Perbankan
( 2293 )MENGUNGKIT PENYALURAN KREDIT
Ancaman resesi global yang berisiko menekan perekonomian Indonesia rupanya tak menyurutkan keyakinan perbankan nasional. Mereka optimistis penyaluran kredit masih dapat digeber di sisa tahun ini, melanjutkan kinerja moncer pada semester I/2022. Sejumlah bank yang telah menyampaikan laporan keuangan semester I/2022 optimistis pertumbuhan kredit dapat menembus dua digit pada pengujung 2022. PT Bank Central Asia Tbk. malah pede mengerek target pertumbuhan penyaluran kredit dari semula 6%—8% menjadi 10% pada 2022. Sementara itu, bank-bank besar lain menjaga target pertumbuhan kredit di level dua digit. Contohnya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. yang mematok target kredit tumbuh 11% tahun ini, PT Bank CIMB Niaga Tbk. mengincar pertumbuhan 10%, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memproyeksikan kredit perseroan tumbuh antara 9%—11%. Faktanya, sampai dengan Juni 2022, sebanyak enam bank dengan aset terbesar yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank CIMB Niaga Tbk., PT Bank Pan Indonesia Tbk., dan PT Bank BTPN Tbk. mencatat pertumbuhan kredit antara 5%—12% hingga semester I/2022. Seluruh bank itu mewakili sekitar 53% dari total aset industri perbankan nasional yang nilainya lebih dari Rp10.000 triliun. Pertumbuhan penyaluran kredit pada semester I/2022 juga dibukukan oleh Bank Pan Indonesia (Panin). Presiden Direktur Bank Panin Herwidayatmo menyatakan total kredit perseroan mencapai Rp131,51 triliun, naik 5,34% year-to-date (YtD). Penyaluran kredit dapat dijadikan sebagai salah satu indikator ekspansi dunia usaha karena pembiayaan yang diperoleh korporasi dipakai untuk menopang aktivitas bisnis yang menjadi salah satu mesin ekonomi nasional.
Rakernas Apersi Soroti Penyaluran KPR FLPP Berbasis Syariah
Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman (Rakernas Apersi) tahun 2022 menyoroti penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). La Nyalla Mahmud Mattalitti,
ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dalam sambutan secara virtual di Rakernas Apersi menegaskan, sektor properti dan perbankan merupakan dua sektor yang tak terpisahkan. Kedua industri ini menjadi andalan dalam pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. “Dengan istilah disatukan atau merger akan melemahkan positioning BTN Syariah sebagai bank yang fokus dalam penyaluran pembiayaan perumahan berbasis syariah, mengingat BSI tidak memiliki fokus dan pengalaman di bidang pembiayaan perumahan,” tegasnya. Selain itu, Ketua Apersi Junaidi Abdilah juga menjelaskan bahwa saat ini kondisi pembangunan rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih terkendala beberapa hal. Mulai dari patokan harga rumah dari pemerintah yang belum dinaikkan sejak dua tahun lalu sehingga mengganggu bisnis para pengembang. (Yetede)
Gak Kaleng-Kaleng! Baru Setengah Tahun, BRI Cetak Laba Rp24,88 Triliun
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja positif di tengah kondisi perekonomian dunia yang masih penuh dengan tantangan. Hingga akhir Kuartal II 2022, BRI secara konsolidasian (BRI Group) berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp.24,88 triliun atau tumbuh 98,38% year on year (yoy) dengan total aset meningkat 6,37% yoy menjadi Rp.1.652,84 triliun. Direktur Utama BRI Sunarso pada Press Conference Pemaparan Kinerja Keuangan Kuartal II Tahun 2022 pada Rabu, 27 Juli 2022, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut tak lepas dari kemampuan BRI dalam melakukan strategic response yang tepat. “Penyaluran kredit maupun penghimpunan dana masyarakat oleh BRI mampu tumbuh positif. Kami dapat menjaga sustainability pertumbuhan ini dengan fokus pada aspek likuiditas terutama pertumbuhan dana murah dan juga menjaga kualitas kredit terutama kredit yang kami restrukturisasi akibat pandemi Covid-19. (Yetede)
Gak Kaleng-Kaleng! Baru Setengah Tahun BRI Cetak Laba Rp24,88 Triliun
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja positif di tengah kondisi perekonomian dunia yang masih penuh dengan tantangan. Hingga akhir Kuartal II 2022, BRI secara konsolidasian (BRI Group) berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp.24,88 triliun atau tumbuh 98,38% year on year (yoy) dengan total aset meningkat 6,37% yoy menjadi Rp.1.652,84 triliun. Direktur Utama BRI Sunarso pada Press Conference Pemaparan Kinerja Keuangan Kuartal II Tahun 2022 pada Rabu, 27 Juli 2022, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut tak lepas dari kemampuan BRI dalam melakukan strategic response yang tepat.
Dari sisi pembiayaan, BRI Group berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp.1.104,79 triliun atau tumbuh 8,75% yoy. Penyaluran kredit kepada seluruh segmen pinjaman tercatat tumbuh positif, dengan penopang utama yakni segmen mikro yang tumbuh 15,07%, segmen konsumer tumbuh 5,27%, segmen korporasi tumbuh 3,76% serta segmen kecil & menengah tumbuh 2,71%.
BRI juga berhasil mencatatkan kinerja positif dalam hal penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga akhir Kuartal II 2022, DPK BRI tercatat tumbuh 3,70% menjadi Rp.1.136,98 triliun. Dana murah (CASA) menjadi pendorong utama pertumbuhan DPK BRI, dimana secara year on year meningkat sebesar 13,38%. Apabila dirinci, Giro tercatat tumbuh 25,63% dan Tabungan tumbuh 8,32%. Secara umum saat ini proporsi CASA BRI tercatat 65,12%, meningkat signifikan dibandingkan dengan CASA pada periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 59,56%.“Peningkatan CASA yang dilakukan oleh perseroan selaras dengan transformasi yang sedang dijalankan BRI, dimana inisiatif strategis yang dijalankan difokuskan untuk mengakselerasi CASA growth”, ungkapnya.
Bank Mau Tapi Tunggu Dulu
Kalangan perbankan menyatakan siap menerapkan kebijakan penggunaan hak kekayaan intelektual (HKI) sebagai jaminan kredit. Meski begitu, mereka meminta pemerintah segera membuat aturan turunan yang lebih detail atas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2022 tentang Ekonomi Kreatif, yang memungkinkan skema penjaminan HKI tersebut diterapkan. Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Aestika Oryza Gunarto, menuturkan saat ini perseroan asih menanti aturan teknis sebagai turunan aturan tersebut yang disiapkan OJK. Kami menyambut baik dan berkomitmen untuk mendukung penuh, tapi masih terdapat beberapa hal yang perlu disempurnakan dalam penerapan dan infrastruktur." ujarnya kepada Tempo, kemarin. Potensi pembiayaan ekonomi kreatif diakui menjadi salah satu fokus perbankan, terlebih ditengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Vice President Communication PT Bank Mandiri (persero) Tbk, Ricky Andriano, mengatakan kebijakan agunan kredit menggunakan hal kekayaan intelektual diharapkan dapat menjadi salah satu solusi permodalan dan pembiayaan yang dibutuhkan industri kreatif. (Yetede)
Motif Lain Akses Kredit Ekonomi Kreatif
Kebijakan penggunaan kekayaan intelektual (HKI) sebagai jaminan kredit perbankan diyakini dapat mendorong kesadaran pelaku industri kreatif untuk mendaftarkan dan mencatatkan hak cipta karya yang dimilik. Kreator konten yang juga dosen Institut Kesenian Jakarta, Gedion Bima Maharesi, menuturkan selama ini kesadaran pelaku industri untuk mendaftarkan karyanya masih rendah karena sejumlah faktor. "Pertama, terkait dengan sosialisasi. Tidak bisa dimungkiri saat ini sosialisasinya masih kurang. Bahwa setiap karya seni bisa diurus hak kekayaan intelektual-nya, misalnya, banyak yang baru tahu bahwa ternyata konten You Tube itu bisa (Mendapatkan HKI)," ujar pria yang akrab disapa Deon itu kepada Tempo. Faktor kedua adalah kenyamanan perlindungan karya yang didapat kreator dari platform seperti You Tube telah menerapkan aturan yang ketat mengenai orisinalitas karya untuk melindungi hak cipta. "Ada algoritma khusus untuk mendeteksi pelanggaran hak cipta. Jadi, karena merasa hak atas kekayaan intelektual sudah dilindungi oleh platform, konten kreator merasa tidak perlu lagi mendaftarkan HKI ke Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia," ucapnya. (Yetede)
Makin Lengkap, Bank Mandiri Hadirkan Fitur Lifestyle Bertajuk Livin Sukha
Perkembangan sistem pembayaran yang seirama dengan akselerasi perbankan digital telah mendorong Bank Mandiri untuk menghadirkan solusi layanan finansial terlengkap bagi nasabah. Sebagai wujud komitmen perseroan dalam menjadi mitra finansial yang utama, Bank Mandiri telah menyempurnakan Super App Livin' Sukha. Melalui konsep one step solution for all your lifestyle, Livin' Sukha memungkinkan nasabah untuk memenuhi kebutuhan transaksi dalam satu aplikasi. Sekarang, nasabah pengguna Livin' by Mandiri dapat menikmati kemudahan transaksi seperti pembelian tiket pesawat, tiket kereta api, entertainment, pembelian voucher gim, pengajuan kredit, dan lain-lain tanpa berpindah aplikasi. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan, fitur ini kian melengkapi Livin' by Mandiri yang tidak hanya menyajikan layanan perbankan yang lengkap namun juga menjangkau berbagai kebutuhan gaya hidup nasabah secara digital. (Yetede)
Transaksi Uang Elektronik Kartu Terus Meningkat
Usai pelonggaran aktivitas masyarakat, transaksi pembayaran uang elektronik berbasis cip atau kartu perbankan terus mendaki. Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menuturkan, nilai transaksi uang elektronik pada triwulan II-2022 tumbuh 39,85% yoy. Jumlah elektronik berbasis kartu yang beredar meningkat 23,82% yoy dari 68,27 juta keping menjadi 84,53 juta keping hingga Mei 2022. Sedangkan nilai transaksi uang elektronik melesat 33,28% yoy. Dari Rp 292,26 triliun menjadi Rp 389,52 triliun di lima bulan pertama 2022.
TRANSAKSI LIFESTYLE DI LIVIN MAKIN MUDAH : Bank Mandiri Luncurkan Fitur Livin’ Sukha
Perkembangan sistem pembayaran yang seirama dengan akselerasi perbankan digital telah mendorong PT Bank Mandiri Tbk untuk menghadirkan solusi layanan finansial terlengkap bagi nasabahnya. Komitmen tersebut diwujudkan perseroan dengan meluncurkan fitur Livin’ Sukha pada super app andalannya, Livin’ by Mandiri. Melalui konsep one stop solution for all your lifestyle, Livin’ Sukha memungkinkan nasabah untuk memenuhi kebutuhan transaksi dalam satu aplikasi. Sekarang, nasabah pengguna Livin’ by Mandiri dapat menikmati kemudahan transaksi seperti pembelian tiket pesawat, tiket kereta api, hiburan, pembelian voucher gim, pengajuan kredit dan lain-lain tanpa berpindah aplikasi. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan, fitur ini kian melengkapi Livin’ by Mandiri yang tidak hanya menyajikan layanan perbankan lengkap, namun juga menjangkau berbagai kebutuhan gaya hidup nasabah secara digital.
“Sejak awal, kenyamanan nasabah bertransaksi menjadi prioritas utama Bank Mandiri. Kini, akselerasi digital Livin’ by Mandiri telah berhasil menghimpun seluruh solusi transaksi finansial hingga lifestyle dalam satu aplikasi secara mudah, nyaman dan aman,” ujarnya, akhir pekan ini.
DANA PIHAK KETIGA TUMBUH PELAN : PERSAINGAN MENARIK LIKUIDITAS BAKAL ‘PANAS’
Pertumbuhan dana pihak ketiga perbankan memasuki akhir semester pertama tahun ini berada pada fase perlambatan di saat permintaan kredit terungkit. Perbankan diperkirakan mulai mencari cara untuk menarik dana masyarakat dengan memberi imbal hasil menarik. Berdasarkan data analisis uang beredar yang dirilis oleh Bank Indonesia, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di perbankan sampai Juni 2022 tercatat 8,9% year-on-year (YoY). Padahal, dalam masa pandemi Covid-19, laju DPK rata-rata di angka digit ganda. Sebaliknya, pertumbuhan kredit bank kini justru sudah menembus angka digit ganda. Sampai Juni 2022, kredit bank tumbuh 10,3% YoY. “Penyerapan likuiditas tersebut tidak mengurangi kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit/pembiayaan kepada dunia usaha dan partisipasi dalam pembelian SBN untuk pembiayaan APBN,” tulis laporan Bank Indonesia. Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan bahwa laju kredit yang sudah melampaui pertumbuhan DPK, dapat memengaruhi likuiditas bank dalam menyalurkan pembiayaan ke depan.









