;
Tags

Perbankan

( 2293 )

BI Berpotensi Pangkas Suku Bunga

KT1 22 Aug 2024 Investor Daily (H)
 Pemangkasan suku bunga acuan Amerika Serikat , penguatan signifikan rupiah, dan terkendalinya inflasi membuka ruang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan BI-Rate mulai kuartal IV tahun ini. Berdasarkan bacaan BI, ada dua skenario penurunan FFR. Pertama bank sentral AS, The Fed, diprediksi menurunkan Fed Funds Rate (FFR) sebanyak dua kali, masing-masing sebesar 25 basis point (bps), hingga akhir 2024. Selanjutnya, pada 2025, FFR turun lagi tiga kali, masing-masing 25 bps. Artinya total penurunannya mencapai 125 bps. Skenario kedua, The Fed akan menurunkan suku bunga acuan dua kali pada 2024 dan dua kali pada 2025, dengan probabilitas 50-75%. Saat ini, FFR bertengger di level 5,25-5,5%. Dengan demikian, merujuk skenario pertama, pada 2025, FFR akan berkisar 4-4,25%. (Yetede)

Peningkatan Pertumbuhan Kredit Sebesar 12,4%

KT1 22 Aug 2024 Investor Daily (H)
Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, industri perbankan kembali mencatatkan peningkatan pertumbuhan kredit sebesar 12,4% secara tahunan yoy. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 12,36% yoy. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjito mengungkapkan, bahwa perkembangan ini ditopang sisi penawaran, dimana minat penyaluran kredit tetap terjaga didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga  (DPK) Juli 2024 yang tumbuh 7,72% yoy, strategi  realokasi alat likuid ke kredit oleh perbankan, serta dukungan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) BI. Untuk memperkuat pendanaan, perbankan juga mengoptimalkan sumber pendanaan selain dari DPK, antara lain melalui penerbitan surat-surat berharga dan pinjaman. (Yetede)

Saham Perbankan Sedang Moncer

KT1 21 Aug 2024 Investor Daily (H)
Laju saham perbankan tak terbendung usai mengalami koreksi cukup dalam beberapa waktu sebelumnya. Saham favorite investor asing ini juga diyakini terus moncer ke depannya. Seiring fundamental keuangan yang solid dan didukung ekpektasi pertumbuhan ekonomi tinggi pada 2025. Pada perdagangan Selasa (20/8/2024) saham perbankan kompak menghijau, dengan empat saham bank papan atas seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terus melanjutkan kenaikan. Saham BBCA mengat 0,48% pada penutupan perdagangan kemarin ke posisi Rp 10.425. Dalam satu pekan terakhir, saham bank swasta terbesar di Indonesia ini telah naik 1,21% dan melesat 10,9% sejak awal 2024 ytd. Begitu pula dengan BBRI yang kemarin naik tinggi hingga 2,7% ke level Rp4.950, dan meningkat 4,8% dalam satu pekan terakhir. (Yetede)

Pemanfaatan Teknologi AI Kerek Pendapatan Perbankan

KT1 21 Aug 2024 Investor Daily (H)
OJK menilai pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelegence/AI) yang dilakukan perbankan berdampak pada peningkatan pendapatan. Hal ini terjadi karena efisiensi yang terjadi karena penggunaan teknologi digital. Kepala Ekskutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, AI sebagai sebuah teknologi yang memungkinkan komputer dan mesin untuk mensimulasi kecerdasan manusia dan kemampuan pemecahan masalah. AI juga menunjukkan pertumbuhan market size secara global yang didorong oleh adanya peningkatan kebutuhan akan AI pada setiap sektor. Berdasarkan Statista Market Insights 2024, market size dari AI diproyeksikan mencapai US$ 184 miliar di tahun ini dan diperkirakan terus mengalami kenaikan sebesar 28,46% per tahun hingga tahun 2030. (Yetede)

Menggenjot Pertumbuhan Kredit Konsumer

KT1 19 Aug 2024 Investor Daily (H)

Sejumlah bank pada semester dua tahun ini kembali menggenjot pertumbuhan kredit konsumer dengan menyelenggarakan pameran  bertabur diskon suku bunga. Diharapkan, promo tersebut dapat mendorong permintaan nasabah dan masyarakat pada produk kredit  konsumer. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaadmadja mengatakan, sehingga semester I-2024 BCA mencatatkan penyaluran kredit konsumer tumbuh 13,6% secara yoy menjadi Rp 210,2 triliun. Apabila di rinci, kredit kepemilikan rumah (KPR) tumbuh 10,8% yoy menjadi Rp126,9 triliun dan kredit kendaraan bermotor (KKB) tumbuh tinggi 18,4% (yoy) senilai Rp 62,1 triliun, BCA pada bulan kemerdekaan Indonesia ini kembali menggelar BCA Expo 2024 dan menebar promo suku bunga sosial bagi nasabah yang ingin memiliki hunian dan kendaraan baru. Menurut Jahya terdapat dua kredit, yang tidak sensitif suku bunga dan yang sensitif suku bunga. "Yang rate sensitive itu kalau rate diturunkan, kredit laku, itu kredit konsumen. Ini kalau rate turun banyak yang tadinya  tak terjangkau jadi terjangkau. Jadi kredit konsumer itu sangat sensitif, kalau bunga turun permintaan pasti banyak dan kami jeli lihat kesempatan diantara kesempitan ini," Jelas Jahya. (Yetede)

BSI Fokus Dukung UMKM

KT3 16 Aug 2024 Kompas

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat posisinya sebagai pilar utama dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan focus pada pemberdayaan UMKM melalui layanan jasa perbankan syariah, BSI berperan penting mendorong UMKM untuk naik kelas, karena merupakan tulang punggung ekonomi negara.

Sektor UMKM mencakup 99 % dari seluruh unit bisnis di Indonesia. Pada 2023 jumlah UMKM mencapai 66 Juta dan menyumbang 61 % dari PDB Indonesia atau Rp 9.850 triliun. UMKM menyerap 117 Juta pekerja yang merupakan 97 % dari total angkatan kerja Indonesia. BSI telah mengemban amanah untuk mendorong UMKM agar lebih berkembang.

Dirut BSI, Hery Gunardi menyebut, “BSI terus berupaya meningkatkan kontribusinyadalam mendorong UMKM agar ekosistem segmen usaha tersebut semakin kuat dan tangguh dalam menghadapi berbagai macam kondisi ekonomi dimasa mendatang. Tren pembiayaan UMKM di BSI menunjukkan peningkatan signifikan seiring pertumbuhan jumlah pelaku UMKM dan meningkatnya minatmasyarakat terhadap perbankan syariah. (Yoga)


Layanan Terindikasi Judi Daring di BRI Ditutup

KT3 14 Aug 2024 Kompas

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menepis tudingan Kemenkominfo mengenai indikasi pemanfaatan layanan sistem pembayaran untuk aktivitas perjudian, melalui internet banking web BRI, telah ditutup pada 28 Februari 2023. Sebelumnya, Kemenkominfo melalui keterangan resmi, Jumat (9/8) menyatakan akan menjatuhkan sanksi pencabutan tanda daftar penyelenggara sistem elektronik (PSE) 21 penyelenggara jasa pembayaran (PJP) yang terlibat dalam judi daring. Para PJP yang masuk dalam daftar diminta menyerahkan hasil audit layanan sistem elektronik paling lambat tujuh hari kerja setelah surat peringatan diterima.

BRI termasuk dalam daftar PJP yang terindikasi dimanfaatkan untuk aktivitas perjudian, yaitu internet banking website. Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menepis tudingan tersebut. Ia mengatakan, BRI tidak memfasilitasi transaksi judi online pada semua kanalnya dan turut aktif memberantas judi online dengan memblokir rekening yang terindikasi terkait judi online. ”Channel layanan internet banking web BRI (yang disebut siaran pers tersebut) telah ditutup sejak 28 Februari 2023 dan telah dilaporkan pada otoritas terkait. BRI berkomitmen melaporkan ke otoritas jika terdapat rekening yang terdeteksi terkait dengan transaksi judi daring dan segera melakukan pemblokiran rekening sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku,” katanya secara tertulis, Selasa (13/8).

BRI terus memperkuat sistem internal untuk memerangi judi daring di Indonesia dengan menerapkan risk based approach, dalam kebijakan maupun sistem terkait anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme. Ini sekaligus melindungi BRI dari tindak pidana pencucian uang dan terorisme, termasuk judi online. BRI juga melakukan enhanced due diligence (EDD), yaitu proses yang lebih mendalam dari customer due diligence (CDD) yang merupakan bagian dari penerapan manajemen risiko kepatuhan. BRI juga melakukan web crawling ke berbagai situs judi daring untuk melakukan pendataan. ”Apabila ditemukan indikasi rekening BRI yang digunakan sebagai penampung top up atau deposit untuk bermain judi online, tampilan situs judi online tersebut disimpan untuk dasar pemblokiran rekening,” katanya. Sejak Juli 2023 hingga Juni 2024, BRI menemukan 1.049 rekening yang teridentifikasi terkait judi daring sekaligus ditindaklanjuti dengan pemblokiran. (Yoga)


Era Pertumbuhan Tinggi Laba Bank Berakhir

KT1 14 Aug 2024 Investor Daily (H)
Industri perbankan nasional tahun ini memperkirakan laba bersihnya tidak akan tumbuh lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Hal ini akibat suku bunga global  yang masih tinggi, sedangkan perbankan tidak serta merta  mengerek bunga pinjaman. Berdasarkan data yang dihimpun Investor Daily, pertumbuhan laba bersih perbankan  nasional pasca Covid-19 meleset, setelah pada 2020 ketika Covid-19 melanda, laba bank ambles hingga 33,08% secara yoy menjadi Rp 104,74 triliun per Desember 2020. Setelah itu, laba perbankan mencatatkan pertumbuhan yang tinggi, lantaran basis laba sangat rendah. Sehingga, pada akhir 2021, laba melesat 33,89% yoy dari Rp104,72 triliun pada 2020 menjadi Rp 140,21 triliun. Peningkatan terus terjadi di 2022, dengan pertumbuhan laba mencapai 43,94% yoy, mencapai Rp201,82 triliun, sejalan dengan perbaikan kinerja perbankan. (Yetede)

Perbankan Khawatirkan Penurunan Profitabilitas

HR1 14 Aug 2024 Bisnis Indonesia (H)

Iklim bunga tinggi dan berbagai tantangan ekonomi, baik global maupun domestik, membuat pelaku industri perbankan lebih moderat dalam mematok target kinerja keuangan di sisa tahun ini. Sebagian bank enggan menetapkan target laba yang terlalu tinggi, sementara sebagian lainnya lebih memilih fokus menjaga kualitas kredit dan menyiasati biaya dana atau cost of fund yang masih tinggi. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., Nixon L.P. Napitupulu, mengatakan bahwa perseroan memutuskan untuk lebih realistis dalam menetapkan target pertumbuhan laba tahun ini.

Industri perbankan Indonesia saat ini menghadapi tantangan berat akibat suku bunga tinggi dan kondisi ekonomi yang menantang, baik secara global maupun domestik. Beberapa bank, seperti PT Bank Tabungan Negara (BTN) yang dipimpin oleh Nixon L.P. Napitupulu, memilih untuk lebih realistis dalam menetapkan target laba, menurunkan ekspektasi pertumbuhan laba untuk tahun ini. Bank-bank lain juga mengadopsi strategi moderat, dengan fokus pada menjaga kualitas kredit dan mengoptimalkan pengelolaan dana. Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mencatat bahwa meskipun pertumbuhan kinerja perbankan diharapkan tetap positif, namun tidak akan setinggi tahun lalu, seiring dengan tekanan pada profitabilitas yang sudah terlihat pada paruh pertama tahun ini.


Perbankan Gencar Melancarkan Pembiayaan

KT1 12 Aug 2024 Investor Daily (H)

Industri perbankan semakin gencar menyalurkan pembiayaan berkelanjutan, terlihat dari data semester I-2024 yang menunjukkan  peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Perbankan juga berkomitmen terus meningkatkan komposisi pembiayaan berkelanjutan ke depannya. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, OJK telah menerbitkan POJK No.51/2017 dimana salah satunya terkait  kebijakan penyaluran kredit/pembiayaan yang mendukung keuangan berkelanjutan.

"Berdasarkan data implementasi Rencana Aksi keuangan Berkelanjutan (RAKB) perbankan posisi Desember 2022, pembiayaan berkelanjutan yang disalurkan bank mencapai sekitar 24% dari total kredit perbankan," jelas Dian. Dian memaparkan, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi perbankan dalam penyaluran kredit berkelanjutan, antara lain dukungan kebijakan insentif dari pemerintah untuk sektor rill, ketersediaan  dan transparansi  informasi atas proyek hijau, kebutuhan teknologi dan ekspert  terkait proyek hijau yang masih terbatas dan memerlukan pembiayaan besar, serta dukungan kapasitas SDM. (Yetede)