Properti
( 407 )Permintaan Properti Masih Tumbuh Meski Pandemi
PT Bank Central Asia Tbk atau Bank (BCA) mencermati bahwa kebutuhan untuk memiliki hunian tetap tinggi meski pandemi covid 19 masih berlangsung di semester II tahun 2021 ini. Hal ini menjadi salah satu pendorong BCA untuk kembali menggelar KPR BCA Onlinexpo.
Kegiatan itu berupa gelaran expovirtual yang mempertemukan nasabah maupun masyarakat umum dengan developer perumahan dan apartemen, kantor property agent yang menyediakan hunian implan di berbagai wilayah secara online.
Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, hingga 20 Juli 2021 ini, ditengah adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, antusiasmenya masyarakat hadir digelaran expo virtual lumayan positif. Capaian dari hasil gelaran ini belum disampaikan. Namun pihaknya optimis bisa memberi nilai tambah. Apalagi BCA mencatatkan pertumbuhan penyaluran KPR hingga Mei 2021 ini cukup bagus.
FLPP Bank Mega Syariah
MAKASSAR - Kabar gembira bagi sektor properti di Sulawesi Selatan (Sulsel). Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sulsel sinergi Bank Mega Syariah dalam pembiayaan rumah subsidi. Hal ini ditandai dengan silaturrahmi di Sekretariat DPD Sulsel Apersi Sulsel, Makassar, Kamis, (27/5/2021).
FLPP atau pembiayaan rumah subsidi ini diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Diketahui, FLPP ini adalah program pemerintah yang memberikan subsidi bunga kepada kalangan MBR yang ingin memiliki rumah. Ada juga kredit konstruksi hingga pembiayaan apartemen. Sedangkan untuk FLPP, saat ini tengah mempersiapkan infrastrukturnya. "Targetnya Agustus 2021, FLPP sudah running. Dan saya ingin sekali menggandeng Apersi," harapnya. Raksa menggambarkan Bank Mega Syariah yang tergabung dalam Chaerul Tandjung (CT) Corporate. Olehnya itu, banyak potensi yang bisa digarap dengan Apersi. "Masih banyak juga karyawan di lingkup CT Corp yang belum memiliki rumah. Ini bisa jadi market juga untuk Apersi," tuturnya.
(Oleh - HR1)
Insentif PPN Dongkrak Penjualan Hunian
Jakarta, Penjualan properti naik berkisar 10-20% sepanjang tiga bulan pertama pemberlakuan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Maret-Mei 2021. Stimulus tersebut dinilai perlu didukung oleh percepatan proses kredit pemilikan rumah/apartemen (KPA/KPR). "Pada bulan pertama pemberlakuan insentif PPN, yaitu Maret, kenaikan penjualan berkisar 30-40%. Masuk bulan kedua, rata-rata kenaikan penjualan 10%," ujar Arvin F Iskandar, ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta, baru-baru ini. Pemerintah membebaskan PPN untuk rumah tapak dan rumah susun (rusun) yang dibanderol berkisar Rp 300 juta hingga Rp 2 miliar. Lalu, mendiskon 50% untuk segmen harga Rp 2-5 miliar per unit.Langkah pemerintah menanggung PPN itu berlaku untuk rumah yang sudah jadi (ready stock) dan penyerahannya di rentang Maret-Agustus 2021. “Hanya diberikan untuk pembelian satu unit dan tidak boleh dijual dalam satu tahun,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, saat mengumkan insentif tersebut beberapa waktu lalu.
Bagi Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, selain diperpanjang durasinya, insentif PPN juga perlu diperluas cakupannya. Hal itu salah satunya merujuk dari dampak implementasi insentif PPN sepanjang kuartal I-2021. “Kebijakan penghapusan atau pengurangan PPN untuk rumah ready stock yang dimulai sejak 1 Maret 2021 berdampak positif bagi penjualan rumah ready stock. Hal ini tergambar dari peningkatan sebesar 661,0% selama Q1-2021, meskipun kebijakan ini baru berjalan satu bulan,” kata dia.
(Oleh - HR1)
Properti Surabaya, Penjualan Makin Kencang
Penjualan properti di Surabaya, Jawa Timur, cukup kencang baik ada atau tidaknya insentif dari pemerintah. Proyek Small Office Home Office (SOHO) bernama Tierra yang baru diluncurkan mendapat respons positif dari konsumen terutama end user. Sekitar 70% konsumen merupakan pengusaha yang ingin mengembangkan bisnisnya, sedangkan sisanya merupakan investor. Demikian juga proyek apartemen Klaska milik Sinarmas Land di Kawasan Wonokromo Surabaya saat ini sangat diuntungkan dengan adanya relaksasi bebas PPN dari pemerintah sehingga dalam penjualannya terpacu cukup kencang. Sejak diluncurkan 2016, pembangunan apartemen Klaska sudah mencapai 90%, bahkan sekitar 700 unit segera diserahterimakan pada akhir Mei.
(Oleh - IDS)
Asosiasi Pengusaha Sebut Pergerakan Positif Terjadi pada Sektor Otomotif dan Properti
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani menyebut kenaikan kinerja sektor riil pada musim Lebaran tahun ini tetap terbatas meski situasi tahun ini lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Hariyadi mengatakan pergerakan positif setidaknya telah terjadi pada sektor otomotif dan properti seiring dengan disalurkannya stimulus berupa insentif pajak.
Meski tidak bisa menjelaskan seberapa besar kenaikan yang dicapai saat festive season, Hariyadi mengharapkan kinerja sektor riil setelah Lebaran bisa melanjutkan tren perbaikan kinerja. Makin banyak penduduk yang divaksin bisa diikuti dengan penurunan kasus. Pemerintah sudah on the right track dan tentunya kedisiplinan masyarakat ke depan menjadi kunci.
Mafia Tanah Menggurita di Jakarta
Mafia tanah menggurita di Jakarta. Mereka mengincar rumah mewah dengan pemilik berusia lanjut atau properti yang hendak dijual ahli waris.
Investigasi Kompas mengungkap, mafia tanah di Jakarta melibatkan pemodal, broker, notaris atau pejabat pembuat akta tanah (PPAT), dan pegawai di kantor kecamatan, hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sindikat ini biasa menyamar sebagai pembeli dan memalsukan dokumen, antara lain sertifikat tanah, akta terkait jual beli, serta kartu identitas pemilik. Saat beraksi sebagai pembeli properti, mafia tanah mampu membayar uang muka dalam jumlah besar untuk meyakinkan korbannya agar menyerahkan sertifikat asli. Setelah sertifikat asli diserahkan, para pelaku kemudian memalsukannya. Sertifikat asli akan digunakan pimpinan sindikat sebagai jaminan utang pada koperasi dan bank, digadaikan, hingga diperjualbelikan. Adapun sertifikat palsu diberikan kepada pemilik properti. Secara spesifik mafia tanah di Jakarta mengincar rumah atau properti bernilai di atas Rp 10 miliar dan berlokasi di Jakarta Selatan (Jaksel) lantaran harganya tergolong tinggi.
Setidaknya ada empat kelompok mafia tanah di Jakarta yang saling terkait. Mereka dipimpin oleh DR, AS, SD, dan FK. Dari penelusuran berkas di pengadilan serta berkas penyidikan polisi, ada 13 kasus pidana dan perdata soal pertanahan dari empat kelompok itu. Keterkaitan antarmafia tanah terlihat dari anggota yang sama pada dua kelompok. Kelompok DR dan AS, misalnya, mempunyai anggota sindikat yang sama, yakni Derus. Kepala Subdit Harta Benda Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Dwiasi Wiyatputera menyatakan, DR dan AS adalah mafia tanah karena kejahatan mereka dikerjakan dua orang atau lebih dengan memalsukan dokumen, mulai dari identitas untuk para figur, akta-akta palsu, hingga sertifikat palsu.
Selain notaris/PPAT, mafia tanah juga melibatkan pegawai pemerintahan. Jejaring AS, misalnya, melibatkan DO, mantan pegawai honorer di Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, ketika menyasar rumah Indra di Jalan Brawijaya. DO membuatkan KTP palsu dengan nama Indra dan istrinya, Nadine. KTP palsu ini dipakai figur palsu pemeran Indra dan Nadine saat proses jual beli
Harga Rumah Naik di Tengah Kucuran Insentif Properti
Saat pemerintah mengguyur insentif untuk mendorong daya beli di sektor properti, harga rumah justru mulai merangkak naik.
Hasil riset Housing Finance Center (HFC) PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) memperlihatkan, harga rumah secara nasional naik 5,24% secara tahunan (year-on-year/yoy) per Maret 2021.
Kenaikan harga rumah tersebut ditopang oleh pertumbuhan signifikan pada hunian tipe 35 dan 70. Harga rumah kedua tipe naik masing-masing sebesar 5,54% dan 5,49%.
Kenaikan ini beriringan dengan Kementerian Keuangan menerbitkan PMK 21/2021 pada awal Maret yang berisi insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk harga rumah tapak dan rumah susun hingga Rp 5 miliar.
Bl juga memberikan relaksasi rasio loan to value (LTV) untuk pembiayaan properti menjadi maksimal 100% mulai Maret sampai Desember 2021. Alhasil, nasabah bisa mengajukan kredit properti dengan uang muka (DP) 0%.
Pemulihan Sektor Properti, Insentif PPN Berdampak Terbatas
Bisnis, JAKARTA -- Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia memproyeksikan pengembang properti kelas menengah dan kelas atas akan bergerak pulih pada tahun ini setelah terdampak pandemi Covid-19 sepanjang 2020.
Wakil Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Hari Ganie mengatakan tahun ini menjadi titik balik sektor properti khususnya pengembang kelas menengah dan atas. Sebaliknya, pengembang kelas menengah bawah masih kesulitan.
Selama Maret—Agustus 2021, pemerintah mengeluarkan kebijakan insentif pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah untuk rumah tapak dan rumah susun ready stock seharga maksimal Rp2 miliar.
Pemerintah juga memberi diskon 50% PPN untuk rumah tapak dan rusun siap huni harga Rp2 miliar—Rp5 miliar.
Menurutnya, REI mengapresiasi insentif yang diberikan pemerintah itu. Namun, Hari mengatakan insentif yang diberikan masih tanggung untuk menggairahkan properti.
Sementara itu, Managing Director Strategic Business & Services Sinarmas Land Alim Gunadi memperkirakan sektor properti segera pulih pada tahun ini karena sejumlah stimulus yang digulirkan pemerintah. Hal itu juga didorong dengan pelonggaran Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.(Oleh - HR1)
Adhi Commuter Siap Go Public
PT Adhi Commuter Properti siap menerbitkan obligasi Rp 500 miliar. Anak usaha PT Adhi Karya Tbk (ADHI) itu menghimpun pendanaan untuk melanjutkan ekspansi demi menambah cadangan lahan (landbank) dan membiayai sejumlah proyek.
Adhi Commuter memiliki proyek yang tersebar di tujuh titik stasiun LRT Jabodetabek Fase 1. Saat ini, mereka menggarap 13 proyek dengan total mencapai 54.076 unit dengan landbank seluas 140 hektare. Sebagai anak usaha di
Grup ADHI, lini bisnis Adhi Commuter Properti terintegrasi erat dengan competitive advantage ADHI yaitu pembangunan jalur kereta LRT. Saat ini menguasai 99,99% saham Adhi Commuter Properti. Adapun 0,0005% sisaham dimiliki Koperasi Jasa Sejahtera ADHI.
Adhi Commuter juga merencanakan skema pendanaan lain, yakni mencatatkan saham di bursa melalui initial public offering (IPO) dengan target Rp 1,7 triliun. Jadi, Adhi Commuter berniat menghimpun total pendanaan senilai Rp 2,2 triliun, yang berasal dari obligasi dan IPO. Kelak, dana itu untuk mendukung belanja modal.
Kuartal I-2021, realisasi marketing sales Adhi Properti sudah mencapai 25% dari target. Hingga September 2020, Adhi Commuter meraih pendapatan Rp 699 miliar, EBITDA Rp 103 miliar dan laba bersih Rp 88,2 miliar. Sepanjang 2020, Adhi Commuter meraih pendapatan Rp 977,22 miliar.
Pasar Properti Kian Membaik
PT Ciputra Development Tbk kembali melanjutkan proyek CitraLand Vittorio di kawasan Wiyung dengan meresmikan Marketing Gallery dan penandatanganan bersama kontraktor yang akan melakukan pembangunan kontruksi.
Sutoto Yakobus, Senior DirectorPT Ciputra. Development Tbk, mengatakan, di triwulan I tahun 2021 ini, penjualan di Ciputra Group mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding periode yang sama tahun 2020 saat belum pandemi.
Indra Purnama, General Manager Citra Land Vittorio. menambahkan, penjualan unit apartemen di tower Alessandro sudah mencapai 70 persen. “Sehingga kami harus tindak lanjuti dengan mulai melakukan pembangunan,” ujar Indra.
Pilihan Editor
-
Euforia Bank Digital Mendongkrak Kekayaan Taipan
21 Feb 2022 -
Perdagangan, Efek Kupu-kupu
18 Feb 2022 -
Ekspor Sarang Walet Sumut Tembus Rp 3,7 Triliun
24 Feb 2022 -
BUMN Garap Ekosistem Kopi
31 Jan 2022









