Properti
( 407 )Bisnis Properti : MotoGP Kerek Harga Tanah di Mandalika
Penyelenggaraan ajang MotoGP dengan nama Pertamina Grand Prix of Indonesia berdampak pada meningkatnya harga tanah di sekitar Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Head of Research & Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan bahwa popularitas Mandalika sebagai The Next Bali membuat banyak wisatawan berkunjung ke Pulau Lombok. Alhasil, banyak pengembang melihat Mandalika sebagai target potensial, sehingga memicu lebih banyak transaksi tanah.
Pada tahap awal pembangunan oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), harga tanah di area permukiman Kuta, Lombok, berkisar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta per 100 meter persegi atau Rp50.000 hingga Rp100.000 per meter persegi. Namun, setelah MotoGP 2022 diumumkan akan digelar di Sirkuit Mandalika, nilai tanah di area yang sama meningkat sepuluh kali lipat menjadi Rp50 juta hingga Rp100 juta per 100 meter persegi atau Rp500.000 hingga RP1 juta per meter persegi. Untuk harga tanah yang berdekatan dengan Zona Ekonomi Khusus (KEK) misalnya, harganya bisa mencapai Rp250 juta hingga Rp 500 juta per 100 meter persegi.
Bisnis Properti Dihantui Kenaikan Harga Baja & Besi
Perang Rusia dan Ukraina juga menekan rantai pasok konstruksi global. Konflik di Eropa Timur itu mengerek harga bahan baku besi dan baja. Alhasil, tekanan ke sektor konstruksi dan properti semakin bertambah, setelah harga komoditas energi meningkat sekaligus memukul daya beli. Rusia merupakan eksportir baja keempat terbesar di dunia. Selama ini Rusia memasok baja ke lebih dari 150 negara. Industri konstruksi saat ini menyumbang lebih dari 50% permintaan baja dunia. Tahun 2021, Indonesia mengimpor 486.149 ton ingot besi baja (bahan baku baja) dari Rusia senilai US$ 326,63 juta. Mengacu data BPS, angka itu di posisi ketiga setelah impor dari India dan Oman. Para pebisnis properti juga mengakui, perang Rusia dan Ukraina memantik ketidakpastian. Real Estate Indonesia (REI) mengemukakan, potensi kenaikan harga besi dan baja di pasar global akan memukul bisnis konstruksi dan properti di dalam negeri.
Wakil Ketua Umum DPP REI Raymond Arfandy mengatakan, tak hanya besi dan baja, keadaan ini berpotensi menaikkan harga komponen konstruksi lainnya. Ketua Apindo Bidang Properti dan Kawasan Ekonomi, Sanny Iskandar mengungkapkan, jika kenaikan harga tidak diantisipasi lebih jauh maka memberatkan sektor properti dan kawasan industri. Menurut dia, pemerintah perlu memberikan kemudahan, salah satunya mendorong peningkatan volume produksi dalam negeri. Head of Industry and Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani menilai, kenaikan harga baja dan semen bisa mengerek harga properti. Hal ini menyebabkan sebagian konsumen menimbang ulang membeli properti.
Prospek Properti Ritel dan Komersial Mulai Pulih
Sempat terpapar pandemi Covid-19, prospek properti komersial mulai memperlihatkan tanda-tanda pemulihan. Sejumlah pengembang properti melanjutkan lagi proyek-proyek yang sempat tertunda. Knight Frank Indonesia mencatat, penjualan lahan industri hingga akhir tahun 2021 meningkat 22% dibandingkan tahun sbeelumnya. Selain pertumbuhan penjualan lahan, Knight melaporkan adanya penambahan pasokan untuk kawasan industri di semester II-2021 meningkat 1,4% dibandingkan semester I-2021. Melalui riset terbaru bertajuk Jakarta Property Highlight, Knight Frank melihat adanya optimisme terhadap pemulihan sektor ritel di tahun 2022. Knight Frank mencatat rata-rata tingkat sewa ritel sebesar 77,75% di semester II-2021. Hal itu diikuti adanya proyeksi penambahan tujuh mal baru yang masuk pasar Jakarta dalam rentang tahun 2022 sampai tahun 2024.
Properti, Inovasi Pembiayaan untuk Serap Kelebihan Pasokan
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN sedang mengkaji skema baru pembiayaan sewa beli (rent to own), yang memudahkan konsumen menikmati terlebih dulu tempat tinggal yang ingin dimilikinya sebelum memutuskan untuk membeli. ”Skema (rent to own) ini ada pasarnya, terutama bagi kaum milenial yang senangnya tidak terikat di satu lokasi. Jadi, (mereka) sewa terlebih dahulu. Di tahun kelima apabila sudah betah, cocok, bisa memutuskan untuk memiliki,” ujar Wadirut BTN Nixon LP Napitupulu, Senin (21/2). Skema rent to own juga disiapkan untuk mengatasi permasalahan kelebihan pasokan hunian, khususnya unit apartemen. BTN juga terus berinovasi mengimplementasikan digitalisasi perbankan dalam fokus bisnis utamanya, yakni pembiayaan perumahan, dimana manfaat dan nilai tambah yang didapatkan nasabah semakin besar. (Yoga)
Insentif Properti Bisa Tak Efektif
Pemerintah memperpanjang insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sektor perumahan pada tahun ini. Insentif diberikan untuk hunian rumah tapak dan unit rusun seharga maksimal Rp 5 miliar yang diserah terimakan sejak 1 Januari hingga 30 September 2022, sesuai Permenkeu (PMK) No 6/PMK.010/2022. Namun, perpanjangan stimulus itu dikhawatirkan sulit efektif akibat hambatan perizinan. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Kacaribu menjelaskan, insentif PPN DTP sektor perumahan tahun 2022 diberikan selama 9 bulan untuk penyerahan rumah tapak dan unit hunian rusun. Insentif PPN DTP diberikan sebesar 50 % PPN terutang atas penyerahan rumah tapak atau satuan rusun dengan harga jual paling tinggi Rp 2 miliar. Untuk harga rumah tapak atau rusun di atas Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar, insentif ditetapkan 25 persen dari PPN.
Ketum DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida menilai, perpanjangan insentif PPN DTP hingga September 2022 sesuai kesepakatan dengan pengembang, tetapi penerapannya dikhawatirkan sulit efektif akibat kendala perizinan, yakni peralihan dari IMB menjadi persetujuan bangunan gedung (PBG) yang merupakan perizinan kepada pemilik bangunan gedung untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan/atau merawat bangunan gedung sesuai standar teknis bangunan gedung. Pengurusan PBG mengacu PP No 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No 28/2002 tentang Bangunan Gedung. Totok mengemukakan, keputusan pemerintah mengganti IMB ke PBG sejak Agustus 2021 hingga kini belum ditindaklanjuti dengan perda. Padahal, penerapan dan retribusi PBG memerlukan perda. Akibatnya, sebagian besar pengembang kesulitan memulai pembangunan proyek hunian baru. (Yoga)
Santri Developer Diharapkan Ikut Kurangi Backlog Perumahan
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama NU Circle menggelar BTN Santri Developer Kebangsaan Batch 2 di Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat, baru-baru ini. Sebelumnya, Batch 1 digelar di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur. Direktur Utama BTN, Haru Koesmahagyo berharap lewat kegiatan ini banyak lahir para pengusaha properti dari kalangan santri. Bersama mereka, BTN berharap bisa mengurai backlog rumah di Indonesia. Data BPS mencatat, dari sekitar 270 juta penduduk Indonesia, terdapat backlog perumahan 11,4 juta dan cenderung bertambah setiap tahun. "Harapannya jika memungkinkan 100% dari peserta yang lulus dari acara ini paling tidak mulai bekerja di developer perumahan untuk mempercepat proses belajar," ujar Haru, dalam siaran persnya baru-baru ini. (Yetede)
Peluang Penjualan di Apartemen Strategis
Penjualan apartemen milik tahun ini diprediksi masih tertahan. Namun, peluang muncul dari apartemen dengan harga terjangkau dan dekat dengan titik transit transportasi massal. Kepala Riset JLL Indonesia Muhammad Yunus Karim, Rabu (26/1/2022), berpendapat, pembeli masih berhati-hati dan menunggu situasi yang tepat untuk membeli. ”Permintaan terbatas dan didominasi untuk hunian (end user),” ujarnya. (Yoga)
Jepang dalam Geliat Sektor Properti Indonesia
Tahukah Anda di bidang apa Jepang banyak melakukan investasi di Indonesia selama ini? Investasi di sektor otomotif dan alat elektronik sudah dikenal banyak orang. Akan tetapi sesungguhnya, bidang properti juga menerima investasi yang sama banyaknya. Dalam 10 tahun terakhir nilai investasinya tembus hingga US$3 miliar yang mencakup sekitar 1.100 proyek. Tidak hanya dari sisi skala, investasi Jepang di bidang properti telah lama memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia melalui berbagai bentuk, seperti kawasan industri, perumahan, dan pusat perbelanjaan, serta menopang kemajuan perekonomian negeri ini.
Perusahaan-perusahaan Jepang ingin terus berkontribusi melalui investasi di bidang properti untuk mewujudkan kehidupan berkualitas tinggi yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia. Keterlibatan Jepang di sektor ini memiliki sejarah yang panjang. Proyek properti pertama yang dibangun dengan dukungan Jepang adalah Hotel Indonesia. Perusahaan Jepang diharapkan akan terus menggagas tempat tinggal yang berkualitas lebih tinggi kepada masyarakat Indonesia melalui investasi di bidang properti, serta tetap berkontribusi pada kemajuan perekonomian Indonesia. Di samping itu, saya harap, perusahaan Jepang dapat berperan dalam pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur seperti yang direncanakan Pemerintah Indonesia.
Pengembangan Properti Mengalap Berkah Ibu Kota Baru
Ada gula ada semut. Adagium ini cocok untuk menggambarkan rencana pemindahan Ibu Kota negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Properti adalah salah satu sektor bisnis yang akan berputar kenceng di pusaran ibu kota baru. Dari informasi yang dihimpun KONTAN, sekelompok pengusaha memang menyodorkan proposal kepada pemerintah. Untuk membangun ibu kota baru tidak murah dan nilainya mencapai miliaran dollar AS. Proyek ini akan mencapai nilai ekonomis jika dalam 10 tahun pemerintah bisa mendatangkan 5 juta penduduk ke ibu kota baru.
Dampak Insentif Pajak Properti : Emiten Berburu Penjualan
Perpanjangan insentif pajak pertambahan nilai untuk pembelian rumah susun dan rumah tapak pada 2022 membuka peluang bagi emiten di sektor properti untuk meningkatkan prapenjualan atau marketing sales. Seperti diketahui pemerintah memperpanjang insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk sektor properti sampai dengan Juni 2022. Diskon PPN sebesar 50% dapat dinikmati oleh konsumen yang membeli rumah susun dan rumah tapak dengan nilai hingga Rp2 miliar. Merespons insentif itu, Direktur PT Metropolitan Land Tbk. Olivia Surodjo menyambut positif kebijakan tersebut yang sudah berlangsung sejak tahun lalu. Insentif PPN DTP diharapkan dapat terus menggeliatkan penjualan produk properti di Indonesia.
Sebelumnya, CEO PT Lippo Karawaci Tbk. John Riady mengatakan berkat insentif PPN properti, industri yang sebelumnya diprediksi lesu justru berprospek cukup cerah untuk memetik pertumbuhan berkesinambungan. Berdasarkan data perseroan, raihan marketing sales LPKR pada 2021 itu meningkat 86% year-on-year (YoY) dan 18% di atas target prapenjualan yang sebelumnya telah direvisi sebesar Rp4,2 triliun. John optimistis prapenjualan pada 2022 akan mampu memberikan hasil yang positif. Pada tahun ini, LPKR berencana meluncurkan berbagai macam produk rumah tapak dengan harga terjangkau, serta produk lainnya seperti proyek mid-rise hingga berbagai unit apartemen siap huni.
Pilihan Editor
-
Volume Perdagangan Kripto Rp 859,4 Triliun
19 Feb 2022 -
Tiga Bisnis yang Dibutuhkan Dimasa Depan
02 Feb 2022 -
Perdagangan, Efek Kupu-kupu
18 Feb 2022 -
KKP Gencar Promosikan Kontrak Penangkapan Ikan
19 Feb 2022









