Properti
( 407 )SEKTOR PROPERTI : SUBSIDI RUMAH RAKYAT DITAMBAH
Pemerintah memperbesar alokasi subsidi rumah rakyat pada 2023 menjadi Rp34,2 triliun atau naik 17,5% dibandingkan dengan alokasi tahun ini untuk memudahkan masyarakat memiliki rumah. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebutkan alokasi subsidi rumah rakyat itu merupakan bagian dari alokasi APBN 2023 untuk Kementerian PUPR sebesar Rp125,2 triliun. “Bantuan pembiayaan perumahan, FLPP dan sebagainya yang tadi sekitar Rp29,1 triliun, tahun depan dialokasikan di BUN itu Rp34,2 triliun,” katanya dalam Konferensi Pers: Nota Keuangan & RUU APBN 2023, Selasa (16/8). Basuki menjelaskan anggaran rumah subsidi tersebut disalurkan melalui pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), PSU, dan bantuan rumah swadaya. Bila diperinci, target penggunaan APBN 2023 untuk subsidi rumah rakyat melalui FLPP yaitu 220.000 unit, SBUM sebanyak 220.000 unit, subsidi selisih bunga (SSB) sebanyak 754.004 unit, dan Tapera sebanayk 54.924 unit. Kementerian PUPR juga menargetkan untuk menyelesaikan pembangunan sebanyak 4.575 unit rumah susun, 3.360 unit rumah khusus, 27.825 unit PSU, dan 147.650 unit bantuan rumah swadaya yaitu perbaikan rumah tidak layak huni. Dia membeberkan terobosan yang akan diterapkan untuk mengejar target PSR pada 2022.
Pertama, mendorong pemanfaatan tanah pemerintah atau pemda dan tanah negara.
Kedua, membangun perumahan mixeduse lewat pembiayaan investasi dan kerja sama antara pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di sektor perumahan. Ketiga, Basuki mendorong pengembangan rumah susun berbasis Transit Oriented Development (TOD) guna memudahkan mobilitas masyarakat. Keempat, kolaborasi dengan perbankan dan instansi terkait untuk menyediakan perumahan bagi MBR khususnya ASN, TNI dan Polri.Kelima, mendorong pemda untuk menerapkan SEB 4 Menteri tentang Percepatan Pelaksanaan Retribudi Persetujuan Bangunan Gedung dalam memberikan kemudahan perizinan perumahan bagi MBR. “Keenam, merancang aturan program KPR khusus untuk generasi milenial yang kami harapkan dapat menjawab tantangan penyediaan rumah bagi generasi milenial di masa yang akan datang,” ujarnya.
Nilai Penjualan Rumah Tapak di Jabodetabek Melonjak 33%
JAKARTA - Indonesia Property Watch (IPW) menyebutkan bahwa nilai penjualan rumah tapak di Jabodetabek plus Serang dan Cilegon, Banten pada semester I/2022 melonjak sekitar 33% dibandingkan dengan periode sama 2021. Secara keseluruhan Banten masih menjadi kontribusi besar dalam kenaikan itu. Beberapa pengembang besar di sana meluncurkan produk baru di rentang harga Rp 1-2 miliaran yang mendapat respons cukup baik,” kata Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Property (IPW) Ali Tranghanda kepada Investor Daily, Rabu (10/8/2022).Per akhir Juni 2021, nilai penjualan rumah tapak di Jabodetabek plus itu tercatat Rp 2,81 triliun, sedangkan periode sama tahun ini sekitar Rp 3,75 triliun. Dari sisi unit yang terjual, masih mengutip data IPW, melejit dari sekitar 28%, yakni dari 3.952 menjadi 5.069 rumah. Secara kuartalan, masih menurut data IPW, penjualan rumah tapak di Jabodetabek serta Serang dan Cilegon tumbuh 5,6% pada kuartal kedua 2022 (quarter toquarter/qtq) menjadi 2.604 unit. Dari sisi nilai penjualan rumah, di kawasan itu melonjak 17,8% (qtq) menjadi Rp 2,02 triliun. Pertumbuhan itu meningkat signifikan setelah dalam dua triwulan mengalami penurunan. (Yetede)
URBANISASI, Kamar Mungil di Kota Mahal
Sejumlah pekerja muda di Tokyo, Jepang, dilaporkan menyewa kamar ukuran 9 meter persegi. Sementara di Kuala Lumpur, Malaysia, warganet heboh karena ada kamar hanya cukup untuk membentangkan selembar Kasur selebar 1,2 meter. Senin (8/8) salah satu surat kabar terbesar di Jepang, Mainichi Shinbun, menunjukkan sejumlah pekerja muda dalam kamar mereka di kawasan Shinjuku. Pintu apartemen itu hanya cukup untuk menampung tiga pasang sepatu. Dengan tinggi 3,6 meter, kamar itu dilengkapi loteng semu. Lantai bawah berisi kamar mandi tanpa jamban, dapur kecil, dan ruangan yang bisa dipakai penyewanya untuk aneka hal. Harga murah dan dekat dengan tempat kerja menjadi alasan penyewa kamar seluas 9 meter persegi itu.
”Tempat kerja saya bisa dicapai dengan 30 menit berjalan dari sini. Sangat nyaman,” kata seorang pria lajang berusia 30 tahun yang tidak mau diungkap namanya. Ia sudah 1,5 tahun tinggal di tempat itu. Ia membayar 74.500 yen atau sekitar Rp 8,2 juta per bulan untuk kamar itu. Di kawasan Shinjuku, harga sewa kamar ukuran 20 meter persegi rata-rata 190.000 yen atau Rp 20,9 juta per bulan. Kamar itu salah satu dari 1.500 kamar sejenis yang dikelola Spilytus Co, perusahaan properti di Jepang. Hampir seluruh penyewanya berusia mulai 20 tahun sampai 35 tahun. SpilytusCo mulai menawarkan kamar ukuran kecil itu sejak 2015. Sejak itu, nyaris tidak pernah ada kamar kosong. Banyak pekerja muda menyewa kamar yang letaknya di pusat Tokyo itu. (Yoga)
Sektor Properti Masuk Lima Besar Investasi di Indonesia
Sektor properti masuk dalam lima besar arus investasi sepanjang semester pertama 2022. Per akhir Juni 2022, sektor itu menempati peringkat keempat terbesar senilai Rp 51,6 triliun. Nilai itu merupakan gabungan penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) yang mencakup tiga sub sektor, yakni perumahan, kawasan industri, dan gedung perkantoran. “Realisasi investasi domestic direct investment (DDI) dan foreign direct investment (FDI) sektor housing, industrial estate, and Office building, Januari-Juni 2022 sebesar Rp 51,6 triliun atau 8,8% dari total realisasi investasi,” tulis dokumen realisasi investasi Kementerian Investasi/BKPM, baru-baru ini. “Penurunan sebesar 15% adalah hal yang lumrah mengingat pemulihan perekonomian Indonesia pada semester pertama tahun ini tengah menghadapi tantangan inflasi yang meningkat dibandingkan tahun lalu,” ujar pengamat bisnis properti, Panangian Simanungkalit kepada Investor Daily, Senin (1/8/2022). (Yetede)
Ciputra Genjot Proyek di Luar Jawa
PT Ciputra Development Tbk (CTRA) telah mengantongi pra penjualan atau marketing sales senilai Rp 3,99 triliun hingga akhir Juni 2022. Grup Ciputra optimistis bisa memenuhi target penjualan pada tahun ini.
"Kami masih optimistis target Rp 8,2 triliun bisa tercapai di tahun 2022 dan belum ada perubahan target saat ini," ungkap Direktur CTRA, Tulus Santoso dalam paparan publik, Rabu (27/7). Tulus menambahkan, pada tahun 2022, CTRA juga telah menambah beberapa proyek baru diantaranya proyek CitraLand Tanjung Morawa di Sumatera Utara. Proyek CTRA selanjutnya adalah CitraLand Sampali Kota Deli Megapolitan di Sumatera Utara.
PROPERTI, Transportasi Publik dan Akses Jalan Jadi Pilihan
Pengembangan permukiman perkotaan di Indonesia yang sangat potensial masih mempertimbangkan kedekatan dengan infrastruktur jalan raya dan akses ke transportasi publik. Kedua basis ini dipastikan sangat diminati banyak orang kendati tingkat keterjangkauan kepemilikannya masih menjadi pertimbangan utama konsumen. Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan, proyek Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodetabek dan kereta api cepat Jakarta-Bandung berpotensi memunculkan permukiman dan bangunan komersial baru. Ia mencontohkan stasiun LRT yang berpeluang bakal banyak dibangun properti hunian dan komersial di sekitarnya, sayangnya, banyak lokasi yang koefisien lantai bangunan atau KLB sangat rendah,” ujar Paulus dalam webinar bertajuk ”Private Participation and Land Value Capture for Urban Rail Development” di Jakarta, Senin (25/7).
Oswar Mungkasa, Wakil Ketua Dewan Pengurus Lembaga Pengkajian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan Indonesia, menambahkan, Pemprov DKI Jakarta sesungguhnya mempunyai skema transfer pengembangan. Para pengembang tahu persis tentang peningkatan KLB dengan memanfaatkan areal tersebut. ”Setelah ada konsep transit oriented development (TOD) bersama Menhub Ignasius Jonan, kemudian muncul konsep kota kompak, di mana kita mengurangi pergerakan perjalanan yang dilakukan dengan pengembangan TOD,” kata Oswar. Di wilayah Jakarta saja, imbuh Oswar, jumlah komuter mencapai 1,7 juta-2 juta orang per hari. (Yoga)
Pertumbuhan Penyaluran Kredit Baru Dipresiksi Melambat
Survei perbankan yang di rilis Bank Indonesia (BI) mengindikasikan pada kuartal III-2022, secara kuartalan penyaluran kredit baru diperkirakan tumbuh positif, meski sedikit melambat dibandingkan kuartal II-2022. Hal ini terjadi karena permintaan kredit tidak setinggi pada kuartal II. Berdasarkan survei perbankan tersebut, perlambatan pertumbuhan kredit kuarta III tercermin pada saldo bersih tertimbang (SBT) perkiraan permintaan kredit baru kuartal III-2022 sebesar 95,7%, sedikit lebih rendah dibandingkan 96,9% pada kuartal sebelumnya. Pada jenis kredit konsumsi, penyaluran kredit kepemilihan rumah/apartemen (KPR/KPA) masih menjadi prioritas utama, diikuti oleh kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor. Berdasarakan sektor, penyaluran kredit baru pada kuartal III-2022 diprioritaskan pada sektor perdagangan besar dan eceran, sektor industri pengolahan, dan sektor perantara keuangan. Selain itu, kebijakan penyaluran kredit kuartal III-2022 diprakirakan sedikit lebih ketat dibandingkan kuartal sebelumnya. Kebijakan penyaluran kredit sejalan dengan perkiraan pertumbuhan kredit baru yang sedikit melambat. (Yetede)
Ancaman Kenaikan Harga Bangunan
SURABAYA, SURYA Membaiknya ekonomi pasca pandemi dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% pada kuartal I tahun 2022 ini masih memberi rasa optimis pengembangan properti untuk mampu meningkatkan penjualan. Meski diakui kenaikan harga bahan bangunan dan bayangan kenaikan inflasi ikut membuat harga naik, dan berpotensi membuat tingkat daya beli konsumen menurun.
"Namun kami masih optimis. Mengingat kenaikan harga komoditas dan kenaikan lain-lainnya itu juga mendorong kenaikan pendapatan. Tentunya kemampuan konsumen untuk belanja properti dengan harga naik juga ikut meningkat," kata Sutandi Purnomosidi, Direktur Marketing Pakuwon Group, di sela pengenalan kluster baru di Grand Pakuwon, Surabaya Barat, Jumat (8/7) sore.
Lebih lanjut, Sutandi mengungkapkan saat ini kondisi pasar properti masih bagus. Selain kenaikan harga bahan baku dan potensi inflasi di Indonesia, yang terdampak inflasi global, hal lain yang bisa menghambat penjualan properti adalah rencana kena ikan suku bunga perbankan.
"Saat ini, suku bunga perbankan di Indonesia masih sangat rendah. Namun tidak tahu lagi semester 2 ini, karena ada naiknya suku bunga The Fed bank sentral Amerika Serikat, untuk mengatasi inflasi di negara tersebut yang tinggi." beber Sutandi.
Tentunya Indonesia akan terdampak dan perbankan akan ikut menaikkan suku bunga. Karena itu, pihaknya mendorong konsumen memanfaatkan momentum saat ini dengan segera belanja properti.
PENGEMBANGAN PROPERTI KAWASAN SUNRISE
Pengamat Properti Ali Tranghanda, Ahli Perumahan & Permukiman ITB Jehansyah Siregar, Ketua Apindo Bidang Properti & Kawasan Ekonomi Sanny Iskandar, dan GM Bisnis Indonesia Gagaskreasitama Irsad Sati berbincang di sela-sela diskusi bertajuk Membedah Peluang Pengembangan Properti Residensial di Kawasan Sunrise di Jakarta, Selasa (21/6). Diskusi ini membahas potensi pengembangan properti residensial di kota-kota satelit sekitar Jakarta yakni, Bogor, Bekasi dan Tangerang.
Pelemahan Kurs Rupiah Tingkatkan Risiko Pengembang
Dalam siaran pers, Kamis (9/6), Moody’s menyampaikan, kurs rupiah relatif stabil selama 12-18 bulan terakhir. Namun, belakangan ada tren kenaikan arus keluar modal asing akibat meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global. Fenomena ini meningkatkan risiko. Sebagian besar lindung nilai (hedging) keuangan pengembang properti Indonesia telah berkurang, dan membuat pengembang rentan terhadap pelemahan rupiah. ”Jumlah utang pokok dan beban bunga utang dalam denominasi USD yang dimiliki sejumlah pengembang properti akan meningkat jika dihitung dalam rupiah sehingga melemahkan kemampuan mereka. Lebih dari dua pertiga dari keseluruhan utang mereka ada dalam denominasi USD, sementara pendapatan diperoleh dalam denominasi rupiah,” kata Rachel Chua, Wakil Presiden dan Analis Senior Moody’s.
Di antara enam pengembang properti dengan peringkat Moody’s, dua di antaranya telah membatalkan semua atau hampir semua lindung nilai mereka. ”Selain itu, fasilitas lindung nilai tak sepenuhnya melindungi pinjaman. Jika rupiah menembus Rp 17.000 terhadap USD, lindung nilai hanya akan melindungi 38 % total utang dalam USD, turun dari 47 % dua tahun lalu,” kata Rachel. Ia menambahkan, sebagian besar pengembang di Indonesia masih memiliki likuiditas yang cukup untuk menutupi beban bunga yang naik karena depresiasi rupiah. Sebagian besar pengembang telah meningkatkan kepemilikan kas, memperkuat arus kas operasi, atau mengurangi biaya bunga setelah mengubah denominasi utang.” Akan tetapi, jika kurs rupiah terhadap USD tetap melemah, akan ada pengembang properti Indonesia yang membutuhkan pinjaman luar negeri guna menambah likuiditas internalnya,” kata Rachel. Berdasarkan data Refinitiv, kurs rupiah dalam pembukaan perdagangan, Kamis (9/6), melemah 0,07 persen menjadi Rp 14.500 per USD. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Instruksi Pusat Untuk Rencana Penambangan
21 Feb 2022 -
Separuh Investor Tak Wajib Bayar Bea Meterai
22 Feb 2022 -
Menakar Prospek Usaha Sang Sultan Andara
22 Feb 2022









