. Pemerintah dan masyarakat perlu memiliki focus yang sama bahwa pertanian dan pangan adalah masalah penting atau berkaitan dengan ketahanan nasional. Dari sini kemudian dijabarkan dalam program yang jelas dan mendukung produksi pangan. Kita ingin produksi pangan lebih lestari dan petani juga sejahtera. (Yoga)