;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Buyback Saham BBRI Dilakukan Sampai Agustus 2023

KT1 31 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI (BBRI) tengah dalam proses buyback saham yang total nilai maksimal mencapai Rp 3 triliun. Seperti diketahui, pada 1 Maret 2022 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), BRI telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan buyback saham BBRI, dan prosesnya dilaksanakan dalam kurun waktu 18 bulan sejak disetujuinya buyback lewat RUPS, atau pada rentang waktu 1 Maret 2022 - 31 Agustus 2023. Sesuai dengan Keterbukaan Informasi yang telah disampaikan, saham hasil buyback akan digunakan untuk program kepemilikan saham bagi Insan BRILian. Terkait hal tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan pihaknya telah mempertimbangkan kondisi likuiditas Perusahaan pada saat mengusulkan rencana buyback dalam RUPST tahun ini sehingga aksi korporasi tersebut tidak akan mengganggu keuangan perseroan. “Di sisi lain buyback BBRI diproyeksikan akan meningkatkan motivasi dan kinerja Insan BRILian sehingga dapat lebih optimal terhadap pencapaian target sehingga dapat berujung pada peningkatan kinerja perseroan”, tambahnya. (Yetede)

Buyback Saham BBRI Dilakukan Sampai Agustus 2023

KT1 31 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI (BBRI) tengah dalam proses buyback saham yang total nilai maksimal mencapai Rp 3 triliun. Seperti diketahui, pada 1 Maret 2022 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), BRI telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan buyback saham BBRI, dan prosesnya dilaksanakan dalam kurun waktu 18 bulan sejak disetujuinya buyback lewat RUPS, atau pada rentang waktu 1 Maret 2022 - 31 Agustus 2023. Sesuai dengan Keterbukaan Informasi yang telah disampaikan, saham hasil buyback akan digunakan untuk program kepemilikan saham bagi Insan BRILian. Terkait hal tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan pihaknya telah mempertimbangkan kondisi likuiditas Perusahaan pada saat mengusulkan rencana buyback dalam RUPST tahun ini sehingga aksi korporasi tersebut tidak akan mengganggu keuangan perseroan. “Di sisi lain buyback BBRI diproyeksikan akan meningkatkan motivasi dan kinerja Insan BRILian sehingga dapat lebih optimal terhadap pencapaian target sehingga dapat berujung pada peningkatan kinerja perseroan”, tambahnya. (Yetede)

Buyback Saham BBRI Dilakukan Sampai Agustus 2023

KT1 31 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI (BBRI) tengah dalam proses buyback saham yang total nilai maksimal mencapai Rp 3 triliun. Seperti diketahui, pada 1 Maret 2022 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), BRI telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan buyback saham BBRI, dan prosesnya dilaksanakan dalam kurun waktu 18 bulan sejak disetujuinya buyback lewat RUPS, atau pada rentang waktu 1 Maret 2022 - 31 Agustus 2023. Sesuai dengan Keterbukaan Informasi yang telah disampaikan, saham hasil buyback akan digunakan untuk program kepemilikan saham bagi Insan BRILian. Terkait hal tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan pihaknya telah mempertimbangkan kondisi likuiditas Perusahaan pada saat mengusulkan rencana buyback dalam RUPST tahun ini sehingga aksi korporasi tersebut tidak akan mengganggu keuangan perseroan. “Di sisi lain buyback BBRI diproyeksikan akan meningkatkan motivasi dan kinerja Insan BRILian sehingga dapat lebih optimal terhadap pencapaian target sehingga dapat berujung pada peningkatan kinerja perseroan”, tambahnya. (Yetede)

Transaksi BI-Fast Mencapai Rp 810,4 T

KT1 31 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi menggunakan BI-Fast sejak 1 Januari hingga 24 Agustus 2022 mencapai 224,8 juta transaksi dengan nominal Rp 810,4 triliun. BI terus mengoptimalisasi dan memperluas kepesertaan BI-Fast untuk semakin memudahkan masyarakat bertransaksi. Sejak implementasi pada Desember 2021, volume transaksi BI-Fast terus meningkat seiring perluasan peserta dan stabilitas sistem yang terus terjaga. Di mana rata-rata harian volume transaksi selama 1-24 Agustus 2022 sebesar 1,83 juta transaksi, meningkat 16% dibandingkan rata-rata harian 1-24 Juli 2022 sebesar 1,57 juta transaksi,” kata Direktur Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Fitria Irmi Triswati dalam Taklimat Media BI, Selasa (30/8). Hingga saat ini terdapat 77 peserta BI-Fast yang telah mewakili 85% dari pangsa sistem pembayaran ritel nasional. Pengembangan BI-Fast dilakukan secara bertahap. Saat ini dilakukan pengembangan Fase 1 Tahap 2 yaitu direct debit, bulk credit, dan request for payment yang akan diimplementasi pada Mei 2023. (Yetede)

BRI Buyback Saham Hingga Agustus 2023

KT1 30 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dalam proses pembelian kembali (buyback) saham dengan total nilai maksimal mencapai Rp 3 triliun. Aksi korporasi tersebut telah mempertimbangkan kondisi likuiditas BRI yang masih memadai dan pelaksanaannya hingga 31 Agustus 2023. Pada 1 Maret 2022, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), manajemen BRI telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan buyback saham BBRI, dan prosesnya dilaksanakan dalam kurun waktu 18 bulan sejak disetujuinya buyback lewat RUPS, atau pada rentang waktu 1 Maret 2022 hingga 31 Agustus 2023. Sesuai dengan keterbukaan informasi yang telah disampaikan perseroan, saham hasil buyback akan digunakan untuk program kepemilikan saham bagi Insan BRILian. “Di sisi lain buyback BBRI diproyeksikan akan meningkatkan motivasi dan kinerja Insan BRILian sehingga dapat lebih optimal terhadap pencapaian target sehingga dapat berujung pada peningkatan kinerja perseroan,” ungkap Sunarso dalam keterangan resmi, Senin (29/8/2022). (Yetede)

Catatkan Kinerja Gemilang BSI Konsisten Berinovasi dan Kembangkan Islamic Ekosistem

KT1 28 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus mencatatkan kinerja gemilang. Pada kuartal II/2022, bank yang didorong menjadi lokomotif industri keuangan syariah itu mampu membukukan laba bersih hingga Rp2,13 triliun, tumbuh 41,31% year on year (yoy). Menurut Direktur Utama BSI Hery Gunardi, kinerja BSI yang solid ini dipengaruhi oleh kemampuan perseroan menjaga keseimbangan seluruh rasio keuangan sehingga tumbuh berkualitas dan fungsi intermediasi yang terus membaik. Kinerja positif itu juga didukung oleh kepercayaan masyarakat melalui penempatan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 244,6 triliun, tumbuh 13,07% dengan proporsi DPK didominasi oleh tabungan wadiah, giro dan deposito. Kepercayaan masyarakat terhadap tabungan BSI menghantarkan tabungan BSI berada pada posisi Top 5 industri perbankan nasional. Tabungan wadiah menjadi salah satu produk yang diminati masyarakat karena bebas biaya administrasi bulanan dengan fasilitas e-banking yang modern dan mudah diakses, sedangkan dari sisi bank menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi bagi hasil. (Yetede)

Bank Tidak Buru-buru Naikkan Suku Bunga

KT1 28 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID -- Meski Bank Indonesia pekan lalu menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%, kalangan bankir menyatakan tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga. Perbankan akan melihat situasi pasar terlebih dahulu sebelum memutuskan penyesuaian suku bunga. Sedangkan kenaikan lagi BI7DRR yang diperkirakan sebesar 100 basis poin ke level 4,75% hingga akhir tahun 2022 dinilai masih belum akan berdampak signifikan pada kondisi industri perbankan secara umum. Selain menaikkan BI7DRR, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 Agustus 2022 juga memutuskan untuk menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menilai, dengan proyeksi dari para ekonom mengenai arah suku bunga acuan BI7DRR yang masih akan naik hingga ke angka 4,75%, masih belum akan berdampak signifikan pada kondisi industri perbankan secara umum. (Yetede)

Juli, Kredit Bank Mandiri Tumbuh 11,38%

KT1 28 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil mencatatkan penyaluran kredit secara bank only meningkat 11,38% secara tahunan (year on year/yoy) per akhir Juli 2022. Pertumbuhan kredit tersebut didorong oleh perbaikan dari seluruh segmen kredit perseroan. Ini secara khusus ditopang oleh segmen wholesale yang menjadi unggulan Bank Mandiri dengan pertumbuhan sebesar 10,8% (yoy). Di samping itu, kredit di segmen ritel tumbuh 12,53% (yoy),” kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. Dia mengatakan, kenaikan bunga acuan Bank Indonesia (BI 7DRR) tidak terlalu berdampak signifikan terhadap pertumbuhan kredit ke depan. Oleh karena itu, perseroan masih meyakini dapat mencapai target yang ditetapkan untuk tahun ini. “Bank Mandiri tetap optimistis bahwa target pertumbuhan kredit sebesar 11% hingga akhir 2022 dapat terealisasi dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian,” kata Rudi. (Yetede)

Perbankan Syariah Butuh Insentif

KT3 27 Aug 2022 Kompas

Industri perbankan syariah terus mencatatkan pertumbuhan signifikan setiap tahun. Namun dibandingkan perbankan konvensional, pangsa pasarnya masih tergolong kecil. Butuh dukungan kebijakan untuk mengakselerasi perkembangan perbankan syariah. Direktur Syariah Banking Bank CIMB Niaga Pandji P Djajanegara di Denpasar, Bali, Kamis (25/8) mengatakan, “Ada kesempatan emas untuk membesarkan industri perbankan syariah. Misalnya dengan pemberian insentif oleh pemerintah. Transaksi perbankan syariah itu bukan kredit, melainkan sewa atau jual beli. Perpajakan masih menjadi hambatan. Transaksi perbankan syariah dikenai pajak biasa seperti bank konvensional yang menyalurkan kredit. Padahal transaksi kita adalah jual beli, harusnya pajaknya sudah final tidak ada lagi di belakang. Berbeda dengan transaksi kredit yang masih akan dikenai pajak. Contohnya itu. Isu perpajakan tersebut dapat dimasukkan sebagai insentif”.

Keberadaan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) merupakan inisiatif yang mencoba mempromosikan syariah dengan segala macam cara, tetapi tidak punya power. KNEKS lapor kepada presiden dan wapres, tetapi tidak punya power. Menurut saya, berbagai insentif dukungan pemerintahlah yang dapat memperbesar perbankan syariah. Contoh lain, di bursa ada Jakarta Islamic Indeks (JII). Data per tahun 2019 memperlihatkan ternyata di JII yang namanya perbankan syariah dari sisi pembiayaan hanya ada 0,8 % dan dari sisi pendanaan hanya ada 2 %. Kalau mau dibesarkan, bantu bank-bank syariah masuk ke Islamic Index sehingga porsinya lebih besar, mungkin 10, 20 %. Mereka menggunakan nama syariah untuk menarik investor dari Timur Tengah. Tetapi, di dalam indeks itu representasi perbankan syariah kurang. (Yoga)


SIMPANAN NASABAH : BISNIS WEALTH PERBANKAN TUMBUH

HR1 27 Aug 2022 Bisnis Indonesia

Bisnis pengelolaan keuangan di perbankan masih mencatatkan pertumbuhan di tengah tingkat suku bunga simpanan berjangka yang masih relatif rendah. Tren itu juga sejalan dengan makin berkembangnya kebutuhan nasabah terhadap pengembangan aset investasi. Jika mencermati pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di perbankan hingga Juli 2022, masih mencatat pertumbuhan 8,4% year-on-year(YoY). Dari angka pertumbuhan itu, kelompok simpanan berjangka yakni deposito masih mengalami kontraksi 0,3%.Kendati besaran kontraksi menyusut dibandingkan dengan posisi Juni 2022 sebesar 1%, bank masih cenderung untuk ‘melepas’ dana-dana mahal. Dana itu bisa saja masuk ke sejumlah instrumen investasi seperti obligasi, surat berharga, reksa dana, properti, dan lain sebagainya. Salah satu bank yang mencetak pertumbuhan dana kelolaan untuk produk investasi yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Menurut Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani, perseroan senantiasa memperkuat strategi dan mengedukasi terkait pentingnya pengelolaan keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Pilihan Editor