;
Tags

Inflasi

( 550 )

Inflasi Melandai, Ekonomi AS Menuju Perbaikan

HR1 14 Jan 2023 Kontan (H)

Ekonomi global menunjukkan tanda awal menuju perbaikan. Secercah harapan tercermin dari penurunan inflasi di Amerika Serikat (AS) serta mobilitas di China yang mulai meningkat setelah kebijakan zero Covid-19 ditangguhkan. Tingkat inflasi tahunan AS pada Desember 2022 turun menjadi 6,5% year on year (yoy) dari 7,1% di November. Ini menunjukkan kebijakan kenaikan bunga The Fed tampaknya mulai menunjukkan hasil. Penurunan inflasi ini terutama didorong penurunan harga bensin dan kendaraan bermotor. Pejabat The Fed Philadelphia, Patrick Harker mengharapkan kenaikan Fed rate bulan depan lebih kecil dari sebelumnya yakni menjadi 25 basis poin (bps). Sung Won Sohn, Guru Besar Keuangan dan Ekonomi Universitas Loyola Marymount menilai, langkah The Fed sudah mulai berbuah meskipun tingkat inflasi masih jauh dari target 2%. "Puncak gunung inflasi sudah sudah dilewati. Pertanyaan sekarang adalah seberapa curam penurunan ke depan," kata Sohn seperti dikutip dari Reuters, Jumat (13/1).

Laju Inflasi AS Paling Lambat dalam Setahun Lebih

KT1 13 Jan 2023 Investor Daily

WASHINGTON, ID - Inflasi konsumen di Amerika Serikat (AS) pada Desember 2022 turun ke level terendah dalam setahun lebih. Data yang dirilis Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) AS pada Kamis (12/1/2023) itu menandakan lonjakan kenaikan harga-harga konsumen di AS mungkin akan berakhir. Karena ketika rumah tangga di Amerika berjuang menjalani inflasi tinggi dalam beberapa dekade pada tahun lalu, The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan pada kecepatan terbesar sejak tahun 1980-an. Bank sentral AS menaikkan suku bunga acuan hingga tujuh kali di tahun lalu dengan harapan dapat mendinginkan permintaan. Tren penurunan inflasi itu juga menandai pelonggaran enam bulan berturut-turut. Dan dapat memicu harapan terjadinya penurunan laju penaikan suku bunga. Indeks harga konsumen (IHK) AS bulan lalu naik 6,5% dibandingkan tahun lalu. Ini adalah kenaikan terkecil sejak Oktober 2021. Inflasi konsumen tahunan itu juga turun dari kenaikan 7,1% pada November 2022. “Harga bahan bakar sejauh ini merupakan penyumbang terbesar penurunan semua item bulanan,” kata Depnaker AS. (Yetede)

Asumsi Resesi Barat pada 2023 Tetap Kuat

KT3 10 Jan 2023 Kompas

Asumsi bahwa resesi akan berlangsung di negara-negara Barat, khususnya AS, pada tahun ini tetap kuat. Dasarnya adalah inflasi 7,1 % di AS yang masih terlalu tinggi dan jauh dari target 2 %. Artinya, suku bunga inti di AS tetap harus dinaikkan dari level sekarang sebesar 4,25-4,5 %. Perihal inflasi terlalu tinggi itu dinyatakan para petinggi bank sentral AS, Federal Reserve, Sabtu (7/1). Presiden Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari, misalnya, menyatakan, inflasi masih tinggi, bahkan sangat mengakar kuat. Gary Clyde Hufbaue dari Peterson Institute for International Economics, di situs East Asia Forum, 25 Desember 2022, menuliskan, inflasi memiliki akar kuat. Fed memasok pasar uang beredar sebesar 5 triliun USD selama periode Desember 2019-Desember 2021. Pasokan ini menambah uang beredar, dari 4 triliun USD menjadi 9 triliun USD. ”Pasokan uang beredar tersebut masih ditambah lagi dengan stimulus fiskal 2 triliun dollar AS pada akhir 2020 dan awal 2021,” katanya. Penambahan uang beredar tanpa pertambahan barang dipadu dengan gangguan pasokan global membuat akar inflasi di AS menguat dan berefek ke seluruh dunia.

Defisit anggaran Pemerintah AS yang ditutup dengan utang akan menambah tekanan inflasi. ”Kenaikan suku bunga sejauh ini telah berdampak pada penurunan permintaan, tetapi kenaikan suku  bunga lanjut masih terus diperlukan,” kata Presiden Federal Reserve Kansas City, Esther George.Pada akhir 2022, Asia sudah merasakan kelesuan permintaan Barat sebagai efek kenaikan suku bunga. Jika biasanya China menikmati peningkatan ekspor akhir tahun, hal itu tidak terjadi pada 2022. Sheng Hetai, President Sinosure (perusahaan asuransi), dikutip China Daily, 28 Desember 2022, mengatakan, konflik Ukraina, situasi Eropa, dan tekanan geopolitik dari AS terhadap China meningkatkan risiko bagi investasi China di luar negeri. Keadaan ini juga terbukti telah menurunkan merger dan akuisisi di seluruh dunia, termasuk di Asia. Aksi merger dan akuisisi merupakan salah satu bentuk aliran investasi asing. (Yoga)


Harga Beras Dorong Inflasi di Kalsel

KT3 03 Jan 2023 Kompas

Beras menjadi komoditas pendorong inflasi di Kalimantan Selatan seiring kenaikan harga gabah petani ataupun di penggilingan. Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan Fachri Ubadiyah, Senin (2/1) menyampaikan, pada Desember 2022 terjadi inflasi secara tahunan (year on year) sebesar 6,99 % di Kalsel. (Yoga)

Inflasi 2022 Tembus 5,51 Persen, Lampaui Target BI

KT3 03 Jan 2023 Kompas

BPS mencatat, inflasi Desember 2022 mencapai 0,66 % secara bulanan dan 5,51 % secara tahunan. Secara bulanan, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 112,85 pada November 2022 menjadi 113,59 pada Desember 2022. Sementara itu, secara tahunan, IHK naik dari 107,66 pada Desember 2021 menjadi 113,59 pada Desember 2022. Inflasi tahunan pada 2022 itu melampaui target sasaran BI yang sebelumnya diperkirakan di kisaran 2-4 % secara tahunan atau 3 % plus minus 1 %. Tekanan inflasi terbesar tahun lalu terjadi akibat imbas kenaikan harga BBM pada September 2022. Inflasi tahunan 2022 juga menjadi yang tertinggi sejak inflasi tahun 2014 sebesar 8,36 %.

Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, Senin (2/1) mengatakan, secara tahunan, tekanan inflasi paling banyak datang dari kenaikan harga di kelompok transportasi, yang mengalami inflasi 15,26 % secara tahunan dengan andil 1,84 % terhadap inflasi umum. Secara rinci, komoditas penyumbang inflasi tahunan tertinggi adalah bensin, bahan bakar rumah tangga, tariff angkutan udara, beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, dan kontrak rumah. Berdasarkan komponennya, tekanan inflasi tahunan sepanjang 2022 paling banyak datang dari komponen harga yang diatur pemerintah, terutama akibat pemangkasan subsidi harga BBM pada September 2022 yang menyebabkan kenaikan harga BBM dan tariff transportasi, serta tekanan dari inflasi inti. (Yoga)


KONSISTENSI KENDALI INFLASI

HR1 03 Jan 2023 Bisnis Indonesia (H)

Sinergi antara otoritas fiskal dan moneter dalam mengelola inflasi terbukti ampuh menjangkar gerak inflasi sepanjang tahun lalu. Hal itu pun menjadi kabar baik di tengah upaya pemerintah mengungkit konsumsi lantaran daya beli masyarakat terjaga. Kondisi itu juga makin menguatkan optimisme pemangku kebijakan dalam mengelola ekonomi pada tahun ini, yang dihadapkan pada ketidakpastian, terutama dari faktor global. Kemarin, Senin (2/1), Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa laju inflasi pada Desember 2022 mencapai 5,51% (year-on-year/YoY). Kendati merupakan inflasi tertinggi sejak 2014, tetapi angka itu masih berada di bawah proyeksi pemerintah sebesar 6% (YoY). Bahkan menurut BPS, inflasi Indonesia relatif terjaga jika dibandingkan dengan sejumlah negara. Indeks harga konsumen (IHK) yang relatif terkendali merefleksikan daya beli masyarakat masih solid, meski sempat menghadapi tekanan akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Presiden Joko Widodo, pun meyakini Indonesia sebagai satu dari sedikit negara yang berhasil mengelola krisis sepanjang tahun lalu. Presiden pun optimistis pertumbuhan ekonomi pada 2022 di atas 5%, dan bertahan pada tahun ini.   Adapun, Kepala BPS Margo Yuwono, mengatakan laju inflasi di Indonesia cukup terkendali jika dibandingkan dengan banyak negara di tengah lonjakan IHK global. Selain karena pasokan pangan yang terjaga, capaian itu juga disokong oleh keberhasilan kolaborasi kebijakan antara pemerintah serta Bank Indonesia (BI).

Indonesia Sukses Kendalikan Inflasi

KT1 03 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Di tengah hiperinflasi dunia, Indonesia sukses mengendalikan inflasi berkat koordinasi solid pemerintah pusat dan daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) maupun Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP). Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, inflasi Desember 2022 mencapai 5,51% secara tahunan (year on year/yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,59. BPS juga mencatat, secara bulanan (month to month/mtm) terjadi inflasi 0,66%. Angka inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan sejumlah negara. Pada November 2022, Inggris mencatat inflasi 9,30%, Jerman 10,05%,  Amerika Serikat 7,1%, Turki mencapai 84,39%, Argetina mencapai 92,44%. Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan, inflasi Desember 2022 yang 5,51% merupakan yang tertinggi sejak 2014 di mana kala itu inflasi menyentuh 8,36% (yoy). Inflasi Desember 2022 tersebut juga sedikit di atas proyeksi Bank Indonesia (BI) sebesar 5,4% (yoy). “Inflasi Desember merupakan inflasi musiman, sehingga terjadi peningkatan permintaan karena momentum liburan sekolah, Natal dan Tahun Baru, itu siklus bulanan. Dalam 4 bulan terakhir, inflasi Desember 2022 jadi yang tertinggi,” jelas Margo dalam konferensi pers BPS secara virtual, Senin (2/1/2023). (Yetede)

Kinerja Instrumen Investasi Kalah Melawan Inflasi

HR1 31 Dec 2022 Kontan (H)

Ketidakpastian global mewarnai pergerakan pasar modal di sepanjang tahun 2022 ini. Pelaku pasar melakukan risk aversion, sehingga membuat nilai tukar rupiah cenderung melemah sepanjang tahun ini. Tapi, kondisi ini memberi keuntungan bagi investor yang berinvestasi di valuta asing. Salah satunya dollar Singappura. Sepanjang tahun 2022, dollar Singapura menguat 9,01% terhadap rupiah. Jadi, jika Anda menukar rupiah ke dollar Singapura akhir tahun lalu, nilai rupiah Anda di akhir tahun ini naik 9,01%. Dollar Singapura merupakan instrumen investasi berkinerja terbaik sepanjang tahun ini. Di urutan kedua, instrumen yang memberi keuntungan paling besar masih valas, yakni dollar Amerika Serikat (AS). Kurs dollar AS naik 8,41% sepanjang tahun ini. Selain dollar Singapura dan dollar AS, hanya obligasi korporasi yang imbal hasil rata-ratanya masih di atas inflasi tahun ini. Imbal hasil rata-rata investasi di obligasi, menilik pergerakan indeks Indobex Corporate Total Return, sebesar 6,57%. Sebagai perbandingan, inflasi Indonesia hingga November tercatat sebesar 5,42% secara tahunan. Menurut proyeksi ekonom, inflasi di akhir 2022 diprediksi sekitar 5,39%.

Inflasi Desember 2022 Diperkirakan 0,48 Persen

KT3 26 Dec 2022 Kompas

BI memperkirakan inflasi sampai pekan keempat Desember 2022 mencapai 0,48 % dibandingkan November 2022. Kenaikan disumbang sejumlah komoditas pangan dan tarif jasa. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga yang dirilis BI, komoditas pangan penyumbang inflasi antara lain telur ayam ras sebesar 0,08 % dibandingkan November dan beras sebesar 0,04 %. Selain itu, kenaikan 0,03 % masing-masing untuk daging ayam ras, tomat, dan cabai. Adapun kenaikan tarif perusahaan air minum (PAM) sebesar 0,02 % dan tarif angkutan udara sebesar 0,01 %. ”BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, akhir pekan lalu, di Jakarta.

Pada November 2022, inflasi tercatat sebesar 0,09 % secara bulanan, meningkat dibandingkan bulan Oktober 2022 yang mengalami deflasi 0,11 %. Secara tahunan, inflasi November 2022 mencapai 5,42 %, lebih rendah dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang mencapai 5,71 %. Perkembangan positif inflasi selama ini tidak terlepas dari pengaruh sinergi kebijakan yang makin erat antara pemerintah pusat dan daerah, BI, serta berbagai mitra strategis lainnya melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID) serta Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Sinergi kebijakan ini dalam menurunkan laju inflasi, termasuk mengendalikan dampak lanjutan penyesuaian harga BBM. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memperkirakan inflasi pada akhir tahun 2022 di kisaran 5,4-5,6 %. (Yoga)


Inflasi Konsumen Jepang Tertinggi Dalam 40 Tahun

KT1 24 Dec 2022 Investor Daily (H)

TOKYO, ID – Laju inflasi inti konsumen Jepang mencapai level tertinggi baru dalam 40 tahun pada November 2022. Ini karena perusahaan-perusahaan terus menaikkan biaya-biaya untuk rumah tangga. Data juga menunjukkan ada tanda-tanda penaikan harga yang meluas dan dapat membuat bank sentral di bawah tekanan untuk mengurangi stimulus besar-besaran. Menurut laporan Jumat (23/12/2022), indeks harga konsumen (IHK) intiJepang – tidak termasuk makanan segar yang mudah berubah ubah, namun mencakup biaya energi – naik 3,7% pada November dari tahun sebelumnya. Hal ini sesuai dengan perkiraan pasar dan meningkat dari penaikan 3,6% pada Oktober. Itu artinya menjadi penaikan terbesar, sejak lonjakan sebesar 4.0% yang terjadi pada Desember 1981. Yaitu di saat inflasi masih tinggi akibat dampak guncangan minyak pada 1979 dan ekonomi yang sedang booming. (Yetede)