;

Perbankan Syariah Butuh Insentif

Ekonomi Yoga 27 Aug 2022 Kompas
Perbankan Syariah Butuh Insentif

Industri perbankan syariah terus mencatatkan pertumbuhan signifikan setiap tahun. Namun dibandingkan perbankan konvensional, pangsa pasarnya masih tergolong kecil. Butuh dukungan kebijakan untuk mengakselerasi perkembangan perbankan syariah. Direktur Syariah Banking Bank CIMB Niaga Pandji P Djajanegara di Denpasar, Bali, Kamis (25/8) mengatakan, “Ada kesempatan emas untuk membesarkan industri perbankan syariah. Misalnya dengan pemberian insentif oleh pemerintah. Transaksi perbankan syariah itu bukan kredit, melainkan sewa atau jual beli. Perpajakan masih menjadi hambatan. Transaksi perbankan syariah dikenai pajak biasa seperti bank konvensional yang menyalurkan kredit. Padahal transaksi kita adalah jual beli, harusnya pajaknya sudah final tidak ada lagi di belakang. Berbeda dengan transaksi kredit yang masih akan dikenai pajak. Contohnya itu. Isu perpajakan tersebut dapat dimasukkan sebagai insentif”.

Keberadaan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) merupakan inisiatif yang mencoba mempromosikan syariah dengan segala macam cara, tetapi tidak punya power. KNEKS lapor kepada presiden dan wapres, tetapi tidak punya power. Menurut saya, berbagai insentif dukungan pemerintahlah yang dapat memperbesar perbankan syariah. Contoh lain, di bursa ada Jakarta Islamic Indeks (JII). Data per tahun 2019 memperlihatkan ternyata di JII yang namanya perbankan syariah dari sisi pembiayaan hanya ada 0,8 % dan dari sisi pendanaan hanya ada 2 %. Kalau mau dibesarkan, bantu bank-bank syariah masuk ke Islamic Index sehingga porsinya lebih besar, mungkin 10, 20 %. Mereka menggunakan nama syariah untuk menarik investor dari Timur Tengah. Tetapi, di dalam indeks itu representasi perbankan syariah kurang. (Yoga)


Tags :
#Perbankan
Download Aplikasi Labirin :