Produsen Batu Bara
( 149 )ESDM Alokasikan 113 Juta Ton Batu Bara untuk Pembangkit Listrik
Kementrian ESDM mengalokasika 113 juta ton batu bara untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik pada tahun ini. Kuota tersebut meningkat dibandingkan realisasi penyerapan batu bara pada 2020 yang mencapai 105 juta ton. Kuota untuk pembangkit ini merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri (DMO). Alokasi DMO tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik. Ada industri dalam negeri lain yang dipenuhi kebutuhannya seperti tekstil, semen, kertas maupun metalurgi.
Pemerintah mempertimbangkan kendala yang dihadapi pelaku usaha memenuhi DMO dalam penerapan sanksi di tahun ini. Kendala yang dihadapi antara lain kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik mayoritas sudah memiliki kontrak jangka panjang. Artiannya tersisa sedikit ruang bagi pelaku batu bara untuk memasok kebutuhan tersebut. Kendala berikutnya tidak semua kalori batu bara dikonsumsi dalam negeri. Hal ini membuat pelaku tambang kesulitan menjual batu bara di dalam negeri lantaran belum ada pasar yang menyerapnya.
Sanksi pembayaran denda bagi perusahaan yang tidak memenuhi DMO sebesar 25% mulai diterapkan pada tahun lalu. Sanksi berupa pembayaran kompensasi itu merupakan ketentuan baru terkait pelaksanaan DMO. Di 2019 sanksi diterapkan berupa pemotongan kuota produksi batu bara. Hanya saja dalam pelaksanaannya sanksi pemotongan produksi itu berdampak terhadap pengurangan tenaga kerja, pendapatan daerah hingga penerimaan negara. Pada 2020, realisasi penyerapan batu bara sebesar 132 juta ton atau sekitar 85% dari target. Meski tak tercapai target namun pemerintah menegaskan kebutuhan batu bara dalam negeri tercukupi.
Harga Rekor, Permintaan Batubara China Menggunung
Permintaan batubara dari China mendorong batubara menyentuh rekor harga tertinggi sejak Mei 2019. Secara fundamental, analis memprediksi penguatan harga batubara akan berlanjut selama kuartal l-2021.
Senin (11/1), per pukul 16.38 WIB, harga batubara Newcastle kontrak pengiriman Maret 2021 naik 1,41% jadi USS 86,5 per metrik ton. Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono mengatakan, pembelian dari China masih bisa bertambah. “China masih memiliki sisa kuota impor, “ kata Wahyu, Selasa (12/1).
Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menambahkan, reformasi tambang di China juga mempengaruhi harga batubara. China mengurangi produksi batubara 50%. Padahal kebutuhan batubara di China naik, seiring pemulihan industri yang sudah lebih dulu terjadi, karena negara ini berhasil mengatasi pandemi lebih dulu dibanding negara lain. Kebutuhan batubara juga meningkat saat musim dingin.
Pasokan Batu Bara Dalam Negeri, Prospek Sulit Si Emas Hitam
Produsen batu bara mendapat angin segar setelah pemerintah membebaskan kewajiban pembayaran kompensasi kekurangan penjualan batu bara untuk kepentingan dalam negeri pada 2020. Namun, jalan terjal masih terpampang di depan mata.
Adapun, relaksasi tersebut diatur dalam dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 255 K/30/ MEM/2020 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batubara Dalam Negeri Tahun 2021. Pembebasan kewajiban kompensasi itu didasarkan pada pertimbangan kesulitan yang dihadapi sektor pertambangan akibat terdampak pandemi Covid-19. Tak bisa dipungkiri, merebaknya pandemi Covid-19 membuat industri batu bara cukup tertekan hampir sepanjang 2020. Harga pun sempat jatuh ke titik terendah dalam 4 tahun terakhir karena permintaan yang merosot. Dari sisi produksi, tidak ada perubahan signifikan. Target produksi tetap tercapai, namun kelebihannya memang tergolong sangat rendah dan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi produksi batu bara pada 2020 tercatat mencapai 558 juta ton, sedikit melebihi target yang ditetapkan sebesar 550 juta ton. Dari jumlah tersebut, realisasi pasokan untuk kepentingan dalam negeri (domestic market obligation/DMO) hanya mencapai 132 juta ton atau 85,16% dari target sebanyak 155 juta ton. Sejumlah perusahaan pun tak mampu memenuhi kewajiban DMO sebesar 25% dari total produksinya.
Pihaknya pun menyambut baik keputusan pemerintah yang meniadakan kewajiban kompensasi bagi perusahaan yang tak mampu memenuhi target DMO. Namun, hal tersebut tampaknya belum cukup. Dia berharap pemerintah juga perlu mempertimbangkan lagi penerapan sanksi denda keuangan tersebut untuk tahun ini mengingat harga komoditas batu bara masih berfluktuasi pada masa pemulihan pandemi.
Perlu diketahui, PT PLN (Persero) telah merevisi proyeksi kebutuhan batu bara untuk pembangkit. Kepala Divisi Batubara PLN Harlen menyebutkan bahwa dalam skenario moderat pascapandemi, kebutuhan batu bara PLTU tahun ini diperkirakan hanya akan mencapai 98,01 juta ton dari perkiraan semula 120,53 juta ton dan pada 2022 hanya mencapai 103,72 juta ton dari perkiraan semula 128,54 juta ton.
Senada, Head of Corporate Communication PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) Febrianti Nadira menegaskan bahwa memenuhi DMO merupakan prioritas Adaro. Pada laporan kuartal III/2020, penjualan Adaro di Asia Tenggara sebesar 48% dengan porsi terbesar adalah ke Indonesia dan Malaysia.
Bagi sebagian produsen, DMO memang tak jadi masalah. Namun, untuk sebagiannya lagi, kewajiban DMO seperti tugas sulit begitu sukar untuk diselesaikan. Sejatinya, banyak yang perlu dipertimbangkan pemerintah dalam menetapkan kewajiban DMO, ketimbang sekadar memukul rata besaran 25% untuk semua perusahaan di tengah pasar dalam negeri yang belum semarak.
Sampah Domestik Gantikan Batu Bara
PT Semen Indonesia Tbk (SIG) klaim semua pabrik miliknya tanpa terkecuali telah menggunakan biomassa sebagai bahan bakar alternatif. Bahkan SIG juga telah dapat mengolah sampah domestik menjadi bahan bakar.
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) yang merupakan salah satu anak usaha perusahaan SIG telah membuat Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Refused Derived Fuel (TPSRDF) yang dibangun di daerah Tritih Lor, Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. Fasilitas yang diresmikan pada Juli 2020 merupakan fasilitas pengolahan sampah domestik terpadu pertama di Indonesia.
TPSRDF yang dibangun di atas lahan seluas 1 hektare Itu mampu mengolah limbah sampah domestik sebesar 120 ton per hari yang dapat menghasilkan 60 ton RDF per harinya. 60 ton RDF perhari mampu menggantikan 40 ton batu bara per hari.
Terbaru, di akhir September 2020, SBI telah menjalin kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dan PT Unilever Indonesia dalam pengelolaan sampah domestik di TPST Bantargebang menjadi RDF.
Produksi Batu Bara 2020 Lampaui Target
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
mengungkapkan realisasi produksi batu bara sepanjang 2020 mencapai 558 juta
ton. Realiasi tersebut sekitar 101,4% dari target produksi yang ditetapkan
tahun lalu sebesar 550 juta ton. Sementara pada 2021 ini target produksi batu
bara dipatok sama dengan tahun lalu sebesar 550 juta ton.
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan realisasi produksi batu bara 2020 sedikit melampaui dari target yang telah ditetapkan. Arifin mengungkapkan pemanfaatan batu bara dalam negeri (domestic market obligation/DMO) terus ditingkatkan. Realisasi DMO di tahun lalu mencapai 132 juta ton. Capaian tersebut sekitar 85% dari target 2020 sebesar 155 juta ton. Namun dia menegaskan Untuk DMO tahun ini ditargetkan137,5 juta ton.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, realisasi batu bara 2020 sedikit lebih rendah dibandingkan 2019 yang tercatat mencapai 138 juta ton. Namun bila melihat realisasi dari tahun ke tahun maka penyerapan batu bara di dalam negeri mengalami peningkatan. Sebagai contoh pada 2014 realisasi batu bara untuk domestik hanya 76 juta ton. Realisasi itu naik di 2015 menjadi 86 juta ton. Kemudian bertambah lagi di 2016 menjadi 91 juta ton. Pada 2017 penyerapan DMO naik tipis menjadi 97 juta ton serta di 2018 sebesar 115 juta.
Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batu Bara Kementerian ESDM Sujatmiko menegaskan kebutuhan dalam negeri terpenuhi meski target DMO tidak tercapai. DME Lebih lanjut Arifin menerangkan Pemerintah terus mendorong pemanfaatan batu bara untuk kepentingan dalam negeri. Salah satunya mendukung pemanfaatan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) sdi Dimethyl Ether (DME) sebagai alternatif energi untuk menggantikan LPG. Hanya saja Arifin belum mau membeberkan bakal ada harga khusus dan alokasi kuota batu bara untuk program hilirisasi. Insentif yang diberikan itu antara lain membebaskan pungutan royalti batu bara alias nol persen. Meski royalti nol persen, namun Arifin menegaskan penerimaan negara tidak akan terganggu. Ini adalah bagaimana bahan baku bisa kompetitif lalu investasi bisa dilaksanakan lalu bisa tenaga kerja bisa terserap dan memiliki nilai kompetitif. Secara terpisah, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengatakan gasifikasi batu bara mampu menghasilkan DME yang merupakan subtitusi dari LPG. Oleh sebab itu harga DME harus mampu kompetitif dengan LPG.
Awal 2021, Harga Batubara Naik Tinggi
Harga acuan batubara periode Januari 2021 naik tinggi, 75,84 dollar AS per ton. Sebelumnya, harga batubara pada Desember 2020 adalah 59,65 dollar AS per ton dan rata-rata harga sepanjang 2020 sebesar 58,17 dollar AS per ton.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Agung Pribadi mengatakan, China berperan vital terhadap kenaikan harga batubara itu. China adalah pasar utama batubara Indonesia.
Batu Bara Bantu Dongkrak Ekspor Kalsel
Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel telah merilis nilai ekspor dan impor selama Oktober 2020, nilai ekspor Kalsel pada Oktober 2020 tercatat USD 352,63 juta. Naik 7,34 persen dibandingkan September 2020 yang hanya USD 328,52 juta. Sedangkan, nilai impor mengalami penurunan sebesar 15,59 persen. Dari USD 39,75 juta menjadi USD 33,56 juta.
Kepala BPS Kalsel, Moh Edy Mahmud mengatakan, nilai ekspor Banua meningkat lantaran kontribusi kelompok barang utama penyumbang ekspor, yakni bahan bakar mineral mengalami kenaikan.
“Kelompok ini nilai ekspornya naik 10,47 persen. Yakni, dari USD 234,29 juta pada bulan September menjadi USD 258,66 juta di bulan Oktober, “ jelasnya di Kanal Youtube BPS Kalsel
Dia menyampaikan, kelompok bahan bakar mineral cukup mempengaruhi nilai ekspor Kalsel, karena selama ini memberikan kontribusi paling besar, 73,35 persen. “Diurutan kedua ada kelompok lemak dan minyak hewan atau nabati yang menyumbangkan ekspor USD 42,66 juta. Kontribusinya 12,10 persen, “ ucapnya.
Sementara itu, untuk perkembangan impor, Edy menuturkan, ada tiga kelompok barang yang mempunyai nilai impor tertinggi pada bulan Oktober. Yakni, bahan bakar mineral sebesar USD 25.59 juta; mesin-mesin/pesawat mekanik, USD 7,03 juta dan kelompok bahan kimia organik sebesar USD 0,26 juta.
Dari data-data nilai eskpor dan impor, dia menuturkan, neraca perdagangan ekspor impor Kalsel ada Oktober 2020 menunjukkan nilai yang positif. Yakni, surplus sebesar USD 319,07 juta.
Batubara : Kontraktor Mencuil Peluang Pasar China
Di tengah tekanan industri batubara saat ini, pelaku usaha jasa pertambangan berharap bisa ikut mencuil cuan dari peluang tersebut.
Adanya nota kesepahaman (MoU) antara Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) dan CCTDA (China Coal Transportation and Distribution) untuk meningkatkan ekspor batubara termal menjadi prospek positif untuk pemulihan industri pertambangan pada tahun depan. Namun, sentimen positif itu tak otomatis berefek terhadap sektor jasa pertambangan.
Kepala Hubungan Investor PT Samindo Resources Tbk (MYOH) Ahmad Zaki Natsir juga berharap MoU Indonesia dan China bisa membawa imbas positif terhadap kontraktor jasa pertambangan. Namun mereka masih wait and see terkait peluang yang bisa diraih dari kerjasama itu.
Corporate Secretary PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Mukson Arif Rosyidi menyambut optimistis MoU APBI dan CCTDA. Menurut dia, pasar telah merespons positif kesepakatan ini. “Pelaku pertambangan batubara merespons positif setelah ada pandemi yang ditandai kontraksi ekonomi di kuartal kedua dan ketiga 2020”, ungkap dia.
BYAN Targetkan Volume Penjualan 30 Juta Ton Batubara di Akhir Tahun 2020
PT Bayan Resources Tbk (BYAN) memperkirakan akan menjual 30 juta-31 juta ton batubara di akhir tahun 2020. Sementara produksi batubara BYAN diperkirakan sebanyak 26 juta ton.
Direktur Urusan Korporasi dan Sekretaris Perusahaan Bayan Resources Jenny Quantero bilang, dengan target itu BYAN memproyeksikan perolehan pendapatan US$ 1,2 miliar. “Ini dengan asumsi harga jual US$ 39 per ton,” terang dia saat public expose yang digelar secara virtual, Senin (30/11).
Tingginya volume penjualan ini sudah mulai dirasakan BYAN di kuartal III dan berlanjut setelahnya. Pada Juli-September saja, BYAN menjual 8,9 juta ton batubara, atau naik 50,84% dibanding periode yang sama tahun 2019 yang sebesar 5,9 juta ton. Jika diakumulasi, penjualan BYAN sepanjang sembilan bulan 2020 mencapai 26 juta ton, naik 10,2% dari setahun sebelumnya yang hanya 23,6 juta ton. Bahkan, jumlah penjualan ini lebih tinggi dari target BYAN, yakni 22 juta ton.
Tingginya volume penjualan bisa membantu BYAN menjaga kinerja ketika harga batubara melandai, seperti yang terjadi di tiga kuartal awal. Pada kuartal III, harga jual rata-rata BYAN hanya US$ 34,6 per metric ton (MT), turun dari US$ 48,3 per MT. Dengan alasan itu, pendapatan BYAN di akhir kuartal III-2020 menjadi US$ 1 miliar, turun 12,28% year on year.
China Sepakat Batubara Indonesia, Harga Makin Panas
Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menyebut, akan ada peningkatan ekspor batubara ke China sebesar 200 juta ton di tahun mendatang. Ini akan ditinjau ulang setiap tahunnya.
Sekretaris Perusahaan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Dileep Srivastava menyebut, kesepakatan ini akan memberikan kepastian terkait volume ekspor. “BUMI sebagai produsen terbesar diharapkan akan menjadi penerima manfaat dari perjanjian ini,” kata Dileep, Kamis (26/11).
Sepanjang sembilan bulan pertama 2020, volume penjualan batubara BUMI sekitar 60 juta-61 juta ton. Penjualan ke pasar China menyumbang 20% . ADRO menguat 4,62%. Sedang ITMG menguat 2,68% dan PTBA menanjak 3,51%. Harga saham MBAP juga menghijau, dengan penguatan 4,35%. Sementara BUMI menguat 5,56% ke level Rp 76.
Pilihan Editor
-
Credit Suisse Tepis Krisis Perbankan
17 Mar 2023 -
Tren Thrifting Matikan Industri TPT
13 Mar 2023 -
Proyek MRT East-West Dikebut
24 Jan 2023









