Properti
( 407 )Peluang Properti Masih Besar, BTN Gencar Gaet Pendanaan
Terrakon Properti Garap Proyek Senilai Rp 300 Miliar
Torehan Program Sejuta Rumah Februari 2024 Melonjak 86 %
Segmen Business Hotel Diperkirakan Tumbuh 8 %
Sejumlah factor diprediksi mendongkrak bisnis
hotel (hospitality) di Indonesia pada 2024. Selain ditopang industri pariwisata,
bagi segmen hotel bisnis (business hotel) di Jakarta, unsur pendukung utama
adalah bergulirnya meeting, incentives, confrences dan exhibition (MICE). Di
sisi lain, gairah bisnis sektor hospitality di Jakarta terekam dari rencana
masuknya delapan hotel baru sepanjang tahun ini.
Menurut Satria Wei, Head of Hosppitality
Services Colliers Indonesia, sejak awal 2022, kinerja sektor perhotelan di
Indonesia telah terlihat mengalami perkembangan yang positif dan signnifikan. “Untuk
segmen hotel bisnis, Collier Indonesia memproyeksikan peningkatan 6-8 %
dibandingkan tahun 2023. Kinerja positif segmen hotel bisnis tahun 2024
didorong adanya berbagai kegiatan meeting, incentive, dan exhibition (MICE)
yang didominasi sektor swasta maupun pemerintah,” kata dia. (Yetede)
OXO Group Indonesia Siapkan Proyek di Bali Senilai 500 Miliar
OXO Group Indonesia, perusahaan pengembangan
dan manajemen properti butik yang berbasis di Bali, menyiapkan satu proyek
senilai Rp 500 miliar. “Pada uni 2024 nanti, kami berencana meluncurkan proyek
terbaru di daerah Nyanyi, Bali senilai 500 miliar. Proyek terbaru kami ini akan
mewakili gaya desain terbaru dan filosofi OXO Living yang menganut paham life
style real estate,” ujar Johanes Weissenbaeck, founder dan CEO OXO Group
Indonesia dalam keterangan tertulis baru-baru ini.
Lokasi proyek hunian terbaru ini terletak di
depan Nuanu City, sebuah proyek seluas 50 hektare yang akan menjadi The Next
Big Thing di Bali setelah Canggu dalam 2-3 tahun ke depan. “Dan nantinya semua
penghuni pryek hunian ini dapat menikmati semua fasilitas yang dimiliki Nuanu
City,” tambahnya. Johanes menjelaskan, masifnyapariwisata di Bali mendorong
pengembangan property di kawasan ini. (Yetede)
Destinasi Kuliner Ruang Terbuka Dibidik
Destinasi kuliner di Jakarta terus semarak dengan
bertambahnya ritel-ritel baru makanan dan minuman. Summarecon Mall Kelapa
Gading meresmikan Gafoy, destinasi kuliner untuk melengkapi fasilitas pusat
perbelanjaan di Jakut itu. Merujuk data BPS tahun 2022, jumlah usaha penyedia
makanan dan minuman skala menengah besar sebanyak 10.900 usaha, tumbuh 20,76 %
secara tahunan. Usaha penyedia makanan dan minuman skala menengah besar di
Pulau Jawa terbanyak berada di Provinsi DKI Jakarta dan Jabar. Sekitar 50,44 %
usaha makanan dan minuman tersebut berlokasi di mal/pertokoan. Presdir PT Summarecon
Agung Tbk Adrianto P Adhi mengemukakan, industri makanan dan minuman bertumbuh
sangat pesat, tidak hanya dari sisi jumlah, tetapi juga inovasi. Pihaknya
menangkap peluang bisnis makanan dan minuman itu dengan melakukan transformasi
bisnis serta destinasi kuliner yang kekinian dan menyasar berbagai lapis usia.
Pusat kuliner Gafoy di kawasan Mal Kelapa Gading yang terdiri
dari beragam restoran dan kafe berkonsep semiterbuka dinilai melengkapi
eksplorasi kuliner dan hiburan kaum urban modern di segala usia. Kawasan itu
menempati area seluas 11.000meter persegi (m2) dengan luasan area sewa 8.500 m2
yang akan diisi 22 tenant. Nilai investasi pembangunan Gafoy Rp 100 miliar. ”Gafoy
melengkapi destinasi kuliner dan transformasi bisnis makanan dan minuman sehingga
mengundang tenant-tenant pilihan,” ujar Adrianto dalam peresmian pusat kuliner
Gafoy, di Jakarta, Kamis (14/3). Director Summarecon Soegianto Nagaria
menambahkan, masyarakat semakin menyukai dan mencari konsep ruang terbuka
dengan sirkulasi udara yang baik. Gafoy didesain dengan konsep ruang terbuka
(outdoor) sekaligus ruang tertutup (indoor), serta ruang untuk komunitas.
Konsep ruang semiterbuka itu juga akan terus dikembangkan pada proyek-proyek
township Summarecon lainnya. (Yoga)
Bunga Turun, Emiten Saham Properti Ceria
Pengembang Properti Terus Ekspansi
Pemilu Usai, ASRI Genjot Penjualan
Bisnis Rumah Tapak Tetap Stabil
Pilihan Editor
-
Digitalisasi Keuangan Daerah
26 Jul 2022 -
Paradoks Ekonomi Biru
09 Aug 2022









