;

KINERJA SEKTORAL : SIASAT JITU EMITEN PROPERTI

Ekonomi Hairul Rizal 27 Mar 2024 Bisnis Indonesia
KINERJA SEKTORAL : SIASAT JITU EMITEN PROPERTI

Emiten-emiten properti mempertajam strategi untuk memacu kinerja pada 2024 setelah mayoritas mampu memompa laba bersih meningkat rata-rata lebih dari 10% pada tahun lalu. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, sedikitnya ada sembilan emiten properti yang sudah menyampaikan laporan keuangan 2023. Dari jumlah tersebut, enam emiten meraih kenaikan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) menjadi emiten properti yang mengantongi laba bersih paling besar dengan raihan Rp2,1 triliun pada 2023. Laba bersih PWON naik 36,81% year-on-year (YoY) saat pendapatan naik 3,56% secara tahunan menjadi Rp6,2 triliun. Adapun, lonjakan laba bersih paling tinggi diraih oleh PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI). Pada 2023, PANI meraih laba bersih Rp270,03 miliar atau melesat 95,4% dari Rp138,19 miliar pada 2022. Sementara itu, PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) berbalik laba Rp50,14 miliar terdorong oleh penghasilan lainnya. Terutama, keuntungan pembelian kembali obligasi Rpp918 miliar dan keuntungan selisih kurs Rp282 miliar. Berbanding terbalik, laba bersih PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) menyusut 20,04% YoY dari Rp2,43 triliun menjadi Rp1,94 triliun. Minarto Basuki, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Pakuwon Jati, mengatakan pertumbuhan pendapatan perseroan ditopang oleh recurring income yang naik 20,7% YoY menjadi Rp4,67 triliun.

Pendapatan berulang PWON bersumber dari pendapatan retail mal Rp3,12 triliun, office leasing Rp304 miliar, dan hospitality Rp1,24 triliun. Menurut Minarto, marketing sales PWON didukung dari launching tower baru Lancaster dan Clayson Tower di superblok Pakuwon Mall, serta adanya insentif PPN DTP dari pemerintah pada kuartal IV/2023. “Berdasarkan revenueper segment terbagi atas pendapatan dari retail leasing 50%, hotel dan serviced apartment 20%, office leasing 5%, kondominium 12%, rumah tapak 12%, dan perkantoran 1%,” paparnya dalam keterangan resmi, Selasa (26/3). Head of Investor Relations Lippo Karawaci Randi Bayu Prathama menjabarkan pendapatan perseroan meningkat 15% YoY menjadi Rp17 triliun pada 2023 dengan kontribusi yang sehat dari seluruh segmen bisnis. “Konsolidasi EBITDA meningkat 28% YoY menjadi Rp4,19 triliun didorong oleh perbaikan throughput dan rata-rata pendapatan per tempat tidur dari segmen rumah sakit,” paparnya dalam materi paparan, dikutip Selasa (26/3). Sementara itu, Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan penurunan laba bersih disebabkan oleh naiknya harga pokok penjualan dan biaya operasional. Presiden Direktur PANI Sugianto Kusuma alias Aguan mengatakan perusahaan berupaya melakukan inovasi dan meluncurkan produk-produk yang sesuai dengan permintaan pasar yang akan ditranslasikan menjadi target marketing sales. Saat ini, PANI memiliki lahan sebesar 1.599 hektare yang terletak strategis di PIK 2.

Download Aplikasi Labirin :