;

PROPERTI, Transportasi Publik dan Akses Jalan Jadi Pilihan

Ekonomi Yoga 26 Jul 2022 Kompas
PROPERTI,
Transportasi Publik dan
Akses Jalan Jadi Pilihan

Pengembangan permukiman perkotaan di Indonesia yang sangat potensial masih mempertimbangkan kedekatan dengan infrastruktur jalan raya dan akses ke transportasi publik. Kedua basis ini dipastikan sangat diminati banyak orang kendati tingkat keterjangkauan kepemilikannya masih menjadi pertimbangan utama konsumen. Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan, proyek Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodetabek dan kereta api cepat Jakarta-Bandung berpotensi memunculkan permukiman dan bangunan komersial baru. Ia mencontohkan stasiun LRT yang berpeluang bakal banyak dibangun properti hunian dan komersial di sekitarnya, sayangnya, banyak lokasi yang koefisien lantai bangunan atau KLB sangat rendah,” ujar Paulus dalam webinar bertajuk ”Private Participation and Land Value Capture for Urban Rail Development” di Jakarta, Senin (25/7).

Oswar Mungkasa, Wakil Ketua Dewan Pengurus Lembaga Pengkajian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan Indonesia, menambahkan, Pemprov DKI Jakarta sesungguhnya mempunyai skema transfer pengembangan. Para pengembang tahu persis tentang peningkatan KLB dengan memanfaatkan areal tersebut. ”Setelah ada konsep transit oriented development (TOD) bersama Menhub Ignasius Jonan, kemudian muncul konsep kota kompak, di mana kita mengurangi pergerakan perjalanan yang dilakukan dengan pengembangan TOD,” kata Oswar. Di wilayah Jakarta saja, imbuh Oswar, jumlah komuter mencapai 1,7 juta-2 juta orang per hari. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :