Lingkungan Hidup
( 5781 )Cadangan Batubara Nasional
Pasar batubara Indonesia sedang menantang setelah
tiga tahun yang fantastis, dari segi harga maupun permintaan pasar
internasional. Apakah cadangan batubara nasional cukup untuk memenuhi kebutuhan
selama lebih dari 40 tahun? Sejak lonjakan harga batu-bara internasional pada
2022, hingga mencapai 400 USD per ton, produksi nasional terus menanjak dan
menorehkan rekor. Pada 2023, produksi batu-bara sebanyak 775,2 juta ton, sedangkan
pada 2024 produksinya 836 juta ton. Kondisi itu dipengaruhi relatif terjaganya
harga batubara internasional serta meningkatnya permintaan ekspor, terutama
dari China dan India. Namun, memasuki 2025, kondisi menantang karena kedua
negara utama tujuan ekspor batubara Indonesia itu justru meningkatkan produksi
dalam negeri. Sementara di domestik, ketenagalistrikan nasional masih
bergantung pada batubara sebagai bahan bakar PLTU.
Sebagai komoditas strategis, baik sebagai
penopang kelistrikan nasional maupun pendulang penerimaan negara bukan pajak
(PNBP), keberlanjutan batubara diperlukan. Mengutip data Badan Geologi, pada
2024, total sumber daya batubara Indonesia sebanyak 97,96 miliar ton. Sementara
total cadangan batubara sebanyak 31,95 miliar ton. Sumber daya batubara mencakup
total batubara yang mengendap diperut bumi, sedangkan cadangan ialah bagian
dari sumber daya yang dapat ditambang secara ekonomis. Sumber daya dan cadangan
batubara tersebut terdiri atas kalori rendah berarti 4.200 kkal/kg (gar) ke
bawah, kalori sedang 4.200 kkal/kg (gar)-5.200 kkal/kg (gar) dan kalori tinggi
5.200 kkal/kg (gar) ke atas. Dari total sumber daya batu-bara 2024, kalori
rendah dominan dengan 68,73 %, kalori sedang 15,84 % dan kalori tinggi 15,41 %.
Cadangan batubara, juga didominasi kalori rendah
dengan jumlah 75,28 %, diikuti kalori sedang 14,2 % dan kalori tinggi10,5 %. Batubara
kalori sedang dominan dimanfaatkan untuk PLTU. Batubara dengan kalori lebih
tinggi umumnya untuk kebutuhan industri, termasuk semen. Adapun kalori rendah,
dengan kadar air tinggi, memiliki keekonomian lebih rendah, namun bisa dicampur
dengan kalori tinggi untuk menghasilkan batubara yang sesuai untuk pengguna
akhir. Mengutip Laporan Kinerja Ditjen Minerba Kementerian ESDM 2024, umur
cadangan batubara pada 2024 ialah 43,93 tahun, didapat dari perbandingan jumlah
total cadangan terbukti (proven reserve) batubara terhadap produksi batubara pada
tahun yang sama. Namun, umur cadangan itu masih berdasarkan cadangan batubara
Indonesia keseluruhan, belum mengacu pada klasifikasi kualitas atau jenis
kalorinya. (Yoga)
Bank Sentral Dunia Gencar Koleksi Emas
Tahun 2025 diprediksi menjadi tahun keempat berturut-turut terjadinya aksi borong emas oleh bank sentral dunia, meskipun harga emas telah melonjak tajam. Menurut lembaga konsultan Metals Focus, langkah ini terutama didorong oleh keinginan bank sentral untuk mendiversifikasi cadangan devisa mereka dari aset berdenominasi dolar AS, di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Faktor utama pendorong kenaikan harga emas, yang telah melonjak 29% sepanjang tahun ini dan mencapai rekor US$ 3.500 per ons troi, termasuk kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump dan ketegangan antara Trump dengan Ketua The Fed Jerome Powell. Situasi ini turut memperlemah kepercayaan global terhadap dolar AS dan obligasi pemerintah AS sebagai aset safe haven utama.
Metals Focus memperkirakan total pembelian emas oleh bank sentral pada 2025 akan mencapai 1.086 ton—meski sedikit lebih rendah dari rekor 2024, angka ini tetap mencerminkan permintaan yang sangat tinggi. Bank sentral China, Polandia, Azerbaijan, dan Iran disebut sebagai negara-negara yang paling aktif menambah cadangan emas di awal tahun ini.
Di sisi lain, permintaan emas untuk perhiasan justru menurun tajam akibat harga yang semakin mahal. Produksi perhiasan emas turun 9% pada 2024 dan diperkirakan turun lagi sebesar 16% pada 2025, terutama akibat menurunnya permintaan dari India dan China.
Tokoh utama dalam laporan ini adalah Metals Focus, sebagai lembaga riset yang memprediksi arah tren pasar emas dan memberikan konteks geopolitik serta ekonomi global yang memengaruhi perilaku bank sentral.
Meskipun harga emas telah melonjak tajam, bank sentral tetap mempertahankan minat tinggi terhadap emas sebagai bentuk perlindungan dari ketidakpastian global dan risiko nilai tukar dolar. Di sisi lain, segmen perhiasan emas terus tertekan akibat kenaikan harga, yang membuat emas semakin tak terjangkau bagi konsumen ritel.
Batubara RI Masih Jadi Primadona Ekspor
Dalam menghadapi tantangan global terhadap pengurangan emisi karbon dan transisi menuju energi ramah lingkungan, sektor batu bara nasional tengah berada di titik kritis. Negara-negara penghasil energi, termasuk Indonesia, mulai mengurangi ketergantungan pada batu bara sebagai sumber utama energi. Meskipun demikian, batu bara—terutama yang berkalori tinggi—masih menjadi komoditas penting bagi negara-negara mitra seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan India.
Namun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa cadangan batu bara kalori tinggi semakin menipis akibat minimnya kegiatan eksplorasi. Investasi eksplorasi tambang di Indonesia stagnan sejak 2016 dan hanya menyumbang 1% dari total investasi eksplorasi global di sektor ini. Hal ini mengancam keberlanjutan pasokan dan daya saing batu bara Indonesia.
Dalam menanggapi hal tersebut, Indonesia Mining Association (IMA) menyoroti potensi besar batu bara berkalori menengah dan rendah, yang jumlah cadangannya sangat besar di Indonesia. Pemerintah bersama para pengusaha kini mendorong pemanfaatan jenis batu bara ini sebagai sumber energi alternatif untuk PLTU, menyusul meningkatnya permintaan global terhadap varian ini dalam dua dekade terakhir.
Langkah adaptif yang diambil pemerintah dengan membuka peluang pemasaran batu bara kalori rendah dan menengah, serta mempermudah regulasi untuk menarik investasi eksplorasi, menunjukkan upaya strategis dalam menjaga kontribusi sektor ini terhadap perekonomian nasional.
Dengan demikian, meskipun batu bara secara bertahap akan digantikan oleh energi baru terbarukan, tokoh-tokoh penting di sektor energi seperti ESDM dan IMA meyakini bahwa peran “emas hitam” masih dapat dioptimalkan demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia dalam jangka pendek hingga menengah.
Demi Lindungi Petani Distribusi Bantuan Beras Diatur
Dana Desa Fleksibel
Pemeirntah Diharapkan Segera Memompa Daya Beli Masyarakat
Sektor Pertambangan Mineral dan Batu Bara Mencapai Rp53,39 Triliun
Pemerintah Melalui Regulator Transportasi Kemenhub Bakal Menyiapkan Bus Cadangan
Produk Kecantikan yang Diperuntukkan Tak Hanya untuk Si Cantik
Di sudut-sudut etalase swalayan, di pencarian lokapasar daring, hingga iklan yang bertebaran di medsos, terpampang beragam produk kecantikan, untuk kaum adam. Tak sedikit pria yang familiar dengan produk kecantikan. Deni Ghifari (28) pekerja swasta di Jakarta, Jumat (30/5) rutin menggunakan produk kecantikan (skin-care) sejak 2023. Sejak per-tama kali menggunakan berbagai produk kecantikan, ia mengaku telah merasakan manfaatnya sehingga terus memakainya hingga kini. Ada empat produk kecantikan yang rutin melumuri wajahnya saban hari, yakni sabun pencuci muka (facial wash), pelembab kulit (moisturizer), tabir surya (sunscreen), serta obat jerawat. Ia biasa menggunakan keempat produk itu setiap malam sebelum istirahat. Produk tersebut dipakainya hingga habis dalam kurun waktu tiga bulan. Sekali berbelanja, Deni rela merogoh kocek Rp 100.000 hinggaRp 150.000 per bulan.
Deonisius Aprisa (28), mahasiswa doktoral asal Indonesia di Norwegia, juga rutin menggunakan beragam produk kecantikan. Ia mulai akrab menggunakan produk kecantikan sejak 2020 dan rutin memoles wajahnya sejak 2022. Baginya, kesehatan kulit perlu dijaga, terutama dari paparan ultraviolet (UV) yang bisa menyebabkan penuaan. Selain itu, produk kecantikan juga merupakan kebutuhan lantaran wajah merupakan salah satu representasi personal. ”Ketika kita ketemu orang, ngobrol sama orang, yang paling utama dilihat muka, yang diingat dari orang tentang fisik seseorang juga utamanya muka,” ujarnya. Deonisius rutin menggunakan paket produk kecantikan seperti sabun pencuci muka, pelembap kulit, serta tabir surya. Ada pula krim jerawat, serum, pembersih wajah (micellar water), pelembap kulit tubuh (body lotion), serta exfoliating toner.
Bila dirata-rata dalam sebulan, pengeluaran untuk membeliproduk kecantikan tersebut mencapai Rp 250.000 hingga Rp 350.000. Secara umum, kaum hawa memang masih mendominasisebagai pengguna produk kecantikan. Namun, cerita Deni dan Deonisius menjadi potret lain atas tumbuhnya kesadaran kaum adam untuk menggunakan produk kecantikan. Survei dari Statista menunjukkan, baik perempuan maupun lelaki kebanyakan menggunakan produk kecantikan secara berkala sebanyak 1-3 kali sebulan. Mengutip data Statista, pendapatan di pasar produk kecantikan secara umum diperkirakan akan mencapai 1,18 miliar USD pada 2025. Dengan rerata pertumbuhan per tahunnya (CAGR) sebesar 6,97 % dalam lima tahun ke depan, volume pasar produk kecantikan di Indonesia diproyeksikan mencapai 1,54 miliar USD pada 2029. (Yoga)
Dividen Jumbo Perusahaan Gas Negara
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









