Petani Budidaya Holtikultura Demi Ketahanan Ekonomi Keluarga Di NTT
Kondisi areal pertanian di NTT 70 % merupakan lahan kering, yang sulit mengangkat kesejahteraan petani. Sejak tahun 2000, sebagian petani beralih membudidayakan pertanian hortikultura. Kini, mereka sukses di bidang pertanian, bahkan peternakan. Kelompok Tani Abdi Laboratus di Kupang, pimpinan Yohanes Lalang memiliki lahan pertanian hortikurtura seluas 3.000 meter mengunakan mulsa. Di lahan itu ditanam bergantian sejumlah jenis tanaman hortikultura sesuai permintaan pasar, seperti bawang, tomat dan lainnya, dengan menyemai dari biji agar biaya produksinya murah.
Selain menjual hasil produksi tanaman hortikultura, Lalang juga menyediakan tanaman hias, seperti bugenvil, juga tanaman buah dalam pot, seperti jeruk nipis, jeruk purut, kasturi, jambu kristal, dan putsa. Dari pendapatan yang dihasilkan, lalang bisa menyekolahkan anak pertama sampai perguruan tinggi dan anak yang lain siap masuk jurusan pertanian di perguruan tinggi, juga membangun rumah, membeli lahan usaha baru, sempat beternak ayam, dan membangun aula tempat pelatihan bagi petani hortikultura. (Yoga)
Tags :
#PerkebunanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023