;
Tags

Perkebunan

( 153 )

Andaliman hingga Kelor Menembus Ekspor

KT3 11 May 2022 Kompas

BPS mencatat, transaksi ekspor pertanian pada 2021 mencapai 4,24 miliar USD, meningkat 2,86 % dari tahun sebelumnya, yakni 4,12 miliar USD. Kenaikan didukung meningkatnya ekspor tanaman obat, aromatik, dan rempah-rempah. Dengan penanganan yang baik, produk tanaman lokal bisa menembus pasar ekspor dan menyejahterakan warga. Berikut beberapa di antaranya.

Andaliman, Rempah dari dataran tinggi Danau Toba, Sumut, andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) kini tak hanya digunakan untuk masakan tradisional Batak. Butir-butirannya juga dipakai di restoran restoran top di Eropa untuk bumbu makanan premium, kata Kiki Andrea (40), eksportir andaliman dari Kabupaten Samosir. Tahun 2021, Kiki mengekspor 1,2 ton andaliman kering ke Jerman. Pembeli itu lantas memasarkan andaliman ke hampir semua negara di Eropa. Sebagai bumbu masak. Andaliman kering dengan kualitas terbaik dihargai 49 euro (sekitar Rp 753.000) per kg. Andaliman kini juga dijadikan teh. Intan Damanik, pengembang andaliman di Sumut, bahkan tahun ini mulai mengekspor teh andaliman untuk diuji coba di sejumlah negara, seperti Timor Leste, Jepang, dan Belanda. Teh andaliman ukuran 24 gr (12 sajian) dijual Rp 28.000. Harga bubuk the andaliman itu jauh lebih tinggi dari harga andaliman mentah yang dihargai Rp 30.000 sampai Rp 60.000 per kg.

Daun gelinggang (Cassia alata), disebut juga ketepeng atau daun senna, sejak 2013 rutin diekspor dari Kalimantan Selatan ke Jepang. Volumenya berkisar 16-26 ton per bulan. Dinas Perdagangan Kalsel mencatat, pada Maret 2022 ekspor gelinggang mencapai 26 ton senilai 130.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,9 miliar. Ekspor ditangani PT Sarikaya Sega Utama di Banjarbaru. Kadis Perdagangan Kalsel Birhasani mengatakan, di Jepang, daun gelinggang dimanfaatkan untuk beberapa macam produk herbal, misalnya teh herbal dan obat herbal. Adapun di Tanah Air daun gelinggang belum banyak dimanfaatkan selain sebagai obat tradisional untuk gatal-gatal.

Kreativitas warga membuat daun kelor (Moringa oleifera) menjadi aneka teh yang diperdagangkan ke 30 negara. Beberapa di antaranya, Singapura, Malaysia, Hong Kong, China, Australia, AS, Perancis, Jerman, Spanyol, Inggris, serta sejumlah negara di Timur Tengah. ”Di luar negeri, kelor sangat diminati. Selain dianggap pohon ajaib, juga merupakan superfood untuk meningkatkan imunitas, detoks, serta kandungan vitamin dan mineralnya yang bagus bagi tubuh,” kata Nasrin H Mukhtar, eksportir kelor di Mataram, NTB. Skala ekspornya memang belum besar atau dalam ukuran kontainer. Sebagian masih pada level pengiriman sampel hingga beberapa telah mengulangi pemesanan dengan kapasitas rata-rata sekali pengiriman di bawah 100 kg. ”Target, pada 2022 ini, harus bisa pecah telur atau realisasi mengirim satu kontainer berkapasitas 20-25 ton ke Jepang,” kata Nasrin. (Yoga)


Ekonomi dan Konservasi Durian Organik

KT3 06 May 2022 Kompas

Di balik sebutir durian Medan yang disantap warga di lapak-lapak durian, hingga kafe bintang lima di Kota Medan, terdapat ikhtiar ribuan petani yang turut menjaga kelestarian hutan. Selain menggerakkan ekonomi, tanaman keras itu juga berperan menjaga lingkungan di lereng Bukit Barisan, Sumut. Sebanyak 100 pohon durian tumbuh di lahan keluarga Lekson Hasibuan (44), petani durian di Dusun II, Desa Sembari, Kabupaten Dairi, Sumut. 50 batang durian, tanaman warisan dari sang bapak, kini sudah berbuah lebat. Sebanyak 30 batang di antaranya berumur lebih dari 10 tahun, sedangkan 20 batang lainnya kurang dari 10 tahun. Puluhan tanaman lainnya baru ditanam Lekson empat tahun lalu. Tanaman itu tumbuh di ladang yang berlereng-lereng. Pohon yang tumbuh baik menghasilkan 100 angkat durian. Satu angkat setara satu buah durian besar dengan diameter sekitar 20 sentimeter. Jika ukuran durian terhitung kecil, satu angkat bisa berisi dua hingga tiga butir durian. ”Namun, kalau duriannya lebih besar dengan diameter lebih dari 20 sentimeter, tetap saja dihitung satu angkat,” kata Lekson. Satu angkat durian dihargai Rp 10.000 saat musim durian. Namun, saat bukan musim durian atau sedang sepi, satu angkat dihargai Rp 15.000-Rp 20.000. Dalam setahun, Lekson bisa mendapatkan Rp 30 juta dari hasil tanaman durian. Sebanyak 250 keluarga warga Desa Sembari memiliki pohon durian. Setiap keluarga setidaknya mempunyai 30 pohon dan belakangan semakin bertambah setelah melihat pasar durian semakin menjanjikan.

Durian Dairi yang kemudian disebut durian Sidikalang diyakini pedagang di Medan sebagai durian terbaik di Sumut. Dagingnya tebal, baunya harum, dan rasanya lembut serta legit. Warnanya kuning, sebagian semu oranye. Duriannya juga tidak gampang pecah. Lekson berkisah, program perhutanan sosial di desanya juga telah memperbolehkan warga mengelola lahan adat mereka yang masuk kawasan hutan. Lahan berkontur miring seluas 50-100 hektar itu kini sudah mulai ditanamiwarga dengan pohon durian. ”Saya  sudah menanam 23 batang di sana. Selain mencegah longsor, juga menghasilkan,” ucap Lekson. Total, warga setempat sudah menanam ratusan pohon durian di lahan tersebut. Rohani Manalu, coordinator advokasi Yayasan Diakonia Pelangi Kasih, dalam penelitiannya di Dusun Lumban Hutasoit, Kabupaten Dairi, menyebutkan, sebanyak 507 batang pohon durian di desa itu menghasilkan Rp 448,9 juta per tahun. ”Padahal, ada ratusan dusun di Dairi yang masyarakatnya berkebun durian,” kata Rohani. Perputaran uang dari perkebunan durian di seluruh Dairi diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah per tahun. Seiring perkembangan, belakangan banyak pedagang atau pengumpul yang membeli durian secara langsung dari petani di desa-desa, untuk dijadikan durian beku (frozen) yang kini banyak dijual, termasuk secara daring. Pabrik pengolahan daging durian beku juga terus bertumbuh di Sumut. PT Agro Semesta Utama, salah satu pengolah durian beku, bahkan telah membangun dua pabrik. Pabrik terakhir berkapasitas produksi 10 ton per hari atau sekitar 200 ton per bulan yang dibangun di Tanjung Morawa, Deli Serdang, yang menampung hasil durian dari sejumlah kabupaten dan kota di Sumut, Aceh, serta sejumlah wilayah lain. Saat ini, pabrik tersebut telah menyerap lebih kurang 200 tenaga kerja. (Yoga)


Harapan Manis Budidaya Pisang Cavendish

KT3 13 Apr 2022 Kompas

Budidaya pisang ambon putih atau Cavendish menjadi harapan baru bagi ekonomi warga sejumlah desa di Banyumas, Jateng. Dari kebun-kebun yang dikelola secara swadaya oleh desa, pisang-pisang nan segar dikirim hingga tersaji di swalayan ataupun toko buah premium di kota-kota besar. ”Ini hanya ada tiga tandan yang bisa dipanen. Kalau dikirim ke perusahaan, minimal 20 tandan,” ujar Ruswanto, pengelola kebun pisang cavendish milik BUMDes Maju Bersama Desa Kedondong, Sokaraja, Banyumas, Jateng, Selasa (5/4). Oleh BUMDes Maju Bersama, 1.500 tanaman pisang cavendish ditanam di tanah bengkok desa seluas sekitar 1 hektar pada Maret 2021. Ruswanto mengatakan, panen perdana Oktober-Desember 2021, menghasilkan 17 ton pisang. ”Satu tandan rata-rata 17 kg. Perusahaan membeli Rp 6.500 per kg, Jika sudah diolah di perusahaan dan dijual di supermarket, harganya bisa Rp 24.000 per empat buah,” ujarnya.

Sekdes Kedondong Wiwit Eko Budiantoro menyampaikan, pada panen perdana 2021, kebun pisang cavendish menghasilkan pemasukan kotor Rp 90 juta. ”Dibandingkan dengan menanam padi di luasan yang sama, hasil dari padi hanya Rp 15 juta per hektar,” katanya. Wiwit mengatakan, kebun pisang diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan asli desa sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru. Selain itu, jika ada buah yang tak bisa diserap perusahaan karena kualitas kurang, pihak BUMDes memberdayakan kelompok wanita tani untuk membuat makanan olahan dari pisang. Selain Desa Kedondong di Sokaraja, budidaya pisang cavendish juga dikembangkan warga Desa Karangkemiri dan Cibangkong, Kecamatan Pekuncen. Di wilayah Banyumas sebelah barat ini budidaya dilakukan pula dengan menyewa lahan desa. (Yoga)


APTRI Tolak Pencabutan Subsidi Pupuk untuk Tebu

KT1 13 Feb 2022 Investor Daily

Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) menyatakan keberatan atas rekomendasi Panitia Kerja Komisi IV DPR RI kepada Pemerintah pusat terkait  pengurangan jenis pupuk bersubsidi, salah satunya pupuk ZA, yang dibutuhkan petani tebu. "Dari enam jenis pupuk bersubsidi yang selama ini tersedia, nantinya hanya dua jenis, yakni pupuk urea dan NPK," kata Sekjen DPN APTRI M Nur Khabsyin di Kudus, Jawa Timur, kemarin. DPN  APTRI juga sudah dua kali berkirim surat kepada Kementerian Pertanian (kementan), yakni pada 16 September 2021 dan 6 Agustus 2021 yang intinya meminta dukungan Kementan untuk tetap memberi  perhatian kepada petani tebu. Pupuk jenis ZA sangat dibutuhkan tanaman tebu untuk pertumbuhan dan peningkatan kadar gula (rendemen) dalam batang tebu. Jika pencabutan subsidi pupuk ZA diberlakukan, petani akan mengalami kenaikan biaya produksi hingga 15%. Sedangkan HPP gula sejak enam tahun lalu belum juga naik. (Yetede)

Perhutani Dukung Bisnis Kopi

KT1 03 Feb 2022 Investor Daily

Perum Perhutani mendukung pengembangan bisnis dan penguatan sistem kopi di Indonesia melalui Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara. Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro menyampaikan  bahwa perhutani sangat terbuka untuk bermitra dengan pihak manapun sesuai dengan  visi Perhutani yaitu menjadi perusahaan pengelola hutan berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Kawasan hutan Perum Perhutani yang dijadikan pilot project program PMO Kopi Nusantara oleh Kementerian BUMN melalui ID Food berada di wilayah Garut dan Bandung Selatan. Perum Perhutani mendukung upaya pengembang bisnis kopi di Indonesia melaui PMO Kopi Nusantara yang merupakan program inisiatif Kementerian BUMN untuk memperkuat ekosistem kopi di Indonesia dan mengoptimalkan potensi kopi sebagai komoditas nasional. (Yetede)

Pabrik Pakan Serap Jagung Lokal 6,1 Juta Ton

KT1 02 Feb 2022 Investor Daily

Gabungan perusahaan makanan ternak (GPMT) menyatakan, penyerapan jagung lokal oleh pabrik pakan nasional  sepanjang 2021 mencapai 6,1 juta ton.  Penyerapan tertinggi terjadi pada kuartal 1-2021 karena saat itu merupakan musim puncak panen raya jagung. Suplai jagung dengan kualitas baik diharapkan terus diperbesar sehingga penyerapan oleh industri  pakan semakin meningkat. Ketua Umum GPMT Desianto Budi Utomo mengatakan, sekitar 96% produksi jagung nasional digunakan untuk industri pakan ternak. Sementara itu, Dirjen Tanaman Pangan  Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi menuturkan,  bisnis jagung sangat menguntungkan jika dikelola dengan baik dan maksimal. Proses budi daya jagung sangat mudah dan tidak sulit seperti komoditas lain. Jagung bisa ditanam dilahan kering. Bahkan, dibeberapa daerah, menanam jagung dilakukan dengan memakai sistem tumpang sisip, seperti di Lamongan dan Blitar. (Yetede)

Petani Budidaya Holtikultura Demi Ketahanan Ekonomi Keluarga Di NTT

KT3 26 Jan 2022 Kompas

Kondisi areal pertanian di NTT 70 % merupakan lahan kering, yang sulit mengangkat kesejahteraan petani. Sejak tahun 2000, sebagian petani beralih membudidayakan pertanian hortikultura. Kini, mereka sukses di bidang pertanian, bahkan peternakan. Kelompok Tani Abdi Laboratus di Kupang, pimpinan Yohanes Lalang memiliki lahan pertanian hortikurtura seluas 3.000 meter mengunakan mulsa. Di lahan itu ditanam bergantian sejumlah jenis tanaman hortikultura sesuai permintaan pasar, seperti bawang, tomat dan lainnya, dengan menyemai dari biji agar biaya produksinya murah.

Selain menjual hasil produksi tanaman hortikultura, Lalang juga menyediakan tanaman hias, seperti bugenvil, juga tanaman buah dalam pot, seperti jeruk nipis, jeruk purut, kasturi, jambu kristal, dan putsa. Dari pendapatan yang dihasilkan, lalang bisa menyekolahkan anak pertama sampai perguruan tinggi dan anak yang lain siap masuk jurusan pertanian di perguruan tinggi, juga membangun rumah, membeli lahan usaha baru, sempat beternak ayam, dan membangun aula tempat pelatihan bagi petani hortikultura. (Yoga)


Industrialisasi Daerah, NTB Tambah Lahan Kayu Putih

KT3 06 Jan 2022 Bisnis Indonesia

Pemprov NTB menargetkan 15.000 hektare (ha) lahan kayu putih pada 2023 untuk mendukung pemenuhan bahan baku industri. Kadis LH NTB Madani Mukaron menjelaskan, luas tanaman kayu putih existing 5.200 ha di pulau Lombok dan Sumbawa. Saat ini Indonesia baru bisa memenuhi 20 % kebutuhan minyak kayu putih dalam negeri. Setiap ha lahan bisa ditanami 5.000 pohon kayun putih, yang bisa dipanen dalam 1 tahun dengan estimasi 1 pohon menghasilkan ½ kg minyak dengan harga Rp 1.000 per kg, di tahun ke 2, tiap pohon menghasilkan 1 kg minyak dengan harga Rp 1.000 per kg, maka 5 ha menghasilkan Rp 10 juta. Tahun ke 3 lebih banyak lagi, apalagi menggunakan lahan kering dan tanpa perawatan. Pemprov NTB melarang bahan baku mentah dikirim keluar daerah maupun ekspor. Komoditas yang boleh dikirim merupakan barang setengah jadi dan barang jadi, untuk mendapat nilai tambah bagi NTB. (Yoga)


PTPN X Fokus Jaga Kontinuitas Pasokan Bahan Baku Tebu

KT1 04 Jan 2022 Investor Daily

PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) fokus menjaga kontuinitas  pasokan bahan baku tebu (BBT) guna memenuhi target produk gula tahun ini sebesar 340.375 ton. PTPN X akan melanjutkan program perluasan lahan tebu sendiri (TS), baik melalui pola agroforestry bersama Perum Perhutani maupun sewa lahan milik sesama PTPN atau pihak lain. PTPN X juga bekerja sama dengan sesama PTPN dan pihak lain melalui kerja sama  usaha dan sewa lahan yang juga memberikan penambahan lahan TS 2021 mencapai 957 ha. Sedangkan pengelolaan tebu rakyat (TR) juga akan dilakukan lebih optimal melalui peningkatan engagement dengan petani tebu binaan. PTPN X sebagai produsen gula dan tembakau mencatat kinerja positif pada akhir tahun 2021 dibandingkan dengan kinerja tahun 2020. (Yetede)

PTPN X Fokus Jaga Kontinuitas Pasokan Bahan Baku Tebu

KT1 04 Jan 2022 Investor Daily

PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) fokus menjaga kontuinitas  pasokan bahan baku tebu (BBT) guna memenuhi target produk gula tahun ini sebesar 340.375 ton. PTPN X akan melanjutkan program perluasan lahan tebu sendiri (TS), baik melalui pola agroforestry bersama Perum Perhutani maupun sewa lahan milik sesama PTPN atau pihak lain. PTPN X juga bekerja sama dengan sesama PTPN dan pihak lain melalui kerja sama  usaha dan sewa lahan yang juga memberikan penambahan lahan TS 2021 mencapai 957 ha. Sedangkan pengelolaan tebu rakyat (TR) juga akan dilakukan lebih optimal melalui peningkatan engagement dengan petani tebu binaan. PTPN X sebagai produsen gula dan tembakau mencatat kinerja positif pada akhir tahun 2021 dibandingkan dengan kinerja tahun 2020. (Yetede)