Perbankan
( 2293 )DPK MELAMBAT : Bank Genjot Kanal Digital
Sejumlah perbankan mengoptimalisasi kanal digital untuk berburu dana murah menyusul melambatnya dana pihak ke tiga (DPK) pada kuartal II/2022.Laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2022 menyebutkan bahwa DPK masih tumbuh 9,13% secara tahunan atau year-on-year (YoY). Namun, raihan itu mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan Mei 2022 yang naik 9,93%.PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. misalnya yang mengandalkan Livin by Mandiri dan inovasi digital dalam memacu pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA).
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Aestika Oryza Gunarto mengungkapkan telah menyiapkan beberapa strategi pertumbuhan DPK di antaranya mengakselerasi akuisisi rekening secara digital melalui Digital Saving, mendorong transaction based CASA menjadi source of fund digital ecosystem platform dan meningkatkan acceptance transaksi dengan CASA BRI di ekosistem mitra seperti rumah sakit, universitas, sekolah, koperasi, dan pesantren.
Bonus Saham bagi Bos Bankir Segera Cair
Sejumlah direksi dan komisaris bank besar mulai merealisasikan bonus atas kinerja moncer mereka sepanjang tahun lalu. Seperti Bank Mandiri membagikan bonus saham sebanyak 6,59 juta untuk 12 anggota direksi dan lima anggota dewan komisaris pada 29 Juli lalu. Dengan harga rata-rata pembelian Rp 8.076,69 per saham, nilai bonus saham Bank Mandiri direksi dan komisaris itu mencapai Rp 53,25 miliar. Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengalokasikan bonus dan tentiem 2021 untuk direksi dan komisaris, yakni Rp 475,5 miliar
UJIAN KONSISTENSI BANK DIGITAL
Bisnis bank berbasis digital mulai menemukan bentuknya. Setidaknya itu tergambar dari kinerja moncer sejumlah bank digital pada semester I/2022. Kendati demikian, upaya untuk menciptakan bisnis bank digital yang efisien, belum sepenuhnya tercapai. Buktinya, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan bank konvensional. Kondisi itu menjadi ujian konsistensi kinerja bank digital lantaran dapat memengaruhi prospek bisnis ke depan, tak terkecuali performa sahamnya. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis hingga Rabu (3/8), terdapat tujuh bank digital yang telah menyampaikan laporan kinerja semester I/2022. Sebanyak empat bank di antaranya berhasil membukukan laba, sedangkan tiga lainnya masih menanggung rugi. PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB), misalnya menderita rugi hingga Rp611,44 miliar. Nilai kerugian itu lebih besar jika dibandingkan dengan periode yang sama 2021 sebesar Rp132,86 miliar. BBYB mencatat rasio BOPO hingga 156,75%. Bank lain yang menderita rugi yakni PT Bank Aladin Syariah Tbk. juga mencatat rasio BOPO hingga 364%. Kendati demikian, beberapa bank tercatat mampu mendulang untung sampai dengan semester I/2022. PT Allo Bank Indonesia Tbk., entitas bank digital di bawah Mega Corpora mencatat laba bersih hingga Rp150,62 miliar
Jenius Menyalurkan Kredit Rp 600 Miliar
PT Bank BTPN Tbk memacu bisnis melalui kanal digital banking di separuh pertama tahun 2022. Salah satunya dengan menyalurkan kredit secara digital (digital lending) lewat jenius. Head of Digital Banking Bank BTPN, Irwan Tisnabudi menyatakan, guna kualitas aset, jenius sempat mengerem penyaluran kredit ini saat awal pandemi di tahun 2020 hingga 2021. "Dalam satu tahun terakhir, pertumbuhan kredit jenius itu tumbuh 148% year on year menjadi lebih dari Rp 600 miliar. Memang masih kecil dibandingkan total portofolio kredit yang sudah disalurkan BTPN," ujarnya secara virtual Selasa (2/8).
241 Smart Branch by Mandiri Hadir di Seluruh Indonesia
Bank Mandiri kembali melanjutkan transformasi digital dengan menghadirkan 241 Smart Branch by Mandiri secara serentak di seluruh Indonesia. Inovasi Smart Branch by Mandiri yang kali ini diluncurkan telah mengadopsi fitur-fitur layanan baru yang berorientasi kepada nasabah atau customer centric. Melalui fitur-fitur ini, nasabah yang datang ke Smart Branch by Mandiri akan merasakan pengalaman perbankan yang cepat, mudah, aman dan andal dengan dukungan digital technology. Direktur Utama Bank Mandiri
Darmawan Junaidi menjelaskan, langkah transformasi digital ini juga merupakan bagian dari inisiatif Bank Mandiri dalam mendorong peningkatan literasi keuangan digital di Tanah Air. Untuk itu, transformasi Smart Branch by Mandiri akan hadir dalam tiga tipe, antara lain Digital Box, Hybrid Branch, dan Upgrade Branch. “Ketiga tipe ini diharapkan dapat mengakomodir seluruh karakter nasabah maupun masyarakat yang masih membutuhkan layanan perbankan di cabang maupun edukasi finansial dengan lebih nyaman dan interaktif,” ujar Darmawan dalam peresmian, Jumat (29/7/2022). (Yetede)
Kinerja Oke, Kontribusi Bank ke Ekonomi Masih Mini
Aset perbankan semakin tambun di semester I 2022. Kini, terdapat tiga bank dengan aset melampaui Rp 1.000 triliun. Bahkan, aset akan semakin kencang seiring optimisme bankir dengan mengerek target kredit 2022.
Bank Mandiri secara konsolidasi memiliki aset terbesar Rp 1.786,70 triliun pada semester 1-2022. Tumbuh 12,98% year on year (yoy). Posisi kedua Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat aset konsolidasi Rp 1.652.83 triliun, naik 6,4% yoy. Lalu, aset Bank Central Asia (BCA) secara konsolidasi mencapai Rp 1.264,46 triliun, meningkat 11,9% yoy. Meski begitu kontribusi jasa keuangan dan asuransi terhadap produk domestik bruto (PDB) di kuartal I 2022, baru sekitar 4,43%. Kontribusi terbesar sektor industri pengolahan sebesar 19%. Lalu perdagangan besar & eceran 13%.
Serentak di Indonesia, Bank Mandiri Digitalkan 241 Cabang
Bank Mandiri kembali melanjutkan transformasi digital dengan meresmikan 241 Smart Branch by Mandiri yang tersebar di 89 kota/kabupaten dan 29 provinsi secara serentak, guna mendekatkan dan meningkatkan pengalaman baru nasabah sehingga makin memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Peluncuran inovasi Smart Branch by Mandiri mengadopsi fitur layanan baru customer centric, sehingga nasabah dapat merasakan pengalaman perbankan lebih cepat, mudah, aman dan handal. Inovasi digital ini didesain mengakomodir kebutuhan nasabah dengan menghadirkan proses layanan terintegrasi Livin’ dan Kopra, serta self service machine.
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan, transformasi di gital ini merupakan bagian inisiatif perseroan mendorong peningkatan literasi keuangan digital di Tanah Air.
Karenanya, Smart Branch by Mandiri hadir dalam tiga tipe; Digital Box, Hybrid Branch dan Upgrade Branch.“Ketiga tipe ini diharapkan dapat mengakomodir seluruh karakter nasabah yang masih membutuhkan layanan perbankan di cabang maupun edukasi finansial dengan lebih nyaman dan interaktif,” ujarnya, Jumat (29/7). Digital Box hadir untuk nasabah yang membutuhkan layanan ekspres tanpa antrian. Hybrid Branch untuk layanan cepat dan terdigitalisasi serta beragam kebutuhan finansial lainnya.
Fokus pada Tranction Banking dan Green Banking, Kinerja BNI Semester I Tumbuh Optimal
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) membukukan tren kinerja dan ekspansi yang solid pada kuartal kedua tahun ini seiring dengan fokus pertumbuhan yang sehat pada nasabah Top Tier. Pencapaian tersebut diiringi pula dengan upaya memperkuat green portfolio dan implementasi prinsip-prinsip keberlanjutan atau ESG (Environment, Social, and Governance) dalam setiap aspek bisnis perusahaan. Laba bersih BNI semester I tahun 2022 ini tercatat mencapai Rp 8,8 triliun, atau tumbuh 75,1% secara tahunan atau year-on-year (YoY). Pilihan fokus bisnis BNI untuk menjadi pionir lembaga keuangan yang memperkuat Green Financing telah berbuah manis. Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan hasil tinjauan indeks ESG Leader terkini. Dari hasil tinjauan itu, MSCI meningkatkan peringkat BNI dalam MSCI Indonesia ESG Leader Index menjadi TopThree di Indonesia. BNI juga masih menjadi pemegang Rating A dari MSCI, peringkat terbaik di industri saat ini. Digitalisasi menjadi salah satu pendorong utama tingginya transaksi, baik oleh nasabah bisnis maupun individu, yang juga menjadi salah satu semangat dari implementasi bisnis berbasis green banking. (Yetede)
Ekonomi Nasional Konsudif, Bank Mandiri Cetak Kinerja Kinclong
Dalam enam bulan pertama 2022, Bank Mandiri berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif. Sejalan dengan ekspansi bisnis yang berkelanjutan, Bank Mandiri dapat mencatatkan pertumbuhan kredit di atas pertumbuhan industri yang sebesar 10,7% secara year on year (yoy) per Juni 2022. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, realisasi pertumbuhan kredit Bank Mandiri secara konsolidasi per kuartal II-2022 menembus Rp 1.138,31 triliun atau tumbuh 12,22%. Lewat pencapaian tersebut Bank Mandiri juga menjadi bank dengan penyaluran kredit terbesar di Indonesia. “Perbaikan kinerja Bank Mandiri selaras dengan kondisi perekonomian nasional yang masih bertumbuh. Hal ini juga mengindikasikan bahwa perekonomian Indonesia masih relatif stabil meski diterpa oleh ketidakpastian global,” ujar Darmawan dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Bank Mandiri Kuartal II-2022 di Jakarta, Kamis (28/7/2022). (Yetede)
Laba Bersih Bank Mandiri Rp 20,2 Triliun
Total kredit Bank Mandiri hingga akhir triwulan II-2022 mencapai Rp 1.138 triliun, tumbuh 12,2 % dibandingkan periode sama tahun lalu. Kinerja kredit tersebut mendorong laba bersih tumbuh 61,7 % menjadi Rp 20,2 triliun. Demikian disampaikan Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam paparan kinerja Bank Mandiri triwulan II-2022 di Jakarta Kamis (28/7). (Yoga)









