;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Pemerintah Indonesia Wujudkan Kemandirian Energi

27 May 2025
Pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan kemandirian energi nasional dengan mengembalikan kejayaan sektor minyak dan gas (migas) yang pernah dialihkan oleh Indonesia di era 1990-an. Untuk itu, lifting minyak bumi nasional dalam lima tahun ke depan ditargetkan bisa mencapai sebanyak satu juta barel per hari (bph) atau menjadi hampir dua kali dari realisasi lifting hingga akhir 2024 yang hanya sekitar 580 ribu bph. Sejumlah langkah dan strategi, baik jangka pendek maupun jangka panjang telah dan akan dilakukan pemerintah untuk mewujudkan target tersebut, diantaranya penataan kelonggaran bagi Pertamina dalam menggarap lapangan migas. Regulasi terbaru kembali memberi peluang kepada BUMN migas itu untuk menggandeng mitra melalui kerangka kerja sama operasi (KSO). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadahlia menyebut, perubahan regulasi dari KSO menjadi kontrak bagi hasil gross split telah memacu kemerosotan lifting minyak bumi oleh Pertamina. Oleh karena itu, selanjutnya tidak ada lagi keharusan bagi Pertamina untuk menggunakan kontrak bagi hasil gross split ketika menggandeng mitra untuk menggarap lapangan. (Yetede)

Lima Tahun Pertama Akan Dibangun Pembangkit Sebesar 27,9 GW Berbasis Gas

27 May 2025
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadahlia mengumumkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025-2034 sejalan dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN). RUPTL PLN 2025-2034 juga menjadi fondasi penting dalam upaya Indonesia mencapai  target Net Zero Emission (NZE) pada 2060. "Komitmen Paris Agreement terkait transisi  energi tidak lagi menjadi komitmen bersama dan beberapa  negara keluar dari komitmen awal, namun kita konsisten untuk menjalankan ini dengan memperhatikan kemampuan kita dan tingkat ketersediaan energi dan keekonomian," ujar Bahlil. Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt (GW) hingga 2034. Dari total ini, sekitar 76% kapasitas akan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT) dan sistem penyimpanan energi seperti baterai dan pumped storage. Pada lima tahun pertama akan dibangun pembangkit sebesar 27,9 GW berbasis gas, 12,2 GQ dari EBT,3 GW untuk sistem penyimpanan, dan 3,5 GW pembangkit batubara yang sudah dalam tahap penyelesaian konstruksi. (Yetede)

Kementerian PU Dorong Kolaborasi Perkotaan Turunkan Emisi Karbon

27 May 2025
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi sebagai  kunci dalam mewujudkan infrastruktur perkotaan yang adaptif, berkelanjutan, serta tangguh terhadap tantangan perubahan iklim dan bencana alam. Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti  mengatakan, dengan kolaborasi lintas sektor diharapkan tercipta keberlanjutan infrastruktur perkotaan yang inklusif. Ia menuturkan, bahwa pembangunan infrastruktur   perkotaan tidak cukup  dengan keandalan fisik, namun jua mampu beradaptasi. "Pembangunan infrastruktur perkotaan tidak cukup hanya kuat dan andal, tetapi juga harus mampu beradaptasi terhadap dinamika zaman, perubahan iklim, serta tantangan bencana. Semua itu harus dilakukan secara kolaboratif  dan inklusif dengan seluruh pemangku kepentingan dari berbagai sektor," kata Wamen Diana. Wamen Diana menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia untuk menurunkan emisi karbon yang ditargetkan sebesar 31,89% dengan usaha sendiri dan 43,2% dengan bantuan internasional  pada tahun 2030. Untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, sektor konstruksi    dan bangunan yang menyumbang emisi sekitar CO2 global juga harus bertransformasi menunu pembangunan rendah karbon. (Yedete)                 

Energi Jadi Pilar Pertumbuhan Baru

27 May 2025

Pemerintah melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025–2034 tengah membangun fondasi kuat di sektor energi guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 8% sesuai janji kampanye Presiden Prabowo Subianto. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa RUPTL terbaru ini memuat penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,6 gigawatt (GW), jauh lebih besar dibanding RUPTL sebelumnya. Sebanyak 61% kapasitas baru akan berbasis energi baru terbarukan (EBT), dengan investasi total mencapai hampir Rp3.000 triliun selama 10 tahun. Strategi ini diharapkan memenuhi kebutuhan listrik industri dan mendukung penghiliran serta industrialisasi tanpa perlu investasi pembangkit oleh pelaku industri.

Namun, Direktur Pelaksana Energy Shift Institute, Putra Adhiguna, mengingatkan agar pemerintah berhati-hati mengingat risiko oversupply listrik yang pernah terjadi akibat proyeksi pertumbuhan ekonomi berlebihan, sehingga penting mempercepat realisasi program PLN. Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Produsen Listrik Swasta (APLS), Arthur Simatupang, menyambut baik RUPTL ini karena memberi ruang bagi swasta, tetapi mengingatkan perlunya kejelasan proyek agar investasi bisa berjalan lancar tanpa hambatan perizinan dan pembebasan lahan.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menyoroti bahwa RUPTL 2025–2034 masih terlalu mengakomodasi energi fosil, yang berpotensi menghambat iklim investasi energi terbarukan dan transisi energi di Indonesia. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi investor yang mengharapkan arah transisi energi yang lebih ambisius.

Secara keseluruhan, RUPTL ini menjadi langkah strategis membangun infrastruktur energi nasional sebagai pondasi pertumbuhan ekonomi yang tinggi, namun keberhasilan implementasi dan keseimbangan antara energi fosil dan terbarukan menjadi kunci utama keberlanjutan rencana tersebut.



Kelangkaan Kelapa di RI dan Kemakmuran China

26 May 2025

Kemajuan ekonomi China berdampak pada pola konsumsi masyarakatnya. Berbagai barang konsumsi diimpor China dari ASEAN dan Indonesia. Beberapa tahun terakhir, impor durian dari Malaysia dan Thailand membanjiri pasar China. Sejak Presiden Prabowo mengizinkan ekspor kelapa ke China, harga kelapa di pasar Indonesia melonjak. Masyarakat China terbiasa mengonsumsi air kelapa. Bahkan, air santan dalam kemasan yang biasa untuk memasak dikonsumsi seperti minuman biasa. Dampaknya di Indonesia, harga santan kemasan di tingkat eceran naik dari Rp 8.000 menjadi Rp 19.000 untuk ukuran 200 mililiter. Harga sebutir kelapa kini dikisaran Rp 25.000-Rp 30.000 dari semula maksimal Rp 10.000 hingga belasan ribu rupiah per butir.

Bandung Geo Politic Studies (GPS) di Bandung, Jabar, menjelaskan, para pengusaha muda antusias mencari pasar di China untuk berbagai komoditas buah. Mereka berhasil mengekspor beberapa jenis buah khas Indonesia. Namun, semuanya adalah ekspor barang komoditas, bukan ekspor produk hilirisasi yang menambah nilai ekonomi bagi Indonesia. Presiden Prabowo sudah menegaskan, yang terpenting dari pembangunan ekonomi saat ini adalah hilirisasi dan tidak semata-mata mengandalkan ekspor komoditas. Sebab, itu tidak akan mampu menutup defisit dari importasi produk jadi untuk kebutuhan dalam negeri Indonesia. Langkah hilirisasi adalah keharusan jika ingin memanfaatkan peluang menangguk devisa. (Yoga)


Reformasi Mendorong Industri Migas Kembali Panas Membara

26 May 2025
Reformasi kebijakan diyakni bisa membuat industri minyak dan gas (migas) nasional kembali memanas, seperti yang terjadi pada era 1980 dan 1990-an. Kala itu, produkdi minyak berkisar 1,5-1,6 juta barel per hari (bph), jauh dari posisi saat ini sekitar 580 bph. Reformasi kebijakan diyakini bisa menarik raksasa migas asing, seperti Total, Shell, dan Chevron, kembali ke Indonesia. Kehadiran mereka sangat dibutuhkan untuk mengejar target swasembada energi dan produksi minyak 1 juta bph pada 2029-2030. Sebab, PT Pertamina tidak bisa bekerja sendiri untuk menaikkan lifting minyak. Dalam industri migas yang membutuhkan modal besar, teknologi tinggi, hingga sumber daya manusia berkeahlian tinggi, kerja sama dengan pemain lokal sangat dibutuhkan. Mereka diharapkan bisa menggarap blok-blok migas baru yang bisa meningkatkan produksi nasional. Alasannya jelas, peningkatan produk minyak tidak bisa hanya dilakukan dengan menghidupkan lagi sumur-sumur tua dan idle. Dibutuhkan sumur minyak baru dengan produksi tinggi demi mencapai target ambisius pemerintah tersebut.  Adapun reformasi kebijakan yang dimaksud menitikberatkan pada percepatan perizinan, baik ditingkat pusat dan daerah. Selama ini, investor migas harus menghadapi proses perizinana yang berbelit-belit. (Yetede)

BNPB Peringatkan Sejumlah Daerah Berisiko Banjir dan Karthula di Wilayah Indonesia

26 May 2025
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk mewaspadai potensi banjir serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat terjadi secara bersamaan di sejumlah wilayah Indonesia, dimulai dalam beberapa hari ke depan. Kepala Pusat Daya, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, berdasarkan pemantauan prakiraan cuaca, beberapa daerah diprediksi mengalami cuaca ekstrem dengan hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. "Wilayah yang berisiko tinggi meliputi sebagian besar Sumatera bagian barat dan tengah, Jawa Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Papua bagian barat," kata Abdul Muhari. Menurut dia, kondisi tersebut meningkatkan potensi bencana hidrometerologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor serta angin kencang. Oleh karena itu, BNPB meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk kesiapan jalur evakuasi, logistik, dan sarana darurat. Di saat bersamaan, sejumlah wilayah  lain justeru mengalami cuaca kering dan suhu tinggi yang dapat meningkatkan risiko karthula khususnya di Riau, kalimantan Barat, dan sebagian Sumatera Selatan, pada dasarian ketiga Mei, dan puncaknya diperkirakan Juli-awal Agustus. (Yetede)

RI Bersiap Ekspor Mobil Listrik

26 May 2025
Indonesia semakin memantapkan langkahnya untuk menjadi pusat koneksi global dalam industri kendaraan listrik (EV), dengan dukungan penuh dari pemerintah dan sektor investasi strategis seperti BPI Danantara. Pandu Sjahrir, selaku Chief Investment Officer BPI Danantara, menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengekspor kendaraan listrik yang diproduksi di dalam negeri dan menjadi central hub dunia untuk ekosistem EV, tidak hanya untuk pasar domestik tetapi juga internasional.

Dalam upaya itu, BPI Danantara siap berkolaborasi dengan sejumlah perusahaan besar asal China, seperti Huayou, dalam berbagai sektor strategis termasuk penghiliran baterai, ketahanan energi, digitalisasi infrastruktur, dan kecerdasan buatan (AI). Pandu menekankan bahwa kerja sama tersebut harus bersifat komersial global dan saling menguntungkan, terutama dengan adanya transfer teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyoroti pentingnya pengembangan ekosistem baterai untuk sepeda motor listrik, mengingat Indonesia memiliki sekitar 140 juta unit sepeda motor yang saat ini masih berbahan bakar fosil. Bahlil menyatakan bahwa fokus pada kendaraan roda dua akan mempercepat transisi energi dan mengurangi ketergantungan terhadap BBM.

Indonesia juga telah menjalin kerja sama besar dalam proyek pengembangan baterai dari hulu ke hilir dengan dua perusahaan asing: Huayou (Proyek Titan, senilai US$9,8 miliar) dan CATL (Proyek Dragon, senilai US$6 miliar), dengan rencana groundbreaking pada Juni 2025.

Dengan kolaborasi ini, Indonesia menunjukkan keseriusannya menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global kendaraan listrik, serta mengintegrasikan strategi investasi, teknologi, dan peningkatan kapasitas lokal untuk mendukung visi jangka panjang transisi energi dan industri hijau nasional.

Investasi Emas Diuji Momentum

24 May 2025
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan geopolitik, emas kembali menjadi instrumen investasi yang menarik, baik dalam bentuk fisik maupun melalui saham emiten tambang logam mulia. Harga emas global mencatat kenaikan signifikan, bertahan di atas US$3.300 per troy ounce, dengan kenaikan mingguan sekitar 3%—terbesar dalam lebih dari sebulan.

Miftahul Khaer, analis dari Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai lonjakan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap defisit fiskal Amerika Serikat dan pencabutan sovereign credit rating oleh Moody’s, menjadikan emas kembali dipandang sebagai safe haven. Hal ini berdampak positif pada saham emiten tambang emas seperti ANTM, BRMS, dan MDKA.

Andy Nugraha dari Dupoin Futures menambahkan bahwa arus modal saat ini mengalir ke aset aman seperti emas, meski ia mengingatkan bahwa data ekonomi AS yang membaik dapat menekan harga emas karena mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Andy juga menyarankan para trader untuk mencermati sinyal teknikal harga emas dalam jangka pendek.

Sementara itu, Ariston Tjendra, Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, menyebut potensi kenaikan harga emas masih terbuka, didorong oleh kenaikan tarif impor AS dan potensi pelonggaran suku bunga. Ia merekomendasikan strategi beli saat harga koreksi dan tahan untuk jangka panjang.

Dari sisi saham, ANTM mencatat kenaikan harga luar biasa, mencapai 100% sepanjang 2025. Meski demikian, analis Muhammad Farras Farhan dari Mirae Asset Sekuritas menilai valuasi sahamnya mulai terbatas. Namun, Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas tetap optimis terhadap kinerja kuartal II/2025, seiring dengan peningkatan rata-rata harga jual emas.

Dengan kontribusi pendapatan emas mencapai Rp21,61 triliun pada kuartal I/2025, ANTM terus memperkuat bisnis logam mulia melalui kerja sama pembangunan fasilitas di Gresik, Jawa Timur.

Meskipun terdapat potensi tekanan jangka pendek akibat dinamika suku bunga dan ekonomi AS, prospek jangka panjang investasi emas dan saham-saham tambang emas tetap menjanjikan, terutama jika tensi geopolitik dan ketidakpastian fiskal global terus berlangsung.

Kilau Emas di Palembang

23 May 2025

Toko emas hingga pegadaian di Kota Palembang ramai disambangi warga yang berburu emas. Mulai perhiasan emas hingga emas batangan larismanis. Di tengah ketidakpastian ekonomi nasional, perdagangan emas diserbu warga Kota Palembang, Sumsel, demi meraup margin keuntungan jual beli. Pekan-pekan ini, toko emas hingga pegadaian ramai disambangi warga yang berburu emas. Harga emas yang sempat di harga puncak berangsur turun. Momen penurunan harga itulah yang dimanfaatkan warga untuk berinvestasi emas. Mereka berharap harga emas bakal naik kembali sehingga bisa menarik keuntungan. Feri Rusdiansyah (25) langsung memilih tiga jenis perhiasan emas, terdiri dari 2 cincin dan 1 gelang dengan bobot mencapai 3,5 suku atau 23,45 gr (1 suku = 6,7 gr). Harga sesuku emas Rp 10,1 juta. Uang tunai Rp 35,35 juta langsung dikeluarkan untuk melunasi transaksi singkat selama 10 menit tersebut.

”Dapat diskon dari Rp 10,2 juta per suku menjadi Rp 10,1 juta per suku,” ujar Feri yang tampak berseri-seri seusai menyelesaikan transaksi pembelian emas di Toko Emas Lemabang Jaya, kawasan Ilir Timur Dua, Palembang, Rabu (21/5) pagi. Feri mengatakan, perhiasanitu tidak untuk dipakai, tetapi disimpan sebagai investasi. ”Kalau uang yang disimpan, lama-lama nilainya akan turun. Kalau emas, semakin lama, nilainya naik terus,” ujarnya. Fera Susanti (46), warga Sukabangun, Palembang, pegawai di Kes-dam II/Sriwijaya, memilih beli emas logam mulia di Toko Emas Galeri 24 Palembang, Selasa (20/5) sore. Meski hanya 1 gr, ia yakin nilai logam mulia lebih stabil dibanding perhiasan emas. Emas perhiasan biasanya nilai jualnya menyusut karena ada potongan biaya jasa pembuatan Rp 100.000 per gr, yang tidak berlaku pada emas logam mulia.

Kebiasaan berinvestasi emas dilakukan Fera untuk menyiapkan kebutuhan sekolah anaknya. Ia berusaha sebisa mungkin menyisihkan uang yang tidak digunakan untuk kebutuhan pokok guna membeli emas, terutama saat harga emas turun. Fera percaya, emas adalah aset investasi yang paling ideal. Untuk jangka panjang, harga emas diyakini terus meningkat. Selain itu, emas relatif mudah dicairkan atau dijual kembali. Berbeda dengan aset lain seperti tanah atau rumah. Tumbuhnya minat terhadap investasi emas tak lagi didominasi masyarakat usia matang, tapi sudah timbul di kalangan generasi muda atau generasi Z. Warga kawasan Sako, Palembang, Salsabillah (20), mahasiswa Poltekes Kemenkes Palembang, menyisihkan uang jajannya untuk membeli emas perhiasan. Kini, dia sudah mengumpulkan emas perhiasan 5 gr. Kesadaran berinvestasi emas didapat Salsabillah dari anjuran orangtua dan pengaruh teman-temannya. (Yoga)