;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Sengkarut Tambang Nikel Menuju Solusi

09 Jun 2025

Pemerintah, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, merespons dengan cepat isu pertambangan nikel di Kepulauan Raja Ampat yang sempat viral dan menuai perhatian publik luas. Sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih, seperti Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, langsung mengambil tindakan tegas berupa pembekuan sementara izin usaha pertambangan (IUP) dan penyegelan aktivitas tambang, sambil melakukan investigasi menyeluruh terhadap lima perusahaan tambang nikel di wilayah tersebut.

Langkah tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan pelestarian lingkungan, terutama di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang memiliki nilai ekologis tinggi. Beberapa pelanggaran serius ditemukan, seperti kegiatan penambangan tanpa dokumen lingkungan, sedimentasi akibat manajemen limbah yang buruk, dan aktivitas di luar izin yang berlaku.

Meskipun demikian, Kementerian ESDM melalui Dirjen Minerba Tri Winarno menyampaikan bahwa sebagian operasi tambang, seperti milik PT GAG Nikel, secara umum masih dalam kondisi baik dan sesuai regulasi, termasuk telah melakukan reklamasi dan tidak berada di kawasan konservasi. Di sisi lain, masyarakat lokal juga menyuarakan aspirasi agar operasi tambang dibuka kembali karena berdampak langsung terhadap ekonomi mereka.

Plt Direktur Utama PT GAG Nikel, Arya Arditya, menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dalam proses verifikasi dan menegaskan bahwa operasional perusahaannya berjalan sesuai prinsip good mining practices dan berada di wilayah yang telah ditetapkan dalam tata ruang daerah.

Dengan melibatkan berbagai kementerian dan pemangku kepentingan, langkah cepat dan transparan ini menunjukkan bahwa Pemerintahan Prabowo berupaya menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya alam, sekaligus menegaskan bahwa penegakan hukum lingkungan dan perlindungan kawasan strategis nasional adalah prioritas utama dalam kebijakan pembangunan berkelanjutan.


Minyak Dunia Melemah, APBN Dapat Angin Segar

09 Jun 2025

Penurunan harga minyak mentah global yang menjauh dari asumsi APBN 2025 (US$ 82 per barel) menciptakan dampak campuran bagi fiskal Indonesia. Per 6 Juni 2025, harga Indonesia Crude Price (ICP) hanya mencapai US$ 65,29 per barel, berpotensi melemahkan penerimaan negara dari sektor migas.

Menurut Myrdal Gunarto, Global Market Economist Maybank Indonesia, tidak hanya minyak, harga komoditas lain seperti batu bara juga ikut terdampak, sehingga memperbesar risiko penurunan pendapatan negara secara keseluruhan.

M Rizal Taufikurahman, Kepala Makroekonomi dan Keuangan Indef, menambahkan bahwa penurunan ICP dapat menurunkan PNBP dan PPh Migas sebesar Rp 20–30 triliun. Selain itu, margin perusahaan hulu migas menyusut, mengurangi basis pajak dan menimbulkan risiko tidak tercapainya target defisit fiskal yang ditetapkan pemerintah.

Namun dari sisi belanja negara, harga minyak yang rendah membuka ruang fiskal. Menurut Rizal, biaya subsidi energi dan kompensasi untuk BUMN energi seperti Pertamina dan PLN akan lebih ringan, karena harga keekonomian BBM dan LPG turun. Bahkan, setiap penurunan ICP sebesar US$ 1 per barel menciptakan surplus fiskal sebesar Rp 6,9 triliun, karena belanja turun lebih besar dibanding penurunan pendapatan.

Yusuf Rendy Manilet, ekonom CORE Indonesia, menyarankan agar ruang fiskal ini digunakan untuk memperkuat investasi publik, memperluas program bantuan sosial (bansos), serta mendukung transisi energi. Namun ia mengingatkan agar pemerintah tetap disiplin dan waspada karena harga komoditas sangat fluktuatif.

Meski penurunan harga minyak mentah berisiko menggerus pendapatan negara, hal ini juga membuka peluang penghematan subsidi dan penciptaan ruang fiskal. Tokoh-tokoh kunci seperti Myrdal Gunarto, Rizal Taufikurahman, dan Yusuf Rendy Manilet menyoroti pentingnya strategi fiskal yang adaptif dan disiplin untuk menjaga stabilitas anggaran negara di tengah volatilitas harga komoditas.

Mata yang Akhirnya Terbuka terhadap Nasib Raja Ampat

07 Jun 2025

Eksplorasi nikel di Pulau Gag di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya, belakangan memantik perhatian. Publik berharap pengelolaan sumber daya alam di pulau itu sesuai ketentuan. Sejak lama kawasan Raja Ampat terkenal akan keanekaragaman hayati. Untuk mencapai pulau seluas 6.060 hektar itu, tim Kompas harus menghadapi angin yang sangat kencang dan bisa menegakkan gelombang hingga 5 meter. Tapi, saat tiba di pesisir, anggota tim justru jauh dari tenang, karena khawatir pada masa depan alam sekitar Raja Ampat. Air di pesisir keruh, permukaannya berlumpur. Berbeda dengan pesisir pulau-pulau lain di Raja Ampat dimana karang dan ikan bisa dilihat dengan mata telanjang dari atas permukaan air. Berada dalam wilayah Raja Ampat, yang dijuluki ”Surga Terumbu Karang Dunia”, pesisir Pulau Gag menampilkan wajah yang kontras. Eksploitasi nikel diduga menjadi penyebab.

Pada Juni 2025, penambangan nikel yang dikelola PT Gag Nikel di Pulau Gag ramai dibicarakan. Publik menyoroti dampaknya terhadap keberlangsungan ekosistem Raja Ampat. Plt Presdir PT Gag Nikel, Arya Arditya menyatakan akan menghentikan sementara kegiatan penambangan, sesuai perintah Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Akan dilakukan verifikasi lapangan terkait kegiatan usaha pertambangan (Kompas.id, 5/6/2025). Izin eksplorasi nikel di Pulau Gag turun pada 1998. Perusahaan baru mendapat izin produksi pada 2017 dan berproduksi setahun kemudian. Target produksinya 1,8 juta ton per tahun. Arya mengatakan, pihaknya memahami pentingnya transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi. ”Khususnya berkaitan dengan perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Kami siap menyampaikan segala dokumen pendukung yang diperlukan dalam proses konfirmasi pada Kementerian ESDM,” ujar Arya, Kamis (5/6).

PT Gag Nikel telah melaksanakan rehabilitasi daerah aliran sungai, reklamasi area tambang, program konservasi terumbu karang dan pemantauan kualitas lingkungan.”Gag Nikel berkoordinasi intensif dengan KLH dan Kemenhut untuk mengawasi dan memonitor operasionalisasi tambang,” lanjutnya. Empat tahun silam, guru besar logam berat Universitas Pattimura, Ambon, Yusthinus T Male, sudah memprediksi risiko penambangan nikel di Pulau Gag yang bisa merusak ekosistem Raja Ampat. ”Akhirnya mata semua orang terbuka melihat dampak nikel,” ujar Yusthinus, Jumat (6/6). Ia mengatakan, sedimen yang mengandung logam berat, khususnya nikel (Ni), sangat berbahaya bagi terumbukarang. Nikel sangat beracun bagi anemon laut, bahkan lebih beracun dari logam tembaga (Cu) karena mematikan larva karang. Banyak lokasi tambang di daerah tropis yang berada di pulau-pulau kecil tercemar limbah tambang, seperti nikel. Padahal, penduduk setempat menjadikan laut sebagai sumber utama protein. (Yoga)

Kebun Bakal Terbengkalai akibat anjloknya Harga Karet

07 Jun 2025

Harga karet di tingkat petani anjlok dari Rp13.500 menjadi Rp 10.500 per kg dalam dua bulanterakhir, dipicu gejolak pasar dunia. Agar penurunan harga tidak terus berlanjut, pemerintah diminta segera mengantisipasi keadaan ini. ”Dua bulan ini harga karet turun terus. Petanik hawatir jika harga karet semakin anjlok hingga dibawah Rp 10.000 per kg,” kata Sungkunen Tarigan, Ketua Kelompok Tani Mbuah Page, di Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Jumat (6/6). Petani sebenarnya sedang bergairah dalam setahun terakhir setelah harga karet naik hingga Rp14.500 per kg. Merespons kenaikan harga, para petani bahkan menyadap kembali kebun karet yang sudah lama terbengkalai. Sebelumnya, Kelompok Tani Mbuah Page hanya bisa mengumpulkan 15 ton karet per dua minggu. Dengan harga karet yang sempat naik, mereka bisa menghasilkan 30 ton karet, meningkat dua kali lipat ketimbang sebelumnya.

Harga karet yang kembali anjlok membuat para petani mengeluh. Jika harga turun hingga di bawah Rp 10.000 per kg, para petani sudah siap-siap meninggalkan kebun karet dan beralih ke tanaman lain atau pekerjaan lain. Harga dibawah Rp 10.000 per kg tidak menguntungkan bagi petani dan buruh tani yang bekerja sebagai penyadap karet. Dengan harga di bawah Rp 10.000 per kg, penyadap karet lebih memilih menjadi buruh bangunan atau pekerjaan lainnya. Hal itu pernah dialami petani karet beberapa tahun lalu sehingga banyak kebun terbengkalai. ”Kami berharap harga karet bisa naik lagi,” kata Sungkunen. Penurunan harga karet pun berpengaruh pada volume ekspor karet Sumut, yang turun 4 % dari 21.666 ton pada Maret menjadi 20.799 ton pada April 2025. (Yoga)

Uang Pensiunan Diincar Jaringan ”Scammer”

07 Jun 2025

Penipuan daring terus berlanjut. Korbannya adalah orang yang gagap teknologi. Edukasi diharapkan dapat menjadi senjata untuk menangkal penipuan sejenis. Tipu muslihat scammer internasional sangat terorganisasi. Mereka memperdaya warga terutama kaum lanjut usia dengan berbagai kecanggihan seakan mereka benar-benar berasal dari suatu institusi resmi. Tak ayal, korban pun merugi hingga ratusan juta rupiah. Ini tergambar dari komplotan scammer internasional jaringan Kamboja yang memperdaya nasabah PT Taspen (persero). Dua tersangka kasus ini ditangkap polisi di Tanjung Priok, Jakut, yakni EC (28) seorang mahasiswa; dan IP (35), ibu rumah tangga. Pelaku utama, yakni AM (29) masih diburu karena sedang berada di Kamboja. Kasus ini terungkap ketika Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya menerima laporan dari pensiunan berinisial RY, yang kehilangan uang Rp 304 juta.

”Kami menangkap dua tersangka dan satu orang masih diburu di Kamboja,” kata Kasubdit IV Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya, AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon, Kamis (5/6). Pelaku menelpon dan menyebut nama korban, dimana ia merupakan petugas PT Taspen (Persero). Pelaku bilang ingin mengkroscek apakah data korban sudah diperbarui agar pencairan tunjangan korban tidak bermasalah di kemudian hari dan menanyakan apakah nomor korban sudah terhubung dengan Whatsapp. Pelaku lalu mengirimkan data PDF yang isinya identitas korban dan dilampirkan link yang akan diarahkan untuk mengunduh aplikasi Taspen      palsu yang digunakan pelaku. Setelah PDF tersebut diunduh oleh korban, pelaku meminta untuk video call dengan tujuan melakukan verifikasi wajah, lalu mengarahkan korban untuk mengunduh aplikasi Taspen palsu.

Pelaku mengarahkan agar masuk pengaturan handphone untuk mengizinkan aplikasi Taspen imitasi itu mengakses semua fitur di dalam handphone, lalu mengarahkan korban agar membuat username dan kata sandi dari aplikasi tersebut menggunakan user name dan kata sandi yang biasanya sering korban buat supaya tidak lupa. ”Di situlah biasanya korban dengan spontan membuat username dan kata sandi yang biasa digunakan karena korban mayoritas adalah pensiunan yang umurnya sudah tua,” kata Herman. Korban juga diminta untuk menyematkan sidikjari, foto, dan video diri. Setelah korban mengklik menu di dalam aplikasi tersebut, pelaku sudah bisa mengakses semua fitur yang ada di dalam telepon seluler milik korban. Dengan semua data yang pelaku miliki, mereka menguras uang yang ada di dalam rekening milik korban. (Yoga)

Cadangan Batubara Nasional

07 Jun 2025

Pasar batubara Indonesia sedang menantang setelah tiga tahun yang fantastis, dari segi harga maupun permintaan pasar internasional. Apakah cadangan batubara nasional cukup untuk memenuhi kebutuhan selama lebih dari 40 tahun? Sejak lonjakan harga batu-bara internasional pada 2022, hingga mencapai 400 USD per ton, produksi nasional terus menanjak dan menorehkan rekor. Pada 2023, produksi batu-bara sebanyak 775,2 juta ton, sedangkan pada 2024 produksinya 836 juta ton. Kondisi itu dipengaruhi relatif terjaganya harga batubara internasional serta meningkatnya permintaan ekspor, terutama dari China dan India. Namun, memasuki 2025, kondisi menantang karena kedua negara utama tujuan ekspor batubara Indonesia itu justru meningkatkan produksi dalam negeri. Sementara di domestik, ketenagalistrikan nasional masih bergantung pada batubara sebagai bahan bakar PLTU.

Sebagai komoditas strategis, baik sebagai penopang kelistrikan nasional maupun pendulang penerimaan negara bukan pajak (PNBP), keberlanjutan batubara diperlukan. Mengutip data Badan Geologi, pada 2024, total sumber daya batubara Indonesia sebanyak 97,96 miliar ton. Sementara total cadangan batubara sebanyak 31,95 miliar ton. Sumber daya batubara mencakup total batubara yang mengendap diperut bumi, sedangkan cadangan ialah bagian dari sumber daya yang dapat ditambang secara ekonomis. Sumber daya dan cadangan batubara tersebut terdiri atas kalori rendah berarti 4.200 kkal/kg (gar) ke bawah, kalori sedang 4.200 kkal/kg (gar)-5.200 kkal/kg (gar) dan kalori tinggi 5.200 kkal/kg (gar) ke atas. Dari total sumber daya batu-bara 2024, kalori rendah dominan dengan 68,73 %, kalori sedang 15,84 % dan kalori tinggi 15,41 %.

Cadangan batubara, juga didominasi kalori rendah dengan jumlah 75,28 %, diikuti kalori sedang 14,2 % dan kalori tinggi10,5 %. Batubara kalori sedang dominan dimanfaatkan untuk PLTU. Batubara dengan kalori lebih tinggi umumnya untuk kebutuhan industri, termasuk semen. Adapun kalori rendah, dengan kadar air tinggi, memiliki keekonomian lebih rendah, namun bisa dicampur dengan kalori tinggi untuk menghasilkan batubara yang sesuai untuk pengguna akhir. Mengutip Laporan Kinerja Ditjen Minerba Kementerian ESDM 2024, umur cadangan batubara pada 2024 ialah 43,93 tahun, didapat dari perbandingan jumlah total cadangan terbukti (proven reserve) batubara terhadap produksi batubara pada tahun yang sama. Namun, umur cadangan itu masih berdasarkan cadangan batubara Indonesia keseluruhan, belum mengacu pada klasifikasi kualitas atau jenis kalorinya. (Yoga)

Bank Sentral Dunia Gencar Koleksi Emas

07 Jun 2025

Tahun 2025 diprediksi menjadi tahun keempat berturut-turut terjadinya aksi borong emas oleh bank sentral dunia, meskipun harga emas telah melonjak tajam. Menurut lembaga konsultan Metals Focus, langkah ini terutama didorong oleh keinginan bank sentral untuk mendiversifikasi cadangan devisa mereka dari aset berdenominasi dolar AS, di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Faktor utama pendorong kenaikan harga emas, yang telah melonjak 29% sepanjang tahun ini dan mencapai rekor US$ 3.500 per ons troi, termasuk kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump dan ketegangan antara Trump dengan Ketua The Fed Jerome Powell. Situasi ini turut memperlemah kepercayaan global terhadap dolar AS dan obligasi pemerintah AS sebagai aset safe haven utama.

Metals Focus memperkirakan total pembelian emas oleh bank sentral pada 2025 akan mencapai 1.086 ton—meski sedikit lebih rendah dari rekor 2024, angka ini tetap mencerminkan permintaan yang sangat tinggi. Bank sentral China, Polandia, Azerbaijan, dan Iran disebut sebagai negara-negara yang paling aktif menambah cadangan emas di awal tahun ini.

Di sisi lain, permintaan emas untuk perhiasan justru menurun tajam akibat harga yang semakin mahal. Produksi perhiasan emas turun 9% pada 2024 dan diperkirakan turun lagi sebesar 16% pada 2025, terutama akibat menurunnya permintaan dari India dan China.

Tokoh utama dalam laporan ini adalah Metals Focus, sebagai lembaga riset yang memprediksi arah tren pasar emas dan memberikan konteks geopolitik serta ekonomi global yang memengaruhi perilaku bank sentral.

Meskipun harga emas telah melonjak tajam, bank sentral tetap mempertahankan minat tinggi terhadap emas sebagai bentuk perlindungan dari ketidakpastian global dan risiko nilai tukar dolar. Di sisi lain, segmen perhiasan emas terus tertekan akibat kenaikan harga, yang membuat emas semakin tak terjangkau bagi konsumen ritel.

Batubara RI Masih Jadi Primadona Ekspor

05 Jun 2025

Dalam menghadapi tantangan global terhadap pengurangan emisi karbon dan transisi menuju energi ramah lingkungan, sektor batu bara nasional tengah berada di titik kritis. Negara-negara penghasil energi, termasuk Indonesia, mulai mengurangi ketergantungan pada batu bara sebagai sumber utama energi. Meskipun demikian, batu bara—terutama yang berkalori tinggi—masih menjadi komoditas penting bagi negara-negara mitra seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan India.

Namun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa cadangan batu bara kalori tinggi semakin menipis akibat minimnya kegiatan eksplorasi. Investasi eksplorasi tambang di Indonesia stagnan sejak 2016 dan hanya menyumbang 1% dari total investasi eksplorasi global di sektor ini. Hal ini mengancam keberlanjutan pasokan dan daya saing batu bara Indonesia.

Dalam menanggapi hal tersebut, Indonesia Mining Association (IMA) menyoroti potensi besar batu bara berkalori menengah dan rendah, yang jumlah cadangannya sangat besar di Indonesia. Pemerintah bersama para pengusaha kini mendorong pemanfaatan jenis batu bara ini sebagai sumber energi alternatif untuk PLTU, menyusul meningkatnya permintaan global terhadap varian ini dalam dua dekade terakhir.

Langkah adaptif yang diambil pemerintah dengan membuka peluang pemasaran batu bara kalori rendah dan menengah, serta mempermudah regulasi untuk menarik investasi eksplorasi, menunjukkan upaya strategis dalam menjaga kontribusi sektor ini terhadap perekonomian nasional.

Dengan demikian, meskipun batu bara secara bertahap akan digantikan oleh energi baru terbarukan, tokoh-tokoh penting di sektor energi seperti ESDM dan IMA meyakini bahwa peran “emas hitam” masih dapat dioptimalkan demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia dalam jangka pendek hingga menengah.


Demi Lindungi Petani Distribusi Bantuan Beras Diatur

05 Jun 2025
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan perlunya pengaturan penyaluran bantuan pangan beras (BPB) 10 kg agar petani tetap nyaman dan konsumen bahagia tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap harga gabah di tingkat petani. Pemerintah segera menyalurkan PBB selama dua bulan, Juni-Juli, dengan total 360 ribu ton dan distribusinya diatur sesuai kondisi daerah, termasuk prioritas bagi wilayah nonpengghasil serta daerah yang harganya tinggi. "Ada rencana dua bulan, itu 180 ribu ton per bulan, dua bulan tootal 360 ribu ton. Itu bagus, tetapi cara penyelurannya dijaga. Terima kasih buat Ibu Menteri Keuangan (Sri Mulyani), itu diserahkan kami atur," kata Mentan. Untuk wilayah perkotaan, distribusi PBB dilakukan awal guna menstabilkan harga. "Daerah dengan harga sudah di atas HPP (Harga pembelian pemerintah), jauh diatas HPP, itu kita kucurkan per satu bulan. Lalu perkotaan, kita kucurkan lebih awal," kata Mentan. Daerah dengan harga di bawahHPP tidak boleh menerima BPB lebih cepat agar petani tidak kian merugi. "Jangan kucurkan bantuan itu lebih awal di tempat yang harga di bawah HPP. Itu tambah hancur petaninya. Jadi, kami harus hati-hati, bijak melihat itu," jelas Mentan. (Yetede)

Dana Desa Fleksibel

04 Jun 2025
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mengingatkan pemerintah desa, bahwa Dana Desa bersifat fleksibel, sehingga dapat digunakan pula untuk program-program ketahanan pangan. "Dana Desa ini sangat fleksibel, dapat digunakan untuk program-progran ketahanan  pangan dan memitigasi lingkungan yang terkait dengan iklim," kata Kepala Pusat Pengembangan Daya Saing dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDT Luthfy  Latief saat memberikan sambutan, sekaligus membuka kegiatan berbagi pengetahuan Desa Berketahanan Pangan dan Iklim, seperti yang diikuti secara daring di Jakarta. Ketentuan itu, lanjut dia, telah diatur dalam Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 2 Tahun 2024 tentang Petunjuk Operasional Penggunaan Dana Desa Tahun 2025. Diketahui, Pasal 7 ayat (4) Permendes Nomor 2 Tahun 2024 itu mengamantkan agar alokasi Dana Desa sebesar minimal 20% dialokasikan untuk mendukung agenda ketahanan pangan. Selain untuk ketahanan pangan, Kemendes juga mengatur sejumlah hal lainnya yang termasuk dalam prioritas penggunaan desa, (Yetede)