Harapan Manis Budidaya Pisang Cavendish
Budidaya pisang ambon putih atau Cavendish menjadi harapan baru bagi ekonomi warga sejumlah desa di Banyumas, Jateng. Dari kebun-kebun yang dikelola secara swadaya oleh desa, pisang-pisang nan segar dikirim hingga tersaji di swalayan ataupun toko buah premium di kota-kota besar. ”Ini hanya ada tiga tandan yang bisa dipanen. Kalau dikirim ke perusahaan, minimal 20 tandan,” ujar Ruswanto, pengelola kebun pisang cavendish milik BUMDes Maju Bersama Desa Kedondong, Sokaraja, Banyumas, Jateng, Selasa (5/4). Oleh BUMDes Maju Bersama, 1.500 tanaman pisang cavendish ditanam di tanah bengkok desa seluas sekitar 1 hektar pada Maret 2021. Ruswanto mengatakan, panen perdana Oktober-Desember 2021, menghasilkan 17 ton pisang. ”Satu tandan rata-rata 17 kg. Perusahaan membeli Rp 6.500 per kg, Jika sudah diolah di perusahaan dan dijual di supermarket, harganya bisa Rp 24.000 per empat buah,” ujarnya.
Sekdes Kedondong Wiwit Eko Budiantoro menyampaikan, pada panen perdana 2021, kebun pisang cavendish menghasilkan pemasukan kotor Rp 90 juta. ”Dibandingkan dengan menanam padi di luasan yang sama, hasil dari padi hanya Rp 15 juta per hektar,” katanya. Wiwit mengatakan, kebun pisang diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan asli desa sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru. Selain itu, jika ada buah yang tak bisa diserap perusahaan karena kualitas kurang, pihak BUMDes memberdayakan kelompok wanita tani untuk membuat makanan olahan dari pisang. Selain Desa Kedondong di Sokaraja, budidaya pisang cavendish juga dikembangkan warga Desa Karangkemiri dan Cibangkong, Kecamatan Pekuncen. Di wilayah Banyumas sebelah barat ini budidaya dilakukan pula dengan menyewa lahan desa. (Yoga)
Tags :
#PerkebunanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023