;

MENJAGA NAPAS LIKUIDITAS

Ekonomi Hairul Rizal 29 Oct 2022 Bisnis Indonesia (H)
MENJAGA NAPAS LIKUIDITAS

Tak butuh waktu lama bagi perbankan untuk merespons kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia pada periode Agustus hingga Oktober 2022. Mulai bulan depan, suku bunga simpanan bank diperkirakan kompak naik. Naiknya suku bunga simpanan itu sebagai cara bank agar likuiditas tetap aman. Kendati dana simpanan dinilai masih melimpah, terutama di bank-bank besar, penyesuaian bunga simpanan dilakukan untuk memastikan ketersediaan uang guna mendorong penyaluran kredit. Kenaikan bunga untuk jenis simpanan deposito 1 bulan mulai terasa sejak Juli 2022. Dalam laporan asesmen transmisi suku bunga kebijakan oleh Bank Indonesia pada Oktober 2022, terlihat rerata bunga deposito 1 bulan pada Agustus 2022 berada di level 2,89%, atau lebih tinggi dari posisi Juli 2022 di level 2,81%. Jumlah simpanan deposito 1 bulan di perbankan secara nilai hampir 40% dari total simpanan berjangka di bank yang pada Juli mencapai Rp2.859,97 triliun. Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lani Darmawan mengatakan bahwa kenaikan suku bunga acuan hingga 125 basis poin dalam 3 bulan terakhir, cukup menjadi perhatian pelaku bank untuk menyiapkan strategi baru melakukan penyesuaian bunga simpanan agar likuiditasnya tetap terjaga. Sementara itu, Direktur Keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Sigit Prastowo menyatakan masih terus memantau kondisi likuiditas di pasar. Dari sisi likuiditas, katanya, ada potensi kenaikan LDR bank pada tahun depan dibandingkan dengan posisi 2022. “Kami akan jaga di bawah 90% pada 2023 dan seterusnya,” kata Sigit. Kenaikan suku bunga kredit ke depan berpotensi dapat mengganggu permintaan kredit dari kalangan pelaku usaha sektor riil.

Download Aplikasi Labirin :