;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Ekspansi Armada, Adi Sarana Kantongi Pembiayaan Bank Muamalat Rp 300 Miliar

KT1 20 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) melakukan penandatanganan perjanjian pembiayaan sebesar Rp 300 miliar dengan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Dana hasil perjanjian ini akan digunakan untuk pembelian unit kendaraan baru untuk sewa kepada pelanggan. Tahun ini, ASSA menargetkan kinerja bertumbuh sebesar 30%. “Bicara proyeksi, sampai saat ini target pertumbuhan top line dan bottom line kita itu sekitar 30% pada 2022,” ungkap Direktur Utama Adi Sarana Armada Prodjo Sunarjanto. Pertumbuhan pendapatan yang tertinggi akan disumbang dari kinerja anak usahanya yang bergerak di sektor logistik, Anteraja. Selain Anteraja, Prodjo memperkirakan segmen-segmen bisnis rental juga akan tumbuh. Dari sisi armada, Adi Sarana bakal terus melakukan ekspansi dengan meningkatkan pembelian armada (fleet). Proyeksinya, jumlah armada yang akan dimiliki perseroan hingga akhir 2022 sebanyak 28 ribu lebih. Direktur Bisnis dan Servis Adi Sarana Armada Suyanto Tjoeng menambahkan, dari sisi volume pengiriman, perseroan juga menargetkan volume pengiriman di kuartal IV- 2022 akan mengalami pertumbuhan. “Kalau kita hitung rata-rata dari Januari sampai Desember, kita berharap sekitar volume pengiriman tumbuh sekitar 1 atau 1,1 juta. Artinya
pertumbuhannya dua kali dibandingkan tahun lalu,” ucap Suyanto. (Yetede)

BSI dan Bank Raya Bersiap ”Right Issue”

KT3 19 Aug 2022 Kompas

Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Raya berencana menambah modal dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu atau right issue. Namun, kedua bank masih harus meminta persetujuan dari para pemegang saham. Direktur Keuangan dan Strategi BSI Ade Cahyo Nugroho, Kamis (18/8) menyatakan, dana dari right issue itu akan digunakan untuk penyaluran pembiayaan. (Yoga)

BSI dan Muhammadiyah Bersinergi Perkuat Penetrasi Keuangan Syariah

KT1 12 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA -- Pemerintah terus memantau kondisi harga komoditas energi dan dampaknya ke perekonomian domestik. Untuk mengantisipasi dampak penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan listrik, pemerintah menyiapkan skenario dengan memanfaatkan cadangan dana program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) sebesar Rp 18riliun sebagai bantalan melalui bantuan sosial. “Apabila guncangan harga terutama kalau harga BBM atau listrik kemudian tidak bisa tertahan, dan kemudian harus dilakukan suatu adjustment, maka perlu suatu bantalan sosial tambahan,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (Kita), Kamis (11/8/2022). Dia mengatakan pihaknya tetap memperhatikan dan melakukan antisipasi bila terjadi kenaikan harga komoditas. Pengelolaan APBN dilakukan secara hati-hati agar tujuan-tujuan nasional tetap terjaga yaitu pemulihan ekonomi, penciptaan kesempatan kerja, penurunan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi yang sehat, yang kemudian disertai stabilitas dari sisi harga. (yetede)

Kembangkan Ekosistem Digital Masyarakat Urban, Bank Mandiri Gaungkan Livin’ Pasar

HR1 12 Aug 2022 Bisnis Indonesia (H)

PT Bank Mandiri Tbk. berkomitmen mewujudkan aspirasi perusahaan menjadi Urban Lokomotif lewat beragam program dukungan pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam memberdayakan masyarakat serta mempercepat inklusi keuangan di Indonesia. Salah satu implementasinya yakni Program Livin’ Urban yang berfokus menyejahterakan masyarakat mulai dari digitalisasi pasar bertajuk Livin’ Pasar, lalu Livin’ Warung, Livin’ Kampoeng Usaha dan Kampoeng Sehat hingga Livin’ Society. Kali ini, bekerjasama dengan Pemprov DIY, Bank Mandiri menginisiasi Livin’ Pasar untuk mempercepat digitalisasi transaksi di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Kamis (11/8). Kegiatan ini dihadiri dan disaksikan Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Rohan Hafas, serta SEVP Micro and Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso. Bank Mandiri menggarap pasar sebagai salah satu ekosistem terintegrasi, mulai dari supplier, distributor, logistik, penjual Dan pembeli agar mendapatkan solusi perbankan. Selain itu, Bank Mandiri juga mengadakan program Bonus i kupon Indomaret Rp50.000 pakai QR Livin’ di Pasar Beringharjo mulai 10 - 14/8/2022, yang diharapkan turut mendorong minat transaksi menggunakan QR di Super App Livin’ by Mandiri.

Semester I, Laba Ciri Indonesia Tumbuh 63%

KT1 12 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA – Citibank NA Indonesia (Citi Indonesia) membukukan laba bersih sebesar Rp 750 miliar atau tumbuh 63% secara year on year (yoy) pada semester I-2022 Sementara itu, hingga akhir tahun ini Citi menargetkan penyaluran kredit tumbuh 6%. Portofolio kredit Citi pada semester I-2022 meningkat 9,8% (yoy) menjadi Rp 43,7 triliun. Pertumbuhan portofolio kredit didongkrak lini bisnis institutional banking, terutama pada sektor industri manufaktur serta perantara keuangan. Pertumbuhan portofolio kredit Citi ditunjang oleh tingkat kualitas dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 11,1%, sehingga loan to deposit ratio (LDR) di level 64%. Selain itu, Citi Indonesia memiliki tingkat kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 26%.Citi pun mencatatkan rasio kredit bermasalah (non performing loan/ NPF) gross 2,86% pada semester I-2022. Terjadi peningkatan kualitas aset jika dibandingkan NPL pada periode sama
tahun sebelumnya di level 3,61%.

Perbankan Berupaya Semakin Efisien

HR1 11 Aug 2022 Kontan

Perbankan, terutama bank-bank besar, mampu mendorong efisiensi biaya pada semester I 2022. Seiring dengan bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang masih tertahan dan likuiditas yang masih cukup longgar. Hingga Juni 2022, biaya dana atau cost of fund perbankan turun cukup besar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ini pula salah satu yang mendorong kinerja bank-bank besar tumbuh tinggi.

Semester I, Penyaluran Kredit KCLN BNI Tumbuh 19%

KT1 11 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) tetap mencatatkan kinerja positif pada bisnis internasional di tengah gejolak ekonomi global. Sampai dengan semester I-2022, kantor cabang luar negeri (KCLN) BNI telah menyalurkan kredit Rp 61,2 triliun atau tumbuh 19% dibandingkan semester I-2021. "Selain itu, volume transaksi trade tumbuh 29,5% selama semester I-2022.
BNI juga berhasil membukukan transaksi trade senilai US$ 31,2 miliar,” kata Direktur Treasury and International Banking BNI Henry Panjaitan dikutip Rabu (10/8). BNI juga mencatatkan pertumbuhan bisnis remitansi sebesar 33,8% dengan volume transaksi US$ 50,8 miliar. Transaksi tersebut berasal dari korporasi dan ritel termasuk tenaga kerja Indonesia (TKI) yang didukung oleh platform BNI. “Ke depan kami akan menambahkan layanan untuk transaksi internasional. Salah satunya melalui optimalisasi syndication desk yang sudah

Penjualan Eceran Makin Melaju

KT1 10 Aug 2022 Investor Daily ( H)

JAKARTA – Kinerja penjualan eceran pada Juli 2022 diprediksi melanjutkan peningkatan, tercermin dari perkiraan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang sebesar 204,9 atau tumbuh 8,7% secara year on year (yoy). Pertumbuhan ini menunjukkan tren yang makin melaju dibandingkan dua bulan sebelumnya yakni 2,9% (yoy) dengan IPR 234,1 pada Mei 2022 dan 4,1% (yoy) dengan IPR 206,6 pada Juni 2022. Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono menjelaskan, peningkatan itu terutama didukung oleh kenaikan penjualan subkelompok sandang yang tumbuh 49,5% (yoy), kelompok bahan bakar kendaraan bermotor melonjak 66,9% (yoy), serta suku cadang dan aksesori naik 34,6% (yoy). Peningkatan terjadi di antaranya di Banjarmasin sebesar 24,3% (yoy), Jakarta 11,4% (yoy), dan Makassar 7,7% (yoy). “Secara bulanan, penjualan eceran Juli 2022 diperkirakan membaik menjadi -0,8% (mtm) dari bulan sebelumnya -11,8%. Ini didorong oleh peningkatan penjualan kelompok bahan bakar kendaraan bermotor serta kelompok barang budaya dan rekreasi,” ujar Erwin dalam keterangan tertulis pada Selasa (9/9/2022), terkait hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) terbaru yang digelar bank sentral. (Yetede)

KENAIKAN PERMINTAAN KREDIT : LIKUIDITAS BANK TUMBUH SEHAT

HR1 10 Aug 2022 Bisnis Indonesia

Likuiditas perbankan masih cukup kuat untuk mendukung permintaan kredit korporasi maupun perorangan. Kendati ada indikasi kenaikan suku bunga simpanan, langkah itu merupakan bagian dari penyesuaian terhadap situasi global. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa aktivitas ekonomi yang terus tumbuh mendorong perputaran uang kian meningkat. “Kondisi ekonomi saat ini masih membuka peluang DPK [dana pihak ketiga] perbankan untuk terus bertumbuh dengan sehat,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (9/8). Dalam kajian yang disusun LPS disebutkan bahwa beberapa bank berpotensi menaikkan suku bunga rupiah dan suku bunga valuta asing (valas) untuk memenuhi kebutuhan likuiditas. Dia mengungkapkan adanya faktor yang menyebabkan LPS memproyeksikan bahwa beberapa bank berpotensi menaikkan suku bunga rupiah dan suku bunga valas. “Hal pertama yang perlu dipahami bersama adalah tren normalisasi kebijakan kini telah mulai dilakukan oleh beberapa bank sentral global,” kata Purbaya.


ADU GESIT BANK JARING DANA

HR1 09 Aug 2022 Bisnis Indonesia (H)

Perebutan dana masyarakat oleh bank menengah dan kecil diprediksi kian sengit seiring dengan pengetatan likuiditas yang berpotensi terjadi. Apalagi, Bank Indonesia terus melanjutkan normalisasi kebijakan likuiditas melalui kenaikan ‘setoran’ giro wajib minimum (GWM) perbankan. Tak ayal, penyesuaian suku bunga simpanan diramal menjadi andalan bank-bank menengah dan kecil untuk memupuk dana pihak ketiga (DPK). Gelagat itu juga sudah terdeteksi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang dalam laporan Indikator Likuiditas Juli 2022, menyebutkan bahwa bank berpotensi mulai menaikkan suku bunga rupiah dan suku bunga valuta asing untuk memenuhi kebutuhan likuiditas. Tantangan likuiditas terutama bakal dirasakan oleh bank di kategori Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 1 dan KBMI 2. Dua kategori bank itu menghimpun DPK sebesar Rp1.781,24 triliun atau 23,8% dari total DPK bank umum yang mencapai Rp7.485,69 triliun per April 2022. Saat dimintai tanggapan, Direktur PT Bank Oke Indonesia Tbk. Efdinal Alamsyah mengatakan bahwa sebagai bagian dari ekosistem perbankan, perseroan akan mengikuti tren yang berkembang di pasar. “Kalau ada kecenderungan kenaikan suku bunga DPK, kita juga harus melakukan hal yang sama sama,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (8/8).


Pilihan Editor