Perbankan
( 2293 )Usai ATH, Saham BMRI Masih Layak Buru
Pergerakan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menarik dicermati. Pada awal perdagangan Senin (24/10), saham BMRI melanjutkan penguatan ke level Rp 10.500, sebelum bergerak turun dan ditutup melemah 0,97% ke harga Rp 10.250 per saham.
BMRI berhasil mencapai rekor harga penutupan
all time high
akhir pekan lalu di level Rp 10.350 per saham. Dalam sepekan terakhir, saham BMRI juga tercatat naik 8,47% dan menguat 45,91% sejak awal tahun ini.
Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto melihat pendorong utama saham BMRI menembus rekor
all time high
adalah proyeksi kuatnya pertumbuhan kinerja. Investor memiliki ekspektasi kinerja BMRI di kuartal III 2022 akan tumbuh tinggi.
Bahaya Menggembosi Independensi Bank Sentral
Independensi BI sebagai pelaksana kebijakan moneter bisa berada di ujung tanduk. Ancaman itu datang dari terbukanya celah politikus masuk ke jajaran anggota dewan gubernur bank sentral. Rencana itu bermula dari RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan Pasal 47. Bunyi salah satu ayat dalam pasal itu masih sama dengan isi UU Nomor 3 Tahun 2004 tentang BI. Artinya, tidak ada larangan anggota Dewan Gubernur BI menjadi pengurus atau berasal dari partai politik. Jika pasal tersebut lolos, sejumlah bahaya yang mengancam independensi BI kian terlihat jelas. Meski dihapusnya larangan politikus menjadi anggota Dewan Gubernur BI sudah berlaku sejak 18 tahun lalu, bukan berarti pintu gerbang yang terbuka lebar itu kini tak dimanfaatkan. Apalagi sejumlah politikus telah melontarkan pernyataan terbuka mengenai peluang tersebut. Dengan komposisi DPR yang mayoritas koalisi pemerintah, rancangan omnibus law sektor keuangan ini dikhawatirkan bakal dengan mudah melanggengkan strategi agar anggota ataupun pengurus partai politik dapat mengikuti seleksi dewan gubernur bank sentral. Padahal independensi adalah harga mati di bank sentral.
Pada Orde Baru, independensi bank sentral menjadi sorotan akibat bank sentral yang tak independen dalam mengawasi industri perbankan, ekonomi kita luluh-lantak dihajar krisis moneter 1997-1998. BI terpaksa menggelontorkan bantuan likuiditas (BLBI) sebesar Rp 147,7 triliun ke 48 bank yang hampir kolaps akibat krisis saat itu. Kasus BLBI ini yang mendorong peralihan tugas pengawasan bank dari bank sentral ke OJK. Kita juga tentu tak ingin sejarah buruk pada masa lalu terulang. Dengan terbebas dari tarik-menarik kepentingan politik dan campur tangan pemerintah, BI bisa menjalankan tugas utamanya dalam menjaga stabilitas nilai tukar, membangun sistem pembayaran, serta menciptakan stabilitas sistem keuangan. Hanya dengan cara itulah kebijakan moneter sebuah negara diyakini lebih kredibel. Terutama dalam meraih kepercayaan pasar. (Yoga)
Angin Segar Saham Perbankan
Emiten perbankan berpeluang diuntungkan jika suku bunga kredit ikut meningkat pasca-kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia 7-Day Reverse Repo Rate. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, membenarkan bahwa bank bisa mengerek laba dari besarnya volume pinjaman di masa pemulihan ekonomi. Angin segar itu juga tampak dari tren positif saham perbankan pada akhir pekan lalu. “Transaksi sahamnya bisa naik karena emiten bank akan meraih gap keuntungan yang relatif lebih tinggi,” tuturnya kepada Tempo, Sabtu lalu. Margin yang bisa didongkrak emiten perbankan adalah pinjaman berskema floating rate atau bunga mengambang yang umumnya diterapkan pada pinjaman debitor bidang properti.
Lonjakan suku bunga acuan pun membuat tawaran produk deposito dari perbankan lebih menarik. “Investor retail maupun institusi akan mengambil momentum untuk masuk ke produk tersebut. Ini keuntungan juga bagi emiten perbankan.” Kamis pekan lalu, bank sentral kembali mengerek suku bunga sebesar 50 basis point (bps) ke level 4,75 %. Otoritas moneter itu berupaya meredam laju inflasi yang terus meningkat, hampir menyundul 6 %. Kebijakan baru BI pun masih imbas dari inflasi tinggi di AS, lebih dari 8 %, yang membuat The Fed menaikkan suku bunga acuan secara berkala dari sebelumnya 0 persen hingga kini berkisar 3,0-3,25 %. (Yoga)
Mewaspadai Laju Pelan Kredit Perbankan
Pada akhir pekan lalu, Bank Indonesia merilis Survei Perbankan kuartal III/2022. Dalam rilis itu disebutkan bahwa responden masih optimistis dengan pertumbuhan kredit ke depan di tengah laju inflasi, kenaikan suku bunga acuan, dan bayang-bayang resesi. Salah satu yang menarik disorot dari survei bank sentral itu yakni terpangkasnya target penyaluran kredit hingga akhir 2022. Jika dalam dua kuartal sebelumnya, bank sentral meyakini pertumbuhan kredit berada di kisaran 9%, pada survei terkininya pertumbuhan kredit di patok 8,5%. Sebagai pembanding, pada survei serupa kuartal I/2022, proyeksi pertumbuhan kredit diperkirakan 9,1% year-on-year (YoY). Sementara itu, hasil survei kuartal II/2022 memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan sedikit lebih tinggi yakni 9,2% YoY. Kendati target pertumbuhan kredit tahun ini dipangkas, angka itu masih lebih baik dibandingkan dengan capaian pada 2021 yang tumbuh 5,2% YoY. “Responden memperkirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2022 mengalami pertumbuhan positif sebesar 8,5% YoY, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit 2021 sebesar 5,2% YoY,” tulis laporan BI dikutip Minggu (23/10). Dalam survei BI itu terlihat bahwa mulai terjadi sinyal kenaikan sejumlah indikator pembentuk bunga kredit seperti biaya dana (cost of fund) dan biaya dana kredit (cost of loanable fund). BI memperkirakan cost of fund bank pada kuartal IV/2022 sebesar 3,51% atau lebih tinggi 15 basis points dibandingkan dengan perkirakaan kuartal III/2022 sebesar 3,36%. Perkirakaan kenaikan cost of fund itu terjadi setelah 15 kuartal terakhir sejak 2020.
Ancaman Politikus Susupi Bank Indonesia
RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU PPSK) memungkinkan politikus menjadi anggota Dewan Gubernur BI. Sejumlah ekonom dan masyarakat sipil menolak masuknya politikus ke bank sentral. “Yang dikhawatirkan pasca-disahkannya RUU PPSK adalah keinginan untuk memasukkan politikus ke BI semakin besar,” ujar Direktur Segara Institute, Piter Abdullah Redjalam, kepada Tempo, Jumat, 21 Oktober 2022. Pada aturan sebelumnya, UU No 3 Tahun 2004 tentang Perubahan atas UU No 23 Tahun 1999 tentang BI, larangan anggota Dewan Gubernur BI dari anggota ataupun pengurus partai politik sudah dihapus. Aturan larangan tersebut tercantum dalam Pasal 47 C UU No 23 Tahun 1999. Gelagat keinginan politikus masuk bank sentral kian menguat dalam RUU PPSK.
Apalagi masa jabatan Gubernur BI Perry Warjiyo akan berakhir pada 2023. Artinya, tahun depan akan digelar uji kelayakan dan kepatutan pemilihan calon gubernur bank sentral oleh DPR yang merupakan inisiator RUU PPSK. Menurut Piter, sekalipun ketentuan larangan masuknya politikus dalam jajaran pimpinan bank sentral sudah dihapus sejak 2004, timbul kekhawatiran RUU PPSK akan memuluskan jalan politikus menjadi anggota Dewan Gubernur BI. “Walau sudah dihapus, selama ini tidak pernah kemudian digunakan untuk memasukkan politikus ke BI," ujarnya. (Yoga)
Laba BCA Triwulan III-2022 Rp 29 Triliun
Laba bersih PT Bank Central Asia Tbk pada triwulan III-2022 naik 24,8 % secara tahunan menjadi Rp 29 triliun. Kenaikan ini ditopang pertumbuhan kredit sebesar 12,6 %. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam paparan kinerja, Kamis (20/10) mengatakan, pertumbuhan kredit BCA terjadi di semua lini. Hal ini sejalan dengan pemulihan ekonomi. (Yoga)
Tren Digitalisasi, Bank Berstrategi Menata Jaringan Cabang Fisik
Tren layanan perbankan digital berimbas pada penutupan ribuan kantor cabang fisik perbankan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tercatat kantor cabang bank umum sebanyak 25.641 unit per Juni 2022. Dalam satu tahun terakhir, jumlah ini menyusut 4.058 kantor cabang dari posisi Juni 2021 yang masih mencapai 29.699 jaringan kantor cabang.
Bank Tabungan Negara (BTN) misalnya telah memangkas jumlah kantor cabang sebanyak 543 unit menjadi 529 unit per September 2022 dari awal tahun ini.
Direktur
Distribution & Funding
Bank BTN Jasmin menjelaskan, sejak tahun 2019, Bank BTN telah mengalihfungsikan layanan
walk in channel
ke
channel digital banking, seperti mobile banking, internet banking,
mesin setor tarik tunai (CRM) dan ATM serta mengoptimalkan peran Agen Batara," kata Jasmin, Rabu (19/10).
G20 SOE Conference: Profesor Harvard Apresiasi Peran BRI Tingkatkan Inklusif Keuangan di Indonesia
Inklusi Keuangan menjadi salah satu isu prioritas yang dibahas dalam sesi diskusi “Peran BUMN dalam memperluas Keuangan Inklusif” pada Trade Investment & Industry Working Group (TIIWG) Road to G20: SOE International Conference di Bali pada Senin, 17 Oktober 2022. Upaya mewujudkan inklusi keuangan dibahas bersama oleh perwakilan negara-negara G-20, pemerintahan, pimpinan perusahaan BUMN, hingga akademisi maupun peneliti. Professor Jay K. Rosengard, Adjunct Lecturer Harvard Kenedy School mengapresisasi kontribusi besar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai BUMN dalam mendorong dan menciptakan inklusi keuangan dan serta dalam penerapan ESG di Indonesia. Kontribusi tersebut tidak semata-mata datang tiba-tiba, namun merupakan buah dari upaya panjang BRI memberdayakan UMKM sebagai backbone utamanya bisnisnya. “Dua dekade lalu, ketika teknologi dalam pertanian mulai merambah, BRI berperan aktif dalam membiayai pembelian beras, pupuk, pestisida serta biaya hidup tunjangan selama masa transisi dan edukasi yang diupayakan bersama pemerintah. Dan ini didorong ke BRI dalam program yang disebut “BIMAS (Bimbingan Massal)”, program bimbingan massal, dan ini adalah awal atau cikal bakal microbanking secara nasional di BRI. Dan apa yang terjadi dari waktu ke waktu adalah petani mengadopsi teknologi baru dan membentuk perspektif revolusi hijau. Ini adalah kesuksesan yang luar biasa, Indonesia berubah dari pengimpor beras terbesar dunia menjadi pengekspor beras bersih dalam waktu sekitar satu generasi, 20 tahun” ungkap Jay.
Jay membeberkan pembiayaan yang disalurkan BRI merupakan pendorong utama produktivitas pelaku UMKM. “Adopsi teknologi ini sangat meningkatkan produktivitas petani yang tentu saja meningkatkan pendapatan dan standar hidup mereka. Tetapi semua hal tersebut tidak mungkin terjadi bila tidak ada pembiayaan dari BRI untuk meningkatkan produktivitas mereka,” terang Jay. Dua puluh tahun lebih berselang, BRI telah tumbuh menjadi bank dengan aset terbesar serta penyalur utama kredit UMKM di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan proporsi kredit UMKM di BRI yang sudah mencapai 83% dari total kredit atau Rp920 triliun pada kuartal II-2022. Komitmen BRI dalam sisi pembiayaan juga ditunjang oleh implementasi ESG yang unggul sehingga BRI dapat terus tumbuh berkelanjutan untuk menumbuhkembangkan UMKM. “BRI merupakan contoh dari suksesnya green revolution. BRI juga dapat saya katakan sebagai World’s biggest & most successful profitable microbanking. It’s a great untold story. BRI dapat menjalankan bisnisnya sebagai commercial bank dengan membukukan laba Rp24,88 triliun dalam 6 bulan pertama di tahun 2022 dan sebagian di antaranya dikontribusikan kepada pemerintah melalui dividen serta pajak. BRI juga mampu menghadirkan social development impact ke masyarakat dengan jangkauannya yang luas,” tegas Jay. (Yoga)
Credit Suisse akan Jual Bisnis untuk Tambah Modal
Credit Suisse dikabarkan siap menjual sebagian bisnisnya di dalam negeri untuk menambah modal sekitar 4,5 miliar franc Swiss atau US$ 4,48 miliar. Financial Times melaporkan pada Sabtu (15/10) bahwa yang akan dijual antara lain kepemilikan saham di SIX Group, operator Bursa Zurich. Lalu 8,6% kepemilikan di perusahaan teknologi asal Madrid, Spanyol, Allfunds. Kemudian dua bank Swiss, Pfandbriefbank dan Bank-Now. Serta usaha patungan dengan American Express, yaitu Swisscard. “Kami akan memperbarui perkembangan kajian strategi komprehensif pada pengumuman laporan keuangan kuartal tiga,” kata Credit Suisse kepada Reuters via surat elektronik. Pengumuman laporan keuangan tersebut dijadwalkan pada 27 Oktober 2022. Pada kesempatan itu, Credit Suisse juga dikabarkan akan menyampaikan strategi bisnis baru. Financial Times bulan lalu melaporkan bahwa Credit Suisse telah menyusun rencana untuk membagi tiga bank investasinya. Upaya-upaya ini ditempuh untuk keluar dari jerat skandal selama tiga tahun terakhir.
Bank asal Swiss ini antara lain merugi lebih dari US$ 5 miliar akibat bangkrutnya perusahaan investasi Archegos tahun lalu. Credit Suisse juga harus mensuspens dana para klien terkait perusahaan dana investasi Greensill Capital yang juga bangkrut. Blog Inside Paradeplatz awal bulan ini juga melaporkan bahwa Credit Suisse akan menjual Savoy Hotel di Paradeplatz di distrik keuangan Zurich. Nilai jual hotel mewah tersebut dikabarkan sebesar 400 juta franc Swiss. Sementara Reuters pada September lalu melaporkan bahwa Credit Suisse akan memangkas biaya-biaya dengan mengurangi sekitar 5.000 lapangan kerja di seluruh kelompok usaha. Skandal demi skandal itu telah membuat harga saham Credit Suisse anjlok. Terakhir berada di level 4,42 franc Swiss dari 5 franc Swiss sebulan lalu. Dan sempat menyentuh 4,14 franc Swiss pada Rabu (12/10). Rencana tersebut menjadi jalan terbaik untuk memulihkan kepercayaan. CEO Ulrich Koerner, yang baru menjabat pada Agustus 2022, yang akan menyampaikan strategi bisnis baru pada 27 Oktober itu. (Yoga)
Saham Bank Digital Berguguran
Harga saham bank digital berguguran pada perdagangan di BEI, Jumat (14/10). Dari tujuh saham bank digital yang tercatat di BEI, hanya satu bank yang harga sahamnya ditutup menguat, yaitu PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR), naik Rp 16 (5,8%) menjadi Rp 292. Sementara enam saham bank digital lainnya ditutup melemah dalam rentang 4,67% hingga 6,94%. Ke enam bank itu adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang mengalami penurunan harga saham Rp 375 (6,94%) menjadi Rp 5.025, PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) turun Rp 125 (6,94%) menjadi Rp 1.675, dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) turun Rp 50 (6,25%) menjadi Rp 750. Selanjutnya, PT Bank Aladin Syariah Tbk merosot Rp 90 (5,61%) menjadi Rp 1.515, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) susut Rp 27 (5,24%) menjadi Rp 488, dan PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) terkikis Rp 5 (4,67%) menjadi Rp 102.
Kerontokan harga saham bank digital itu juga telah memicu pelemahan IHSG BEI menjelang akhir pekan di tengah kenaikan bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 66,1 poin atau 0,96% ke posisi 6.814,53. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 11,74 poin atau 1,2% ke posisi 966,74. Bila ditarik lebih jauh ke belakang, penurunan harga saham bank digital telah menjadi faktor utama pemicu kemerosotan IHSG sepanjang tahun ini. Penurunan tersebut makin dalam setelah saham-saham sektor teknologi juga turun dalam beberapa bulan terakhir. Secara year to date (ytd), indeks saham teknologi tercatat melemah hingga 28%. Terakhir saham AMAR turun 24,74% dari Rp 388 menjadi Rp 292 per saham. Analis Samuel Sekuritas Paula Ruth menyebutkan, seluruh harga saham emiten bank digital telah terkoreksi sepanjang tahun berjalan dan membuat market cap bank digital terhempas. Meski demikian, saham bank digital masih menyisakan prospek dalam jangka panjang, tulis Paula dalam riset terbaru yang dikutip Investor Daily, Jumat (14/10) (Yoga)









