;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Spektakuler! Laba Bank Mandiri Tembus Rp 30,7 Triliunan Hingga Kuartal III

KT3 31 Oct 2022 Investor daily (H)

Laba bersih konsolidasi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk hingga akhir kuartal III-2022 tercatat Rp 30,7 triliun, melampaui pencapian setahun penuh 2021 sebesar Rp 28,03 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu, laba emiten berkode saham BMRI ini tumbuh 59,4% secara year on year (yoy). Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyatakan, lonjakan pertumbuhan laba bersih tersebut merupakan buah dari strategi baru perseroan yang berfokus pada ekosistem, baik di sisi pembiayaan maupun pendanaan. Berkat strategi baru tersebut, hingga akhir September 2022, realisasi kredit Bank Mandiri secara konsolidasi mencapai Rp 1.167,51 triliun atau tumbuh 14,28% (yoy), jauh melampaui pertumbuhan industri yang hanya 11% (yoy). Sedangkan total dana pihak ketiga (DPK) tumbuh positif 12,13% (yoy) menjadi Rp 1.361,30 triliun.

“Dalam mendorong penyaluran kredit, kami tetap fokus pada sektor yang prospektif dan meru[1]pakan bisnis turunan dari ekosistem segmen wholesale di setiap wilayah. Kinerja Bank Mandiri yang solid selaras dengan kondisi ekonomi Indonesia yang masih bertumbuh di tengah ketidakpastian global,” ujar Darmawan. Kinerja Bank Mandiri, kata dia, juga terlihat dari sisi profitabilitas yang terus meningkat. Return on equity (ROE) tier-1 bank only pers[1]eroan menyentuh 23,28% atau naik 822 basis poin (bps) secara year on year. Sementara posisi net interest margin (NIM) konsolidasi terjaga solid di level 5,42%. Bank Mandiri pun konsisten menjaga kualitas aset. Ini tercermin dari posisi non-performing loan (NPL) bank only per September 2022 yang melandai ke level 2,3%, jauh lebih baik dari setahun lalu yang menyentuh 3,1%. (Yoga)


Bank Gencar Kembangkan Kartu Kredit Digital Melalui Aplikasi

HR1 31 Oct 2022 Kontan

Kartu kredit digital menjadi salah satu layanan keuangan yang gencar dikembangkan perbankan untuk mengikuti tren. Terbaru, Jenius, platform digital Bank BTPN meluncurkan kartu kredit Jenius Visa. Digital Banking Head Bank BTPN, Irwan S Tisnabudi menyatakan bahwa keunggulan kartu kredit digital ini mulai dari proses pengajuan dan aktivasi, mengatur alokasi limit, melakukan blokir dan buka blokir semua dari aplikasi Jenius. Nasabah juga bisa mengubah transaksi menjadi cicilan dengan Split Pay. Bank CIMB Niaga juga memiliki kartu kredit digital bernama Octo Card. Saat ini jumlah kartu kredit digital dari CIMB Niaga itu memiliki lebih dari 100.000 Octo Card yang beredar. Octo Card terintegrasi di dalam digital super app Octo Mobile. Kartu kredit ini bisa digunakan baik untuk belanja online di e-commerce maupun offline. Melalui fitur scan QRIS tanpa harus membawa kartu fisik atau bersentuhan (contactless).

Laba Bersih Bank BJB Syariah Tumbuh 115 Persen

KT3 29 Oct 2022 Kompas

PT Bank Jabar Banten Syariah (Bank BJB Syariah) mencatat laba bersih Rp 59,4 miliar per triwulan III-2022 berkat kolaborasi dan inovasi. ”Laba tersebut tumbuh 115 % secara tahunan,” kata Direktur Utama Bank BJB Syariah Adang Ahmad Kunandar dalam keterangannya, Jumat (28/10). (Yoga)

Bank Digital Mulai Mencetak Kinerja Positif

HR1 29 Oct 2022 Kontan

BANK digital mulai menunjukkan kinerja positif mereka. Salah satunya PT Allo Bank Indonesia Tbk. Bank itu mengumumkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 209 miliar per September 2022. Sementara pendapatan operasional sebesar Rp 530 miliar. Setelah menggelar serangkaian rights issue dalam tahun 2021 dan 2022, posisi ekuitas tumbuh menjadi Rp 6,32 triliun per akhir September 2022. Hasil itu menjadikan Allo Bank sebagai satu bank digital dengan permodalan paling baik di Indonesia. "Presiden Direktur Allo Bank, Indra Utoyo mengatakan, pencapaian ini merupakan buah dari strategi mengoptimalkan ekosistem bisnis di CT Corp yang merupakan pemegang saham strategis Allo bank. CT Corp memiliki bisnis ritel yang besar di Indonesia," katanya dari rilis yang diterima KONTAN, Kamis (27/10).

MENJAGA NAPAS LIKUIDITAS

HR1 29 Oct 2022 Bisnis Indonesia (H)

Tak butuh waktu lama bagi perbankan untuk merespons kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia pada periode Agustus hingga Oktober 2022. Mulai bulan depan, suku bunga simpanan bank diperkirakan kompak naik. Naiknya suku bunga simpanan itu sebagai cara bank agar likuiditas tetap aman. Kendati dana simpanan dinilai masih melimpah, terutama di bank-bank besar, penyesuaian bunga simpanan dilakukan untuk memastikan ketersediaan uang guna mendorong penyaluran kredit. Kenaikan bunga untuk jenis simpanan deposito 1 bulan mulai terasa sejak Juli 2022. Dalam laporan asesmen transmisi suku bunga kebijakan oleh Bank Indonesia pada Oktober 2022, terlihat rerata bunga deposito 1 bulan pada Agustus 2022 berada di level 2,89%, atau lebih tinggi dari posisi Juli 2022 di level 2,81%. Jumlah simpanan deposito 1 bulan di perbankan secara nilai hampir 40% dari total simpanan berjangka di bank yang pada Juli mencapai Rp2.859,97 triliun. Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lani Darmawan mengatakan bahwa kenaikan suku bunga acuan hingga 125 basis poin dalam 3 bulan terakhir, cukup menjadi perhatian pelaku bank untuk menyiapkan strategi baru melakukan penyesuaian bunga simpanan agar likuiditasnya tetap terjaga. Sementara itu, Direktur Keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Sigit Prastowo menyatakan masih terus memantau kondisi likuiditas di pasar. Dari sisi likuiditas, katanya, ada potensi kenaikan LDR bank pada tahun depan dibandingkan dengan posisi 2022. “Kami akan jaga di bawah 90% pada 2023 dan seterusnya,” kata Sigit. Kenaikan suku bunga kredit ke depan berpotensi dapat mengganggu permintaan kredit dari kalangan pelaku usaha sektor riil.

Kinerja Makin Solid, Laba BSI Tumbuh 42% di Kuartal III

KT3 28 Oct 2022 Investor daily (H)

Kinerja positif PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berlanjut pada kuartal III-2022, tercermin dari laba bersih yang meningkat 42% secara year on year (YoY) mencapai Rp 3,21 triliun. BSI membukukan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 245,18 triliun, atau tumbuh 11,86% pada periode yang sama. Kinerja positif ini didukung oleh kepercayaan masyarakat melalui penempatan DPK. Bahkan tabungan wadiah tumbuh melesat dan menjadi salah satu produk yang paling diminati masyarakat, karena bebas biaya administrasi bulanan dengan fasilitas e-banking yang mudah diakses. Kinerja solid juga didukung total pembiayaan yang tumbuh 22,35%, menjadi Rp 199,82 triliun.

Kontribusi pembiayaan terbesar berasal dari bisnis mikro yang tumbuh 37,32%, disusul pembiayaan kartu yang meningkat 35,81% dan pembiayaan gadai naik 30,15%. Capaian ini juga didukung oleh kualitas pembiayaan yang sangat sehat. Hal itu tercermin dari NPF Nett yang sangat terjaga, hanya 0,59%. Dirut BSI Hery Gunardi mengatakan, kinerja perseroan hingga September 2022 berada pada jalur yang tepat dan menuju pertumbuhan yang semakin solid. “Kami terus melakukan transformasi dan efisiensi di internal serta mencermati perkembangan ekonomi di dalam negeri dan global, agar kami dapat melakukan antisipasi dan terus mendorong pertumbuhan kinerja BSI yang se[1]hat dan berkelanjutan,” tuturnya. (Yoga)


Permintaan Naik, Penyaluran Kredit Bank Terus Melaju

KT3 27 Oct 2022 Kompas

Data BI menyebutkan, pertumbuhan penyaluran kredit industri perbankan sampai September 2022 mencapai 11 % secara tahunan. Pertumbuhan kredit yang terus melaju sampai triwulan ketiga tahun ini menunjukkan permintaan kredit masih terus bertumbuh dan menopang perekonomian yang sedang melanjutkan pemulihan. Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia Amin Nurdin mengatakan, pertumbuhan kredit sampai dengan triwulan ketiga tahun ini mengindikasikan pertumbuhan ekonomi masih melanjutkan pemulihannya. Ini ditunjukkan pertumbuhan penyaluran kredit didorong berbagai segmen, mulai dari UMKM hingga korporasi, bahkan konsumen. ”Dunia usaha sudah beroperasi normal. Mereka pun membutuhkan pendanaan dari perbankan untuk ekspansi  atau menopang operasional. Begitu pula kredit dari konsumsi.

Artinya ada peningkatan permintaan sehingga mendorong pertumbuhan penyaluran kredit,” ujar Amin, yang dihubungi, Rabu (26/10) di Jakarta. Kendati demikian, ia menilai, penyaluran kredit akan sedikit melambat pada triwulan IV-2022, dipicu kenaikan suku bunga BI yang telah naik secara 125 basis poin sejak Agustus 2022 sehingga berada di posisi 4,75 %. Survei Perbankan BI mengindikasikan penyaluran kredit di triwulan ketiga tahun ini tumbuh positif. Dari sisi permintaan, peningkatan intermediasi ditopang oleh pemulihan kinerja korporasi dan rumah tangga yang terus berlanjut. Kinerja korporasi tercermin dari perbaikan kemampuan membayar, tingkat penjualan, dan belanja modal, terutama di sektor perdagangan dan pertambangan. Kinerja rumah tangga tercermin dari konsumsi dan investasi rumah tangga yang membaik sejalan dengan optimisme konsumen. Di segmen UMKM, pertumbuhan kredit UMKM tercatat 17,13 % secara tahunan pada September 2022, terutama didukung oleh segmen mikro. (Yoga)


Perbankan Ancang-Ancang Menaikkan Bunga KPR

HR1 27 Oct 2022 Kontan

Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,75%. Kenaikan bunga acuan bakal mengerek naik bunga kredit pemilikan rumah (KPR) perbankan. Bank Mandiri, misalnya, telah menaikkan suku bunga KPR rata-rata ke kisaran 25 basis poin (bps) hingga 50 bps. Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rudi As Aturridha mengatakan, Bank Mandiri menyesuaikan kenaikan suku bunga acuan BI yang telah tiga kali dinaikkan. Saat ini suku bunga dasar kredit (SBDK) Bank Mandiri untuk segmen KPR berada di level 7,25%. SKDB digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang dibebankan bank kepada debitur. Tapi, SBDK belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko terhadap risiko masing-masing debitur. Sementara Sekretaris Perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Aestika Oryza Gunarto mengatakan, saat ini BRI belum menaikkan suku bunga KPR. SBDK BRI saat ini sebesar 7,25% efektif per tahun dengan counter rate bunga KPR sebesar 13%.

Menakar Kinerja Mekar Bank Besar

HR1 27 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Sembilan bulan tahun ini sudah dilewati dunia usaha di Tanah Air, termasuk bisnis perbankan. Sektor penopang perekonomian itu masih mampu unjuk gigi. Performa sepanjang tahun ini masih sangat terjaga. Indikator positif yang memperlihatkan bisnis bank kokoh sepanjang tahun ini terlihat dari penyaluran kredit dan profitabilitas. Mengutip data analisis uang beredar Bank Indonesia sampai dengan September 2022, penyaluran kredit bank tumbuh 10,8% year-on-year (YoY) dengan outstanding sebesar Rp6.257,1 triliun. Penyaluran kredit kepada korporasi maupun perorangan tumbuh kuat dengan laju hingga double digit. Kinerja solid bank terlihat nyata dari capaian bank-bank papan atas. Setidaknya, sudah ada empat bank besar yang merilis laporan kinerja kuartal III/2022 yakni PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Keempat bank itu membentuk aset secara konsolidasi sebesar Rp3.706,82 triliun sampai dengan kuartal III/2022. Kira-kira mewakil 36% dari total aset industri perbankan nasional. Saat menyampaikan paparan kinerja pada Rabu (26/10), Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan bahwa perseroan mencetak pertumbuhan laba bersih 59,41% dengan nilai sebesar Rp30,65 triliun hingga kuartal III/2022. Emiten bank dengan kode BMRI itu mampu meningkatkan profitabilitas yang di antaranya tercermin dari kenaikan return on equity (ROE) secara bank only menyentuh 23,28% atau naik 822 basis points (bps) secara tahunan dan NIM konsolidasi terjaga solid.


Bank Memanen Fulus dari Transaksi Valas

HR1 27 Oct 2022 Kontan (H)

Sejumlah bank besar di Tanah Air menjala kenaikan pendapatan transaksi valuta asing (valas). Lonjakan ekspor dan impor, remitansi dan penguatan dollar AS menjadi pengerek pundi-pundi pendapatan berbasis valas. Bank Mandiri Tbk (BMRI), misalnya, mencatatkan pendapatan berbasis komisi dari transaksi foreign exchange dan derivatif senilai Rp 2,12 triliun di sembilan bulan pertama tahun ini. Nilai itu naik 3% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan posisi yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 2,06 triliun. Direktur Teknologi Informasi Bank Mandiri Timothy Utama menyatakan, platform yang baru berumur satu tahun ini mencetak pertumbuhan transaksi sebesar 27% yoy menjadi Rp 13.420 triliun hingga kuartal III-2022. Adapun nilai transaksi e-fx (e-foreign exchange) Kopra tumbuh 109% yoy dari Rp 71 triliun menjadi Rp 149 triliun. Selain BMRI, Bank BNI Tbk (BBNI) mencatatkan pendapatan berbasis valas sekitar Rp 1,17 triliun hingga September 2022. Nilai tersebut melejit 18,3% secara tahunan dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 997 miliar. Di sisi lain, kata Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini, bunga kredit valas naik antara 1%-2%. “Penyesuaian suku bunga, khususnya deposito valas, untuk memenuhi tingginya permintaan kredit valas,” ujar Novita.

Pilihan Editor