;

Ancaman Kenaikan Harga Bangunan

Ancaman Kenaikan Harga Bangunan

SURABAYA, SURYA Membaiknya ekonomi pasca pandemi dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% pada kuartal I tahun 2022 ini masih memberi rasa optimis pengembangan properti untuk mampu meningkatkan penjualan. Meski diakui kenaikan harga bahan bangunan dan bayangan kenaikan inflasi ikut membuat harga naik, dan berpotensi membuat tingkat daya beli konsumen menurun.

"Namun kami masih optimis. Mengingat kenaikan harga komoditas dan kenaikan lain-lainnya itu juga mendorong kenaikan pendapatan. Tentunya kemampuan konsumen untuk belanja properti dengan harga naik juga ikut meningkat," kata Sutandi Purnomosidi, Direktur Marketing Pakuwon Group, di sela pengenalan kluster baru di Grand Pakuwon, Surabaya Barat, Jumat (8/7) sore.

Lebih lanjut, Sutandi mengungkapkan saat ini kondisi pasar properti masih bagus. Selain kenaikan harga bahan baku dan potensi inflasi di Indonesia, yang terdampak inflasi global, hal lain yang bisa menghambat penjualan properti adalah rencana kena ikan suku bunga perbankan.

"Saat ini, suku bunga perbankan di Indonesia masih sangat rendah. Namun tidak tahu lagi semester 2 ini, karena ada naiknya suku bunga The Fed bank sentral Amerika Serikat, untuk mengatasi inflasi di negara tersebut yang tinggi." beber Sutandi.

Tentunya Indonesia akan terdampak dan perbankan akan ikut menaikkan suku bunga. Karena itu, pihaknya mendorong konsumen memanfaatkan momentum saat ini dengan segera belanja properti.

Download Aplikasi Labirin :