;

Pelemahan Kurs Rupiah Tingkatkan Risiko Pengembang

Ekonomi Yoga 10 Jun 2022 Kompas
Pelemahan Kurs Rupiah Tingkatkan Risiko Pengembang

Dalam siaran pers, Kamis (9/6), Moody’s menyampaikan, kurs rupiah relatif stabil selama 12-18 bulan terakhir. Namun, belakangan ada tren kenaikan arus keluar modal asing akibat meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global. Fenomena ini meningkatkan risiko. Sebagian besar lindung nilai (hedging) keuangan pengembang properti Indonesia telah berkurang, dan membuat pengembang rentan terhadap pelemahan rupiah. ”Jumlah utang pokok dan beban bunga utang dalam denominasi USD yang dimiliki sejumlah pengembang properti akan meningkat jika dihitung dalam rupiah sehingga melemahkan kemampuan mereka. Lebih dari dua pertiga dari keseluruhan utang mereka ada dalam denominasi USD, sementara pendapatan diperoleh dalam denominasi rupiah,” kata Rachel Chua, Wakil Presiden dan Analis Senior Moody’s.

Di antara enam pengembang properti dengan peringkat Moody’s, dua di antaranya telah membatalkan semua atau hampir semua lindung nilai mereka. ”Selain itu, fasilitas lindung nilai tak sepenuhnya melindungi pinjaman. Jika rupiah menembus Rp 17.000 terhadap USD, lindung nilai hanya akan melindungi 38 % total utang dalam USD, turun dari 47  % dua tahun lalu,” kata Rachel. Ia menambahkan, sebagian besar pengembang di Indonesia masih memiliki likuiditas yang cukup untuk menutupi beban bunga yang naik karena depresiasi rupiah. Sebagian besar pengembang telah meningkatkan kepemilikan kas, memperkuat arus kas operasi, atau mengurangi biaya bunga setelah mengubah denominasi utang.” Akan tetapi, jika kurs rupiah terhadap USD tetap melemah, akan ada pengembang properti Indonesia yang membutuhkan pinjaman luar negeri guna menambah likuiditas internalnya,” kata Rachel. Berdasarkan data Refinitiv, kurs rupiah dalam pembukaan perdagangan, Kamis (9/6), melemah 0,07 persen menjadi Rp 14.500 per USD. (Yoga)


Tags :
#Properti #Kurs
Download Aplikasi Labirin :