Properti
( 407 )Paradise Indonesia Bidik Pertumbuhan 20 %
PT Paradise Property Tbk (Paradise Indonesia) membidik
pertumbuhan penjualan 20 % pada 2024 dibandingkan dengan setahun sebelumnya. “Tahun
2024 kami berharap penjualan bertumbuh 20 % menjadi Rp 1,3 triliun ,” ujar
Surina, Direktur dan chief financial officer (CFO) Paradise Indonesia di
Jakarta, Senin (1/4).
Pada 2023, mengutip laporan keuangan perseroan, emiten property
berkode saham INPP itu mengantongi pendapatan Rp 1,10 triliun, tumbuh 16 %
dibandingkan setahun sebelumnya di Rp 955,54 miliar. Dari total pendapatan
2023, sekitar 85 % berasal dari pendapatan berulang (recurring income) hotel
dan mal (komersial). (Yetede)
Rumah Kecil Makin Menjadi Pilihan
Harga rumah berukuran kecil mengalami pertumbuhan yang
signifikan selama triwulan I-2024. Data Flash Report Maret 2024 yang dirilis
Rumah123 mengidentifikasi pergerakan harga hunian tumbuh signifikan untuk rentang ukuran
di bawah 60 meter persegi hingga 90 meter persegi. Head of Research Rumah123
Marisa Jaya mengatakan, pertumbuhan harga median tertinggi untuk rumah dengan
luas di bawah 60 meter persegi terdapat di Bandung, tumbuh 34,1 % dengan median
harga Rp 590 juta per unit. Sementara rumah dengan rentang luas 60-90 meter
persegi mengalami pertumbuhan harga tertinggi di Denpasar, yakni 38,2 %, dengan
median harga mencapai Rp 1,3 miliar per unit.
Pertumbuhan signifikan harga rumah berukuran di bawah 60
meter persegi juga terjadi di Jakarta Barat, yakni naik 25 % dengan harga
rata-rata Rp 1,25 miliar per unit, Medan naik 17,5 % dengan median harga Rp 470
juta per unit, Bekasi tumbuh 15 % dengan median harga Rp 575 juta per unit, dan
Tangerang naik 12,9 % dengan median harga Rp 789 juta per unit. Selain itu,
harga rumah ukuran di bawah 60 meter persegi juga meningkat di Bogor sebesar
11,1 % dengan rata-rata harga Rp 500 juta per unit, Surakarta tumbuh 9,3 % dengan
median harga Rp 470 juta per unit, dan Jaksel naik 7,3 % dengan median harga Rp
750 juta per unit.
Marisa menambahkan, kenaikan signifikan harga rumah berukuran
kecil dengan luasan di bawah 60 meter persegi dan rentang 60-90 meter persegi
dikarenakan permintaan yang tinggi, terutama di perkotaan yang strategis karena
didukung fasilitas dan layanan umum yang memudahkan akses ke tempat kerja,
pusat perbelanjaan, sekolah, hingga transportasi. ”Bagi sebagian konsumen,
harga tetap menjadi salah satu faktor penting dalam memilih rumah. Meskipun
mereka mencari rumah yang sesuai dengan anggaran, mereka juga mengharapkan
rumah kecil dengan nilai tambah dan kualitas yang baik,” kata Marisa dalam
keterangan tertulis, Jumat (29/3). (Yoga)
Metland Siapkan Rp 140 Miliar untuk Borong Lahan
PT Metropolitan Land Tbk (Metland) menyediakan dana Rp 140 miliar untuk pembelian lahan pada 2024. Anggaran itu bagian dari Rp 750 miliar modal kerja (capital expenditure/capex) yang disediakan untuk tahun ini. "Capex kami tahun 2024 sekitar Rp 750 miliar, sedangkan realisasi tahun 2023 sekitar Rp 500 miliar. Dari total capex 2024 sekitar Rp 140 miliar untuk pembelian lahan. Sebagian besar untuk pengembangan infrastruktur di proyek-proyek kami," tutur Direktur Metland Olivia Surodjo kepada Investaor Daily baru-baru ini. Mengutip data perseroan, hingga November 2023, cadangan lahan (land bank) Metland mencatat seluas 430 ha. Lahan itu adalah yang tersedia untuk dijual. Saat ini, total luas proyek mencapai 1.236 ha. "Lahan 430 ha itu total remaining area yang Metland punya untuk delapan proyek yang sduah ternasuk Cibitung dan termasuk yang lain-lain, total lahan yang kita punya itu sudah kami beli," tutur Anhar Sudrajat, Presiden Direktur Metland menjawab pertanyaan Investor Daily baru-baru ini (Yetede)
Sentimen Proyek Strategis Nasional di Dua Emiten
Sektor Residensial Topang Penjualan Indocement
Properti residensial menjadi tulang punggung
penjualan semen PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (Indocement) pada 2023, hal
serupa diprediksi terjadi tahun ini. “Residensial masih sangat penting untuk
Indocement, terlihat dari penjualan semen kantong kami pada 2023 yang porsinya
mirip dengan pasar nasional,” ujatr Christian Kartawijaya, Dirut PT Indocement
Tunggal Perkasa Tbk di Jakarta, baru-baru ini.
“Volume semen kantong Indocement 70 % dari
total penjualan. Kantong semen dimanfaatkan konsumen untuk pembangunan atau
renovasi sektor residensial,” kata Christian. Komposisi itu mirip dengan pasar
semen secara nasional. Karena itu, digulirkannya insentif PPN Ditanggung
Pemerintah (PPN DTP) bagi sektor property, dinilai akan berimbas positif
terhadap penjualan semen pada 2024. (Yetede)
KINERJA SEKTORAL : SIASAT JITU EMITEN PROPERTI
Emiten-emiten properti mempertajam strategi untuk memacu kinerja pada 2024 setelah mayoritas mampu memompa laba bersih meningkat rata-rata lebih dari 10% pada tahun lalu. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, sedikitnya ada sembilan emiten properti yang sudah menyampaikan laporan keuangan 2023. Dari jumlah tersebut, enam emiten meraih kenaikan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) menjadi emiten properti yang mengantongi laba bersih paling besar dengan raihan Rp2,1 triliun pada 2023. Laba bersih PWON naik 36,81% year-on-year (YoY) saat pendapatan naik 3,56% secara tahunan menjadi Rp6,2 triliun. Adapun, lonjakan laba bersih paling tinggi diraih oleh PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI). Pada 2023, PANI meraih laba bersih Rp270,03 miliar atau melesat 95,4% dari Rp138,19 miliar pada 2022. Sementara itu, PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) berbalik laba Rp50,14 miliar terdorong oleh penghasilan lainnya. Terutama, keuntungan pembelian kembali obligasi Rpp918 miliar dan keuntungan selisih kurs Rp282 miliar. Berbanding terbalik, laba bersih PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) menyusut 20,04% YoY dari Rp2,43 triliun menjadi Rp1,94 triliun. Minarto Basuki, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Pakuwon Jati, mengatakan pertumbuhan pendapatan perseroan ditopang oleh recurring income yang naik 20,7% YoY menjadi Rp4,67 triliun.
Pendapatan berulang PWON bersumber dari pendapatan retail mal Rp3,12 triliun, office leasing Rp304 miliar, dan hospitality Rp1,24 triliun.
Menurut Minarto, marketing sales PWON didukung dari launching tower baru Lancaster dan Clayson Tower di superblok Pakuwon Mall, serta adanya insentif PPN DTP dari pemerintah pada kuartal IV/2023. “Berdasarkan revenueper segment terbagi atas pendapatan dari retail leasing 50%, hotel dan serviced apartment 20%, office leasing 5%, kondominium 12%, rumah tapak 12%, dan perkantoran 1%,” paparnya dalam keterangan resmi, Selasa (26/3).
Head of Investor Relations Lippo Karawaci Randi Bayu Prathama menjabarkan pendapatan perseroan meningkat 15% YoY menjadi Rp17 triliun pada 2023 dengan kontribusi yang sehat dari seluruh segmen bisnis. “Konsolidasi EBITDA meningkat 28% YoY menjadi Rp4,19 triliun didorong oleh perbaikan throughput dan rata-rata pendapatan per tempat tidur dari segmen rumah sakit,” paparnya dalam materi paparan, dikutip Selasa (26/3).
Sementara itu, Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan penurunan laba bersih disebabkan oleh naiknya harga pokok penjualan dan biaya operasional.
Presiden Direktur PANI Sugianto Kusuma alias Aguan mengatakan perusahaan berupaya melakukan inovasi dan meluncurkan produk-produk yang sesuai dengan permintaan pasar yang akan ditranslasikan menjadi target marketing sales. Saat ini, PANI memiliki lahan sebesar 1.599 hektare yang terletak strategis di PIK 2.
Proyek Gedung Bertingkat
Ditetapkan Jadi PSN, Saham PIK dan BSD Naik
Harga saham perseroan pengelola kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dan Bumi Serpong Damai (BSD) naik setelah pemerintah mengumumkan penetapan Proyek Strategis Nasional (PSN) baru. Proyek jangka panjang itu menargetkan tema pembangunan dengan konsep berbeda, dari pariwisata hingga kawasan terpadu kesehatan. Kawasan PIK 2 meliputi Jakut dan Tangerang di Banten yang dikelola perusahaan terbuka yang terdaftar di bursa, yakni PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI). Adapun pengelola kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) di Kabupaten Tangerang dan Tangsel, Banten, adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
Dua kawasan tersebut menjadi perbincangan setelah pemerintah pada Senin (18/3) mengumumkan penambahan 14 PSN baru yang pendanaannya murni oleh swasta, termasuk PIK dan BSD. Pengumuman itu mengerek naik harga saham kedua emiten. Pada perdagangan sesi pertama hari ini, Senin (25/3) harga saham PANI naik 3,76 % ke Rp 5.525 per lembar. Harga melonjak cukup tajam dalam sepekan terakhir dari Rp 5.100 per lembar saham pada Selasa (19/3). Demikian juga dengan harga saham BSDE yang naik 3 % hingga Rp 1.010 per lembar daripada perdagangan pada akhir pekan lalu. Dibandingkan dengan pekan sebelumnya, harga saham itu masih di kisaran Rp 950 per lembar.
Pengamat pasar modal dan Founder WH-Project, William Hartanto, memantau bahwa kenaikan ini terjadi sejak ramai pemberitaan mengenai penunjukan kawasan BSD dan PIK sebagai lokasi PSN. Ia memperkirakan harga saham PANI bisa positif menguat hingga ke level tertinggi di Rp 6.150. ”Tren kenaikan PANI sudah terlihat sejak awal bulan,” ujarnya. Sementara itu, harga saham BSDE bisa naik ke level Rp 1.075-Rp 1.200 dengan level support di Rp 985. ”Tren harga saham ini menurun, tetapi berhasil mempertahankan support,” lanjutnya. (Yoga)
Sepinya Perkantoran Berpotensi Tingkatkan Risiko Kredit
Berkembangnya tren bekerja tanpa harus berkantor atau work
from anywhere semenjak pandemi Covid-19 mengakibatkan permintaan terhadap
properti perkantoran menurun. Kondisi ini ditengarai turut menyebabkan kredit
macet sektor property awal 2024 cenderung naik. Ekonom dan Associate Faculty
Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto berpendapat, pandemi
Covid-19 jadi salah satu penyebab meningkatnya kredit bermasalah (non-performing
loan/NPL) sektor properti. Ini terkait dengan kemampuan debitor membayar
cicilan pinjaman. Mengutip data Statistik Sistem Keuangan Indonesia yang
dikeluarkan BI, rasio NPL sektor properti per Januari 2024 berada pada level
2,63 %. Tingkat kredit bermasalah itu meningkat, baik di-bandingkan bulan
sebelumnya maupun dibandingkan periode Januari 2023, masing-masing 2,47 % dan
2,46 %.
”Pola kerja yang kini telah berubah menjadi tidak harus di kantor
(work from anywhere) turut berpengaruh pada kualitas kredit. Ini menjadi fenomena
global juga, dialami oleh sejumlah negara, seperti AS, Kanada, dan China,”
katanya saat dihubungi dari Jakarta, Senin (25/3). Tren pola kerja tersebut, lanjut
Ryan, mengakibatkan adanya ketimpangan antara penawaran (supply) dan permintaan
(demand) terhadap gedung perkantoran yang cenderung terus menurun. Fenomena ini
berdampak terhadap arus dana para pengembang yang telah telanjur membangun
gedung-gedung perkantoran. Merujuk data Survey Colliers Indonesia, luas gedung perkantoran
di kawasan pusat bisnis (CBD) Jakarta pada tahun 2023 sekitar 7,38 juta meter
persegi. Dari jumlah itu, tingkat kekosongan sebesar 2 juta meter persegi atau
27 % dari total luas perkantoran yang meliputi wilayah Thamrin, Sudirman,
Rasuna Said, Mega Kuningan, Gatot Subroto, dan Satrio. (Yoga)
Kredit Macet Properti Cenderung Meningkat
Pemulihan dampak pandemi Covid-19 belum sepenuhnya dialami masyarakat,terutama
mereka yang berada pada kelas menengah bawah, tecermin dari rasio kredit macet
sektor properti periode Januari 2024 yang meningkat dibandingkan dengan
beberapa tahun terakhir. Mengutip data Statistik Sistem Keuangan Indonesia yang
dikeluarkan BI, rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) sektor
properti per Januari 2024 berada pada level 2,63 %. Tingkat kredit bermasalah
tersebut meningkat, baik dibandingkan dengan bulan sebelumnya maupun dengan
periode Januari 2023, masing-masing 2,47 % dan 2,46 %.Peningkatan rasio kredit
bermasalah itu terjadi di tengah bertumbuhnya penyaluran kredit sektor properti
pada Januari 2024 sebesar 7,05 % secara tahunan menjadi Rp 856,31 triliun.
Dari jumlah tersebut, porsi terbesar penyaluran kredit sektor
properti berasal dari kredit pemilikan rumah (KPR) tapak yang mencapai Rp
664,035 triliun atau 77,54 % total kredit properti. Pengamat perbankan Paul Sutaryono
mengatakan, pe- ningkatan NPL sektor property terutama didorong oleh KPR dan
kredit pemilikan apartemen. Hal ini disebabkan sesungguhnya masyarakat menengah
ke bawah belum pulih benar pascapandemi Covid-19. ”Bahkan, mungkin ada nasabah
yang terpapar pandemi, misalnya di-PHK (pemutusan hubungan kerja). Artinya,
misalnya, kini sudah mulai bekerja lagi, tetapi belum stabil untuk mampu
membiayai seluruh kebutuhan keluarga sehari-hari. Celakanya, ada nasabah yang belum
dapat pekerjaan baru sehingga mereka makan tabungan dari pesangon yang
diperoleh ketika di-PHK dulu,” katanya, Minggu (24/3). (Yoga)
Pilihan Editor
-
Upaya Menegakkan Jurnalisme Berkeadilan
01 Aug 2022 -
Hati-hati Rekor Inflasi
02 Aug 2022 -
Kegagalan Sistem Pangan Indonesia
06 Aug 2022









