Perbankan
( 2293 )Seorang Dokter Korban Penganiyaan Tolak Berdamai
Lady Aurellia Pramesti, rekan Muhammad Luthfi Hadhyan (21), dokter koas yang dianiaya di Palembang, Sumatera Selatan, diperiksa polisi pada Senin hingga Selasa (16-17/12/2024) dini hari. Ia diperiksa bersama ibunya, Sri Meilina. Seusai pemeriksaan, anak dan ibu itu menyampaikan niatan bertemu untuk meminta maaf kepada Luthfi dan keluarganya. Namun, pihak Luthfi menginginkan agar proses hukum tetap berjalan. Kuasa hukum Lady dan Lina, Titis Rachmawati, seusai pemeriksaan di Polsek Ilir Timur II, Palembang, Selasa dini hari, mengatakan, kliennya memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi penganiayaan terhadap Luthfi. Penganiayaan itu dilakukan sopir sekaligus sepupu Lina, yakni Fadilla alias Datuk bin Chairuddin Adil (36), saat pertemuan antara
Lina dan Luthfi di kafe, kawasan Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, Selasa (10/12). ”Kami membawa klien kami untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus penganiayaan yang sudah viraltersebut,” ujar Titis. Lady dan Lina masing-masing mendapatkan 35 pertanyaan yang berkaitan dengan penyebab terjadinya pemukulan yang dilakukan Fadilla kepada Luthfi. Hasil pemeriksaan ini diharapkan bisa segera menyelesaikan penanganan kasus. Kuasa hukum lainnya, Bayu Prasetya Andrinata, mengatakan, dalam keterangannya kepada polisi, Lady menjelaskan tidak menolak tugas piket jaga. Namun, ada sesuatu yang dianggap Lady tidak adil. Pada penjadwalan pertama, kelompok Lady menjalani lima kali piket jaga dalam sebulan. Sebaliknya, kelompok Luthfi hanya empat kali piket jaga dalam sebulan. Akhirnya, setelah ditanyakan kepada pihak sekretariat, jadwal piket jaga itu berubah. Kelompok Lady hanya empat kali piket jaga, sedangkan kelompok Luthfi jadi lima kali piket jaga. Namun, Lady menilai jadwa baru tetap tidak adil. Alasannya, jadwal piket kelompok Lady berdekatan sehingga waktu istirahat mepet. Pada 20 Desember ke atas, kelompok Lady piket jaga dalam dua hari sekali. Sebaliknya, kelompokLuthfi piket jaga dalam lima hingga tujuh hari sekali.
Dalam pertemuan antara Sri Meilina dan Luthfi di Jalan Demang Lebar Daun, ada respons Luthfi yang memicu Lina emosi. Situasi ini memicu Fadilla terpantik dan memukuli wajah dan kepala Luthfi. ”Saya atas nama pribadi dan keluarga mohon maaf sebesar-besarnya kepada Luthfi atas kejadian pemukulan yang dilakukan sopir saya, Fadilla. Saya juga mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada kedua orangtua Luthfi,”tutur Lina. Titis mengatakan, kliennya sudah berusaha untuk bertemu korban guna menyampaikan permohonan maaf secara lang-sung. Lady sudah mengirim pesan permintaan maaf kepada Luthfi via aplikasi Whatsapp. Namun, belum ada respons.(Yoga)
Kebijakan Pasar Saham untuk Daya Saing
Kontribusi BRI Kian Meningkatkan Perannya Sebagai Market Leader
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) makin mengokohkan perannya sebagai market leader di sektor perbankan sekaligus menjadi simbol keberpihakan terhadap UMKM serta mendorong ekonomi kerakyatan untuk memajukan negeri. Tepat pada hari ulang tahun ke-129 BRI pada 16 Desember 2024, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa tema BRIlian dan Cemerlang yang diusung tahun ini mencerminkan komitmen BRI dalam berinovasi dan menciptakan solusi finansial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan seluruh stakeholder. "Perayaan HUT BRI ke-129 ini kita jadikan sebagai momen refleksi dan motivasi untuk melangka lebih jauh. Saya percaya bahwa dengan desikasi, kerja keras, dan kolaborasi, kita mampu merespons tantangan secara tepat," ujar Sunarso. BRI dengan bangga mengumumkan pembagian dividen interim kepada para pemegang saham sebaga bagian dari perayaan HUT ke-129. Kebijakan ini menjadi wujud nyata komitmen BRI untuk memberikan economic value bagi para pemegang saham, sekaligus merayakan sejarah panjang kontribusi BRI terhadap perekonomian Indonesia. Mengacu pada keterbukaan informasu yang diterbitkan oleh perusahaan, BRI akan membagikan dividen interim tahun buku 2024 sebesar Rp 135 per saham atau sebesar Rp20,46 triliun. Apabila dirinci, dividen interim yang disetorkan kepada pemerintah sebagai Rp 10,88 triliun dan dividen interim kepada publik sebanyak-banyaknya sebesar Rp 9,58 triliun. (Yetede)
Kepercayaaan Masyarakat ke Bank Tradisional Menurun
Arah Suku Bunga Global di Tahun Depan
Penyelenggara Usaha Bullion Bank Tidak Muncul Secara Tiba-tiba
Kredit untuk Sektor Unggulan Jadi Prioritas
Mengelola Likuiditas Perbankan di Tengah Persaingan
Bank Sentral Sepakat Pangkas Suku Bunga
Harbolnas Genjot Pertumbuhan Transaksi Perbankan
Pilihan Editor
-
Ekspor Perikanan Ditarget Naik 15,31 persen
24 Mar 2021 -
Kirim 20 Ribu Liter Reduktan ke Malaysia
19 Mar 2021 -
RI akan Produksi Pupuk di Nigeria
19 Mar 2021 -
Pemerintah Teken Kontrak Jargas Rp 604,92 Milyar
18 Mar 2021









