Perbankan
( 2293 )Simpanan Bank Mengalir ke Produk Investasi
Dana pihak ketiga (DPK) telah menjadi amunisi utama perbankan menjalankan fungsi intermediasi. Namun, saat likuiditas berlimpah, sejumlah bank mendorong dana nasabah bisa masuk ke produk investasi.
Data Bank Indonesia (BI) mencatat DPK industri perbankan melambat dan menyusut. Penghimpunan DPK Rp 7.284,4 triliun atau tumbuh 8,4% setahun atau year on year (yoy) per Juli 2022. Lebih lambat dibandingkan Juni 2022 yang tumbuh 8,9% yoy menjadi Rp 7.332,5 triliun. Artinya, dalam satu bulan terakhir, DPK perbankan menyusut Rp 48,1 triliun.
Bank DBS Indonesia mencatat, sekitar 25% sekitar saldo nasabah dari tabungan dan deposito sudah pindah ke produk investasi.
Head of Digital Banking DBS Indonesia, Erline Diani menyatakan, benchmark yang ada, 35% hingga 40% dari keseluruhan balance customers ke produk investasi.
Menhub Apresiasi Kolaborasi Maskapai Perbankan Beri Diskon Tiket Pesawat
JAKARTA,ID - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan oleh sejumlah maskapai dan sektor perbankan melalui peluncuran program Terbang Hemat yang memberikan sejumlah promosi harga tiket pesawat. Program ini diinisiasi oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang menggandeng sejumlah maskapai yakni Garuda Indonesia dan Lion Air Group untuk mendukung upaya menstabilkan harga tiket pesawat dalam rangka mengendalikan inflasi sebagaimana arahan Presiden RI Joko Widodo. “Saya mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan BNI bersama Garuda Indonesia dan Lion Air Group,” ujar Menhub saat menghadiri peluncuran program Terbang Hemat di Jakarta, Kamis (25/8/2022). Melalui program Terbang Hemat ditawarkan sejumlah promosi dalam bentuk diskon, cashback, cicilan 0%, serta diskon tambahan menggunakan BNI Rewards Point. Menhub berharap program tersebut dapat memberikan harga tiket pesawat yang lebih terjangkau, khususnya di waktu-waktu tertentu.“Tadi istilahnya ada waktu prime time dan non prime time. Non prime time itu biasanya di hari Senin sampai dengan Kamis di siang hari yang dapat memberikan harga tiket yang lebih kompetitif,” tutur Menhub. (Yetede))
Pegadaian dan BRI Mengkaji Bentuk Bank Emas
Lama tak terdengar rencana pembentukan bank emas atau lazim disebut bullion bank kembali mengemuka. Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, dalam rangka membentuk bank emas itu Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Pegadaian akan merger.
Saat ini selain Permodalan Nasional Madani (PNM), Pegadaian masih berada di bawah holding ultra mikro yang dipimpin oleh BRI. Nah nantinya yang akan masuk dalam proses merger adalah anak usaha Pegadaian yang memiliki bisnis tabungan emas, yakni Galeri 24.
Pegadaian mengungkapkan, hingga saat ini sedang berupaya mengurus perizinan agar bisa mewujudkan bank tabungan emas tersebut.
"Sampai saat ini kami masih melakukan kajian sebagai bagian dari working group kajian bullion bank yang dikoordinir Kemenko Perekonomian dan Kementerian Keuangan. Kajiannya memang belum selesai," kata Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, Rabu (24/8).
Juli Outstanding Kredit Perbankan Capai Rp 6.143,7 Triliun
JAKARTA, ID – Industri perbankan mencatatkan outstanding kredit per Juli 2022 mencapai Rp 6.143,7 triliun atau meningkat 10,5% secara year on year (yoy). Pencapaian tersebut didorong dari kredit konsumsi dan kredit modal kerja yang mengalami pertumbuhan lebih tinggi. Berdasarkan Analisis Uang Beredar yang dirilis Bank Indonesia (BI), kredit yang disalurkan oleh perbankan pada Juli 2022 tumbuh positif dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 10,4% (yoy). Kredit kepada perorangan tumbuh 10,0% (yoy) mencapai Rp 2.928,7 triliun, setelah tumbuh 9,4% (yoy) pada Juni 2022. Sementara itu, kredit kepada korporasi tumbuh 12,1% (yoy) menjadi Rp 3.168,2 triliun atau melambat dari bulan sebelumnya yang tumbuh 12,5% (yoy). “Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan penyaluran kredit pada Juli 2022 terjadi baik pada kredit modal kerja maupun konsumsi,” ungkap Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono. (Yetede)
MANUVER BANK AMANKAN KREDIT
Kenaikan suku bunga acuan membuat kalangan perbankan ancang-ancang menyiapkan mitigasi untuk mengawal kinerja penyaluran kredit tahun ini. Apalagi, Bank Indonesia diprediksi bakal kembali menaikkan suku bunga acuan guna meredam risiko lonjakan inflasi di masa mendatang. Alhasil, strategi penyaluran kredit oleh perbankan pun diuji. Sebab, cepat atau lambat kenaikan suku bunga acuan bakal menjalar ke suku bunga kredit yang berisiko mengerem permintaan pinjaman. Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Supari menuturkan perseroan telah mengantisipasi kenaikan bunga acuan pada tahun ini dan mempersiapkan strategic response untuk dapat menjaga profitabilitas. “Dari sisi aset BRI akan terus fokus dan memperkuat komposisi pinjaman yang memiliki yield yang optimal yaitu pada segmen UMKM khususnya mikro dan saat ini juga didukung segmen ultramikro sebagai sumber pertumbuhan baru,” katanya, Rabu (24/8). Optimisme menyongsong bisnis ke depan diusung oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Menurut Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi As Aturridha, perseroan merespons positif keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebagai kebijakan antisipatif terhadap potensi inflasi ke depan. Bagi bank-bank jumbo, kenaikan suku bunga acuan memang tak serta-merta mengerek suku bunga simpanan dan kredit. Penyesuaian bunga simpanan dan kredit belum dilakukan dalam waktu dekat lantaran likuiditas dan margin keuntungan mereka masih terjaga.
Siap-Siap, Suku Bunga Kredit Naik
Usai sudah era bunga rendah. Setelah 18 purnama bertahan tak mengubah suku bunga, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) Agustus 2022 akhirnya mengerek bunga acuan 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%. Sebelumnya BI menurunkan suku bunga di Februari 2021, dari 3,75% ke 3,5%.
Gubernur BI, Perry Warjiyo menyebut, keputusan ini adalah langkah memitigasi risiko atas peningkatan inflasi inti dan ekspektasi inflasi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi serta inflasi pangan.
Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim menyatakan, BCA akan menyiapkan strategi untuk mengantisipasi langkah bank sentral. Analisis Vera, "BI mengambil keputusan mengacu pertimbangan fundamental ekonomi dalam rangka mendukung stabilitas dan memperkuat pemulihan," kata dia, Selasa (23/8).
Bank Mandiri berharap, kenaikan suku bunga acuan kali ini untuk menjaga stabilitas makroekonomi agar tetap terkendali hingga akhir tahun. "Kami melihat kebijakan tersebut juga telah diantisipasi oleh pasar," kata Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rudi As Aturridha.
Cabang Fisik Bank Semakin Berkurang
Jumlah kantor cabang bank semakin menyusut seiring tren digitalisasi layanan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) kantor cabang bank umum di dalam maupun luar negeri per Juni 2022 sebanyak 36.111 unit, menurun dari Juni 2021 yang sebanyak 47.401 kantor cabang.
Artinya, dalam setahun terakhir, bank sudah menutup 11.290 unit jaringan kantor cabang. Padahal, jumlah bank umum yang ada di Indonesia tidak mengalami perubahan, tetap 107 unit.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) misalnya telah memangkas jumlah kantor cabang dari 8.993 jaringan di akhir 2021 menjadi 8.804 unit per Juni 2022. Corporate Secretary BRI menyatakan, akan terus melakukan penataan jaringan kerja, baik menambah atau mengurangi, agar lebih produktif dan efisien namun tetap efektif dalam memberikan layanan.
Adapun PT Bank Mandiri Tbk telah menutup 40 kantor cabang sepanjang 2022. Untuk layanan pada cabang yang masih beroperasi diubah menjadi smart branches.
OJK Minta Perbankan Agresif Tingkatkan Cadangan
JAKARTA, ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengingatkan perbankan untuk meningkatkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) guna mengantisipasi normalisasi kebijakan restrukturisasi akibat dampak Covid-19. Per Juni 2022, rasio CKPN perbankan terhadap kredit restrukturisasi terus meningkat ke posisi 21,1% dan diharapkan dapat ditingkatkan lagi. OJK mencermati perkembangan ekonomi saat ini dengan tetap mendorong kinerja industri jasa keuangan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Terlihat dari pertumbuhan ekonomi kuartal II yang ekspansif pada sejumlah sektor. Dia juga mengungkapkan bahwa dalam menjaga pemulihan ekonomi nasional harus diiringi dengan sinergi dan kolaborasi antar berbagai pihak yang berkepentingan. “Tapi juga harus melihat ketidakpastian global seperti scaring effect yang tinggi memberikan pesan, walaupun optimis namun juga tetap waspada. OJK lakukan pemantauan kondisi terkini dalam mempertahankan stabilitas sistem keuangan dan mendukung pemulihan ekonomi nasional,” tutur Kiki. (Yetede)
Sukses Terapkan Praktik ESG, BRI Raih Penghargaan dalam IDEAS 2022
JAKARTA, ID – Kesuksesan menerapkan praktik Environmental (lingkungan), Social (sosial), dan Governance (tata kelola) atau ESG oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membawa perusahaan meraih penghargaan dalam ajang IDEAS (Indonesia DEI & ESG Awards) 2022. IDEAS merupakan event penghargaan nasional bagi praktisi humas/ public relations (PR) dalam mengkomunikasikan kinerja kelembagaan di bidang Diversity, Equality dan Inclusivity (DEI) dan ESG. Terdapat tiga penghargaan yang diraih BRI, yakni Gold Winner dalam Kategori ESG (Environmental) – Improving Climate Change Resilience, Gold Winner dalam Kategori ESG (Social) – Embracing the Community, dan Kategori Pemimpin Terpopuler di Media Online 2021 yang diraih Direktur Utama BRI Group, Sunarso. Ketiga penghargaan ini diraih BRI dalam sub kategori Perusahaan BUMN Tbk. Direktur Kepatuhan BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto mengungkapkan bahwa BRI senantiasa mengimplementasikan aspek ESG untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan di masa mendatang. “Kami berterima kasih atas penghargaan ini. Artinya, BRI mampu membuktikan kinerja terbaiknya dalam menerapkan serta mengkomunikasikan aspek ESG,” ujarnya. (Yetede)
Tingkatkan Kerja Pertanian, BNI Dukung Program Taksi Alsintan
Sektor Agrikultur memasuki periode percepatan transformasi yang semakin memperkuat produktivitas serta stabilitas pangan nasional. Peran pelaku perbankan menjalankan fungsi intermediator semakin krusial, khususnya dalam penyaluran kredit investasi serta pemberian solusi keuangan yang tepat untuk para petani. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) meluncurkan program Taksi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang merupakan model pengelolaan tata kelola usaha jasa alsintan dengan sistem jasa sewa atau kepemilikan alsintan melalui skema kredit perbankan. Kementan dan BNI sepakat dalam hal pemberdayaan kelembagaan petani melalui penguatan permodalan, relaksasi pembiayaan, dan pendampingan. Kedua institusi berkolaborasi melalui integrasi data mitra dan/atau binaan guna mempermudah aplikasi permohonan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Taksi Alsintan. (Yetede)









