Perbankan
( 2293 )Mengenal Islamic Ecosytem, Konsep BSI Menebar Kebermanfaatan
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sebagai bank syariah terbesar di Indonesia saat ini sedang gencar membangun Islamic Ecosystem dalam negeri. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Islamic Ecosystem yang sedang dibangun BSI? Islamic Ecosystem mengambil konsep dari 3P yaitu Profit (aspek ekonomi), People (aspek sosial) dan Planet (aspek lingkungan) yang di dalamnya dimasukkan unsur-unsur yang sesuai dengan maqashid syariah. Direktur Utama BSI Hery Gunardi menyampaikan bila konsep syariah yang dituangkan dalam Islamic Ecosystem harus bisa dirasakan oleh semua, tidak hanya masyarakat tapi juga lingkungan dan alam. Hasilnya dapat terlihat dari capaian BSI yang berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan dan berkualitas sepanjang pertengahan tahun ini. Di tengah kondisi perekonomian yang menantang akibat gejolak ekonomi global, pada kuartal II/2022, BSI mampu membukukan laba bersih mencapai Rp2,13 triliun, tumbuh 41,31% year on year (yoy). (Yetede)
Transaksi Digital Perbankan Makin Diminati
Persentase transaksi perbankan melalui aplikasi mobile banking Muamalat Digital Islamic Network (DIN) mencapai 90 % total transaksi. Padahal, sebelum pandemi, transaksi digital hanya sekitar 30 %. Direktur Operasi Bank Muamalat Awaldi, Jumat (23/9) mengatakan, memang telah terjadi pergeseran kebiasaan nasabah yang lebih aktif menggunakan layanan digital dan yang datang ke kantor cabang semakin berkurang. Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020 menjadi katalis peralihan tersebut. (Yoga)
Satgas BLBI Sita Aset Rp 27,88 Triliun
JAKARTA, ID – Satgas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) telah menyita aset dari para obligor dan debitur senilai Rp 27,88 triliun hingga 19 September 2022. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara usai rapat dengan Satgas BLBI, Rabu (21/9). Rapat tersebut dilakukan secara tertutup yang dihadiri oleh Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban. Amir Uskara menjelaskan, Komisi XI meminta Satgas BLBI memaparkan perkembangan dari upaya penagihan piutang negara ke para obligor dan debitur. Sebab, total piutang yang aktif diurus Satgas BLBI mencapai Rp 110,45 triliun. "Secara umum, sampai saat ini aset yang sudah diambil maupun disita itu sekitar Rp 27 triliun lebih dari sekitar Rp 110 triliun yang masih menjadi tunggakan dari obligor BLBI," ujar dia saat ditemui di Gedung DPR RI, Rabu (21/9). Dia menyebutkan, nilai piutang negara dalam ranah BLBI yang mencapai Rp 110,45 triliun itu berasal dari 335 obligor dan debitur. Pada dasarnya Satgas BLBI hanya menangani debitur dan obligor yang memiliki nilai utang besar. "Ada sekitar 335 obligor yang masuk daftarnya Satgas BLBI. Tetapi yang ditangani oleh Satgas BLBI yang kelas atas saja, karena tidak mungkin semua ditangani," ucap dia. (Yetede)
Bank Mandiri Sabet 3 Penghargaan Asiamoney Best Bank Award 2022
JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dinobatkan sebagai bank terbaik di Indonesia atau The Best Domestic Bank in Indonesia pada ajang Asiamoney Best Bank Award 2022 di Singapura. Tidak hanya itu, Bank Mandiri juga berhasil menyabet gelar sebagai Best Bank in Digital Solution dan Best Investment Research in Indonesia 2022. Penghargaan tersebut diberikan kepada bank yang bisnisnya tumbuh signifikan serta mampu menghadirkan berbagai solusi layanan perbankan digital yang mendorong banyak kemajuan di kawasan Asia, khususnya Indonesia selama 12 bulan terakhir ini. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk transformasi digital secara berkelanjutan dari Bank Mandiri yang telah memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan kinerja bisnis, termasuk pelayanan kepada masyarakat khususnya nasabah Bank Mandiri. “Penghargaan di kancah internasional merupakan wujud nyata dari inovasi digital Bank Mandiri yang telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis dan layanan perbankan digital kepada masyarakat. Momentum ini menjadi pemacu semangat baru bagi kami untuk terus tumbuh berkembang serta menghadirkan solusi perbankan digital yang komprehensif kepada nasabah,” ujar Darmawan saat menerima penghargaan Asiamoney di Singapura, Rabu (21/9). (Yetede)
"BRI Menanam Targetkan Rp 1,75 Juta Bibit Pohon Produktif Hingga 2023 Untuk Mengurangi Emisi Karbon
JAKARTA, ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk secara aktif melakukan upaya pelestarian lingkungan untuk mendukung pencapaian komitmen Pemerintah terhadap target net zero emission Indonesia di tahun 2060. BRI menginisiasi program “BRI Menanam” sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan serta bentuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat khususnya pelaku UMKM, sejalan dengan komitmen penerapan bisnis yang selaras dengan Environmental, Social, & Governance (ESG). BRI Menanam merupakan inisiatif BRI dengan menyalurkan bibit pohon bagi setiap nasabah yang menerima kredit dari perseroan. Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi BRI dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan program BRI menandakan diharapkan menjadi lokomotif aspek ekonomi, lingkungan dan sosial bagi masyarakat. “Nasabah yang berhak mendapat kredit, harus berkomitmen menanam dan merawat bibit yang kami berikan. Harapan kami dua tahun lagi ini terus on going dan dapat lebih efektif menyerap karbon,” ungkap Sunarso. (Yetede)
Akusisi BJJ Berdampak positif terhadap Group Astra
JAKARTA, ID – Akuisisi PT Bank Jasa Jakarta (BJJ) oleh anak perusahaan PT Astra International Tbk (ASII) dan WeLab Sky Limited (WeLab Sky) akan berdampak positif terhadap saham-saham emiten grup Astra. Apalagi Astra akan menjadikan BJJ sebagai bank digital. Kehadiran BJJ akan membuat ekosistem grup Astra semakin lengkap. Rencana Astra dan WeLab Sky menjadikan BJJ sebagai bank digital usai diakuisisi telah mendapatkan lampu hijau. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyetujui model bisnis yang akan dikembangkan BJJ sebagai bank digital. Astra International melalui anak usahanya, PT Sedaya Multi Investama (SMI) atau Astra Financial menuntaskan akuisisi BJJ senilai Rp 3,87 triliun bersama perusahaan fintech asal Hong Kong, WeLab Sky. Setelah akuisisi, Astra Financial dan WeLab Sky masing-masing menguasai 49,56% saham BJJ dan menjadi pemegang saham mayoritas sekaligus pengendali. “Investasi di BJJ juga untuk mendukung perkembangan industri jasa keuangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Djony Bunarto Tjondro dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (19/9). (Yetede)
Agustus Kredit BRI Meningkat 9,08%
JAKARTA, ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus mencatatkan kinerja positif dalam intermediasi pada kuartal ketiga tahun ini. Hingga akhir Agustus 2022, penyaluran kredit perseroan (bank only) meningkat 9,08% secara tahunan (year on year/yoy). Memasuki kuartal III-2022, penyaluran kredit BRI tetap tumbuh positif, meskipun tidak setinggi pada kuartal II. Sebagai gambaran, penyaluran kredit BRI (bank only) pada Agustus 2022 tumbuh 9,08% (yoy), sementara pada akhir kuartal II penyaluran kredit BRI (bank only) tercatat 10% (yoy),” ujar Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto kepada Investor Daily, Senin (19/9). Dia mengungkapkan bahwa tingginya pertumbuhan kredit BRI pada kuartal II-2022 didukung dari momentum Ramadan dan Lebaran. “Perlu dicatat bahwa pada kuartal II terdapat momentum Ramadan dan Lebaran, sehingga mampu mengerek konsumsi masyarakat dan mendorong permintaan kredit,” sambung dia. (Yetede)
JELAJAH BUMN 2022 : Smart Branch : Kantor Cabang Masa Depan ala Bank Mandiri
Pagi menjelang siang Kantor Cabang Bank Mandiri di Jl. Martadinata, Bandung, sudah mendapat kunjungan nasabah dari segala usia. Terlihat ada yang duduk manis sambil tersenyum, ada pula yang sibuk berbincang dengan pegawai bank yang tidak lagi duduk di belakang meja, melainkan bersebelahan dengan nasabah sambil memegang tablet. Pemandangan di sana terlihat berbeda dengan kantor cabang konvensional biasanya. Kantor cabang dengan jumlah nasabah terbanyak di Bandung itu, kini menganut sistem cerdas (smart), memadukan digital dan konvensional. Artinya, pelayanan yang diberikan tidak lagi hanya dilakukan person to person, tetapi machine to person.
Customer journey di Smart Branch Bank Mandiri Martadinata diawali dengan mengisi data dan kebutuhan nasabah lewat aplikasi Livin’ by Mandiri di ponsel nasabah, yang dapat juga dilakukan di rumah sambil rebahan. Setelah itu, nasabah bisa tahu kapan harus datang ke kantor cabang dan mendapat layanan yang dibutuhkan. Bagi yang tidak mengisi data lewat aplikasi, dapat juga dilakukan di kantor cabang melalui tablet yang disediakan. Setelah data terisi, mendapat notifikasi di ponsel yang berisi nomor antrean.
TRIK TOPANG KREDIT KONSUMSI
Bank-bank punya pekerjaan rumah penting untuk menjaga kinerja kredit konsumer tetap moncer lantaran permintaan yang diramal surut seiring risiko kenaikan inflasi. Apalagi, bagi bank-bank yang selama ini amat mengandalkan bisnis dari kredit untuk keperluan konsumtif tersebut. Kendati demikian, sejumlah bank tetap optimistis dapat menjaga kinerja penyaluran kredit ke depan, salah satunya dengan masuk ke ekosistem digital. Jika dicermati, gelagat penurunan permintaan kredit konsumer salah satunya terbaca dari hasil Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan yang dilansir Bank Indonesia. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pembiayaan rumah tangga atau konsumsi diperkirakan turun. Kelompok pembiayaan kepada rumah tangga ini memiliki porsi hampir 48% dari total kredit perbankan nasional yang sampai Juli 2022 tercatat sebesar Rp6.143,7 triliun. Dari survei tersebut, minat debitur untuk mengakses pinjaman dalam 3 bulan—6 bulan ke depan cenderung turun. Perihal kondisi tersebut, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. Yuddy Renaldi mengatakan bahwa upaya menggenjot pertumbuhan kredit terus dilakukan oleh perseroan dengan melakukan penetrasi ke ekosistem digital. Menurutnya, strategi tersebut sangat membantu mendongkrak pertumbuhan fee based income dan serta perolehan laba perseroan. Namun, dia menegaskan sejauh ini kinerja penyaluran kredit konsumsi secara tahunan masih bagus.
Bank Mandiri dan BCA Lampaui Target Penjualan SR017
JAKARTA, ID – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan penjualan produk Surat Berharga Negara (SBN) Ritel seri SR017 melampaui target. Penjualan SR017 dilakukan selama masa penawaran dari 19 Agustus hingga 14 September lalu. Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan, seiring dengan program pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19 yang dilakukan pemerintah, pemulihan kepercayaan investor terhadap pertumbuhan ekonomi di masa yang akan merupakan faktor utama yang menyebabkan minat masyarakat terhadap SR017 cukup tinggi dibandingkan dua seri terakhir, SBR011 pada Juni 2022 dan SR016 pada Maret 2022. Menurut dia, selain hal tersebut meningkatnya minat investor terhadap SR017 juga diikuti oleh faktor imbal hasil SR017 yang sangat menarik yaitu sebesar 5,9%, lebih tinggi dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya. “Adapun hasil perolehan penjualan di Bank Mandiri untuk SR017 sampai dengan akhir penawaran adalah sebesar Rp 3,34 triliun, lebih tinggi target yang ditetapkan,” ujar Rudi kepada Investor Daily, Jumat (16/9). Rudi sebelumnya menjelaskan Bank Mandiri menargetkan untuk pemasaran SR017 masih dapat mempertahankan market share penjualan pada setiap penerbitan sekitar 10-12%, dengan asumsi ketersediaan kuota yang masih diberikan sampai dengan akhir penawaran. (Yetede)









